Articles

Found 18 Documents
Search

ROLL MOTION CHARACTERISTICS OF SHIP WITH LARGE BREADTH AND DRAUGHT RATIO IN FOLLOWING WAVES Paroka, Daeng; Asri, Syamsul
The Indonesian Journal of Naval Architecture Vol 1, No 1 (2013): Indonesian Journal of Naval Architecture
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.368 KB)

Abstract

Since the International Maritime Organization decided to revise its intact stability criteria from deterministic based criteria to be performance based one, some researches regarding the ship performance in waves have been conducted by several researches. One of the dangerous condition reccomended to be included in the criteria was the stability of ships in following waves especially for ship with small coefficient for vertical well-sidedness. Ships with large breadth and draught ratio tends to have large the coefficient for well-sidedness. However large roll angle may occur when the ships operate in large significant wave height. The forward speed also could have significant effect on the roll motion characteristics due to time spend of ship in a certain position relative to the wave. This paper discusses effect of restoring arm variation due to waves characteristics and ship speed on roll motion of ships with large breadth and draught ratio in following waves. The waves characteristics is modelled based on the Beaufort scale and the forward speed is estimated by changing the propeller revolution from 6 rps to 15 rps. The results of numerical simulation and discussions show that amplitude of roll motion significantly affected by variation of the waterline area of the ship in sugging and hogging condition. The large roll angle can be avoided by increasing the forward speed with considering the other dangerous condition such as pure loss of stability and broaching.
Pelatihan Perbaikan Perahu Kecil Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) Untuk Budidaya Rumput Laut di Kabupaten Bantaeng Mustafa, Wahyuddin; Asri, Syamsul; L., Farianto Fachruddin; Firmansyah, Moh Rizal; Alie, Muh Zubair Muis; Husain, Firman
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Teknologi untuk Masyarakat
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Penggunaan perahu berbahan FRP (fiberglass reinforced plastic), untuk keperluan budidaya rumput laut dan penangkapan ikan sudah banyak di gunakan oleh pebudidaya rumput laut  dan nelayan di daerah pesisir. Perahu yang telah dioperasikan umumnya akan mengalami penurunan performa atau kegagalan fungsional terutama struktur lambung. Struktur lambung sangat rentan rusak baik saat  pemakaian normal maupun  akibat benturan dengan objek lain atau karena campuran bahan tidak sesuai dengan standar. Seperti halnya kasus yang terjadi pada komunitas nelayan dan pebudidaya rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Bisappu Kabupaten Bantaeng, beberapa perahu mengalami keretakan dan bocor hampir seluruh lambung perahu. Guna menjaga kelancaran produksi budidaya rumput laut tentu ketesediaan perahu harus tinggi salah satu cara menjaga ketersediaan adalah dengan melakukan pemeliharaan dan perbaikan. Teknologi perbaikan perahu FRP sangat sederhana, tempat yang retak atau bocor terlebih dahulu di gerinda dan dibersihkan dan di lapisi ulang dengan bahan resin, mat, roving jika dibutuhkan warna maka ditambahkan bahan pigmen. Apabila memperhatikan standar bahan dan kerja mencakup pembersihan, komposisi campuran, pelapisan dan penyelesain akhir, niscaya hasil maksimal dapat diperoleh.            Pelatihan perbaikan perahu terbagi dalam tiga  tahapan, melibatkan secara aktif anggota pebudidaya rumput laut  yang berjumlah sekitar 12 (dua belas) orang. Tahap pertama dan kedua adalah penyampaian teori dan diskusi mencakup pengenalan bahan, peralatan, tata cara kerja dan K3 (keselamatan dan kesehatan kerja). Tahap ketiga adalah pembimbingan praktek perbaikan mencakup pembersihan badan perahu, pencampuran bahan, teknik-teknik laminasi dan penyelesain akhir. Hasil yang diperoleh melalui diskusi dan praktek adalah (1) peserta memahami bahan yang standar digunakan untuk perbaikan FRP, yang sebelumnya banyak menggunakan bahan tambahan yaitu thinner padahal ini membuat bahan menjadi getas, mudah retak dan bocor. (2) peserta mampu mencampur bahan sesuai standar. (3) peserta mampu melaminasi perahu dengan susunan laminasi yang standar dan menerapkan teknik-teknik melapis dengan baik. Simpulan yang dapat diperoleh  setelah kegiatan terlaksana adalah peserta dapat memilih bahan yang tepat untuk perbaikan perahu oleh karena telah mengenali karakteristik bahan FRP secara baik dan dapat mengerjakan sendiri perbaikan perahunya sehingga dapat menghemat biaya produksi budidaya rumput laut serta tetap menjaga ketersediaan perahu sehingga proses produksi tetap lancar.
PREDIKSI GERAK HEAVE DAN PITCH KAPAL FERI DI GELOMBANG NONLINEAR MENGGUNAKAN A COUPLED EULERIAN SCHEME WITH LAGRANGIAN PARTICLE Baso, Suandar; Asri, Syamsul; Rosmani, .
JURNAL RISET TEKNOLOGI KELAUTAN Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : Ikatan Sarjana Teknik Perkapalan UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prediksi gerak kapal di atas gelombang nonlinear menjadi perhatian mendalam saat ini. Sehinggabanyak peneliti berupaya keras membuat metode baru dan atau mengembangkan suatu metodeyang lebih akurat dan tepat. Oleh karena itu, pada penelitian ini kami mengembangkan suatumetode a coupled Eulerian Scheme with Lagrangian Particle dan mengaplikasikan pada berbagaijenis kapal. Pengembangan metode ini akan diaplikasikan untuk memprediksi gerak heave danpitch kapal Feri penyeberangan di gelombang nonlinear. Hasil simulasi numerik menunjukkanbahwa perbandingan time history dari elevasi gelombang hasil numerik dengan teori cukup stabilpada numerical wave tank. Selanjutnya, maksimum nilai volume error | 7,6 10 | 2  % dan ratarata| 7,31 10 |% 3  , ini menunjukkan bahwa numerical wave tank stabil dan dapatmengkonservasi volume air sangat baik. Tendensi dan konsistensi hasil numerik sama dengan hasildari Strip theory. Hasil gerak heave hasil numerik untuk Hw/L=0,02 dan 0,75 pada L<0,5 tidakterlalu signifikan berbeda dibandingkan dengan hasil Strip theoy, namun pada kondisi L ≥ 0.5menunjukkan nondimensional heave untuk Hw/L = 0,02 lebih kecil daripada Hw/L = 0,75.Nondimensional gerak pitch Hw/L = 0,02 dan 0,75 di sepanjang L menunjukkan hasil numeriklebih besar dibandingkan dengan hasil strip theory. Selain itu pula, nilai nondimesional gerakpitch untuk Hw/L = 0,02 lebih kecil dari nilai Hw/L = 0,75.
MODEL PERMINTAAN JASA ANGKUTAN PENYEBERANGAN BAJOE-KOLAKA Idrus, Misliah; Asri, Syamsul
978-979-127255-0
Publisher : PROSIDING HASIL PENELITIAN FAKULTAS TEKNIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.338 KB)

