Articles

Found 21 Documents
Search

Makrozoobentos Sebagai Indikator Biologi Dari Kualitas Air Di Sungai Kumpeh Dan Danau Arang-Arang Kabupaten Muaro Jambi, Jambi Asra, Revis
Biospecies Vol 2, No 1: Biospecies
Publisher : Biospecies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is used for know the water quality in Kumpeh River and Arang-arang Lakein Kumpeh district based on macrozoobenthic as the biological indicator. To know the communitystructures of macrozoobenthic so it used the analysis of Diversity Index, which uses the Shannon –Weaner Diversity Index. Based on the result of these identification, it was found the quality ofmacrozoobenthic index diversity for Kumpeh River and Arang-arang Lake were between 1.0 - 1.5 andboth of them has been classified as the moderately polluted group. The index of macroozobenthicdiversity of Kumpeh River are about 1.21 and Arang-arang Lake about 1.19 and 1.33. The existencesof Indicator species like Chironomous sp., Scatella sp. And Branchiura sowerbyi are also indicate thatboth of water was polluted.
Peningkatan Kualitas Pendidikan untuk Anak Suku Anak Dalam di Dusun Selapik, Kabupaten Muaro Jambi Asra, Revis; Naswir, Muhammad; Kalsum, Ummi; Lestari, A Puji
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol 2 No 1 (2018): Volume 2, No (issue) 1, Juni 2018
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.541 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v2i1.5424

Abstract

Dusun Selapik merupakan salah satu dusun yang masuk ke dalam Desa Nyogan Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Dusun ini merupakan tempat bermukimnya Suku Anak Dalam (SAD), yang hidup berdampingan dengan warga desa lainnya. Suku Anak Dalam di Dusun Selapik sudah bermukim permanen di kawasan dekat dengan pemukiman penduduk biasa, dan tidak berpindah-pindah, seperti kebiasaan SAD lainnya. Pendidikan bagi anak-anak Suku Anak Dalam yang berada di Dusun Selapik tidak mengikuti sekolah formal sama sekali, mereka hanya belajar di  sanggar belajar “Meraih Mimpi”. Sanggar Belajar ini dibina oleh Karang Taruna Setempat, dan waktu belajarnya hanya 3 kali seminggu, dengan fasilitas seadanya. Berdasarkan hasil survey pendahuluan dan wawancara langsung dengan kepala Dusun Selapik diperoleh informasi bahwa masalah biaya merupakan penyebab utama yang menyebabkan anak-anak SAD putus sekolah. Universitas Jambi sebagai salah satu Lembaaga Pendidikan dan merupakan Perguruan Tinggi Negeri terbesar di Provinsi Jambi, melalui Pusat Sudi Pendidikan Masyarakat dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat turut terpanggil untuk melakasanakan program pendidikan untuk anak-anak SAD. Metode pengabdian yang digunakan yaitu Participatory Rural Apraisal (PRA), yaitu metode pendidikan pada masyarakat.Berdasarkan hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tentang  Peningkatan Kualitas Pendidikan untuk Suku Anak Dalam di Dusun Selapik dapat diambil kesimpulan: (1).Sosialisasi kepada Kepala Desa dan Aparat Desa telah dilakukan dalam upaya untuk mengetahui kondisi real masyarakat Dusun Selapik. (2). Penyuluhan kepada Orangtua SAD telah menggugah dan menyadarkan mereka akan pentingnya pendidikan untuk anak-anak mereka, (3) Pemberian bantuan sarana dan prasarana pendidikan kepada anak-anak SAD  meningkatkan pemahaman anak-anak dalam belajar, mengaji dan praktek ibadah, (4) Kemajuan pendidikan anak-anak SAD di Dusun Selapik cukup signifikan dengan adanya kegiatan Pengabdian Masyarakat ini.
BUDIDAYA ROTAN JERNANG UNTUK PETANI KARET DI PAUH Asra, Revis; Farid, Faizar
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.352 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v1i2.4284

