Articles

Found 11 Documents
Search

STRATEGI PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA SMK NEGERI 1 PUNGGING KABUPATEN MOJOKERTO Astutik, Yuli; 0001047104, Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2013): volume 2
Publisher : UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi, hambatan, dan upaya penanaman nilai-nilai moral pada siswa SMK Negeri 1 Pungging Kab. Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdan metode studi kasus. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian menggunakan reduksi data, display data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menerangkan bahwa nilai-nilai moral yang ditanamkan pada siswa SMK Negeri 1 Pungging meliputi ketaqwaan, kepatuhan, kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab yang terintegrasi melalui mata pelajaran, pengembangan diri, dan budaya sekolah. Hambatan dalam penanaman nilai-nilai moral antara lain, kurang sadar diri, pengawasan dari keluarga/orang tua, perhatian dari guru dalam pelaksanaan penanaman nilai-nilai moral pada siswa, dan kurangnya sosialisasi disiplin kepada siswa. Upaya untuk mengatasi hambatan tersebut yaitu, guru BK memberikan bimbingan kepada siswa yang melanggar peraturan sekolah, komunikasi antara pendidik dan siswa diperlukan, kerjasama antara pendidik dan orang tua.Kata kunci: Strategi, Penanaman nilai-nilai moralAbstractThis research aims to know the strategies, obstacles, and growing efforts of moral values in students of SMK Negeri 1 Pungging Kab. Mojokerto. This research used a qualitative approach and case study method. Informants were selected by purposive sampling technique. Data collection techniques used observation, interviews, and documentation. Data analysis in research using data reduction, data display, and conclusion. The result explain that moral values are inculcated in students of SMK Negeri 1 Pungging include devotion, obedience, discipline, honesty, and responsibility are integrated through subjects, self-development, and school culture. Constraints in cultivation of moral values among others, less conscious self-esteem, control of family/parents, the attention of the teacher in the implementation of cultivation of moral values in students, and lack socialization of dicipline to students. Efforts to overcome these obstacles namely, teacher of BK provide guidance to students who violate school rules, communication between educators and students is needed, cooperation between educators and parents. Keywords: Strategy, cultivation moral values
DAMPAK KUNJUNGAN WISATAWAN TERHADAP PELESTARIAN MUSEUM TRINIL TAHUN 2010-2013 Astutik, Yuli; Soebijantoro, Soebijantoro
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kunjungan wisatawan terhadap pelestarian Museum Trinil tahun 2010-2013. Lokasi penelitian ini berada di Musuem Trini dan sekitarnya Dukuh Pilang Desa Kawu Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi.Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan induktif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber datar primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Validasi yang digunakan untuk menguji kebenaran dan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Sedangkan analisis data menggunakan analisi model interaktif miles dan hubbermain.Hasil penelitian yang diperoleh yaitu semakin banyak jumlah wisatawan yang berkunjung ke Museum Trinil yang terjadi pada tahun 2010 hingga 2013 menyebabkan Museum Trinil semakin tidak lestari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya dampak negatif kuat daripada dampak positif. Berdasarkan hasil wawancara dan hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa keinginan dari sebagian besar wisatawan asing untuk memiliki benda-benda cagar budaya yang asli bukan replika buatan manusia sebagai sebuah souvenir. Sehingga hal ini menyebabkan sebagian besar koleksi-koleksi yang ada di Museum Trinil hanya sebuah replika atau tiruan dari fosil yang sebenarnya yang dapat mengurangi keaslian bukti peninggalan sejarah yang ada Kabupaten Ngawi khususnya di Museum Trinil itu sendiri. Sedangkan wisatawan lokal sering meninggalkan sampah disekitar Museum Trinil khususnya di taman belakang yang lokasinya jauh dari pengawasan pengelola museum. Selain itu, banyaknya coretan-coretan menggunakan aerosol semprot benda-benda yang ada di sekitar Museum Trinil. Terbukti dari banyaknya coretan pada replika hewan-hewan purba yang ada di taman belakang gedung serta pada tugu peresmian berdirinya Museum Trinil. Meskipun peningkatan jumlah wisatawan yang terjadi mulai tahun 2010 hingga 2013 membawa dampak positif dengan perenovasian gedung Museum Trinil yang dilakaukan oleh Pemerintah Pusat, dampak negatif akan tetap ada dan kemungkinan juga akan merusak hasil perenovasian tersebut apabila tidak diimbangi dengan peraturan-peratuan yang jelas untuk para wisatawan baik asing maupun lokal.
METODE TOTAL PHYSICAL RESPONSE (TPR) PADA PENGAJARAN BAHASA INGGRIS SISWA TAMAN KANAK-KANAK Astutik, Yuli; Aulina, Choirun Nisak
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 17, No 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v17i2.9658