Abstract

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai perusahaan jasa angkutan dan pengelola pelabuhan penyeberangan untuk penumpang, kendaraan dan barang memiliki peranan penting dalam penyelenggaraan pelayaran nasional. Perusahaan ini memiliki fungsi utama dalam menyediakan akses transportasi publik antar pulau yang bersebelahan serta menyatukan pulau-pulau besar sekaligus menyediakan akses transportasi publik ke wilayah yang belum memiliki penyeberangan guna mempercepat pembangunan. Salah satu kebijakan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang akan dilakukan adalah melakukan penambahan kapal Ro-Ro untuk beberapa lintasan penyeberangan Diantaranya adalah lintas Bajoe-Kolaka. Penelitan bertujuan menentukan model permintaan jasa angkutan penyeberangan Bajoe-Kolaka. Hasil penelitian menunjukkan model yang cocok adalah model pertumbuhan dengan tingkat pertumbuhan penumpang 3,56 % pertahun, 3,61 % pertahun untuk kendaraan Roda empat dan 8,29 % pertahun untuk Roda dua.
PENGARUH BENTUK LAMBUNG KAPAL TERHADAP TAHANAN KAPAL Rosmani, Rosmani; Asri, Syamsul; Wahyuddin, Wahyuddin; Karim, Azis Abdul; Allo D, Imelda Rombe
978-979-127255-0
Publisher : PROSIDING HASIL PENELITIAN FAKULTAS TEKNIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.338 KB)

