Aunurohim Aunurohim
Jurusan Biologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

Efektivitas Kombinasi Salvinia molesta dengan Hydrilla verticillata dalam Remediasi Logam Cu pada Limbah Elektroplating Fuad, Muhammad Tsabitul; Aunurohim, Aunurohim; Nurhidayati, Tutik
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.434 KB)

Abstract

Studi tentang efektivitas kombinasi Salvinia molesta dan Hydrilla verticillata dalam meremediasi logam Cu pada limbah elektroplating telah dilakukan untuk mengetahui besarnya total konsentrasi Cu yang tertinggal pada limbah setelah perlakuan fitoremediasi oleh kombinasi kedua tumbuhan tersebut dan untuk mengetahui nilai faktor transfer Cu oleh kombinasi keduanya. Penelitian menggunakan metode Rancang Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu: variasi kombinasi S. molesta dan H. verticillata serta waktu pemaparan dengan tiga kali pengulangan. Penelitian dilakukan dengan tiga variasi kombinasi pada media berupa 5L limbah elektroplating selama 14 hari setelah dilakukan aklimasi selama 5 hari. Tiga variasi kombinasi yang digunakan disebutkan sebagai kombinasi A (perbandingan berat S. molesta sebanyak 25 gram dengan H. verticillata sebanyak 10 gram), kombinasi B (perbandingan berat S. molesta sebanyak 10 gram dengan H. verticillata sebanyak 25 gram), dan kombinasi C (perbandingan berat S. molesta sebanyak 10 gram dengan H. verticillata sebanyak 10 gram). Total konsentrasi logam Cu yang tertinggal setelah perlakuan fitoremediasi oleh kombinasi kedua tumbuhan itu tidak berkurang secara signifikan. Namun, faktor transfer yang terbesar didapat dari kombinasi B, yaitu sebesar 10,2 L/kg
Korelasi Komunitas Nudibranchia dengan Komunitas Porifera di perairan Pasir Putih, Situbondo Sari, Linda Novita; Aunurohim, Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.275 KB)