Abstract

Metode TPR adalah salah satu metode untuk pengajaran bahasa pada anak usia dini karena penerapannya berhubungan antara koordinasi perintah, ucapan dan gerak sehingga seorang anak lebih mudah untuk menguasai suatu bahasa dalam pembelajarannya. Tujuan  penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana guru TK Aisyiyah 5 Tanggulangin mengajarkan bahasa Inggris dengan metode TPR pada siswanya. Metode penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Non partisipan observasi dan wawancara dilakukan sebagai teknik pengumpulan data.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari tiga belas aspek metode TPR ditemukan bahwa guru lebih sering mengimplementasikan TPR pada natural conditions baik di dalam maupun di luar jam pelajaran. Pada penerapan metode TPR diketahui juga ternyata siswa tidak hanya merespon dengan gerakan fisik atau non verbal saja tapi juga dengan respon ucapan atau verbal. Data wawancara menunjukkan bahwa guru lebih kreatif menggunakan metode TPR dengan tidak terpaku pada satu materi yang diberikan pada jam pelajaran bahasa Inggris namun juga dalam berinteraksi dan berkomunikasi di luar kelas. Dengan metode TPR yang diaplikasikan pada kegiatan sehari-hari oleh guru di lingkungan sekolah dapat membuat siswa lebih mudah memahami bahasa Inggris.Total physical response (TPR) method is one of the methods for language teaching in early childhood because its application is related to coordination of command, speech and action. So, children are easier to master a language in their learning. The purpose of this research is to analyze how teachers at TK Aisyiyah 5 Tanggulangin teaches English by using TPR method to their students. This research method use qualitative descriptive design. Non-participant observation and interviews are conducted as the data collection techniques. The results of this research indicate that from the thirteen aspects of the TPR method the teachers are more likely to implement TPR in natural conditions both inside and outside of the classroom. In the application of TPR method is also known that students not only respond with physical movement or non verbal language but also with utterance or verbal response. Interview data shows that teachers are more creative using the TPR method by not fixating on one material given during English language lesson but also in interacting and communicating outside the classroom. By using TPR method which applied in daily activities by teachers in the school environment can make students more easily understand the English. 
Interactional Strategies Used by Low Level Learners in Public Speaking Class Astutik, Yuli
JEES (Journal of English Educators Society) Vol 2, No 2 (2017): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/jees.v2i2.964

Abstract

This research article described the interactional strategies used by low learners in public speaking class. A qualitative study on whether or not low learners used the aspects of interactional strategies was the main focus. This paper also aimed to know what aspects mostly used and the factors that cause this problem. Observing and interviewing to six subjects regarding on the use of interactional strategies: exemplification, confirmation checks, comprehension checks, repetition, clarification requests, repetition requests, exemplification requests, and assistance appeal were carried out. Finding indicated that from six low learners, only two who did not apply interactional strategies in all situations. Four students have applied 3 – 4 interactional strategies in the case they were as the speaker. In another side, when they were the listeners, they did not apply the interactional strategies. The result showed that repetition was the interactional strategy mostly used by low learners. Nevertheless, the reason of using it was not proper reason. The further finding indicated some factors cause low learners did not use four interactional strategies such as fluency, grammar, lack of vocabulary and pronunciation in addition to the English practice merely in the formal situation.
CODE MIXINGDEBAT CAPRES CAWAPRES 2014 Astutik, Yuli
KANAL: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2014): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/kanal.v2i2.298