Abstract

Rotan jernang (Daemonorops spp.) merupakan salah satu jenis rotan yang menghasilkan resin merah pada permukaan kulit buahnya. Resin merah jernang ini bernilai ekonomi tinggi dan dimanfaatkan untuk obat-obatan dan perwarna. Rotan jernang di hutan Kecamatan Pauh memiliki keanekragaman genetik yang tinggi, sehingga jernang di lokasi ini merupakan sumber plasma nutfah Jambi yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan. Menurut Balai Informasi Kehutanan Provinsi Jambi tahun 2009, keberadaan rotan jernang saat ini sudah langka. Oleh karena itu upaya budidaya harus dilakukan. Kendala  yang dihadapi oleh masyarakat petani karet dalam budidaya rotan jernang adalah sulitnya memperoleh biji tua jernang sebagai sumber bibit. Dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat, metode pengabdian yang digunakan yaitu Participatory Rural Apraisal (PRA), yaitu metode pendidikan pada masyarakat. Metode PRA ini memiliki kelebihan, dimana keterlibatan masyarakat secara aktif (sebagai subyek) dan Perguruan Tinggi sebagai fasilitator. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan budidaya rotan jernang telah dilaksanakan di desa Karang Mendapo dan Batu Ampar Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun bersama kelompok tani  Belato Makmur dan Makmur Utama. Sosialisasi dengan anggota kelompok tani berlangsung lancar, karena ketua IbM telah mengenal ketua kelompok tani, pada saat melakukan penelitian tentang jernang di daerah Kecamatan Pauh. Anggota kelompok tani sangat antusias dalam mengikuti kegiatan sosialisasi, karena mereka berharap dengan integrasi tanaman jernang di  kebun karet mereka dapat meningkatkan perekonomian mereka. Berhubung sulitnya memperoleh biji tua untuk jenis jernang unggul (Daemonorps draco) yang memiliki nilai jual getah jernang paling tinggi, maka ketua peneliti berinisiatif untuk membeli anakan jernang dari pemilik kebun jernang dan para pencari jernang. Anakan jernang ini ada yang diperoleh dari jernang yang telah dikebunkan dan ada juga yang dari hutan alam. Anakan yang diperoleh selanjutnya ditanam di dalam polybag dengan media tanam tanah, pasir dan pupuk kandang. Hasil monitoring pertumbuhan menunjukkan bahwa persentase pertumbuhan anakan mencapai 60 %.
Pengaruh Hormon Giberelin (GA3) Terhadap Daya Kecambah dan Vigoritas Calopogonium caeruleum Asra, Revis
Biospecies Vol 7, No 01 (2014)
Publisher : Biospecies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hormon giberelin (GA3) terhadapdaya kecambah dan vigoritas Calopogonium caeruleum. Penelitian menggunakan RancanganAcak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama konsentrasi GA3 (G) terdiri dari 6 tarafG0 = 0 ppm, G1 = 100 ppm, G2 = 200 ppm, G3 = 300 ppm, G4 = 400 ppm, G5 = 500 ppm,sedangkan faktor ke dua adalah lama perendaman, terdiri dari 3 taraf yaitu T1 = 6 jam, T2 = 12jam dan T3 = 24 jam, sehingga didapat 18 kombinasi perlakuan dengan ulangan sebanyak 3kali. Parameter yang diamati meliputi persentase daya kecambah (%) dan vigoritas (%). Analisisdata menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan apabila terdapat perbedaan nyatadilanjutkan dengan uji lanjut Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwainteraksi konsentrasi GA3 dan lama perendaman memperlihatkan pengaruh yang nyata(P<0,05) terhadap persentase perkecambahan dan vigoritas Calopogonium caeruleum.Perlakuan yang terbaik dalam menghasilkan persentase perkecambahan Calopogoniumcaeruleum tertinggi adalah G5T3 (GA3 500 ppm dengan lama perendaman 24 jam) yaitusebesar 57,33%.
PENGARUH KONSENTRASI HOMOGENAT JAMUR Pythium aphanidermatum (Edson) Fitzp terhadap Kandungan Ajmalisin dalam Kultur Agregat Sel Catharanthus roseus (L.) G. Don Asra, Revis
SAINMATIKA | Jurnal Sains dan Matematika Vol 6, No 1 (2013): Sainmatika
Publisher : FKIP UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/sainmatika.v6i1.1567

