Warsito Atmodjo
Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Dipenogoro

Published : 72 Documents
Articles

Sebaran Sedimen di Perairan Delta Sungai Bodri, Kendal, Jawa Tengah Atmodjo, Warsito
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 15, No 1 (2010): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.844 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sebaran sedimen, faktor arus serta gelombang yang mempengaruhinya di perairan delta Sungai Bodri. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2006.  Metode eksploratif digunakan dalam penelitian ini, sampel sedimen diambil dengan stratied purpose sampling berupa sedimen suspensi muara sungai dan sedimen dasar perairan Delta Sungai Bodri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran sedimen delta pada Sungai Bodri adalah gosong pasir (swas bar) dan pola akumulasi gosong pasir sejajar dengan garis pantai. Komposisi sedimen delta berupa lanau pasiran, pasir lanauan, dan pasir. Faktor hidrooseanogra  yang mempengarihi sebaran sedimen delta Sungai Bodri yang dominan adalah debit Sungai Bodri  9,17 - 54,48 m3/dt.; input sedimen suspensi 0,26 – 0,42 kg/dt.; MSL pasut 58,65 cm.; LLWL pasut 37 cm.; HHWL 98 cm.; kedalaman perairan (-11) cm sampai (-111) cm.; kecepatan arus (0,16 to 0,68) m/dt.; arah arus Utara (210°-267°) Timur; tinggi gelombang (0,08-1,5) m dan arah gelombang Utara (200°-318°) Timur. Faktor oseanografi yang dominan pembentuk sebaran sedimen delta Sungai Bodri adalah gelombang. Kata Kunci : delta, sedimen, Sungai Bodri The pattern distribution of sediment of River Bodri delta and oceanographic factor influenced them are studied during May until June 2006. Explorative  methods was apllied, the sample of sediment i.e. suspended and bottom sediment were taken from river mouth of Bodri. The results showed that  the pattern sediment accumulation at delta River Bodri are swas bar and the sediment were spreaded out parallel with the coastal line. Component of sediment delta concist of sandy silt, silty sand and sand. Factor of hidro-oceanography which built distribution pattern of sediment delta of River Bodri as follows : The value of deschart River Bodri is 11,3315 m3/sec.; sediment suspention input 0,0835 kg/sec.; mean sea level of tides 58,65 cm.; height waters of low tides 37 cm.; height water of height tides 98 cm.; depth of subsurface waters (-11) cm to (-111) cm.; velocity of suurents is (0,16 to 0,68) m/ sec.; the trend of currents is North (2100-2670) degree East; height of wave (0,08-1,5) m and bearing of wave North (2000-3180) degree East. The dominant agent of oceanographic factors of pattern sediment accumulation in delta of River Bodri was waves energi. Key Words : delta, sediment, Bodri River
STUDI PENYEBARAN SEDIMEN TERSUSPENSI DI MUARA SUNGAI PORONG KABUPATEN PASURUAN Atmodjo, Warsito
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 1, No 1 (2011): Vol 1, No.1, Oktober 2011
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.452 KB)