Abstract

Kapal Feri adalah salah satu angkutan penyeberangan yang merupakan angkutan yang berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan jaringan jalan yang dipisahkan oleh perairan untuk mengangkut penumpang dan kendaraan beserta muatannya. Kapal Feri Ro-Ro sekarang utamanya berfungsi untuk pengangkutan kendaraan dengan berbagai tipe danjumlah penumpang yang banyak untuk menghubungkan dua tempat pada satu jalur pelayaran tertentu yang berjauhan jaraknya. Dalam merencanakan sebuah kapal feri, pekerjaan tahap pertama dalam proses teknis kapal adalah menentukan ukuran dan parameter bentuk kapal. Namun besarnya ukuran panjang, lebar, sarat air dan koefisien bentuk yang sudah ditentukan ternyata masih dapat dibuat berbagai bentuk kapal yang berbeda, tidak semua kemungkinan akan membawa pengaruh baik, karena faktor umum yang memegang peranan penting adalah tahanan yang akan dialami oleh kapal pada waktu berlayar yang akan berpengaruh terhadap kecepatan dan penentuan daya mesin kapal. Tujuan dari Penelitian ini adalah menganalisis pengaruh bentuk lambung terhadap tahanan kapal dengan mempertimbangkan perubahan letak titik tekan dengan displasmen tetap melalui konsep simulasi komputer dengan menggunakan program Software Maxsurf Pro versi 9.0. Dengan metode Holtrop untuk menentukan nilai tahanan. adapun hasilnya adalah Perubahan nilai tahanan total kapal yang terjadi, mulai pada kecepatan 8 sampai 17 knot sangat kecil yaitu rata-rata meningkat sekitar 7%, sedang pada kecepatan 17 sampai 18 knot meningkat secara signifikan sampai 20%. Letak titik tekan kapal yang mempunyai nilai tahanan yang paling kecil adalah pada posisi 0,5% di belakang midship.
PENGARUH BENTUK LAMBUNG KAPAL TERHADAP TAHANAN KAPAL Rosmani, .; Asri, Syamsul; Wahyuddin, .; Karim, Azis Abdul; Allo D, Imelda Rombe
978-979-127255-0
Publisher : PROSIDING HASIL PENELITIAN FAKULTAS TEKNIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.338 KB)

Abstract

Kapal Feri adalah salah satu angkutan penyeberangan yang merupakan angkutan yangberfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan jaringan jalan yang dipisahkan olehperairan untuk mengangkut penumpang dan kendaraan beserta muatannya. Kapal Feri Ro-Ro sekarang utamanya berfungsi untuk pengangkutan kendaraan dengan berbagai tipe danjumlah penumpang yang banyak untuk menghubungkan dua tempat pada satu jalur pelayarantertentu yang berjauhan jaraknya. Dalam merencanakan sebuah kapal feri, pekerjaan tahappertama dalam proses teknis kapal adalah menentukan ukuran dan parameter bentuk kapal.Namun besarnya ukuran panjang, lebar, sarat air dan koefisien bentuk yang sudah ditentukanternyata masih dapat dibuat berbagai bentuk kapal yang berbeda, tidak semua kemungkinanakan membawa pengaruh baik, karena faktor umum yang memegang peranan penting adalahtahanan yang akan dialami oleh kapal pada waktu berlayar yang akan berpengaruh terhadapkecepatan dan penentuan daya mesin kapal. Tujuan dari Penelitian ini adalah menganalisispengaruh bentuk lambung terhadap tahanan kapal dengan mempertimbangkan perubahanletak titik tekan dengan displasmen tetap melalui konsep simulasi komputer denganmenggunakan program Software Maxsurf Pro versi 9.0. Dengan metode Holtrop untukmenentukan nilai tahanan. adapun hasilnya adalah Perubahan nilai tahanan total kapal yangterjadi, mulai pada kecepatan 8 sampai 17 knot sangat kecil yaitu rata-rata meningkat sekitar7%, sedang pada kecepatan 17 sampai 18 knot meningkat secara signifikan sampai 20%.Letak titik tekan kapal yang mempunyai nilai tahanan yang paling kecil adalah pada posisi0,5% di belakang midship.
Maneuverability of Ships with small Draught in Steady Wind Paroka, Daeng; Muhammad, Andi Haris; Asri, Syamsul
Makara Journal of Technology Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/mst.v20i1.296

