Articles

INOVASI PEMBUATAN ABON IKAN SEBAGAI SALAH SATU TEKNOLOGI PENGAWETAN IKAN Kusumayanti, Heny; Astuti, Widi; Broto, RTD. Wisnu
GEMA TEKNOLOGI Vol 16, No 3 (2011): Periode April 2011 - Oktober 2011
Publisher : GEMA TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heny Kusumayanti, Widi Astuti, RTD. Wisnu Broto, in this paper explain that fish is one of the food-stuff which liked many and consumed by societies besides as commodity of export. In general fish quickly experience of the process of obsolence if compared to other food-stuff is so that required by  technology processing of fish to length then energy keep him, one of them is processing of fish become shredded fish. Region sub-district of Mangunharjo have big potency in fishery area, by halves societies work as farmer of fishpond. With existence of training to society about expected by society have adequate knowledge so that can exploit the area potency of to improve his life level. Activity method which used in this devotion is method deliver a lecture, method’s practice of concerning way making of shredded fish, and question and answer method. The result show that very enthusiastic society to making process  of shredded fish. Require to be done  by creativity and innovation in course of processing of shredded fish so that yielded product can certifiable and better. Keyword : Fish, Processing of fish, Shredded fish.
PERBAIKAN SISTEM PEMANASAN DENGAN MEMODIFIKASI TUNGKU PEMANAS YANG DILENGKAPI DENGAN CEROBONG ASAP Kusumayanti, Heny; Astuti, Widi; Broto, R.TD Wisnu
METANA Edisi Khusus Februari 2011
Publisher : METANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abtract   The empowerment of micro industries, in emping‘s chip micro industry to the member of group which is enterprise Batang speciallized is give suitable solution to consument for giving natural culinary with high nutrition value independently and cheap. The development of micro industries is a circular activity that consist of briefing about the usage of furnace completely by stack gas as pilot plan, assitancy when the producer makes sweet emping’s chip system more delicious and better performance than product’s previous   Key word: micro industries emping’s chip.
EXTENDED PRODUCER RESPONSIBILITY (EPR) SEBAGAI ALTERNATIF PENGHEMATAN ENERGI DALAM RECYCLING E-WASTE PADA TELEPON SELULER DI INDONESIA Astuti, Widi
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi dan komunikasi telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat dari berbagai golongan ekonomi. Tingginya kebutuhan tersebut menyebabkan industri peralatan elektronik ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Percepatan pertumbuhan tersebut dikombinasi dengan produk yang cepat usang karena produk generasi yang lebih baru sudah muncul lagi. Akibatnya dalam satu tahun ratusan juta telepon selular tidak digunakan lagi oleh pemiliknya, sehingga pembuangan barang-barang elektronik ini mengalami peningkatan yang sangat cepat. Telepon selular sebagai salah satu jenis E-waste (Electronic waste) yang komponen penyusun terdiri dari kombinasi bahan-bahan yang berbahaya (PBR, lead, merkuri, chromium, cadmium,dll) dan bahan non berbahaya yang mempunyai nilai jual yang tinggi atau berharga (emas, perak, tembaga,dll) Material yang berbahaya tersebut persisten di lingkungan, mengalami bioakumulasi pada rantai makanan, dan beresiko menimbulkan efek berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Kerangka kerja model Extended Producer Responsibility (EPR) adalah tanggungjawab secara finansial untuk penanganan recycling E-waste telepon selular yang ramah lingkungan dan pembuangannya. Tujuan dari EPR adalah untuk mendorong produser meminimalisir pencemaran dan mereduksi penggunaan sumber daya alam dan penggunaan energi dari setiap tahap siklus produksi melalui rekayasa desain produk dan teknologi proses. Untuk pengembangan dari model yang ada di Swiss, maka model pengelolaan E-waste telepon selular di Indonesia sangat penting memperhatikan beberapa antara lain  eksisting E-waste telepon selular yang ada, perdagangan barang-barang elektronik dari sektor informal, latar belakang sosial budaya dan ekonomi, kehadiran aturan dan hukum yang mendukung, adanya monitoring dan regulasi. Kata kunci : E-waste, EPR,reduksi, recycling  
PERAN SAMPAH B3 RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD HAZARDOUS WASTE) DALAM PENINGKATAN GLOBAL WARMING Astuti, Widi