Abstract

Abstract   Estuary is part of the downstream that straightly related to the sea which function as expenseas of water river (Triatmodjo, 1999). Sediment transport which came from river and sea will be akumulated in estuary. That akumulated make effect to changes of the depth in that area. The purpose from this research is to know about the suspended sediment spreading in Porong estuary. The research was done in three stages which were field survey on April 5th until 24th 2008, laboratory analysis to bottom sediment samples on May 5th until 27th 2008 in Core Laboratory Marine Geology Research and Development Centre Cirebon and suspended sediment analysis on June 13th 2008 in Water Laboratory Environmental Engineering, Civil and Environmental Engineering Department, Bandung Institute Technology. Model running on Computation Laboratory Marine Sciences Department, Diponegoro University Semarang. Model simulation running on 15 days from April 9th until 24th 2008 related to the field survey. Descriptive method was used in this research, and SMS (Surface Water Modelling System) software used for making the model.             Materials used were primary and secondary data. Primary data that is current, tides, bottom sediment and suspended sediment. Secondary data that is Porong river flow, Juanda wind data and bathymetric map.             Based on simulation current speed in research location on Spring condition up to 0.270 m/s and current speed on Neap condition up to 0.080 m/s. Which direction on ebb to flood condition moved from east to west then to north, on flood to ebb condition moved from north to south then to east. Simulation result of Suspended sediment consentration spreading on 15 days showed that suspended sediment consentration was 3.803 until 240.448 mg/l which dominate direction moved to south east. Key words : suspended sediment, current, Porong estuary.
Pendekatan Sel Sedimen untuk Analisa Perubahan Garis Pantai di Kecamatan Kaliwungu dan Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal Bismoko, Setiaji; Atmodjo, Warsito; Santoso, Adi
Journal of Marine Research Vol 1, No 1 (2012): Journal of Marine Research
Publisher : Journal of Marine Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to study sediment cells to analyze the influence of sediment transport along the coast towards shoreline change, and know the area with erosion and accretion occur along the coast of Kaliwungu Subdistrict and Brangsong Subdistrict, Kendal Regency. The method used to determine the cell sediment is a remote sensing image interpretation and field survey by identifying sources of sediment, the sediment movement and sediment movement limits. The area that experiencing erosion and accretion is obtained from Landsat satellite image overlay. Satellite imagery used in this study is Landsat satellite image recording in 1991, 2001 and 2011. Barangsong Subdistrict and Kaliwungu Subdistrict in year 1991 until 2011 experienced eroded by 8,15 ha and 9,33 ha of accretion. The phenomenon of erosion and accretion in the subdistrict Barangsong and subdistrict Kaliwungu influenced by the source of sediment from the Blorong river, Waridin river, and Sapen river that serve as fixed limits in the concept of sediment cells. Coastline changes that occur in the study area is also due to reclamation that juts into the sea like jeti development and KLI (Kayu Lapis Indonesia).
STUDI STRUKTUR LAPISAN TERMOKLIN DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR Yuliarinda, Renny Eko; Muslim, Muslim; Atmodjo, Warsito
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.923 KB)

Abstract

Selat Makassar merupakan salah satu daerah perairan di Indonesia yang mempunyai lapisan termoklin sekaligus sebagai jalur lintasan Arlindo yang mendapatkan pengaruh musiman akibat pergerakan angin muson yang akan berpengaruh pada struktur lapisan termoklin. Hasil pengolahan data menggunakan software Ocean Data View 4.3.2 menunjukkan bahwa struktur lapisan termoklin di perairan Selat Makassar memiliki sebaran batas atas dengan kisaran kedalaman antara 44,7 – 61,7 m dengan temperatur batas atas 28,34 – 27,61 oC, rata-rata kedalaman sebaran batas atas atas adalah  53,58 m dengan temperatur 28,01 oC. Sebaran batas bawah lapisan termoklin berada pada kisaran kedalaman antara 135,6 – 254,9 m dengan temperatur batas bawah 19,35 – 13,24 oC, rata-rata kedalaman sebaran batas bawah adalah 164,63 dengan temperatur sebesar 17,56 oC. Ketebalan lapisan termoklin berkisar antara 82,2 – 200,11 m dengan ketebalan rata-rata setebal 111,04 m.  Gradien temperatur  lapisan termoklin berkisar antara 0,073 – 0,123 oC/m dengan rata-rata sebesar 0,1oC/m.
ANALISA POLA SEBARAN SEDIMEN DASAR DI PELABUHAN KENDAL, KABUPATEN KENDAL Situmorang, B. Maria Beatrix; Atmodjo, Warsito; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Kendal yang rencananya akan dijadikan pelabuhan penumpang dan juga pelabuhan niaga mengalami pendangkalan pada perairan di kolam pelabuhan dan sekitarnya. Pendangkalan ini terjadi karena adanya sedimentasi yang kemungkinan besar dipengaruhi oleh arus dan gelombang di perairan tersebut. Untuk mengatasi masalah dan pendangkalan akibat sedimentasi tersebut, perlu diadakan suatu analisa mengenai kondisi pola sebaran sedimen di perairan sekitar pelabuhan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai pola sebaran sedimen di Pelabuhan Kendal serta seberapa besar pengaruh sebaran sedimen tersebut terhadap Pelabuhan Kendal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2011, di lokasi kolam dan luar kolam Pelabuhan Kendal, Kabupaten Kendal. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif, sedangkan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampling purposif karena pengambilan sampel hanya dilakukan di beberapa titik lokasi yang mewakili keadaan keseluruhan dan sampel tersebut memiliki informasi yang diperlukan bagi penelitian. Analisa sampel sedimen dasar dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Jurusan Teknik Sipil, Universitas Diponegoro. Analisa yang dilakukan berupa analisa ukuran butir menurut skala Wentworth. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut, kecepatan arus rata-rata di Pelabuhan Kendal sebesar 10.105 m/detik dengan arah arus menuju ke barat laut. Jenis sedimen di perairan Pelabuhan Kendal adalah lanau, lanau pasiran, dan pasir lanauan yang terdapat di 12 titik lokasi. Sedimen yang mendominasi berupa lanau, dimana terjadi arus sepanjang pantai dengan sudut datang gelombang sebesar 19.225° dan arah longshore current menuju barat sepanjang pantai. Pergerakan arus yang terjadi di perairan Pelabuhan Kendal mempengaruhi pola persebaran sedimen dasar di Pelabuhan Kendal. Pola sebaran sedimen relatif sejajar pantai dengan pola ke arah laut ukuran butir sedimennya semakin kecil.
Analisis Refraksi dan Efek Pendangkalan (Shoaling) Gelombang terhadap penambahan Panjang Pemecah Gelombang pada Mulut Pelabuhan Tanjung Adikarta Glagah Yogyakarta Rafandi, Tezar; Widada, Sugeng; Atmodjo, Warsito
Journal of Oceanography Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.495 KB)

