Said Attamimi
Department of Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana, Jalan Meruya Selatan, Jakarta 11650
Articles
6
Documents
Reconstruction of Planar Multilayered Structures using Multiplicative-Regularized Contrast Source Inversion

TELKOMNIKA Telecommunication, Computing, Electronics and Control Vol 11, No 3: September 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There is an increasing interest to have an access to hidden objects without making any destructive action. Such non-destructive method is able to give a picture of the inner part of the structure by measuring some external entities. The problem of reconstructing planar multilayered structures based on given scattering data is an inverse problem. Inverse problems are ill-posed, beside matrix inversion tools, a regularization procedure must be applied additionally. Multiplicative regularization was considered as an appropriate penalty method to solve this problem. The Gauss-Newton inversion method as an optimization procedure was used to find the permittivity values, which minimized some cost functions. Several dielectric layers with different thickness and profiles were observed.Some layers needed more discretization elements and more iteration steps to give the correct profiles.

Design of Chebychev’s Low Pass Filters Using Nonuniform Transmission Lines

Journal of ICT Research and Applications Vol 9, No 3 (2015)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.806 KB)

Abstract

Transmission lines are utilized in many applications to convey energy as well as information. Nonuniform transmission lines (NTLs) are obtained through variation of the characteristic quantities along the axial direction. Such NTLs can be used to design network elements, like matching circuits, delay equalizers, filters, VLSI interconnections, etc. In this work, NTLs were analyzed with a numerical method based on the implementation of method of moment. In order to approximate the voltage and current distribution along the transmission line, a sum of basis functions with unknown amplitudes was introduced. As basis function, a constant function was used. In this work, we observed several cases such as lossless and lossy uniform transmission lines with matching and arbitrary load. These cases verified the algorithm developed in this work. The second example consists of nonuniform transmission lines in the form of abruptly changing transmission lines. This structure was used to design a Chebychev’s low pass filter. The calculated reflection and transmission factors of the filters showed some coincidences with the measurements.

PERANCANGAN JARINGAN TRANSMISI GELOMBANG MIKRO PADA LINK SITE MRANGGEN 2 DENGAN SITE PUCANG GADING

Jurnal Teknologi Elektro Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.472 KB)

Abstract

Perencanaan link budget merupakan salah satu bagian penting dari pemasangan jaringan transmisi microwave ini. Analisa yang dilakukan secara menyeluruh dari tahap awal penentuan lokasi, yaitu site Mranggen 2 dengan site Pucang Gading. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap path profil untuk lintasan transmisi untuk menghubungkan site Mranggen 2 dengan site Pucang Gading diperoleh daerah fresnel dalam keadaan bersih dari halangan. Sehingga untuk perencanaan jaringan dapat dilaksanakan dengan optimal. Desain link budget akan dilaksanakan dalam microwave radio link point-to-point dari site Mranggen 2 dengan site Pucang Gading hasil dengan jarak 2.76 km, Menggunakan microwave RTN950 Frekuensi 23 GHz dengan antenna A23S06HAC berdiameter 0,6 meter, dengan pemancar daya 20 dBm dan menerima tingkat sinyal -31,65 dBm, Transmisi masih dapat bekerja dalam range KPI pada saat Power Transmit diturunkan ke 10 dBm up link Fade margin diperoleh 41,481 dB. saat down link diperoleh nilai Fade margin 41,870 dB.Keyword: microwave, link budget, Fade margin

STUDI ANALISA PERFORMANSI INTERNET SERVICE MSAN

Jurnal Teknologi Elektro Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.739 KB)

Abstract

Performance dari setiap teknologi pasti menghadapi kendala dalam penerapannya, termasuk teknologi MSAN . Layanan internet adalah layanan utama dari MSAN, banyaknya keluhan pelanggan Telkom untuk layanan internet, menjadi perhatian khusus PT Telkom untuk masalah ini. Perlu dilakukan analisa performance internet service MSAN, agar tidak ada lagi keluhan – keluhan gangguan internet pelanggan Telkom serta meningkatkan performance internet service MSAN yang sempat turun karena adanya gangguan – gangguan internet.Penyebab turunnya service internet pada MSAN pada penelitian disebabkan oleh kabel tembaga. Jaringan kabel tembaga eksisting yang sudah menahun bisa menyebabkan turunnya kualitas elektrik pada tembaga. Sehingga ketika jaringan tembaga tersebut terkoneksi dengan perangkat baru, kualitas elektrik yang ada di tembaga sangat mudah untuk dideteksi.Pemeliharaan jaringan tembaga dengan rutin akan mengurangi penyebab terjadinya gangguan-gangguan yang disebabkan oleh jaringan tembaga. Dan pemeliharaan pada jaringan tembaga tidak hanya diperhatikan pada fisik suatu tembaga, namun juga harus memperhatikan kualitas elektirk tembaga yang pasti berkurang setiap tahunnya atau karena sesuatu yang bisa menyebabkan kualitas elektrik tembaga itu berkurang, salah satu contohnya tembaga di line A dengan line B dalam satu pair bersentuhan satu sama lain.Kata kunci: MSAN, internet