Abstract

An experiment on the effect of elicitor concentrations derived from Pythium aphanidermatum (Edson) Fitzp on ajmalicine content of Catharanthus roseus (L.) G. Don Cell aggregates culture has been conducted. The following concentrations of elicitor tested were 0.05; 0.5; 1.0 and 5.0 mg DW/mL. The harvesting times were 0; 18; 36 and 72 hours after elicitation. The ajmalicine was analyzed qualitatively and quantitavely by using High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Ajmalicine content was influenced by the concentration of elicitor and harvesting time. The highest content of ajmalicine in the cell aggregates (13.089 ± 0.086 µg/gDW) was achieved by addition 1.0 mg DW/mL of elicitor after 18 hours whilts in the medium  (346.728 ± 2.843 µg/gDW) was achieved by addition 1.0 mg DW/mL of elicitor after 36 hours   Kata kunci: Catharanthus roseus (L.) G . Don, Phytium aphanidermatum, elisitor, ajmalisin
Pengaruh Konsentrasi Giberelin (GA3) Terhadap Nilai Nutrisi Calopogonium caeruleum Asra, Revis; Ubaidillah, Ubaidillah
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan JIIP Volume XV No. 2 November 2012
Publisher : Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted  to reveal the effect of the Gibberellins concentration  (GA3) on the content of crude protein (CP), acid detergent fiber (ADF) and neutral detergent fiber (NDF) of Calopogonium caeruleum. The design of experiment was the Completely Randomized Design (CRD) in factorial arrangement. The first factors were the concentrations of GA3 namely 0, 100, 200, 300, 400 and 500 ppm, for G0,G1, G2, G3, G4, and G5 respectively and the second factors were the soaking time at 6, 12 and 24 h, for T1, T2 and T3 respectively. Each treatment has three replications. The results showed that there were not significant (P< 0.05) effect of the concentration of GA3 on the content of CP, ADF and NDF of Calopogonium caeruleum
SELEKSI PRIMER INTER SIMPLE SEQUENCE REPEATS (ISSR) PADA Daemonorops draco (Willd.) Blume (ARECACEAE) Asra, Revis
Jurnal Penelitian Universitas Jambi: Seri Sains Vol 16, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Penelitian Universitas Jambi: Seri Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian seleksi primer Inter Simple Sequence Repeats (ISSR) pada Daemonorops draco (Willd.) Blume telah dilakukan. Sampel untuk isolasi DNA D. draco berasal dari 5 populasi. Metode isolasi yang digunakan adalah Carment del Castillo et al. (2006) yang  telah dimodifikasi.  Sebanyak 15 primer ISSR yang berasal dari beberapa jenis tumbuhan D. draco di seleksi untuk mendapatkan pita DNA yang tebanyak, jelas dan reproducible. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima belas primer yang diamplifikasi menghasilkan 135 total pita yang diskor di antara aksesi D. draco. Jumlah pita yang diskor per primer berkisar dari 4-13 pita, dengan rata-rata 9 pita per primer. Berdasarkan hasil skreening 15 primer, diseleksi 5 primer yang menghasilkan pita yang banyak dan jelas, yaitu : HB 8, UBC 807, UBC 808, UBC 810 dan UBC 834, yang mampu menghasilkan pita sebanyak 10-13 pita. Kelima primer tersebut direkomendasikan untuk amplifikasi DNA genom dari individu-individu jernang dalam melakukan analisis diversitas genetik. Key word : Daemonorops draco, Primer, ISSR.
MODIFICATION OF DNA ISOLATION PROTOCOL FROM DRIED-LEAF TISSUES OF THREATENED SPECIES “JERNANG” (Daemonorops draco (Willd.) Blume) Asra, Revis; Syamsuardi, .; Mansyurdin, .; Witono, Joko Ridho
Jurnal Penelitian Universitas Jambi: Seri Sains Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Penelitian Universitas Jambi: Seri Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DNA isolation is an important issue in molecular fields  especially for threatened species such as Daemonorops draco (Willd.) Blume. Typically, leaflets structure of D. draco consists of leaflets as common species of palms. DNA isolation protocol described by Doyle dan Doyle (1987) and Carmen del Castillo et al., (2006) were tested. Protocol Carmen del Castillo et al., (2006)  was modified obtain high quality of template DNA of D. draco. Modified DNA-isolation protocol is relatively quick, simple, least expensive, minimum equipments and chemicals required, and suitable for PCR. Keywords: Daemonorops draco, dried-leaf tissues, DNA isolation
Pengembangan Modul Elektronik Dengan Pendekatan Saintifik Materi Sistem Peredaran Darah Pada Manusia Untuk Siswa Kelas VIII Zaharah, Zaharah; Yelianti, Upik; Asra, Revis
Edu-Sains: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 6 No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmpmipa.v6i1.5270