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC serta bahan pencemar yang lain, sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Hal ini yang mengakibatkan es di kutub mencair dan meningkatkan permukaan air laut. Dari penelitian para ilmuwan, pemanasan global disebabkan semakin meningkatnya gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia di bumi.Salah satu aktivitas manusia yang berpengaruh positif terhadap peningkatan pemanasan global adalah produksi sampah B3 rumah tangga (Household Hazardous Waste). Sampah ini mempunyai sifat sangat mudah terbakar, korosif, reaktif, tingkat toksisitas dan presistensi yang tinggi. Yang termasuk dalam kategori sampah B3 rumah tangga antara lain adalah segala macam pembersih, fuel, gas-gas, pestisida, desifektan, lampu penerangan, batterai dan cat.Apabila sampah tersebut tidak dikelola dengan baik maka dampaknya sangat berbahaya baik terhadap manusia maupn lingkungan.Salah satu pengelolaan sampah B3 rumah tangga adalah dengan berusaha bersikap ramah dan arif terhadap lingkungan. Kata kunci: pemanasan global,sampah B3 rumah tangga,
PERAN SAMPAH B3 RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD HAZARDOUS WASTE) DALAM PENINGKATAN GLOBAL WARMING Astuti, Widi
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC serta bahan pencemar yang lain, sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Hal ini yang mengakibatkan es di kutub mencair dan meningkatkan permukaan air laut. Dari penelitian para ilmuwan, pemanasan global disebabkan semakin meningkatnya gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia di bumi.Salah satu aktivitas manusia yang berpengaruh positif terhadap peningkatan pemanasan global adalah produksi sampah B3 rumah tangga (Household Hazardous Waste). Sampah ini mempunyai sifat sangat mudah terbakar, korosif, reaktif, tingkat toksisitas dan presistensi yang tinggi. Yang termasuk dalam kategori sampah B3 rumah tangga antara lain adalah segala macam pembersih, fuel, gas-gas, pestisida, desifektan, lampu penerangan, batterai dan cat.Apabila sampah tersebut tidak dikelola dengan baik maka dampaknya sangat berbahaya baik terhadap manusia maupn lingkungan.Salah satu pengelolaan sampah B3 rumah tangga adalah dengan berusaha bersikap ramah dan arif terhadap lingkungan. Kata kunci: pemanasan global,sampah B3 rumah tangga,
MODIFIKASI PERALATAN PENGERING PADA INDUSTRI EMPING GEPUK MELINJO Astuti, Widi; Kusumayani, Heni; Broto, RTD Wisnu
Rekayasa Vol 8, No 1 (2010): Juli 2010
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limpung is area of melinjo plant cultivation, so there are many emping gepuk melinjoentrepreneurs in this area. But, problem of rancidity often experienced by the enterpreneurs. Thisis due to still high levels of water in emping, due to imperfect of drying process. As a result, in thefrying process requires a lot of oil that resulted in rancidity. This society service is intended tomodify the drying equipment that can improve the quality of the product. The methods usedinclude planning and design, prototype manufacturing and testing equipment. Modification is doneby replacing plate using stainless steel dryer that has holes 10 mm in diameter. Stainless steel,beside has a good heat transfer, also has a high food safety standards (food grade) so as to improvethe quality and hygiene products. Result, the use of stainless steel plate can cause the dryingprocess of emping running optimally so that the water level can be lowered to below 15%. Inaddition, its anti-rust will not cause rust contaminated products.Limpung merupakan wilayah budidaya tanaman melinjo sehingga banyak ditemukanpengrajin emping gepuk melinjo di daerah ini. Namun, permasalahan ketengikan sering dialamipara pengrajin. Hal ini disebabkan masih tingginya kadar air dalam emping, akibat kurangsempurnanya proses pengeringan sehingga proses penggorengan membutuhkan banyak minyak.Kegiatan ini bertujuan memodifikasi peralatan pengering yang sudah ada untuk meningkatkankualitas produk. Modifikasi meliputi penggantian plat besi dengan stainless steel yang mempunyaikoefisien transfer panas dan standar keamanan pangan tinggi (food grade) sehingga dapatmeningkatkan kualitas dan higienitas produk. Metode yang digunakan meliputi perancangan dandesain, pembuatan prototype dan pengujian. Hasilnya, penggunaan plat stainless steel dapatmenyebabkan proses pengeringan emping lebih optimal sehingga kadar air dapat diturunkanhingga di bawah 15% dan standar keamanan pangan dapat terpenuhi.Kata kunci: peralatan pengering, emping gepuk melinjo
AKTIVASI ABU LAYANG BATUBARA DAN APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN TIMBAL DALAM PENGOLAHAN LIMBAH ELEKTROPLATING Astuti, Widi; Maharani, Widhi
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.329

