Nuraini Asriati
Program Studi Pendidikan Sosiologi FKIP Untan Pontianak

Published : 54 Documents
Articles

Pengaruh Disiplin terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IPS di SMA

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2212.142 KB)

Abstract

Abstract: The title of  this study is “Effect Of Discipline On Students Learning Result In Economics Class XI IPS In SMA Negeri 9 Pontianak”. The study aims to determine the influence of discipline on students learning outcomes on economic subjects in class XI IPS SMA 9 Pontianak. The method used is descriptive method. The amount of sample is 48 students of class XI IPS in SMA 9 Pontianak. Using SPSS 16 results showed that discipline affects learning outcomes by 8% (R squrae = 0.080). This means that discipline is not a major influence on learning outcomes. However, other factors that affect the learning outcomes by 92% of students are affected by the level of intelligence, attention, interest, aptitude and environment. The results of this study recommended for students to obey the school’s rules better. Keyword: Discipline, Learning Outcomes and Economic Lesson Abstrak : Judul penelitian ini adalah “Pengaruh Disiplin Terhadap Hasil Belajar Siswa  Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IPS di SMA Negeri 9 Pontianak”. Penelitian bertujuan mengetahui besarnya pengaruh disiplin terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS di SMA Negeri 9 Pontianak. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Sampel nya sebanyak 48 siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 9 Pontianak. Dengan menggunakan program SPSS 16 hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin mempengaruhi hasil belajar sebesar 8% (R squrae =0,080). Artinya disiplin tidak memberikan pengaruh yang besar terhadap hasil belajar. Namun faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar sebanyak 92% dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan siswa, perhatian, minat, bakat dan lingkungan. Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada siswa agar lebih mematuhi peraturan yang ada di sekolah.   Kata Kunci: Disiplin, Hasil Belajar dan Mata Pelajaran Ekonomi

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI)

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 3 (2013): Maret 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.556 KB)

Abstract

Abstract : Efforts to Improve Learning Outcomes Activities and IPS Through Cooperative Learning Model Implementation Group invertigation type (GI) In Grade VIII Junior. Action research aims to assist teachers in improving students learning activities and learning outcomes of students using cooperative learning model type group investigation (GI) on the subjects of social.Based on data from prior studies of student learning activities of students who belong to the category known active and highly active only amounted to 6 students or 20% of the number of students., After the implementation of the first cycle gained increasing student learning activities into 9 students were classified as active and very active, and in the second cycle increased to 13 students or 65%. Thus the hypothesis was formulated action accepted as true that efforts to improve the activity and results belajarIPS through the implementation of cooperative learning model type Group intesvigasi (GI).   Keywords : Cooperative Learning Model, Group Investigation (GI). Abstrak : Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran Kooperatif type Group invertigation (GI). Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk membantu guru dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI). Berdasarkan data sebelum penelitian aktivitas belajar siswa diketahui siswa yang tergolong kategori aktif dan sangat aktif hanya berjumlah 6 orang siswa atau 20 % dari jumlah siswa., setelah pelaksanaan siklus pertama diperoleh peningkatan aktivitas belajar siswa menjadi 9 orang siswa yang tergolong aktif dan sangat aktif, dan pada siklus  kedua meningkat menjadi 13 orang siswa atau 65 %. Dengan demikian hipotesis tindakan yang telah dirumuskan diterima kebenarannya yaitu upaya meningkatkan aktivitas dan hasil  belajar IPS melalui penerapan model pembelajaran kooperatif  tipe Group intesvigasi (GI).   Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif, Group  Investigation (GI).

EVALUASI PELAKSANAAN MICRO TEACHING MAHASISWA PRODI EKONOMI REGULER B FKIP UNTAN PONTIANAK

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 3 (2013): Maret 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.189 KB)

Abstract

Abstract : This researchers aimed to determine the success of the implementation of micro teaching students Reg B Economics Education Program Teacher Training and Education Faculty of the University Academic Year Tanjungpura Pontianak 2011/2012. Metode research was descriptive research design is the Survey Studies. The sample in this study was 56 students. The results of the evaluation of the data shows aspects of the preparation of students prior to the implementation of micro teaching shows the percentage (37.5%) were rated as moderate/ sufficient in preparing the micro teaching, aspects of the supervisors role in the implementation of micro teaching shows the percentage (43.75%) were rated as moderate / sufficient in guiding students who perform micro teaching, aspects of students ability in teaching micro teaching practice shows the percentage (62.5%) were considered moderate/sufficient in teaching micro teaching practice. Based on the percentage of data states that in terms of the implementation of micro teaching has not reached success.   Keywords : Implementation of Micro Teaching Evaluation Abstrak: Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan tentang pelaksanaan micro teaching mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi Reg B Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak Tahun Akademik 2011/2012. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan rancangan penelitian yang adalah Survey Studies. Sampel dalam penelitian ini adalah 56 mahasiswa. Hasil evaluasi data menunjukan aspek persiapan mahasiswa sebelum pelaksanaan micro teaching menunjukan persentase 37,5% dinilai sedang/cukup dalam mempersiapkan micro teaching,aspek peran dosen pembimbing dalam pelaksanaan micro teaching menunjukan persentase 43,75% dinilai sedang/cukup dalam membimbing mahasiswa yang melaksanakan micro teaching, aspek kemampuan mahasiswa dalam berlatih mengajar  micro teaching menunjukan persentase 62,5% dinilai sedang/cukup  dalam berlatih mengajar micro teaching. Berdasar persentase data menyatakan bahwa dari segi pelaksanaan micro teaching belum mencapai keberhasilan.   Kata kunci : Evaluasi Pelaksanaan Micro Teaching  