Abstract

AbstrakDalam pembangunan pelabuhan harus memperhatikan aspek fisika perairan atau aspek oseanografi yang meliputi pasang surut, arus dan gelombang. Gelombang merupakan salah satu aspek oseanografi yang penting dalam pembangunan. Proses penjalaran gelombang di sekitar pantai akan mengalami beberapa transformasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses refraksi dan efek pendangkalan (shoaling) gelombang dan kondisi gelombang ketika menuju mulut pelabuhan pada lokasi penelitian. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yaitu pengambilan data primer/lapangan (gelombang) dan pengolahan data sekunder (angin) yang hasilnya digunakan untuk verifikasi dengan data primer gelombang. Pengambilan data primer gelombang dilakukan pada tanggal 22 sampai 24 Februari 2012. Metode yang digunakan untuk analisis hasil penelitian adalah metode kuantitatif dengan bantuan software SMS (Surface Water Modeling System). Dari hasil pengamatan gelombang diketahui gelombang di perairan pelabuhan Tanjung Adikarta, D.I Yogyakarta yang terjadi pada tanggal 22 sampai 24 Februari 2012, tinggi gelombang maksimum sebesar 1,475 meter dengan periode sebesar 15,8 detik. Tinggi gelombang signifikan (Hs) sebesar 1,021 meter dengan periode (Ts) sebesar 12,8 detik. Tinggi gelombang minimum 0,84 meter dengan periode sebesar 10,3 detik. Sedangkan hasil peramalan gelombang dengan metode SMB didapatkan untuk musim barat tinggi gelombang signifikan sebesar 0,978 meter dengan periode 8,276 detik, pada musim peralihan tinggi gelombang signifikan sebesar 0,9 meter dengan periode 7,936 detik dan pada musim timur tinggi gelombang signifikan sebesar 0,826 meter dengan periode 7,654 detik Dari hasil model didapatkan tinggi gelombang dimulut pelabuhan sampai daerah terlindung pemecah gelombang pada musim barat sebesar 1,43 meter sampai 0,52 meter, musim peralihan sebesar 1,96 meter sampai 0,46 meter, musim timur sebesar  1,54 meter sampai 0,37 meter, skenario 1 sebesar  1,3 meter sampai 0,26 meter dan skenario 2 sebesar 1,24 meter sampai 0,26 meter. 
STUDI TRANSPOR SEDIMEN DI PANTAI SLAMARAN PEKALONGAN Yudowaty, Shinta Oktaria; Atmodjo, Warsito; Wulandari, Sri Yulina
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.975 KB)