Abstract

Masalah utama pada pembangkit listrik tenaga uap yang menggunakanbatubara sebagai sumber energi adalah adanya limbah padat berupa abu layangbatubara. Abu ini belum termanfaatkan dengan baik dan hanya ditumpuk dalamlandfill sehingga menyebabkan masalah lingkungan. Abu layang tersusun atasbeberapa oksida berpori (terutaman silika) dan unburned carbon yang mempunyaipotensi baik sebagai adsorben. Namun,tingginya tingkat kristalinitas silika dankandungan unburned carbon dapat menyebabkan turunnya kapasitas adsorpsi.Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh kristalinitas silika dan unburnedcarbon terhadap kapasitas adsorpsi timbal. Penurunan kristalinitas dilakukan denganlarutan NaOH sedangkan penurunan kadar unburned carbon menggunakan larutanH2SO4. Hasilnya, perlakuan dengan H2SO4 40% vol. selama 2 jam dengan suhu 40oCmampu menurunkan kandungan karbon sebesar 63%, dan meningkatkan kapasitasadsorpsi sebesar 65,28%. Sementara perlakuan dengan NaOH dapat menurunkantingkat kristalinitas dan meningkatkan kapasitas adsorpsi hingga hampir 100%.Kata kunci : abu layang batubara, adsorben, timbal
PENINGKATAN KADAR GERANIOL DALAM MINYAK SEREH WANGI DAN APLIKASINYA SEBAGAI BIO ADDITIVE GASOLINE Astuti, Widi; Putra, Nur Nalindra
Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol 3, No 1 (2014): June 2014
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbat.v3i1.3098

Abstract

Sereh wangi merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak mengandung geraniol. Geraniol merupakan senyawa penyedia oksigen sehingga minyak sereh wangi dimungkinkan dapat digunakan sebagai bio additive gasoline. Penelitian ini bertujuan  meningkatkan kadar geraniol dalam minyak sereh wangi dan menggunakannya sebagai bio additive gasoline.Penelitian dilakukan dalam  tiga tahap, yaitu  pemungutan minyak sereh wangi dari daun sereh wangi, peningkatan kadar geraniol dalam minyak sereh wangi dan aplikasi minyak sereh wangi yang mengandung geraniol tinggi sebagai bio aditive gasoline.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemungutan minyak sereh wangi yang dilakukan dengan metode distilasi uap menghasilkan rendemen sebesar 0,76% dengan kadar geraniol 5,36%.Kadar geraniol dapat ditingkatkan menjadi 21,78% melalui proses distilasi vakum pada suhu 120oC. Pengujian minyak sereh wangi dengan kadar geraniol tinggi sebagai bio additive gasoline meliputi uji performa dan efisiensi konsumsi bahan bakar dengan variasi perbandingan volume gasoline dengan bio additive. Hasilnya, penambahan minyak sereh wangi dengan perbandingan volume gasoline ; minyak sereh wangi = 1000:2 mampu meningkatkan power mesin dari 7,8HP menjadi 8,6HP. Sementara, pada pengujian efisiensi bahan bakar, penambahan minyak sereh wangi dengan perbandingan volume gasoline : minyak sereh wangi = 1000:2 dapat meningkatkan efisiensi mesin sebesar 10,8%. Citronella contains geraniol which is an oxygen provider substances, so it may be used as bio additive. The purpose of this research  is to increase geraniol content in citronella oil and use it as a gasoline bio additive. This research is conducted  in three steps including take the citronella oil from citronella leaf, increase geraniol content in citronella oil and use citronella oil as a gasoline bio additive. The result show that citronella oil produced from citronella leaf using vapor distillation method contains geraniol by 5.36%. The content can be increase using vacuum distillation  up to 21.78 % at temperature of 120oC. The citronella oil test as a gasoline bio additive including  performance test and fuel efficiency test with gasoline-bio additive ratio as variable. The addition of citronella oil to gasoline with the volume ratio of gasoline : citronella oil = 1000:2  increases machine power from 7.8 HP to 8.6 HP and fuel efficiency up to 10.8 %.
ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS RENTABILITAS DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN KOPERASI LEPP M3 “MINO LESTARI Astuti, Widi
OIKONOMIA - Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 2, No 4 (2013): Jurnal Pendidikan Ekonomi
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) perkembanga dari kinerja keuangan pada Koperasi LEPP M3 “Mino Lestari” Purworejo di tinjau dari rasio  likuiditas,solvabilitas dan rentabilitas berdasarkan data laporan keuangan tahun 2010 sampai dengan 2012, (2) menerapkan teori yang pernah penulis peroleh dengan data penelitian yang nyata, (3) melengkapi salah satu syarat untuk mencapai gelar sarjana Program Studi Pendidikan Ekonomi Pada Universitas Muhammadiyah Purworejo. Populasi penelitian ini adalah 3 buku RAT Koperasi LEPP M3 “Mino Lestari” Purworejo mulai tahun 2010-2012. Pada penelitian ini menggunakan teknik nonprobability sampling yang berupa sampling jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah (1) Interview, (2) Observasi, (3) Dokumentasi. Dalam menganalisis data menggunakan teknik non statistik yaitu dengan menggunakan rumus rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas. Adapun hasil analisis likuiditas tahun 2010-2011 likuiditas mengalami penurunan sebesar 530,61%, begitu pula pada tahun 2011-2012 likuiditas mengalami penurunan sebesar 82,98%. Solvablitas tahun 2011 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 208,70%, dan mengalami kenaikan pada tahun 2012 sebesar 110,36%. Rentabilitas tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 0,65% dari tahun sebelumnya, begitu pula pada tahun 2012 juga mengalami kenaikan sebesar 0,32%. Dari hasil analisis diatas secara keseluruhan, kinerja keuangan Koperasi LEPP M3 “Mino Lestari” Kabupaten Purworejo ditinjau dari rasio likuiditas,solvabilitas dan rentabilitas pada tahun 2010 sampai dengan 2012 menunjukan hasil yang berfluktuasi. Kata Kunci : Rasio, Likuiditas, Solvabilitas, Rentabilitas
EFEKTIFITAS PENAMBAHAN MEDIA GEOTEKSTIL PADA SARINGAN PASIR LAMBAT TERHADAP PENYISIHAN PARAMETER KEKERUHAN, JUMLAH COLI DAN COD Kusumawardani, Yustika; Astuti, Widi
Jurnal Teknosains Vol 8, No 2 (2019): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/teknosains.31917