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL TALKING STICK PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 3 (2013): Maret 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.619 KB)

Abstract

Abstract : The research methodology was observing the class. There were four things that the teacher should do in the observation. They were palnning, doing, observing and reflecting. These were done to improve student learning activity in the class. The action research was done by collaborating teaching with the researcher and the subject teacher using two cycles. The research findings showed that in there was improvement in learning. Tis can be seen from the result of findings. There was about 74,99% in first cycle, and 90,62% in the second. The improvement of student activity can be seen in the first cycle that there were nine student with very active with 59,37%, 15,62% active student, 12,5% active enough, an 12,5% not active student. In the second cycle, there were 11 student with 68,75% very active student, 21,87% categorized as not active, 6,25% active enough, and 0% with not active student. It is hoped that the improvement of student learning activity using Talking Stick Model may give alternative strategy to increase student’s understanding and student’s ability in social science subject.   Key words : Talking Stick Model, Student Learning Activity.   Abstrak : Hasil analisis guru melakukan observasi saat pembelajaran berlangsung yang terdiri dari empat kegiatan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi, untuk meningkatkan mutu atau kualitas aktivitas belajar siswa di kelas. Pelaksanaan tindakan kelas yang dilakukan sesuai dengan langkah-langkah yang di tuangkan dalam pembelajaran melalui kolaborasi dengan guru mata pelajaran IPS yang dilaksanakan melalui dua siklus pada siklus I dan siklus II. Hal ini terbukti dari hasil rekapitulasi aktivitas pada siklus I sebesar 74,00% dan siklus II 90,625% perkembangan pada siklus I terdapat 9 orang siswa 59,37% yang sangat aktif, 15,62 siswa yang aktif, 12,5% siswa yang cukup aktif, dan 12,5 siswa yang tidak aktif. Pada siklus II terdapat 11 orang siswa 68,75% siswa sangat aktif, 21,875 siswa yang aktif, 6,25% siswa yang cukup aktif, serta 0% siswa yang tidak aktif. Keberhasilan meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa melalui model pembelajaran talking stick diharapkan dapat memberikan suatu alternatif untuk meningkatkan “kemampuan” siswa dengan memahami materi pembelajaran.   Kata kunci : Model Pembelajaran Talking Stick, Aktivitas Belajar Siswa.

ANALISIS PENDAPATAN PETANI KARET LATEKS DI DESA PANGKAL BARU KECAMATAN TEMPUNAK KABUPATEN SINTANG

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 3 (2013): Maret 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.692 KB)

Abstract

Abstract : This study entitled "Analysis of Farmers Income Rubber Latex in the village of New Niagara District Tempunak Sintang". This study aims to determine the rubber price fluctuations that occurred in the village of New Niagara District Tempunak Sintang. The method used in this research is a qualitative descriptive method of research form document analysis or content analysis. Data was collected through direct observation, direct communication and documentation study. Data collection tool used is the observation sheet, interview guides and notes. The data were analyzed qualitatively. The results of this study showed that the average income of farmers rubber tappers in a month with a vast garden of 1 hectare ± Rp. 2.800.000, -. Factors affecting farmers income is a buyer of rubber tappers, weather and climate, and quality of latex rubber. Efforts to increase farmers income by rubber tappers working out in rubber tapping activities and agricultural intensification and expansion of maintenance and fertilizing trees and increase the land leads elsewhere. From this study it can be recommended that farmers should pay attention to the amount of rubber tappers rubber trees are lush and productive. Keywords : Income, Farmer Rubber, Latex. Abstrak : Penelitian ini berjudul “Analisis Pendapatan Petani Karet Lateks Di Desa Pangkal Baru Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang”. Penelitian ini bertujuan mengetahui fluktuasi harga karet yang terjadi di desa Pangkal Baru Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat kualitatif dengan bentuk penelitian analisis dokumen atau analisis isi.  Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, komunikasi langsung dan studi dokumentasi. Alat pengumpul data yang dipergunakan adalah lembar observasi, panduan wawancara dan catatan-catatan. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata petani penyadap karet dalam satu bulan dengan luas kebun 1 hektar ± Rp. 2.800.000,-. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani penyadap karet  adalah pembeli, iklim dan cuaca dan kualitas karet lateks. Upaya meningkatkan pendapatan petani penyadap karet dengan cara bekerja di luar kegiatan penyadapan karet dan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian berupa perawatan dan pemupukan pohon karet dan menambah lahan sadapan di tempat lain. Dari penelitian ini dapat direkomendasikan yaitu petani penyadap karet harus memperhatikan jumlah pohon karet yang subur dan produktif. Kata kunci : Pendapatan, Petani Karet, Lateks.