Abstract

The aims of this research are to identify the typeof code mixingon debate of president and vice president candidates and to know the types of code mixing process and also to investigate the elements of English which appear in code mixing on debate of president and vice president candidates 2014 in Indonesia. The method used in this research is descriptive qualitative because the data are in the form of words not in the form of numbers. The instruments used in this research is observation, the writer uses non-participant observation because the writer is not directly involved in the activities. In order to obtain an accurate and valid data, the writer recorded the source of data. The results of this research show that the type of code mixing found in this research is outer code mixing because the Indonesia language mixed with English. Besides,it is found that there are three types of code mixing process in the utterances; insertion, alternation, and congruent lexicalization. In this research also found the English code mixing elements, such as Word 186 (94, 89%), Phrase 107 (54,59%) and Clause 1 (0.51 %).
AN ANALYSIS ON JARGON USED IN INDONESIA LAWAK KLUB (ILK) PROGRAM ON TRANS 7 Astutik, Yuli
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 4, No 1 (2016): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2426/dpp.v4i1.%y.pp%

Abstract

This research aims to analyze the jargon used in Indonesia Lawak Klub (ILK) program on Trans 7. The problems formulated are: 1) What are the jargons and types of jargon used in Indonesia Lawak Klub (ILK) program on Trans 7?, 2) What is the dominant type of jargon used in Indonesia Lawak Klub (ILK) program on Trans 7?. The method used in this research was descriptive qualitative design. In applying this method, the writer used the technique of observation because the writer wanted to pay attention, watch and listen carefully to the sources of the data. The writer also observed the conversation that occurred among the entertainers in ILK program by using video and tape recorder. After conducted the observation on the date of 12, 13 and 20 of October 2015, the result showed that there were 37 (100%) jargons used by the comedians and the guest in ILK program on Trans 7 when they talked with each other. Then, there were three types of jargon used in this program such as 24 (64, 86%) abbreviations, 11 (29, 72%) deviation words and 2 (5, 4%) deviation names. The most dominant type of jargon used in Indonesia Lawak Klub (ILK) program was abbreviation.
Analisis Strategi Pemasaran Ekowisata Green Hill Park Taman Wisata Alam Cimanggu Kabupaten Bandung – Jawa Barat astutik, yuli; najib, mukhamad
Jurnal Manajemen dan Organisasi Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Manajemen dan Organisasi
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmo.v7i2.16676

Abstract

Indonesia has a high potential for nature tourism refer to the increasing number of tourist visited. Green Hill Park is a tourism area at TWA Cimanggu, Bandung District, West Java. The aim of this study is to identify the internal and external factors, analyze the application of ecotourism principles, as well as analyze and arrange ecotourism marketing strategies at Green Hill Park TWA Cimanggu. Principles of ecotourism has become the cornerstone of tourism activities implementation in Green Hill Park, but has not been applied properly because of the unstable management. Based on the results of IFE and EFE, Green Hill Park was in a strong enough position. Based on the IE matrix, Green Hill Park was located on the second cell, grown and built. Based on the SWOT analysis, six alternative strategies were obtained. Based on the analysis of AHP, the most influential factor is community participation, factors that play the biggest role are managers, objective that most needed to be achieved was to increase tourism services by using the priority alternative strategies which is involving the community in the tourism program.
MAKNA ASOSIATIF DALAM LIRIK LAGU TOMMY J PISA astutik, yuli
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Mei
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.216 KB) | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i1.114

