Retna Tri Astuti
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN MANAJEMEN KEDARURATAN PSIKIATRIK: PANIK BAGI PERAWAT JIWA DI RS JIWA GRACIA YOGYAKARTA Astuti, Retna Tri
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2013: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.62 KB)

Abstract

Gangguan cemas panik merupakan salah satu gangguan kejiwaan yang paling sering dijumpai di masyarakat kita. Prevalensi kejadian serangan panic ini dua sampai tiga kalinya terjadi pada wanita daripada pria. Gangguan cemas panic ini juga merupakan salah satu kedaruratan psikiatrik yang perlu dipahami oleh perawat jiwa terkait dengan pengelolaan manajemen kegawatdaruratan panic. Tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan kemampuan perawat jiwa dalam penanganan atau pengelolaan manajemen kegawatdaruratan terhadap pasiendengan serangan kecemasan panic. Sasaran dari pelatihan ini adalah perawat jiwa di RS Jiwa Gracia Yogyakarta. Hasil pelatihan ini meningkatkan pemahaman dan ketrampilan perawat jiwa terkait denganmanajemen kedaruratan psikiatrik pada pasien dengan serangan kecemasan panic. Rekomendasi: Tindak lanjut dengan penerapan dan pengembangan hasil pelatihan dalam pengelolaan manajemen kedaruratan psikiatrik pada pasien dengan serangan kecemasan panic.Kata Kunci : Panik, manajemen kegawatdaruratan, perawat jiwa
MANAJEMEN KESEHATAN JIWA BERBASIS KOMUNITAS MELALUI PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA KOMUNITAS DI WILAYAH DINAS KESEHATAN KABUPATEN MAGELANG Pinilih, Sambodo Sriadi; Astuti, Retna Tri; Amin, Muh. Khoirul
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2015: Prosiding Bidang MIPA dan Kesehatan The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.852 KB)

Abstract

Based on Riskesdas at 2007, Magelang district are in the third rank for prevalence of mental disorders in the population Regency / City in Central Java province. Magelang district was ranked fourth highest for data that deprived people with mental disorders in regencies / cities in Central Java (Bakorwil 2) condition until December 2012 reached 32 cases. Magelang Regency has a variety of potential that can be empowered to support improve mental health services in the community, among others, by having 29 health centers as the spearhead of the provision of health services in the community. There are two public hospitals and one mental hospital, and there are some private hospital and private health clinics. Magelang district health centers in the region have had the nurse in charge of the community mental health program, but the program is not running and there is no allocation of funds related to community mental health programs. Efforts are undertaken to improve mental health nursing services in the community in the form of socialization of mental health and nursing intervention, training for nurses responsible for the mental health program in health centers and training cadres Mental Health (KKJ), as well as the provision of counseling on mental health for the community, especially for families of people with mental disorders. The results obtained from the implementation of the program which has trained 29 health center nurse in charge of mental health programs, has trained 231 people KKJ, detected 85 cases ODGJ health centers in 6 regions designated as target areas. And thereafter the program period 2014-2015 resulted in the level of knowledge KKJ 81% in the high category and 84.5% have a good attitude towards mental health issues. While knowledge is high for understanding the family in caring ODGJ (78.9%).Keywords: Mental health community, Cadre of Mental Health
HUBUNGAN ANTARA LIFESTYLE DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA Pinilih, Sambodo Sriadi; Astuti, Retna Tri; Rini, Desi Risaditia
Journal Of Holistic Nursing Science Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.767 KB)