Abstract

Abstrak Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk: 1) Menghasilkan modul elektronik yang memenuhi aspek kesesuaian isi dengan kurikulum, penyajian materi dan keterbacaan. 2) Menguji kelayakan modul elektronik dengan pendekatan saintifik yang dibuat dengan memperhatikan prinsip pengembangan module ekronik melalui validasi dan ujicoba pada siswa kelas VIII. 3) Mengetahui respon siswa terhadap module ektronikdengan pendekatan saintifik   materi system peredaran darah pada manusia untuk kelas VIII SMP. 4) Mengetahui respon guru terhadap modul elektronik dengan pendekatan saintifik materi system peredaran darah pada manusia untuk kelas VIII SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan R&D (research and development/penelitian dan pengembangan) dengan menggunakan model Lee dan Owen, dengan langkah 1) Analysis, 2) Design, 3) Development, 4) Implementation dan 5) Evaluation (ADDIE). Penelitian pengembangan ini menghasilkan modul elektronik menggunakan 3D PageFlip Professional pada materi sistem peredaran darah pada manusia, berdasarkan hasil validasi dan ujicoba memperoleh kriteria ?sangat baik?.  Maka dapat dikatakan bahwa modul elektronik yang dikembangkan sudah layak digunakan sebagai bahan ajar untuk siswa kelas VIII SMP.
RASIO SEKS JERNANG (Daemonorops draco (Willd.)Blume) PADA POPULASI ALAMI DAN BUDIDAYA: IMPLIKASI UNTUK PRODUKSI BIJI Asra, Revis; Syamsuardi, Syamsuardi; Mansyurdin, Mansyurdin; Ridho Witono, Joko
Buletin Kebun Raya Vol 15, No 1 (2012): Buletin Kebun Raya Vol. 15 (1) January 2012
Publisher : Center for Plant Conservation Bogor Botanic Garden, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jernang (Daemonorops draco (Willd.) Blume) is a dioecious rattan species that produces resin on female individuals. The sex of jernang can only be identified from its inflorescences morphology. Sex survey was conducted in 5 populations of  jernang, 3 populations of which in the Bukit Tigapuluh National Park (BTNP), 1 population in the secondary forest in Jambi province and 1 population in the area of rubber plantation in Jambi province. Chi-Squared test on the sex ratio of  jernang showed that the ratio of the male to female in their natural habitat (Bengayoan and Tebo, 2 parts of the BTNP ecosystem and the Sepintun secondary forest) was distorted from the normal ratio of 1:1, while the cultivated jernang in Nunusan population (BTNPT) and Mandiangin were not significantly different from the normal sex ratio of 1:1. Female individuals from the cultivated population in the Mandiangin (planted in 1997) has an average number of stems per clump more on individual males (27.12) than females (26.92). The result of this study indicated that the D. draco has a good reproductive strategy and thus suitable for cultivation.