Abstract

Pantai akan memulihkan bentuknya sendiri ketika dihadapkan dengan gelombang normal, atau akan terjadi erosi di satu lokasi dan sedimentasi di sisi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transpor sedimen di Pantai Slamaran Pekalongan dan memprediksikan selama 10 tahun (2012-2022 dengan menggunakan model NEMOS. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 27 Mei – 11 Juni 2012 di Pantai Slamaran Pekalongan. Data yang digunakan sebagai data primer adalah data gelombang, data pasang surut, data tracking garis pantai dan sampel sedimen dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pemodelan dan penentuan titik sampling menggunakan metode sampling purposif. Analisis data menggunakan metode matematis dengan pendekatan permodelan. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis sedimen dasar yang dominan di perairan Slamaran adalah pasir lanauan dan jenis sedimen yang dominan di sepanjang pantai Slamaran adalah pasir. Sepanjang tahun 2003-2012 Pantai Slamaran telah mengalami sedimentasi seluas 1121.39 m2 dan erosi seluas 102.4 m2. Tahun 2013-2022 diprediksikan akan terjadi sedimentasi seluas 1621,72 m2 dan erosi seluas 84,44 m2 di Pantai Slamaran Pekalongan. Dengan demikian Pantai Slamaran dalam 10 tahun kedepan diprediksikan akan mengalami sedimentasi.
Studi Sebaran Sedimen di Perairan Sub-cekungan Tarakan Kalimantan Timur Hanum, Latifah Mitrayani; Widada, Sugeng; Atmodjo, Warsito; Wijaya, Priatin Hadi
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.36 KB)

Abstract

AbstrakSub-cekungan Tarakan termasuk dalam Cekungan Tarakan, Kalimantan Timur. Daerah utaranya berbatasan dengan perairan Blok Ambalat yang diklaim oleh Malaysia. Lokasi penelitian ini berdekatan dengan jalur Arus Lintas Indonesia (Arlindo), sehingga pergerakkannya dapat mengganggu kestabilan morfologi dan pengendapan sedimen laut. Proses pengendapan yang berlangsung, dapat dipelajari berdasarkan ukuran dan sebaran dari sedimennya. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 15 – 21 September 2012 menggunakan kapal Geomarin III dan analisis laboratorium dilakukan pada bulan Oktober – November 2012 di laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL), Cirebon. Materi yang digunakan yaitu contoh sedimen, pemeruman dasar laut, dan perekaman data arus laut. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif, penentuan titik sampling menggunakan sistem tematik, dan untuk perekaman data arus laut menggunakan metode langrangian. Untuk pengolahan data menggunakan software ArcGIS 9.3, software Petrel Schlumberger 2008, dan software WindRose. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebaran sedimen dari arah daratan (barat) menuju ke arah laut lepas (timur) berupa sedimen pasir, pasir lanauan, lanau pasiran, dan lanau. Sebaran hasil korelasi berhubungan saling menjari antara sedimen pasir – pasir lanauan, pasir lanauan – lanau pasiran, dan lanau pasiran – lanau. Sifat ukuran butir sedimen memiliki nilai mean antara 0.02 sampai 0.17, kategori sortasi terpilah sangat baik, kategori skewness menceng kasar dan kategori kurtosis puncak tumpul. Berdasarkan analisis hasil arah dan kecepatan arus laut, dapat diketahui pergerakkan arus laut yang berada di wilayah penelitian masih dipengaruhi dari daratan dan diduga adanya pengaruh dari Arlindo.
Studi Arus Laut Pada Musim Barat di Perairan Pantai Kota Cirebon Leksono, Anindito; Atmodjo, Warsito; Maslukah, Lilik
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1591.06 KB)

