Articles

Found 7 Documents
Search

PENGUJIAN ENAM JENIS INSEKTISIDA NABATI TERHADAP TRIPS (Thrips palmi) PADA TANAMAN KENTANG Atmadja, Warsi Rahmat; Ismanto, Agus
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian pengujian enam jenis insektisida nabati terhadap trips (Thrips palmi) pada tanaman kentang dilakukan di Laboratorium Kelompok Peneliti Hama dan Penyakit, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik Bogor, sejak bulan Mei sampai Juli 2010. Penelitian bertujuan untuk memperoleh insektisida nabati yang efektif terhadap hama trips (T. palmi) pada tanaman kentang . Minyak nabati yang digunakan adalah minyak cengkeh, minyak serai wangi, minyak kayu manis, formula minyak cengkeh dan minyak serai wangi (2 formula), serta formula minyak cengkeh dan minyak kayu manis. Minyak cengkeh, serai wangi dan kayu manis sebelum diuji diformulasi dengan xylen dan tween 20 masing-masing formula insektisida nabati konsentrasi 0,5%. Aplikasi dilakukan ke tanaman kentang (Solanum tuberosum) yang sudah diinfestasi dengan trips (T. palmi), masing-masing ulangan 10 ekor. Selanjutnya dikurung dengan kain kasa dan diikat dekat pangkal batang. Pengamatan dilakukan dengan cara menghitung mortalitas trips (T. palmi) pada hari ke 1, 2, 3 dan 4 setelah aplikasi. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua insektisida nabati yang diuji efektif terhadap trips (T. palmi), dengan mortalitas tertinggi 100%. Kata kunci : Enam jenis insektisida nabati, Thrips palmi, tanaman kentang
PENGUJIAN ENAM JENIS INSEKTISIDA NABATI TERHADAP TRIPS (Thrips palmi) PADA TANAMAN KENTANG Atmadja, Warsi Rahmat; Ismanto, Agus
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.15 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian pengujian enam jenis insektisida nabati terhadap trips (Thrips palmi) pada tanaman kentang dilakukan di Laboratorium Kelompok Peneliti Hama dan Penyakit, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik Bogor, sejak bulan Mei sampai Juli 2010. Penelitian bertujuan untuk memperoleh insektisida nabati yang efektif terhadap hama trips (T. palmi) pada tanaman kentang . Minyak nabati yang digunakan adalah minyak cengkeh, minyak serai wangi, minyak kayu manis, formula minyak cengkeh dan minyak serai wangi (2 formula), serta formula minyak cengkeh dan minyak kayu manis. Minyak cengkeh, serai wangi dan kayu manis sebelum diuji diformulasi dengan xylen dan tween 20 masing-masing formula insektisida nabati konsentrasi 0,5%. Aplikasi dilakukan ke tanaman kentang (Solanum tuberosum) yang sudah diinfestasi dengan trips (T. palmi), masing-masing ulangan 10 ekor. Selanjutnya dikurung dengan kain kasa dan diikat dekat pangkal batang. Pengamatan dilakukan dengan cara menghitung mortalitas trips (T. palmi) pada hari ke 1, 2, 3 dan 4 setelah aplikasi. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua insektisida nabati yang diuji efektif terhadap trips (T. palmi), dengan mortalitas tertinggi 100%. Kata kunci : Enam jenis insektisida nabati, Thrips palmi, tanaman kentang
PENGARUH CASHEW NUT SHELL LIQUID (CNSL) TERHADAP MORTALITAS HELOPELTIS ANTONII SIGN PADA BIBIT JAMBU METE Atmadja, Warsi Rahmat; Wahyono, Tri Eko
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 17, No 2 (2006): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v17n2.2006.%p