PENGEMBANGAN PROFESIONAL DOSEN MELALUI PELAKSANAAN PELAKSANAAN LESSON STUDY DALAM PEMBELAJARAN ILMU SOSIAL

Guru Membangun Vol 26, No 2 (2011): GM Edisi Juli Vol.26 No.2 Tahun 2011
Publisher : Guru Membangun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.398 KB)

Abstract

Kehadiran lesson study sebagai sebuah strategi pembelajaran di perguruan tinggi merupakan salah satu langkah baru dalam memperbaiki kualitas pembelajaran. Selama ini lesson study hanya dikenal dalam pembelajaran MIPA. Tulisan ini membahas bagaimana lesson study diterapkan pada pembelajaran IPS yang sudah memasuki semester kedua. Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di perguruan tinggi, banyak keunikan yang muncul selama pelaksanaan lesson study, sehingga banyak harapan yang terungkap dari pelaksanaan lesson study di Jurusan Pendidikan IPS. Sejumlah karakteristik yang melekat dalam proses pembelajaran berkualitas seperti menyenangkan, aktif, memotivasi, menantang, efektif, mampu menggali berpikir kritis, mampu membangkitkan keberanian mengungkapkan pendapat, dan sebagainya dapat muncul secara bersamaan dalam pelaksanaan lesson study, terutama pada pembelajaran IPS yang kompleks dengan persoalan persoalan sosial dewasa ini. Dosen memunyai otonomi akademik, namun dalam pelaksanaan lesson study ini, dosen memiliki sikap terbuka menerima masukan dari para dosen lainnya, dan saran membangun dari semua pihak yang pada akhirnya model itu sendiri mampu meningkatkan profesional dosen dalam mengajarnya. Kata Kunci: Lesson Study, profesional dosen, kualitas pembelajaran IPS

Implementasi KTSP dan Kendalanya ( Antara Harapan dan Kenyataan)

Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 3, No 2 (2010): Volume 3 Nomor 2 Edisi Agustus 2010
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.032 KB)

Abstract

Tulisan ini memaparkan bagaimana KTSP diterapkan dan apa kendala kendala yang muncul dari penerapannya di lapangan. KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi(SI), proses, kompetensi lulusan(SKL), tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Implementasinya adalah bagaimana menyampaikan pesan-pesan kurikulum kepada peserta didik untuk membentuk kompetensi mereka sesuai dengan karakteristik dan kemampuan masing-masing. Tugas gurulah memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik, agar mereka mampu berinteraksi dengan lingkungan eksternal sehingga terjadi perubahan perilaku sesuai dengan yang dikemukakkan dalam standar isi (SI) dan Standar kompetensi lulusan (SKL).Namun terkadang guru masih mendapatkan kendala di lapangan. Jika disandingkan dengan pengimplementasikan KTSP, tidak dapat dipastikan semua guru mampu menerapkan KTSP dengan baik dan tepat. Hingga hari ini pun, persoalan penerapan KTSP masih menjadi tanda tanya besar bagi sebagian guru. Hal ini membutuhkan skill tersediri untuk melahirkan kurikulum yang mencerdaskan, bukan kurikulum yang sebaliknya karena guru garda terdepan. Kata Kunci : Implementasi KTSP

MENGEMBANGKAN KARAKTER PESERTA DIDIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH

Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 3, No 2 (2012): Edisi Oktober 2012
Publisher : Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.89 KB)