Abstract

An increase in the elderly population as a consequence of an increase in life expectancy.Increasing life expectancy is an indication of the success of long-term development, one of whichimproves both the economic condition and the living standard of society. This increase in lifeexpectancy is related to the changes that occur in the cognitive and mental function of the elderly.Cognitive function in the future is determined by someone’s life experience, health status and lifestyle.This study aims to determine the relationship of lifestyle with cognitive function in elderly atPosyandu Lansia Ngudi Rahayu Kelurahan Gelangan Kota Magelang in 2017.This research description corelation using cross-sectional approach. Research is done bymeasuring or observing independent and dependent variables at the same time. Independent variablein this research is life pattern, and dependent variable in this research is cognitive function.Spearman-rank test result shows that there is a significant relationship between lifestyle toelderly cognitive function at Posyandu Lansia Ngudi Rahayu Kelurahan Gelangan Kota Magelang pvalue 0,000 (p value <α 0,05) so it result in the rejection of H0 and acceptance of Ha. So it can beconcluded that there is a relationship between lifestyle with cognitive function in elderly at PosyanduLansia Ngudi Rahayu Kelurahan Gelangan Kota Magelang in 2017 that the better the elderly lifestyle,the better their cognitive function became.   Peningkatan jumlah penduduk lansia sebagai konsekuensi dari peningkatan usia harapan hidup.Peningkatan usia harapan hidup merupakan indikasi berhasilnya pembangunan jangka panjang, salahsatunya bertambah baik keadaan ekonomi dan taraf hidup masyarakat.Meningkatnya angka harapanhidup ini berkaitan dengan perubahan yang terjadi pada fungsi kognitif dan mental lansia.Fungsikognitif di kemudian hari sangat ditentukan oleh pengalaman hidup, status kesehatan dan gaya hidupseseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan gaya hidup dengan fungsi kognitifpada lansia di Posyandu Lansia Ngudi Rahayu kelurahan Gelangan Kota Magelang Tahun 2017.Penelitian description corelation ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitiandilakukan dengan mengukur atau mengamati variabel independen dan variabel dependen pada saatbersamaan. Variabel independen pada penelitian ini adalah pola hidup, dan variabel dependen padapenelitian ini adalah fungsi kognitif.Hasil uji spearman-rank menunjukan ada hubungan yang bermakna antara gaya hidup denganfungsi kognitif pasa lansia di posyandu Ngudi Rahayu Kelurahan Gelangan Kota Magelang nilai p0,000 (p value < α 0,05) sehingga didapatkan hasil bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapatdisimpulkan bahwa terdapat hubungan antara gaya hidup dengan fungsi kognitifpada lansia diposyandu lansia Ngudi Rahayu Kelurahan Gelangan Kota Magelang tahun 2017 yaitu semakin baikgaya hidup lansia semakin baik pula fungsi kognitif pada lansia
EFEKTIFITAS METODE HIPNOTERAPI LIMA JARI (HP MAJAR) TERHADAP TINGKAT STRES AKADEMIK REMAJA DI SMK MUHAMMADIYAH 2 KABUPATEN MAGELANG Astuti, Retna Tri; Amin, Muhammad Khoirul; Purborini, Nurul
Journal Of Holistic Nursing Science Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.139 KB)

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari anak ke tahap dewasa dimana perubahan ini menimbulkan berbagai stress tersendiri bagi individu yang mengalaminya. Stress yang dihadapi remaja tidak hanya terhadap perubahan fisiknya akan tetapi perubahan pada perkembangan kognitifnya. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh aplikasi metode hipnotis lima jari (HP-Majar) terhadap tingkat stress akademik pada remaja. Selain itu penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif manajemen stress yang dapat diterapkan sekolah maupun pelajar remaja dalam mengatasi stress akademik yang dihadapinya. Desain penelitian yang digunakan adalah metode Quasi Experimental Design dengan pendekatan Pretest-Posttest Control Group Design. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive random sampling atau dengan jumlah sampel 60 (30 untuk intervensi dan 30 untuk kontrol). Perubahan tingkat stress akademik sebelum dan sesudah diberikan intervensi aplikasi metode hipnotis lima jari (HP-Majar) diukur untuk melihat pengaruh aplikasi tersebut pada pelajar yang mengalami tingkat stress akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p > 0.05 yang berarti tidak ada perbedaan nilai rerata tingkat stress siswa antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi setelah dilakukan intervensi hipnotis lima jari.
EFEKTIVITAS AKUPRESUR DAN HIPNOTERAPI DALAM MENGATASI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMK MUHAMMADIYAH SALAMAN Khasanah, Lailatul; Astuti, Retna Tri
Journal Of Holistic Nursing Science Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.977 KB)