Abstract

Effect of Cashew Nut Shell Liquid (CNSL) to Mortality of Helopeltis antonii Sign on Cashew SeedlingThe effects of CNSL to Helopeltis antonii Sign. on cashew seedling were done in labo-ratory and greenhouse of pest and deaseases division at Research Institute for Spice and Medicinal crops on June until September 2004. The research aimed to study of  CNSL influence to H. antonii on cashew  seedling. This expe-riment were used two methods, they are topical spray and foliar spray methods. The CNSL treatment that applications to insects with 0.625; 1.25; 2.50 and 5% concentrations and control. The total number of insect were used 10 insects for each treatment of H. antonii adult respectively. The application of cashew seedling used 1.25; 2.50; 5; 10 and 20% concentrations and control. Observation was carried out every day by counting H. antonii mortality level. The research was made with use of Randomized Block Design (RBD) with 5 treatments and 5 replications for topical spray method and 6 treatments and 4 replications for foliar spray method. The research results showed that mor-tality level of insects highest was applied directly to H. antonii in CNSL treatment with 5% concentration was 100% on the 6th days after application, while the application to cashew seedling with 20% concentration on 4, 5, and 6 th days after application, the mortality level of  H. antonii were 52.50, 62.50 and 97.50% respectively.
Artropoda yang berasosiasi pada ekosistem tanaman lada Trisawa, Iwa Mara; Laba, I Wayan; Atmadja, Warsi Rahmat
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 2, No 1 (2005): April
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5994/jei.2.1.10

Abstract

Association of Arthropod on Pepper Plant Ecosystem. Ecosystem management of pepper between cover crops, Arachis pintoii, cropping system with corn, soybean and limited weeding. The objectives of this research was to find out biodiversity of arthropod on the paper ecosystem. This experiment was conducted in Lampung since May to September 2002. They are divided 5 treatments they are paper with A. pintoii, pepper with corn, pepper with soybean, pepper with limited weeding and control. The randomize blok design was used 44 kind of arthropods. The status of arthropod are: fitofag (47.73%), omnivorus (6.82%), natural enemies (34.09%) and pollination (11.36%). Distribution of each species was various at each treatment, between 26-34 species. The lowest population was found on pepper with corn, while on the highest population were occurred on the pepper with A. pintoii and control. The insect population of Acrididae, Tetrigidae, Grylidae (Orthroptera), Blattidae, Drosophillidae and Farmicidae always higher than an other insect. In this research were found 10 ordo of arthropod. Hymenoptera (Formicidae) and Araneida are dominant of arthropod and distributed at all treatment. Arthropod at pepper plant was the most abundant at pepper plan with A. pintoii. In the pepper standing plant it were only found three other, they are Hymenoptera, Araneida and Hemiptera. Beside at pepper plant and pepper standing plant, some of arthropod was found associated with A. pintoii, corn, soybean weed. Other of Orthoptera mainly grasshopper was dominating at all of plant.
EFEKTIFITAS MINYAK MASOYI (Massoia aromatica)TERHADAP Helopeltis antonii SIGN PADA JAMBU METE DAN Chrysocoris javanus PADA JARAK PAGAR Atmadja, Warsi Rahmat; Ma’mun, Ma’mun; Suriati, Sondang
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 20, No 2 (2009): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v20n2.2009.%p

Abstract

Penelitian efektifitas minyak masoyi terhadap H. antonii pada jambu mete dan C. javanus pada jarak pagar telah dilakukan di laboratorium dan rumah kaca Kelti Hama dan Penyakit, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor, sejak September sampai Desember 2005. Penelitian terdiri atas : 1) Efektivitas minyak masoyi terhadap H. antonii pada jambu mete, dan 2) Efektifitas minyak masoyi terhadap C. javanus pada jarak pagar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui konsen-trasi minyak masoyi yang efektif dalam mengendalikan H. antonii pada jambu mete dan C. javanus pada jarak pagar. Aplikasi dilakukan dengan cara semprot serangga H. antonii dan C. javanus dengan konsentrasi : 2; 1; 0,5; 0,25; dan 0,125% serta kontrol, dan 6; 4; 2; dan 1% serta kontrol masing-masing terhadap H. antonii dan C. javanus. Infestasi serangga H. antonii dan C. javanus masing-masing 10 ekor. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan untuk uji H. antonii serta meng-gunakan rancangan acak lengkap 5 perlakuan dan 6 ulangan untuk uji C. javanus. Pengamat-an dilakukan setiap hari dengan cara meng-hitung tingkat kematian H. antonii dan C. javanus. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa minyak masoyi yang efektif mengendalikan H. antonii adalah konsentrasi 2 dan 1% sejak hari kedua dan ketiga setelah aplikasi. Tingkat kematian H. antonii tertinggi pada konsentrasi 1% yaitu 90%.  Minyak  masoyi  yang  efektif terhadap C. javanus konsentrasi 6; 4; 2; dan 1% berturut-turut 100; 94; 92; dan 86%. Ting-kat kematian tertinggi terhadap C. javanus yaitu mencapai 100% pada konsentrasi 6%. 
EFEKTIVITAS PATOGEN SERANGGA SEBAGAI AGENSIA HAYATI UNTUK MENGENDALIKAN Maenas maculifascia PADA TANAMAN YLANG-YLANG (Canangium odoratum) Atmadja, Warsi Rahmat; Wahyono, Tri Eko; Tarigan, Nurbetti
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 20, No 1 (2009): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v20n1.2009.%p