Abstract

Tantangan saat ini dan masa yang akan datang dituntut kemampuan kita menempatkan pendidikan karakter sebagai sesuatu kekuatan bangsa. Kebijakan dan implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di sekolah menjadi sangat penting dan strategis dalam rangka membangun bangsa sehingga dapat berfungsi sebagai salah satu sumber nilai-nilai yang luhur. Kearifan lokal merupakan modal utama masyarakat dalam membangun dirinya tanpa merusak tatanan sosial yang adaptif dengan lingkungan alam sekitarnya. Kearifan lokal dibangun dari nilai-nilai sosial yang dijunjung tinggi dalam struktur sosial masyarakat dan memiliki fungsi sebagai pedoman, pengontrol, dan rambu-rambu untuk berperilaku dalam berbagai dimensi dalam kehidupan. Oleh karena itu, guru harus mampu merancang program pembelajaran dengan memperhatikan ranah afektif sebagai salah satu karakteristik manusia dalam hasil belajar, walau memerlukan waktu yang lama. Terintegrasinya pendidikan karakter dalam muatan keunggulan lokal pada proses pembelajaran, akan sesuai dengan lingkungan yang ada dan dialami peserta didik dalam rangka mengaitkan pembelajaran dengan kejadian nyata sehingga dapat menciptakan proses pembelajaran yang bermakna. Secara teoritis, pengembangan karakter berbasis potensi diri belum diajarkan di sekolah sekolah, namun secara praktis telah diaplikasikan dan dipraktekkan oleh siswa di kelas maupun di lingkungan sekolah.Kata Kunci: Karakter Potensi, Kearifan Lokal, Pembelajaran Di Sekolah.

ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 SENAKIN

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 8 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1736.536 KB)

Abstract

Abstract: This study aimed to determine the ability of teacher competence in the learning process in the Junior High School 1 District Senakin Sengah Temila Landak District. To solve the problem in this research used methods deskristif the survey form. The research population is the sample population were 30 teachers. Data collection techniques used are indirect communication techniques, direct observation techniques, indirect communication techniques and documentary studies. As a means of collecting data in this study is, observation, interviews with the principal guidelines, questionnaires, books and archival records. Processing of questionnaire data is in use is to use a percentage formula, while the data from interviews and observations described as supporting data. The results showed that pedagogical competence of teachers in the learning process in the Junior High School 1 District Senakin Sengah Temila Landak District are in either category.   Keywords: pedagogical competence, the learning process in schools Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kompetensi guru dalam proses pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Senakin Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Untuk memecahkan masalah dalam penelitan ini dipergunakan metode deskristif dengan bentuk survei. Populasi penelitan ini adalah populasi sampel berjumlah 30 orang guru. Teknik pengumpul data yang dipergunakan adalah teknik komunikasi tidak langsung, teknik observasi langsung, teknik komunikasi tidak langsung dan studi dokumenter. Adapun alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah, pedoman observasi, pedoman wawancara dengan Kepala Sekolah, angket, buku catatan dan arsip-arsip. Pengolahan data angket  yang di pergunakan adalah dengan menggunakan  rumus persentase, sedangkan data hasil wawancara dan observasi dideskripsikan sebagai data pendukung. Hasil penelitian menujukkan bahwa Kompetensi pedagogik guru dalam Proses pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Senakin Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak berada dalam kategori baik. Kata kunci: Kompetensi pedagogik, proses pembelajaran di sekolah

ANALISIS PENGGUNAAN METODE MENGAJAR OLEH GURU MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 4 P0NTIANAK

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 11 (2013): Nopember 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.461 KB)

Abstract

Abstract : This thesis titled, "Analysis Method of Teaching By Subject Teacher Integrated Social Science at SMP Negeri 4 Pontianak", the problem "How to Use By Teachers Teaching Methods SMP At Integrated Social Science Subjects in SMP Negeri 4 Pontianak?". Variable is a single variable, namely the use of teaching methods by teachers at the junior high school social studies Terpadu in SMP Negeri 4 Pontianak. The research method was descriptive survey form. Its population is around junior high teacher who teaches social studies at the junior Integrated Negeri 4 Pontianak, amounting to 5 people. Data collection technique is the technique of direct observation, direct communication, indirect communication and documentaries, while the data collection tool was a check list, interview guides, questionnaires and record sheets. Processing the data with the formula percentage (%) and analyzed by descriptive qualitative.   Keywords : Teaching methods and IPS Integrated Abstrak :Skripsi ini berjudul, “Analisis Penggunaan Metode Mengajar Oleh Guru    Mata Pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 4 Pontianak ”, Adapun  masalah penelitian “Bagaimana Penggunaan Metode Mengajar Oleh Guru SMP Mata Pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 4 Pontianak?”. Variabelnya adalah variabel tunggal yaitu penggunaan metode mengajar oleh guru SMP pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 4 Pontianak. Metode penelitiannya adalah deskriptif dengan bentuk survey. Populasinya adalah seluruh guru SMP yang mengajar mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 4 Pontianak yang berjumlah 5 orang. Teknik pengumpul datanya adalah teknik observasi langsung, komunikasi langsung, komunikasi tidak langsung dan dokumenter, sedangkan alat pengumpul datanya adalah daftar cek, pedoman wawancara, angket dan lembar catatan. Pengolahan datanya dengan rumus persentase (%) dan dianalisis secara deskriptif kualitatif.   Kata Kunci : Metode mengajar dan IPS Terpadu