STUDI ANALISIS KEGAGALAN KOMUNIKASI POINT TO POINT PADA PERANGKAT TRANSMISI NEC PASOLINK V4

Jurnal Teknologi Elektro Vol 5, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.786 KB)

Abstract

Pada penelitian ini terdapat dua studi kasus yang akan dibahas yaitu kegagalan komunikasi point to point link JKT_06A330 ITC BSD facing JKT_06B1052 IBS BSD Junction dan kegagalan omunikasi point to point link JKT_06N412 Klebet kemiri facing JKT_06N411 Kampung kelapa. Peneliti menganalisis penyebab kegagalan tersebut dengan melakukan perbandingan nilai receive level (RSL) yang dapat dimonitoring lewat PNMT ketika terjadi gangguan dan setelah dilakukan perbaikan, dengan menggunakan metode perhitungan secara empiris ( rumus) dan dengan menggunakan software ( menggunakan Pathloss). Kesimpulan yang peneliti tarik dari analisis ini permasalahan terletak pada sisi instalasi dan kondisi cuaca . Pemasangan sistem grounding pada ODU dan kekencangan instalasi menjadi fokus utama yang harus diperhatikan. Faktor lain diluar sisi teknis, keadaan cuaca yang buruk seperti hujan,angin dan petir dapat menyebabkan terjadinya kegagalan sistem komunikasi point to point tersebut .Untuk meminimalisasi gangguan tersebut sebaiknya dalam jangka waktu satu sampai tiga bulan sekali dilakukan pengecekan instalasi yang meliputi pengecekan sistem grounding perangkat transmisi, sistem instalasi fixedstruth untuk antenna dengan diameter 1.2 m atau lebih, sistem instalasi kabel IF dan pengecekan lainnya yang ditemukan di lapangan . Kata kunci : Komunikasi point to point , Receive level (RSL), Instalasi

STUDI ANALISA PERFORMANSI TROUBLESHOOTING NATIVE IP TRANSMISI MINILINK TN PADA LINK SINDANGRASA – RANCAMAYA

Jurnal Teknologi Elektro Vol 4, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.325 KB)

Abstract

Untuk menyelesaikan masalah transmisi data besar salah satu solusinya adalah penggunaan peralatan transmisi berbasis IP (Native IP). Penelitian ini dilakukan analisa hasil penerapan peralatan transmisi berbasis IP pada jalur transmisi Rancamaya – Sindangrasa. Analisa ini melihat adanya bottleneck pada sisi peralatan transmisi dengan melihat bandwidth uility yang mencapai 100%. Akibat dari terjadinya bottlenect tersebut adalah munculnya alarm NTP Server pada Node-B (BTS 3G) ericsson, dan congestion disertai dropcall pada sisi BTS 2G ericsson. Dengan melakukan aktifitas upgrade peralatan transmisi berbasis IP dari 18 Mbps menjadi 51 Mbps diharapkan dapat menyelesaikan masalah bottleneck akibat transmisi data yang besar tersebut.Hasil dari aktifitas upgrade kapasitas transmisi berbasis IP tersebut ternyata dapat menghilangkan adanya bottleneck tersebut, dengan melihat bandwidth utility yang turun sampai 50% serta hilangnya alarm NTP Server pada sisi Node-B (BTS 3G) ericsson, congestion dan dropcall pada sisi BTS 2G ericsson membuktikan hal tersebut. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa peralatan transmisi berbasis IP adalah mutlak untuk diterapkan pada masa sekarang ini.Kata kunci : E1toIP, Transmission Link, HSDPA, HSUPA, Native IP, Ericsson Minilink TN