Abstract

Penelitian dengan judul Makna Asosiatif dalam Lirik Lagu Tommy J Pisa. Pembahasan yang diangkat oleh peneliti adalah tentang kajian semantik yakni jenis – jenis makna. Akan tetapi peneliti hanya memfokuskan pada jenis makna asosiatif dengan dua rumusan masalah yakni mengenai jenis dan makna asosiatif yang meliputi makna konotatif, makna stilistik, makna afektif, makna reflektif dan makna kolokatif. Peneliti memilih lirik lagu Tommy J Pisa sebagai objek penelitian karena dalam objek tersebut banyak mengandung pembahasan mengenai rumusan masalah tersebut.Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian  kualitatif yang bersifat mendeskripsikan data, untuk mempermudah dalam pengumpulan data mengenai makna asosiatif yaitu makna konotatif, makna stilistik, makna afektif, makna reflektif dan makna kolokatif yang terdapat pada lirik lagu karya Tommy J Pisa. Peneliti menggunakan tabel instrumen yang kemudian dilanjutkan dengan tabel klasifikasi.Hasil penelitian yang berjudul Makna Asosiatif dalam Lirik Lagu Tommy J Pisa. Peneliti menemukan jenis – jenis makna asosiatif yaitu makna konotatif makna yang tidak sebenarnya, makna stilistik makna yang berhubungan dengan perbedaan sosial, makna afektif makna yang berhubungan dengan perasaan pendengar, makna reflektif makna yang menimbulkan makna lain dan makna kolokatif merupakan makna yang berada pada tempat yang sama.
Peningkatan Kesehatan Anak Usia Dini dengan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di TK Kecamatan Candi Sidoarjo Aulina, Choirun Nisak; Astutik, Yuli
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2019): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v3i1.1480

Abstract

The purpose of this community service is to increase the knowledge of teachers and parents about the importance of Clean and Healthy Behaviour (PHBS). Clean and healthy behavior is also a set of behaviours practiced by learners, teachers and the school environment community on the basis of awareness so that independently able to prevent disease, improve health, and play an active role in creating a healthy environment. This community service activity is carried out in kindergarten of Aisyiyah 6 and kindergarten of Riadhus Sholihin at Kecamatan Candi Sidoarjo. The Method used in implementing this community service undertaken to solve the existing problems for those partner schools, such as 1) Workshop on integrating the implementation of Clean and Healthy Behaviour (PHBS) in learning activities, 2) parenting activities about healthy food for children. The result of this community service activity is a school regulation which contains about eight indicators of school PHBS implementation, scheduling five supporting activities of school PHBS implementation, and children not snacking haphazardly.
Dampak Kunjungan Wisatawan Terhadap Pelestarian Museum Trinil Tahun 2010-2013 Astutik, Yuli; soebijantoro, Soebijantoro
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 02 (2015)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v5i02.889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kunjungan wisatawan terhadap pelestarian Museum Trinil tahun 2010-2013. Lokasi penelitian ini berada di Musuem Trini dan sekitarnya Dukuh Pilang Desa Kawu Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan induktif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber datar primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Validasi yang digunakan untuk menguji kebenaran dan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Sedangkan analisis data menggunakan analisi model interaktif miles dan hubbermain. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu semakin banyak jumlah wisatawan yang berkunjung ke Museum Trinil yang terjadi pada tahun 2010 hingga 2013 menyebabkan Museum Trinil semakin tidak lestari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya dampak negatif kuat daripada dampak positif. Berdasarkan hasil wawancara dan hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa keinginan dari sebagian besar wisatawan asing untuk memiliki benda-benda cagar budaya yang asli bukan replika buatan manusia sebagai sebuah souvenir. Sehingga hal ini menyebabkan sebagian besar koleksi-koleksi yang ada di Museum Trinil hanya sebuah replika atau tiruan dari fosil yang sebenarnya yang dapat mengurangi keaslian bukti peninggalan sejarah yang ada Kabupaten Ngawi khususnya di Museum Trinil itu sendiri. Sedangkan wisatawan lokal sering meninggalkan sampah disekitar Museum Trinil khususnya di taman belakang yang lokasinya jauh dari pengawasan pengelola museum. Selain itu, banyaknya coretan-coretan menggunakan aerosol semprot benda-benda yang ada di sekitar Museum Trinil. Terbukti dari banyaknya coretan pada replika hewan-hewan purba yang ada di taman belakang gedung serta pada tugu peresmian berdirinya Museum Trinil. Meskipun peningkatan jumlah wisatawan yang terjadi mulai tahun 2010 hingga 2013 membawa dampak positif dengan perenovasian gedung Museum Trinil yang dilakaukan oleh Pemerintah Pusat, dampak negatif akan tetap ada dan kemungkinan juga akan merusak hasil perenovasian tersebut apabila tidak diimbangi dengan peraturan-peratuan yang jelas untuk para wisatawan baik asing maupun lokal.