Abstract

Studi ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai korelasi komunitas Nudibranchia dengan komunitas Porifera di perairan Pasir Putih, Situbondo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode belt transect (transek sabuk), dengan panjang 100 meter dan lebar 2 meter (1 meter ke sisi kanan dan 1 meter ke sisi kiri). Jumlah spesies Nudibranchia teramati pada studi ini 14 spesies Nudibranchia yang merupakan representasi dari tiga famili yaitu Phyllidiidae (10 spesies, 71.43%), Chromodoridae (3 spesies, 21.43%) dan Kentrodoridae (1 spesies, 7.14%). Kelimpahan total spesies Nudibranchia pada lokasi Batu Lawang, Teluk pelita dan Karang Mayit berturut-turut adalah 9 individu, 15 individu dan 14 individu. Nilai indeks H´ Nudibranchia sendiri di lokasi studi berkisar antara 1.195 hingga 1.748. Tingkat keanekaragaman Nudibranchia di lokasi penelitian termasuk dalam kategori sedang (moderate; 1 < H < 3).. Nilai korelasi Pearson untuk variabel kelimpahan Nudibranchia dengan kelimpahan Porifera adalah 0.344 sedangkan untuk variabel nilai H´ Nudibranchia dengan H´ Porifera adalah sebesar 0.348
Bioakumulasi Logam Berat Kadmium (Cd) oleh Chaetoceros calcitrans pada Konsentrasi Sublethal Rahmadiani, Wenny Devinta Dwi; Aunurohim, Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.477 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Chaetoceros calcitrans dalam menyerap kadmium (Cd) pada konsentrasi sublethal. Penelitian ini menggunakan logam berat kadmium (Cd) yang dipaparkan pada fitoplankton uji selama 96 jam. Konsentrasi yang digunakan adalah konsentrasi sublethal (10% dari LC50), Analisa kandungan kadmium dilakukan pada seluruh tubuh Chaetoceros calcitrans dan air media pemaparan dengan menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chaetoceros calcitrans dapat menyerap logam berat kadmium (Cd) dari air media pemaparan setelah 96 jam yaitu sebesar 7,036; 7,385; dan 5,071 mg/g dw pada masing-masing konsentrasi 0,1; 0,2; dan 0,4 ppm. Sedangkan untuk kemampuan Chaetoceros calcitrans dalam mengakumulasi logam berat kadmium (Cd) ditunjukkan oleh nilai faktor biokonsentrasi (BCFs) pada masing-masing konsentrasi tersebut berturut-turut adalah 1000,515; 679,936; dan 120,106. Berdasarkan nilai BCFs tersebut Chaetoceros calcitrans termasuk dalam kategori sifat akumulatif sedang hingga tinggi. Hasil analisa one way ANOVA yang telah dilakukan, menunjukkan tidak adanya pengaruh antara konsentrasi kadmium dan nilai BCFs yaitu dengan P-value sebesar 0,617 pada Chaetoceros calcitrans
Struktur Komunitas Polychaeta Kawasan Mangrove Muara Sungai Kali Lamong-Pulau Galang, Gresik Romadhoni, Muhammad; Aunurohim, Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.521 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas Polychaeta pada kedalaman 0-5 cm, 5-10 cm, dan 10-15 cm pada 4 stasiun dengan dominasi mangrove Avicennia alba (M1), Bruguiera gymnorrhiza (M2), Rhizophora mucronata (M3), dan Sonneratia alba (M4) di kawasan mangrove muara sungai kali Lamong-pulau Galang. Parameter fisika kimia yang diukur meliputi suhu, pH, DO, salinitas, analisa granulometri (tipe sedimen) dan TOM (Total Organic Matter). Analisa data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan metode ordinasi dengan menggunakan program Canoco for Windows 4.5. Hasil penelitian menunjukkan di kawasan mangrove muara sungai kali Lamong-pulau Galang ditemukan 7 jenis dari 7 famili Polychaeta. Jenis Polychaeta terbanyak adalah spesies Capitella sp. yang ditemukan di stasiun M1 pada kedalaman 5-10 cm, yaitu sebanyak 11 individu (47.5 %) dari total individu yang ditemukan. Polychaeta pada kawasan mangrove muara sungai kali Lamong-pulau Galang memiliki komposisi spesies yang berbeda di setiap stasiun dan kedalaman substrat
Paparan Sub Lethal Insektisida Diazinon 600 EC terhadap Pertumbuhan Ikan Mujair (Oreocrhomis mossambicus) Suryani, Anis; Aunurohim, Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.066 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan sub lethal dari insektisida diazinon 600 EC terhadap pertumbuhan ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang meliputi pertumbuhan berat, panjang dan konsumsi pakan harian. Ikan mujair yang digunakan adalah fase juvenil. Penelitian ini diawali dengan uji hayati untuk menentukan nilai LC50-96 jam diazinon terhadap ikan mujair, selanjutnya dilakukan pemaparan ikan mujair selama 28 hari dalam air dengan konsentrasi diazinon yang berbeda, yaitu 0; 2,5; 5 dan 10 % dari nilai LC50- 96 jam sehingga variasi konsentrasi untuk uji sub lethal adalah 0 mg/L; 0,0625 mg/L; 0,125 mg/L; dan 0,25 mg/L. Pengukuran pertumbuhan berat, panjang dan konsumsi pakan harian dilakukan setiap 7 hari sekali. Data yang didapatkan dianalisa menggunakan ANOVA two-way yang dilanjutkan dengan uji tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi dan lamanya pemaparan berpengaruh nyata terhadap terhambatnya laju pertumbuhan harian (SGR), laju pertumbuhan panjang harian (dL) dan laju konsumsi pakan harian (KPH) sedangkan interaksi antara konsentrasi dan lama pemaparan mempengaruhi laju pertumbuhan panjang harian (dL), yaitu pada konsentrasi 0,25 mg/L dengan nilai 0,4 mm/d dan laju konsumsi pakan harian (KPH), yaitu pada konsentrasi 0,25 mg/L dengan nilai 2,9 %berat tubuh ikan
Populasi Burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi, Stresemann 1912) Hasil Pelepasliaran di Desa Ped dan Hutan Tembeling Pulau Nusa Penida, Bali Riany, Citra Fitrie; Aunurohim, Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.06 KB)