Abstract

Slow sand filter processing is done by separating raw contaminant water which is passed slowly on sand. Fluctuating raw water quality resulted in the schmutzdecke layer not growing optimally. Therefore, it is needed media that help the performance of the sand filter. One of the media used is geotextile. The geotextile is useful as a medium to optimize the growth of microorganisms in the schmutzdecke layer. Geotextiles have similar surface structures such as sand filters as well as their pores. The purpose of this study was to determine the effectiveness of adding geotextiles in reducing turbidity parameters, number of coli and COD. This study used slow sand filter reactor with a continuous flow system of 0.3 m3 / m2.jam for 7 days. Based on the research, the addition of geotextile media is quite effective and can improve the performance of slow sand filter. Percentage of turbidity removal reached 94.27%, coli 99.40% and COD 92.85%. COD values tend to be dynamic as raw water conditions. Geotextiles is quite helpful in growing a layer of schmutzdecke because the structure resembles sand so as to increase the number of bacteria bed filters.
Co-Authors . Aprolita, . Adil Jamali, Adil Aprimal Aprimal, Aprimal Arsyad Lubis, Arsyad Astrilia Damayanti Azhar Azhar Bambang Suharno Bayu Kurniawan Bratakusuma, D Bratakusuma, Danu Catur Rini Widyastuti, Catur Rini Dewi Kurniati Dewi Purnama Sari Diah Ayu Wulandari, Diah Ayu Djoko Adi Widodo Dwi Handayani, Anggelita Eka Ayu Agustina, Himmah Sekar Fajar Nurjaman Gemilar, Gelar Panji Hendrik Setiawan, Hendrik Heni Kusumayani Heny Kusumayanti Herlina, Ulin Himawan Tri Bayu Murti Petrus, Himawan Tri Bayu Murti I Made Bendiyasa Indah Nurul Izzati, Indah Nurul Indra Perdana Iskandar, Y Iskandar, Yusuf Isnugroho, Kusno Kristian, Lian Kristian, Stefanus Lian Kusuma, Alam Budi Kusumawardani, Yustika Kusumawardani, Yustika Kusumawardani, Yustika Lanjar, Lanjar Maswadi Maswadi Mufakhir, Fika Rofiek Mufakhir, Fika Rofiek Mufakir, Fika Rofiek Muhammad Amin Nova Susilowati, Nova Novira, Dinda Tri Novita, Sinta Nur Nalindra Putra, Nur Nalindra Nurjanah, Isti Petrus, Himawan TBM Putra, Federick Dwi R.TD Wisnu Broto Radenrara Dewi Artanti Putri, Radenrara Dewi Artanti Ratna Dewi Kusumaningtyas Ratna Frida Susanti Ria Wulansarie, Ria Riayanti, Fatma Indah RTD Wisnu Broto RTD. Wisnu Broto Septriana, Ayu Setyawan, Cahya Edi Shofi, Achmad Sinaga, J M Sinaga, J M Soesaptri Oediyani, Soesaptri Sofi, Achmad Suka, Ediman Ginting Tanujaya, Felisha Hapsari Tawfiequrahman, Ahmad Triastuti Sulistyaningsih Vidhian, Shinta Wanta, Kevin Cleary Wanta, Kevin Cleary Widhi Maharani Wijaya, Ardyanto Wiratni Wiratni, Wiratni Yustika Kusumawardani, Yustika Kusumawardani Zulaechah, Luluk Siti Zulaechah, Luluk Siti