Abstract

Abstrak     Perairan Cirebon merupakan tipe perairan pantai teluk terbuka terhadap laut Jawa dengan batimetri yang relatif dangkal (<12 Meter) dan memiliki konfigurasi pantai yang melengkung dan kasar (Nurhayati dan Suyarso, 2008). Menurut Hadikusumah (2009), karakteristik arus laut dan kondisi pasang surut di wilayah pesisir dipengaruhi oleh morfologi pantai, letak geografis, maupun batimetri perairan. Informasi tentang arus tersebut sangat berguna dalam berbagai kepentingan seperti untuk bahan pertimbangan dalam pembangunan dermaga pelabuhan, bangunan lepas pantai maupun dekat pantai (pipa dasar laut), budidaya perairan dan lain sebagainya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui mengetahui kondisi dan pola sebaran arus laut di Perairan Pantai Kota Cirebon yang dipengaruhi oleh morfologi pantai pada Musim Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Waktu penelitian dibagi menjadi dua tahap, yaitu saat pengambilan data di lapangan, dan tahap pengolahan data. Pengambilan data lapangan dilakukan di Perairan Cirebon, yaitu pada tanggal 10 – 25 Februari 2012. Analisis data dan pemodelan dilakukan di Laboratorium komputasi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro. Simulasi model dijalankan selama 3 (tiga) hari pada bulan Februari 2012 disesuaikan dengan waktu pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan maksimum arus pasang surut lapangan berkisar antara 0.04-0.35 m/det dengan rata-rata 0.19 m/det sedangkan arus hasil pemodelan memiliki kecepatan 0.34 m/det. Hasil pengolahan data lapangan menunjukkan bahwa pola arus saat pasang menuju surut didominasi oleh arus yang bergerak menuju Tenggara, sedangkan pola arus saat surut menuju pasang didominasi oleh arus yang menuju Barat Laut. Arah arus pada hasil pemodelan hidrodinamika menunjukan hasil yang sama dengan hasil pengukuran arus di lapangan.
Transpor Sedimen Di Perairan Teluk Lampung nursusty, febiyan; Atmodjo, Warsito; Hariyadi, Hariyadi
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.952 KB)

Abstract

Abstrak               Teluk Lampung merupakan perairan yang memiliki peranan besar bagi masyarakat Provinsi Lampung. Perairan ini merupakan perairan dengan lalu lintas pelayaran yang sibuk karena dilalui oleh kapal-kapal besar, seperti kapal penumpang, kapal tanker dan kapal yang mengangkut batu bara dari pelabuhan Panjang, Bandar Lampung. Selain itu terdapat beberapa sungai yang bermuara di Teluk Lampung, antara lain Sungai Simpangkanan, Sungai Ratai dan Sungai Pedada sehingga menyebabkan kondisi perairan sekitarnya menjadi keruh dan berlumpur. Oleh karena itu penelitian mengenai transpor sedimen diharapkan menjadi salah satu pendukung informasi hidro-oseanografi di daerah Teluk Lampung.                   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi hidrodinamika, terutama pola sebaran sedimen di perairan Teluk Lampung, dengan pendekatan pemodelan oseanografi dengan menggunakan perangkat lunak Mike 21 Hydrodynamic Mud Transport. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 6 hingga 21 April 2011. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif yang merupakan metode ilmiah, obyektif, terukur, rasional, dan sistematis. Data lapangan yang diukur adalah data pasang surut, data arus laut, data bathimetri, sedimen dan angin.Dari hasil pengukuran diperoleh nilai Tinggi Muka Air Rata-rata (Mean Sea Level) sebesar 175 cm, Tinggi Muka Air Tinggi Tertinggi (High Highest Water Level) 219 cm, dan Tinggi Muka Air Rendah Terendah (Low Lowest Water Level) 131 cm. Dari data pasang surut diperoleh juga bilangan Formzahl sebesar 0,473 yang menunjukkan bahwa pasang surut di perairan daerah penelitian bertipe campuran condong ganda. Simulasi model Hidrodinamika 2D menghasilkan pola arus yang dirata-ratakan terhadap kedalaman  pada daerah model.  Pada daerah model, kecepatan arus yang terbentuk hingga 1,35 m/detik pada kondisi pasang bulan purnama dan 0,05 m/detik pada kondisi surut bulan mati. Hasil verifikasi data lapangan dengan hasil pemodelan kesesuaiannya sebesar 91%.