Abstract

Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) dalam Red Data Book IUCN tahun 2012 dikategorikan sebagai satwa yang paling terancam punah (Critically Endangered). Pengurangan daerah jelajah dan ditambah lagi penangkapan burung secara ilegal untuk perdagangan ataupun sebagai burung peliharaan telah menurunkan jumlah populasi liarnya di alam sampai batas kritis terendah. Salah satu usaha konservasi ex situ terhadap Jalak Bali telah dilakukan oleh Friends of the National Parks Foundation (FNPF) yaitu pelepasliaran Jalak Bali di Pulau Nusa Penida untuk mencegah kepunahan Jalak Bali di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi populasi dan penggunaan habitat Jalak Bali hasil pelepasliaran di Desa Ped dan Hutan Tembeling, Pulau Nusa Penida, Bali. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 28 Januari - 12 Februari 2013 di Hutan Tembeling dan Desa Ped, Pulau Nusa Penida, Bali. Lokasi pengamatan ditentukan berdasarkan observasi awal yaitu 6 stasiun di Hutan Tembeling dan sekitarnya serta 5 stasiun di Desa Ped. Sampling populasi Jalak Bali dilakukan dengan menggunakan metode terkonsentrasi (Purposive Random Sampling) dengan cara membuat plot imajiner berbentuk lingkaran dengan jari-jari ±150 m selama maksimal 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan Jalak Bali hanya ditemukan di Desa Ped sebanyak 25±2 ekor. Habitat Jalak Bali di Desa Ped mendiami wilayah sekitar Yayasan, Pura Dalem, Pura Puseh, Banjar Sental, dan Banjar Biaung. Jalak Bali memanfaatkan 29 spesies tumbuhan dari habitus semak hingga pohon. Jalak Bali di Desa Ped menggunakan sarang dari nest box dan sarang alami di Pohon Ancar dan Pohon Randu (Ceiba pentandra). Pohon Kelapa (Cocos nucifera) merupakan tumbuhan yang paling sering dimanfaatkan Jalak Bali di seluruh lokasi. Sedangkan Pohon Bunut (Ficus glabela) merupakan spesies yang paling bermanfaat bagi Jalak Bali sebagai tempat bertengger, mencari makan, dan bersarang
Tingkah Laku Makan Rusa Sambar (Cervus unicolor) dalam Konservasi Ex-situ di Kebun Binatang Surabaya Sita, Vina; Aunurohim, Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.476 KB)

