Articles

The Use of Nata de Coco Membrane as Biosensor Material Mulyono, Tri; Asnawati, Asnawati; Noviandri, Indra; Buchari, Buchari
Jurnal ILMU DASAR Vol 8, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.254 KB)

Abstract

Nata de coco has been characterized as filter toward glucose solutions. Standard nata de coco membrane cannot be used as membrane because of variations of thickness. It has unequal weight if it was made thinner. Basedon its character, nata de coco had been made in various incubation times. Three days incubation timemembrane have passed up 76.84 % glucose, 61.15  Lm-2 hr-1 flux/permeability. In Low concentration, it’sproduced permeate 87% and decrease in increasing concentration. Structures of membrane morphologyshowed that existence of bovine serum albumin (BSA) in glucose solution possibility didn´t influencedetermination of glucose in blood.Keywords : Nata de Coco, Membrane, Glucose
PENGARUH BERBAGAI MACAM MIKROORGANISME LOKAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG PADA TANAH ALLUVIAL Syamsuddin, Adi; Purwaningsih, Purwaningsih; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.594 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai macam mikroorganisne lokal terhadap pertumbuhan dan hasil terung pada tanah alluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), perlakuan yang diberikan terdiri dari 6 Perlakuan setiap perlakuan terdiri 4 ulangan setiap ulangan terdiri dari 3 sampel. Adapun perlakuan sebagai berikut : mol bonggol pisang (p1), mol buah-buhan (p2), mol sayur-sayuran (p3), mol rebung (p4), mol maja (p5), mol nasi (p6). Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah cabang produktif (cabang), diameter buah (cm), panjang buah (cm), jumlah buah per tanaman (buah), berat buah per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mol bonggol pisang, mol buah-buahan, mol sayur-sayuran, mol rebung, mol maja, mol nasi, berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel yang diamati.   Kata kunci : Mol, Pertumbuhan dan Hasil, Terung, Tanah Alluvial
Design of Multi Syringe Pump for Flow System Analysis Mulyono, Tri; Asnawati, Asnawati; Faruq, Umarul
Jurnal ILMU DASAR Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.372 KB)

Abstract

The aims of this work were to research: design of the multi syringe pumps, volume consistency of ISAB and the correlation of the PWM to the flow rate of carrier. Pump speed was set by PWM. Controlling the pump speed and time were performed with a computer using Labview software. It was found that based on the time variation of time then the volume of ISAB has a consistency of the injected volume with Kv 0.25% to 2.53% and the rate of carrier based on multi syringe velocity have a good correlation with the regression value of 0.998 and the value of Kv 0.27% to 1.2%. Keywords : Multi syringe pump, MSFIA methods, PWM
Amperometric biosensor for glucose detection based-on immobilisation of glucose oxidase in acetic cellulose membrane using ferrocene as mediator Asnawati, Asnawati; Indarti, Dwi; Mulyono, Tri; Kesuma B, Gembong
Jurnal ILMU DASAR Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.725 KB)