Abstract

Background: Dysmenorrhea is a phenomenon that often occurs in young girls when menstruation. Non pharmacological therapies that are usedninclude acupressure and hypnotherapy techniques. Objective: To determine differences acupressure techniques and techniques hipnoerapi in dysmenorrhea in adolescent in SMK Muhammadiyah Salaman. Methods: The study is a Rancanga quasy Experiment with the design of the study two group pre post test design, which consists of two intervention groups, one group was given acupressure intervention and the intervention group was given hypnotherapy. Results: The results of acupressure group Wilcoxon test showed that the value of p = 0.000 (p <0.05) and in the hypnotherapy group showed that the value of p = 0.000 (p <0.05), so disimpulakan H0 rejected and Ha is accepted that there is a difference significant between before and after the act of acupressure and hypnotherapy. The second difference is marked by the results rereta techniques decrease in pain in the acupressure group mean value is $ 1.47 less than the decrease in pain in the hypnotherapy group mean value is 2.42 with a significant p value = 0.014 (p <0.05). Conclusion: Hypnotherapy techniques are more effective compared with acupressure technique in dysmenorrhea. Suggestion: With the results of this study are expected adolescent girl can do acupressure techniques and hypnotherapy in dysmenorrhea
Pengaruh Pelatihan Kader Terhadap Peningkatan Pengetahuan Perawatan Pada Gangguan Jiwa Di Wilayah Puskesmas Sawangan Kabupaten Magelang Astuti, Retna Tri; Amin, M. Khoirul; Pinilih, Sambodo Sriadi
Journal Of Holistic Nursing Science Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.058 KB)

Abstract

Latar belakang: Kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kesehatan. Gangguan jiwa pada masyarakat akan memberikan dampak tidak saja pada individu tapi juga pada keluarga dan masyarakat. Kader kesehatan jiwa adalah salah satu peran serta masyarakat yang ikut membantu tenaga kesehatan dalam melakukan perawatan pada gangguan jiwa yang ada di wilayah masyarakat. Peningkatan kemampuan kader melalui pelatihan sangat diperlukan. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Quasi experimental pre-post test non equivalent control group. Sampel penelitian ini 24 sampel yang terbagi menjadi 12 sampel kelompok eksperimen dan 12 sampel kelompok kontrol. Hasil: Hasil analisis didapatkan nilai p value = 0,003 dan nilai signifikasi lebih besar dari 0,05 yang berarti H0 ditolak, jadi dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan rerata antara post test skor pengetahuan kader pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol
HUBUNGAN ANTARA LIFESTYLE DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA Pinilih, Sambodo Sriadi; Astuti, Retna Tri; Rini, Desi Risaditia
Journal of Holistic Nursing Science Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.767 KB)

Abstract

An increase in the elderly population as a consequence of an increase in life expectancy.Increasing life expectancy is an indication of the success of long-term development, one of whichimproves both the economic condition and the living standard of society. This increase in lifeexpectancy is related to the changes that occur in the cognitive and mental function of the elderly.Cognitive function in the future is determined by someone’s life experience, health status and lifestyle.This study aims to determine the relationship of lifestyle with cognitive function in elderly atPosyandu Lansia Ngudi Rahayu Kelurahan Gelangan Kota Magelang in 2017.This research description corelation using cross-sectional approach. Research is done bymeasuring or observing independent and dependent variables at the same time. Independent variablein this research is life pattern, and dependent variable in this research is cognitive function.Spearman-rank test result shows that there is a significant relationship between lifestyle toelderly cognitive function at Posyandu Lansia Ngudi Rahayu Kelurahan Gelangan Kota Magelang pvalue 0,000 (p value <α 0,05) so it result in the rejection of H0 and acceptance of Ha. So it can beconcluded that there is a relationship between lifestyle with cognitive function in elderly at PosyanduLansia Ngudi Rahayu Kelurahan Gelangan Kota Magelang in 2017 that the better the elderly lifestyle,the better their cognitive function became.   Peningkatan jumlah penduduk lansia sebagai konsekuensi dari peningkatan usia harapan hidup.Peningkatan usia harapan hidup merupakan indikasi berhasilnya pembangunan jangka panjang, salahsatunya bertambah baik keadaan ekonomi dan taraf hidup masyarakat.Meningkatnya angka harapanhidup ini berkaitan dengan perubahan yang terjadi pada fungsi kognitif dan mental lansia.Fungsikognitif di kemudian hari sangat ditentukan oleh pengalaman hidup, status kesehatan dan gaya hidupseseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan gaya hidup dengan fungsi kognitifpada lansia di Posyandu Lansia Ngudi Rahayu kelurahan Gelangan Kota Magelang Tahun 2017.Penelitian description corelation ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitiandilakukan dengan mengukur atau mengamati variabel independen dan variabel dependen pada saatbersamaan. Variabel independen pada penelitian ini adalah pola hidup, dan variabel dependen padapenelitian ini adalah fungsi kognitif.Hasil uji spearman-rank menunjukan ada hubungan yang bermakna antara gaya hidup denganfungsi kognitif pasa lansia di posyandu Ngudi Rahayu Kelurahan Gelangan Kota Magelang nilai p0,000 (p value < α 0,05) sehingga didapatkan hasil bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapatdisimpulkan bahwa terdapat hubungan antara gaya hidup dengan fungsi kognitifpada lansia diposyandu lansia Ngudi Rahayu Kelurahan Gelangan Kota Magelang tahun 2017 yaitu semakin baikgaya hidup lansia semakin baik pula fungsi kognitif pada lansia
GAMBARAN TINGKAT STRES MAHASISWA Ambarwati, Putri Dewi; Pinilih, Sambodo Sriadi; Astuti, Retna Tri
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.466 KB)