Abstract

Penelitian Efektivitas beberapa strain Beauveria bassiana dan virus MnNPV sebagai agensia hayati untuk mengendalikan Maenas maculifascia pada tanaman ylang-ylang telah dilakukan di laboratorium dan rumah kaca kelompok peneliti Hama dan Penyakit, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik sejak Januari - Desember 2007. Strain B. bassiana yang digunakan adalah : Strain GBH, ED34, ED6, ED3, E7, ED2, ED9, dan strain belalang masing-masing konsentrasi 108. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Acak Leng-kap dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Per-lakuan diberikan dengan menyemprotkan larutan spora secara langsung ke tajuk tanaman ylang-ylang. Setelah kering angin 10 ekor ulat M. maculifascia instar 3 diinfestasikan ke tanaman ylang-ylang. Pengamatan dilakukan setiap hari terhadap mortalitas ulat kenanga (M. maculifascia). Pada percobaan ke-2 larutan virus dipalikasikan dengan mengoleskannya pada daun tanaman ylang-ylang, setiap per-lakuan menggunakan 3 lembar daun kemudian dimasukkan kedalam stoples plastik yang telah berisi 10 ekor ulat instar 3. Konsentrasi larutan virus MmNPV adalah : tanpa pengenceran (murni), pengenceran 1 kali, pengenceran 2 kali dan kontrol. Pengamatan dilakukan setiap hari dengan cara menghitung mortalitas M. maculifascia. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua strain B. bassiana yang diuji efektif untuk mengendalikan M. maculifascia instar 3 dengan kematian berkisar antara 83,33-100%. Efektivitas virus MmNPV mengendalikan M. maculifascia instar 3 adalah 68,3%.
PENGARUH MINYAK JAHE MERAH, PALA DAN SELASIH TERHADAP Helopeltis antonii Sign PADA INANG ALTERNATIF Atmadja, Warsi Rahmat
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 19, No 2 (2008): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v19n2.2008.%p

Abstract

Penelitian minyak jahe merah, pala dan selasih terhadap H. antonii Sign. dilakukan di laboratorium Kelompok Peneliti Hama dan Penyakit, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Bogor sejak April sampai September 2005. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh minyak jahe merah, pala dan selasih terhadap H. antonii. Perlakuan minyak jahe merah, pala dan selasih masing-masing terdiri dari : 6; 3; 1,5; 0,75% dan 0% (kontrol). Apli-kasi dilakukan dengan dua cara yaitu aplikasi pada serangga dan aplikasi pada pakan (men-timun). Infestasi H. antonii dewasa masing-masing perlakuan 10 ekor. Pengamatan dilaku-kan setiap hari dengan cara menghitung tingkat kematian H. antonii. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 13 per-lakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menun-jukan bahwa : larutan minyak jahe merah dengan konsentrasi 6% efektif terhadap H. antonii sejak 6 hsa dengan tingkat mortalitas 83,33% dengan cara semprot serangga. Larutan minyak pala konsentrasi 6% efektif terhadap H. antonii pada 8 hsa dengan mortalitas 86,7% dengan cara semprot serangga. Larutan minyak selasih konsentrasi 6% juga efektif terhadap H. antonii sejak 5 hsa dengan mortalitas mencapai 80% dengan cara semprot serangga. Larutan minyak jahe merah dan pala konsentrasi 6% efektif tehadap H. antonii pada 8 hsa dengan tingkat mortalitas 96,67% dan 83,33% dengan cara semprot pada mentimun (pakan). Larutan minyak jahe merah, pala dan selasih diduga mempunyai peran sebagai insektisida nabati yang bersifat racun kontak.