Abstract

The study reported the development of glucose ampherometric biosensor based on immobilization of glucose oxidase on cellulose acetate membrane with ferrocene as a mediator. Biosensor was designed with model Fc, GOx, CP / GOx / CA where ferrocene and the enzyme glucose oxidase on carbon paste in immobilizatin on the electrode body in the form of glass tubes and in other parts of the enzyme glucose oxidase in immobilizatin on cellulose acetate membrane with adsorption techniques are placed in electrode tip by using the o-ring. The presence of enzymes immobilization was determined quantitatively by enzyme immobilization was Km value. The results showed the composition of acetone-water in the optimum coagulation bath is 0:100% and 0,0008 g of Optimum ferrocene. Biosensor for measuring glucose in the area amperometri 0,1 to 3 mM with regression coefficient of 0,996, the detection limit of 0,01 mM, sensitivity of 0,989 μA / mM, the reproducibility of 0,07 to 0,3% and lifetime of 1 day. Keywords : Biosensor; glucose oxidase ; acetic cellulose; Ferrocene: Ampherometric.
PENGARUH LARUTAN MOL REBUNG DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PEMATAHAN DORMANSI BENIH KEMIRI Heli, Yulius; Palupi, Tantri; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi MOL rebung dan lama perendaman yang terbaik untuk mematahkan dormansi benih kemiri. Penelitian dimulai dari tanggal 26 April sampai 24 Juni 2014. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri 2 faktor yaitu konsentrasi yang terdiri 5 taraf perlakuan dan lama perendaman terdiri 3 taraf perlakuan. Faktor pertama konsentrasi (k0) tanpa MOL rebung, (k1) konsentrasi  MOL rebung 10 ml/liter air, (k2) konsentrasi MOL rebung 20 ml/liter air, (k3) konsentrasi MOL rebung 30 ml/liter air, (k4) konsentrasi MOL rebung 40 ml/liter air; faktor kedua lama perendaman, (j1) lama perendaman benih 1 jam, (j2) lama perendaman benih 3 jam dan  (j3) lama perendaman 5 jam. Variabel yang diamati: kadar air (%), daya berkecambah (%), indeks vigor (%), keserempakan tumbuh (%), kecepatan tumbuh (%/etmal), dan laju pertumbuhan kecambah (%). Hasil penelitian menunjukkan interaksi konsentrasi MOL rebung dan lama perendaman memberikan pengaruh nyata, dan sudah dapat mematahkan dormansi benih kemiri. Hasil terbaik ditunjukkan oleh konsentrasi MOL rebung 40 ml/l dan lama perendaman 5 jam, dengan kadar air sebesar 11,54%, daya berkecambah 53,33%, indeks vigor 20%, keserempakan tumbuh 48,33%, kecepatan tumbuh 1,60%/etmal, dan laju pertumbuhan kecambah 78,29%. Kata kunci: benih kemiri, dormansi, lama perendaman dan mikroorganisme lokal
UJI DAYA HASIL KLON LIDAH BUAYA PADA MEDIA TANAH GAMBUT Budi, Budi; Hidayat, Hidayat; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hasil beberapa klon lidah buaya pada media gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Sepakat II Kota Pontianak, dimulai dari tanggal 10 Juli sampai 26 Oktober 2013.  Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen Rancangan Petak Terbagi yaitu terdiri dari dua faktor yaitu media tanah gambut (R) sebagai petak utama dan jenis klon (E) sebagai anak petak. Media tanah gambut terdiri dari dua lokasi Rasau Jaya I dan Rasau Jaya III. Klon lidah buaya terdiri dari lima jenis klon yaitu : E4, E5, E6, E7, dan E8. Jumlah perlakuan terdiri dari 10 kombinasi dengan masing-masing diulang sebanyak 5 kali dan setiap unit perlakuan ada 3 sampel tanaman, sehingga total seluruh tanaman sebanyak 150. Variabel pengamatan dalam penelitian ini meliputi : pertambahan tinggi tanaman (cm), pertambahan jumlah pelepah (helai), jumlah anakan, panjang pelepah hasil (cm), lebar pelepah hasil (cm), tebal pelepah hasil (cm), berat per pelepah hasil (g), berat pelepah per tanaman (g), dan jumlah pelepah hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon E4 dan E6 mempunyai daya hasil baik pada media tanah gambut asal Rasau Jaya I dan asal Rasau Jaya III, tanah gambut asal Rasau Jaya I lebih subur dibandingkan di tanah gambut asal Rasau Jaya III yang  ditunjukkan dari hasil klon lidah buaya lebih baik.