Abstract

Wind force and moment may force a ship to drastically decrease its speed and use a large drift angle as well as a large rudder angle in order to maintain its course. Shipswith a small draught might have more risk in maneuvering to its point of view compared with a ship with a larger draught. This paper discusses maneuverability of a ship with a small draught in steady wind. The effect of wind on ship speed, drift angle, and rudder angle are investigated in a steady state condition. Five different ratios of wind velocity to ship speed from 1.0 to 20.0 are used in the simulation. The variation in wind direction is examined from 0°to 180°. Results of the numerical simulation show that thewind has a significant effect on the reduction in ship speed with a wind direction less than 100°. The drift angle increases due to increasing wind velocity in the same wind direction. Wind direction also has a significant effect on the drift angle especially when the wind direction is less than 140°. The same phenomenon was found for the rudder angle. The necessary rudder angle is greater than the maximum rudder angle of the ship when the wind direction is 60°with a wind velocity to ship speed ratio of 20 or more.
KLASTER TONASE KAPAL FERRY RO-RO DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEBUTUHAN LAHAN PERAIRAN PELABUHAN PENYEBERANGAN Asri, Syamsul
Jurnal Riset Teknologi Kelautan Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Riset Teknologi Kelautan (JRTK)
Publisher : Jurnal Riset Teknologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapasitas dermaga pelabuhan penyeberangan dinyatakan dalam satuan tonase kotor (GT) kapal, yaitu: tonase > 1000 GT, tonase antara 500 GT dan 1000 GT, dan tonase < 500 T, masing-masing untuk pelabuhan penyeberangan kelas I, II, dan III. Klaster tonase kapal itu berimplikasi pada kebutuhan lahan perairan pelabuhan. Karena itu, kejelasan tentang elemen ukuran utama kapal yang terbesar pada masing-masing kelompok tonase diperlukan untuk penentuan kebutuhan lahan perairan pada masing-masing kelas pelabuhan. Ada 189 variasi ukuran utama kapal ferry ro-ro yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. Ukuran utama dan tonase kapal sampel ditentukan dengan menggunakan rumus empirik. Variasi panjang antara garis gerak kapal sebanyak tujuh variasi, yakni sekecilnya 29,111 meter dan sebesarnya 64,444 meter dengan interval sebesar 5,889. Tonase kapal sampel terhitung: sekecilnya 169 GT dan sebesarnya 2327 GT. Kapal yang memiliki tonase lebih besar tidak serta memiliki elemen ukuran utama yang semuanya lebih besar dari elemen ukuran utama kapal yang tonasenya lebih kecil. Elemen ukuran utama kapal yang terbesar diidentifikasi pada masing-masing kelompok tonase kapal. Hasil akhir dari penelitian adalah ukuran lahan fasilitas pokok perairan untuk pelabuhan penyeberangan kelas I, II, dan III. Lahan fasilitas pokok perairan pelabuhan penyeberangan kelas I dibatasi untuk pelayanan kapal dengan tonase sebesarnya 1500 GT.
KENABIAN SEBAGAI TINDAKAN POLITIK Asri, Syamsul
JPP (Jurnal Politik Profetik) Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Politik Profetik
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpp.v5i1.3300

Abstract

Prophethood (nubuwwah) is an implementation of the authority of divine lordship (to order and to protect) in a so-called divine city in which justice (‘adalah) as the fundamental objective of divine laws and politics may be rigidly enforced within the milieu of socio-politics. The purpose of this prophetic political engagement is to restore the ritual formal principles (i’tibari) of the sharia to its realistic fundamental principles (takwini) so that the Truth (al--Haq) may be flawlessly observed to its utmost level of possibilities.
AKTOR POLITIK KONTEMPORER DALAM PERSPEKTIF PSYCHOCULTURAL Asri, Syamsul
JPP (Jurnal Politik Profetik) Vol 1, No 1 (2013): JURNAL POLITIK PROFETIK
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpp.v1i1.1616

Abstract

Today, the post industrial era of digital modernity presents politics as a popular, non-elitism, day to day discourse. Even everyone may be a politician, who are aware of their surrounding power relation and get constantly involved in formulating political vision and mission, regardless of internal irrational overlapping interests. The contemporary political actors, whether or not they like it, have to disclose themselves to all possible approaches applied by any groups of people including both local businessmen and multinational capitalists, whose latter multilayered interests dominate structural politics. Politics of image culminates the actors’ existence, while the media plays amplifying roles and this point runs as a symbiosis; using the Panopticon concept of Foucault, a contemporary political actor as well as a subject and an object of Panopticon. Whether or not he was aware, Foucault had been trapped within a network of communication which either he himself established it or outsider’s systemic power did it. This in turn bears undisputable injustices sentiment among the very original owners of the polis; the demos or the people.