Abstract

masalah yang banyak dialami oleh usia dewasa awal yaitu harus membuat keputusan mengenai karir, pernikahan, stres pekerjaan & keluarga, ansietas, dan depresi. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya stres yaitu faktor internal dan eksternal, faktor eksternal terdiri dari keadaan fisik, konfik, emosional, dan perilaku. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari lingkungan fisik, lingkungan pekerjaan, lingkungan masyarakat, lingkungan keluarga, masalah ekonomi, dan masalah hukum. Beban stres yang dirasa berat dapat memicu seseorang untuk berperilaku negatif, seperti merokok, alkohol, tawuran, seks bebas bahkan penyalahgunaan napza. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik mahasiswa tingkat akhir dan mengetahui tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Muhammadiyah Magelang. Penelitian ini menggunakan desain deskritif kualitatif dengan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sampel sebanyak 101 mahasiswa. Instrument yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitan menunjukkan bahwa rata-rata usia mahasiswa 22,01 tahun. Rata-rata masa studi untuk program Diploma III (D3) adalah 6,00 semester, untuk program Sarjana (S1) rata-ratanya adalah 8,05 semester. Tingkat stres pada mahasiswa menunjukkan stres ringan sebanyak 35,6%, stres sedang 57.4 %, dan stres berat sebanyak 6,9 %. Tingkat stres tertinggi dialami oleh jenis kelamin perempuan dengan hasil stres sedang 33,6 %, dan tingkat stres berat 4,0%. Gambaran tingkat stres pada mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Magelang menunjukkan stres sedang sebanyak 33,6 %. Kata Kunci: Mahasiswa, Stres THE DESCRIPTION OF STRES LEVELS INCOLLEGE STUDENT ATMUHAMMADIYAH UNIVERSITY MAGELANG ABSTRACTThe problem that many experienced by the early adult age is having to make decisions about career, marriage, job & family stres, anxiety, and depression. Factors that because stres are internal and external factors, external factors consist of physical condition, conflicts, emotional, and behavior. While external factors consist of physical environment, work environment, community environment, family environment, economic problems, and legal issues. Heavily burdened stres can trigger a person to behave negatively, such as smoking, alcohol, brawl, free sex and even drug abuse. This study aims to determine the characteristics of college student and know the level of stres in the college student at the university of muhammadiyah magelang. This research used descriptive qualitative design with cross sectional approach with sampling technique using purposive sampling, 101 college student samples. Instrument used is a questionnaire. Indicated that the average age of college student was 22.01 years. The average duration of program for Diploma III (D3) was 6,00 semesters. For the undergraduate program (S1) the average was 8.05 semesters. The college student stres level showed a mild stres of 35.6 %, moderate stres 57.4 %, and severe stres as many as 6.9 %. The highest level of stres experienced by female with moderate stres 33.6 %, and Severe stres 4.0 %. Description of stres level in college student at Muhammadiyah University of Magelang shows moderate stres as much as 33.6%. Keywords: College student, stres