Abstract

Rusa sambar (Cervus unicolor) merupakan rusa yang terbesar ukurannya di Indonesia dan salah satu rusa yang paling banyak dipilih pemburu sebagai satwa target buru. Satwa yang populasinya semakin berkurang ini  perlu dilestarikan dengan melakukan konservasi secara ex-situ. Kebun binatang Surabaya merupakan salah satu tempat penangkaran rusa sambar (Cervus unicolor) secara ex-situ. Penelitian mengenai tingkah laku makan rusa sambar (Cervus unicolor) di Kebun Binatang Surabaya dilaksanakan pada bulan Desember 2012-Januari 2013. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkah laku makan serta tingkat kesukaan pakan rusa sambar. Pengamatan dan pengambilan data menggunakan 2 ekor rusa sambar yang dilakukan pengamatan secara langsung, serta menggunakan metode cafetaria feeding untuk mengetahui uji palatabilitas pakan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku makan rusa sambar selama 24 jam yaitu lama makan 310,16-316,79 menit, lama ruminasi 286,50-296,36, jumlah periode ruminasi 14,07-16,21 kali dan jumlah siklus ruminasi per periode sebanyak 26,39-28,26 kali. Uji palatabilitas pakan yang paling disukai berturut-turut adalah pisang, kacang panjang, ubi jalar, rumput gajah, dan wortel
Bioakumulasi Logam Berat Timbal (Pb) dan Hubungannya dengan Laju Pertumbuhan Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) Yulaipi, Sumah; Aunurohim, Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.412 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bioakumulasi logam berat timbal (Pb) dan hubungannya dengan laju pertumbuhan ikan Mujair (Oreochromis mossambicus). Penelitian ini meliputi uji pendahuluan penentuan konsentrasi PbCl2, persiapan ikan uji, uji AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometry), pengamatan pertumbuhan ikan dengan parameter yang diamati adalah panjang dan berat ikan.Hasil uji  pendahuluan penentuan konsentrasi PbCl2 diperoleh nilai LC5096jam sebesar 313,232 mg/L. Variasi konsentrasi yang digunakan adalah 0%; 2,5%; 5%; dan 10% dari LC5096jam. Konsentrasi timbal (Pb) dan hari paparan mempengaruhi konsentrasi timbal (Pb) pada daging ikan dengan nilai p pada uji ANOVA two – way adalah 0,000 dan konsentrasi yang paling berpengaruh adalah konsentrasi 10%LC5096jam pada hari paparan ke – 30. Terkait laju pertumbuhan ikan semakin besar konsentrasi yang digunakan dan semakin lama paparan timbal, maka laju pertumbuhan (laju pertumbuhan spesifik dan laju pertumbuhan panjang harian ) menurun, sedangkan setelah dilakukan uji ANOVA one – way menurunnya laju  pertumbuhan spesifik dan laju pertumbuhan panjang harian ternyata tidak dipengaruhi oleh kandungan logam berat timbal (Pb) yang ada di dalam daging ikan. Hal ini dapat diketahui dari nilai p uji ANOVA one – way pada laju pertumbuhan spesifik (SGR) adalah 0,453 dan nilai p pada laju pertambahan panjang harian sebesar 0,223
Struktur Komunitas Spons Laut (Porifera) di Pantai Pasir Putih, Situbondo Subagio, Iwenda Bella; Aunurohim, Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.88 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komunitas spons laut (Porifera) yang terdapat di perairan Pantai Pasir Putih, Situbondo pada kedalaman 7 dan 14 meter. Data diambil bersama dengan parameter fisik perairan yang mendukung yaitu suhu, salinitas, kecerahan dan tipe substrat. Data spons laut diambil menggunakan metode transek kuadran dengan panjang transek 100 meter di setiap stasiun pengambilan sampel. Hasil dari data yang didapatkan dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon - Wienner, Dominansi, Kemerataan Pielou, serta kesamaan komunitas Morisita – Horn. Distribusi spons laut dilihat menggunakan metode multivarian yang digambarkan dengan diagram ordinasi.  Hasil dari observasi yang dilakukan diketahui bahwa terdapat 11 spesies porifera dengan nilai indeks keanekaragaman berkisar antara 1,17 – 2, 33 dan dominansi berkisar antara 0,15 – 0,35, sedangkan untuk kemerataan spesies berkisar antara 0,24 – 0,67. Spesies yang mendominasi di kedalaman 7 meter adalah Aaptos suberitoides sedangkan pada kedalaman 14 meter adalah Xestospongia testudinaria dan spesies yang tersebar merata di semua transek adalah Petrosia (strongylophora) corticata
Kecepatan Filtrasi Kerang Hijau Perna viridis terhadap chaetoceros sp dalam Media Logam Tercemar Kadmium Liliandari, Putri; Aunurohim, Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.69 KB)

Abstract

Kerang Hijau mendapatkan makanannya dengan cara menyaring partikel plankton dari perairan. Dengan cara mendapatkan makanan yang demikian memungkinkan logam berat yang terlarut didalamnya ikut masuk kedalam tubuh kerang hijau. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh logam berat Cd terhadap kecepatan filtrasi kerang hijau terhadap Chaetoceros sp. sebagai pakan kerang hijau. Perlakuan dosis konsentrasi logam berat kadmium yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0 ppm (kontrol), 1 ppm, dan 2 ppm.  Kecepatan filtrasi kerang hijau terlihat dari pengamatan kepadatan sel Chaetoceros sp. tiap 4 jam selama penelitian. Penelitian berskala laboratorium ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan masing masing konsentrasi dilakukan 3 kali ulangan. Untuk mengetahui adanya perbedaan kecepatan filtrasi terhadap konsentrasi kadmium yang berbeda maka diuji dengan Anova one way. Didapatkan hasil semakin tinggi konsentrasi kadmium maka semakin tinggi kecepatan filtrasi dengan nilai kecepatan filtrasi untuk tiap konsentrasi kontrol (0 ppm), 1 ppm, dan 2 ppm berturut-turut sebesar 64,90 L/jam; 105,23 L/jam; dan 299,05 L/jam. Namun, berdasarkan uji Anova menunjukkan p=0.694 yang berarti konsentrasi kadmium tidak berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan filtrasi kerang hijau