PENGARUH DOSIS KASCING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI HIJAU PADA TANAH ALLUVIAL aponius, aponius; Susana, Rini; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis kascing yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau pada tanah alluvial. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan  diulang sebanyak lima kali, setiap ulangan terdiri dari tiga sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu k1: 7 ton/ha setara dengan 21 g/polybag, k2: 12 ton/ha setara dengan 36 g/polybag, k3: 17 ton/ha setara dengan 51 g/polybag, k4: 22 ton/ha setara dengan 66 g/polybag dan k5: 27 ton/ha setara dengan 81 g/polybag. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah volume akar, jumlah daun, luas daun, klorofil daun dan berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kascing belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah alluvial. Dosis kascing yang efisien untuk pertumbuhan adalah 21 g/polybag setara dengan 7 ton/ha.     Kata kunci : Alluvial, Kascing, Sawi Hijau.  
PENGARUH BERBAGAI WADAH PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS LADA PUTIH YUNIANTI, HENI; HADIJAH, SITI; ASNAWATI, ASNAWATI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wadah penyimpanan yang paling baik digunakan pada penyimpanan lada putih dan mampu mempertahankan kualitas lada putih selama disimpan. Penelitian ini menggunakan analisis keragaman pola Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 5 perlakuan wadah penyimpanan yaitu karung beras (B), karung gandum (G), kantong plastik (P), toples plastik (T), dan kaleng (K). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap ulangan terdiri dari 2 sampel, sehingga terdapat 25 satuan perlakuan dan 50 unit percobaan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu perubahan berat (g), perubahan kadar air (%), kadar cemaran kapang atau kontaminasi jamur (%), dan kadar biji enteng (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wadah penyimpanan berpengaruh nyata terhadap 3 variabel pengamatan yaitu perubahan berat, perubahan kadar air, dan kadar biji enteng. Pertambahan berat terjadi pada lada putih yang disimpan menggunakan karung beras sebesar 11,84 g, karung gandum 11,57 g, kaleng 0,50 g, dan kantong plastik 2,88 g, sedangkan pengurangan berat terjadi pada toples plastik 0,30 g. Peningkatan kadar air terjadi pada lada putih yang disimpan menggunakan karung beras 1,44 % dan karung gandum 1,63 %, sedangkan penurunan kadar air terjadi pada toples plastik 2,01 %, kaleng 1,89 %, dan kantong plastik 1,56 %. Kadar biji enteng tertinggi terjadi pada lada putih yang disimpan menggunakan kantong plastik 7,10 %, diikuti kaleng 6,66 %, dan toples plastik 6,17 %, sedangkan kadar biji enteng terendah terjadi pada karung gandum 2,59 %, diikuti karung beras 2,86 %.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR MOL LIMBAH IKAN PADA TANAH ALLUVIAL Arianto, Agus; Purwaningsih, Purwaningsih; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari konsentrasi Mol limbah ikan yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga pada tanah alluvial. Penelitian ini mengguna kan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan diulang sebanyak lima kali, setiap ulangan terdiri dari tiga sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu k1 : 100 ml/l, k2 : 150 ml/l, k3 : 200ml/l, k4 : 250 ml/l, k5 : 300 ml/l. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat bunga dan diameter bunga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MOL mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Konsentrasi MOL sebesar 250 ml/l (k4) merupakan konsentrasi terbaik dalam menunjang hasil yang tertinggi pada diameter bunga dan berat bunga.
PENGARUH METODE PEMATAHAN DORMANSI TERHADAP VIABILITAS BENIH SIRSAK SIMANJUNTAK, MASTORA; wasian, wasian; asnawati, asnawati
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benih sirsak merupakan benih yang memiliki kulit biji yang keras, sehingga benih sirsak merupakan benih dorman yang baru akan mulai berkecambah sekitar empat minggu setelah penyemaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pematahan dormansi yang terbaik terhadap viabilitas benih sirsak. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu upaya pematahan dormansi benih sirsak yang terdiri dari 6 perlakuan, yaitu: A ( Perendaman Air Selama 30 menit), B (Perendaman KNO3 3% Selama 30 menit), C (Perendaman H2SO4 8% Selama 20 menit), D (Skarifikasi + Perendaman Air Selama 30 menit), E (Skarifikasi + Perendaman KNO3 1,5% Selama 30 menit), F (Skarifikasi + Perendaman H2SO4 4% Selama 20 menit). Setiap perlakuan menggunakan 25 biji sirsak dan terdiri dari 4 ulangan. Penelitian dilakukan di laboratorium Agronomi dan dilapangan dengan membuat rumah penelitian dari plastik. Hasil analisis keragaman menunjukan bahwa semua perlakuan berpengaruh tidak nyata pada semua variabel pengamatan (kadar air, daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh dan kecepatan tumbuh). Semua perlakuan pada umumnya tidak mempercepat pematahan dormansi benih sirsak.