Putri Asmita Wigati
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

Kepesertaan Masyarakat Pada Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) di Kabupaten Purbalingga

MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 11, No 1 (2012): MKMI
Publisher : MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.308 KB)

Abstract

Dalam kurun waktu 2005-2010 terjadi penurunan kepesertaan strata III yang merupakan peserta JPKM golongan ekonomi mampu. Tujuan penelitian ini menganalisis manajemen kepesertaan oleh Pra Badan Penyelenggara JPKM "Sadar Sehat Mandiri" Kabupaten Purbalingga dalam mempertahankan loyalitas peserta JPKM SIII. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bersifat deskriptif dengan pendekatan wawancara mendalam. Dari hasil penelitian menuniukkan bahwa kegiatan manajemen kepesertaan dalam rangka mempertahankan kepesertaan berkontribusi terhadap loyalitas peserta JPKM strata III. Penurunan kepesertaan strata III dikarenakan belum adanya kriteria baku yang mengatur kriteria keluarga pasca miskin dan kurangnya inovasi dalam program JPKM. Kata Kunci : JPKM, Manajemen Kepesertaan, Loyalitas. The Analysis of Members Management on JPKM Programme in Purbalingga Regency; In the range of year 2005-2010, it happenned any decrease of the member in strata III. The purpose of this study analyzed the management of membership by the Pre-Board Organizer JPKM "Healthy Self-Conscious" Purbalingga loyalty participants JPKM SIII. This study is a descriptive qualitative research with in-depth interview approach. From the results showed that participation of management activities in order to maintain membership contributes to the loyalty of participants JPKM stratumIII. Stratum III membership decline is not due to low participant loyalty, but the lack of standard criteria that govern the criteria of post poor families. Key words : JPKM, Management Participation, Loyalty

Rokok, Pola Pemasaran dan Perilaku Merokok Siswa SMA/Sederajat di Kota Semarang

MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 11, No 1 (2012): MKMI
Publisher : MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.015 KB)

Abstract

Populasi perokok yang mulai merokok sebelum berumur 19 tahun meningkat dari 69% tahun 2001 meniadi 78% tahun 2004. Penelitian ini bertuiuan untuk mengetahui pola pemasaran rokok, karakteristik perokok dan perilaku merokok siswa SMA/sederajat do Kota Semarang. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan subyek adalah siswa SMA/sederajat, berumur l5-19 tahun, berstatus perokok. Pengambilan subyek penelitian menggunakan metode Purposive Sampling. Pengumpulan data melalui wawancara dan diskusi kelompok terarah. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar subyek memulai merokok ketika berumur dibawah 15 tahun, memiliki konsep diri yang negatif karena merokok, mengetahui kegawatan dari penyakit akibat rokok, akan tetapi belum dapat berhenti karena factor kecanduan. Pola pemasaran produk rokok yang berpengaruh kuat membentuk perilaku merokok remaja adalah pergaulan teman sebaya, perilaku merokok orangtua atau keluarga terdekat. Pengetahuan subjek yang masih rendah tentang rokok mengakibatkan sikap yang positif terhadap perilaku merokok. Kata Kunci: Rokok, pola pemaiaran, peiilaku merokok Cigarette, Marketing Patterns, and Smoking Behaviour of senior High school student in Semarang City, The smoker population had started on 19th years old getting increase from 69% on 2001 become 78% on 2004. The goal of this research were to analized cigarette marketing pattterns, smoker characteristic, and smoking behaviour of senior High school student in Semarang city. The type of this research is descriptive and qualitative that sample were smoker students on 15-19th years old and taken by purposive sampling. Collecting data by interview and Focus Group Discussion. The result showed that almost subject started smoking when they were on l5th years old, they have a negative concept because of smoker status, and actually know the illness, but cannot stop smoking. The association between friends, parents or family behaviour were form of cigarette marketing patterns that have strong influence of smoking behaviour. The knowledge of subject were low and it caused a positive attitude of smoking behavior Key Words: Cigarette, Marketing Path, Smoking Behaviour

Analisis Alur Pelayanan Dan Antrian Di Loket Pendaftaran Pasien Rawat Jalan

Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instalasi Rawat Jalan merupakan unit fungsional yang menangani penerimaan pasien yang berobat rawat jalan di rumah sakit. RSUD Kota Semarang berpotensi menjadi rumah sakit rujukan utama bagi masyarakat Kota Semarang. Salah satu harapan pasien adalah tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan, tetapi masih ada pernyataan pasien yang sedang menunggu pelayanan pendaftaran bahwa antriannya masih terlalu lama. Tujuan penelitian adalah menganalisis sistem antrian di loket pendaftaran pasien rawat jalan RSUD Kota Semarang. Jenis Penelitian yang dilakukan merupakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan studi pontong lintang. Data tingkat kedatangan dan waktu pelayanan setiap pasien diperoleh dari loket pendaftaran pasien rawat jalan selama satu minggu (Senin-Sabtu). Model antrian pendaftaran rawat jalan RSUD Kota semarang menggunakan sistem M/M/1, yaitu proses antrian dengan 1 petugas pelayanan di setiap jenis pembiayaan dan FIFO sebagai disiplin antrian. Angka kedatangan tertinggi di masing-masing jenis pembiayaan pada jam buka pengambilan nomor antrian yaitu jam 06.30-07.29. Rata-rata waktu pelayanan pendaftaran loket rawat jalan pada pasien askes 1,3 menit, pada pasien jamkesmas 0,98 menit dan pada pasien umum 1,6 menit. Rata-rata waktu tunggu pelayanan pendaftaran rawat jalan RSUD Kota Semarang pada pasien askes dan pasiem umum terlama terjadi pada jam pelayanan 07.30-08.29 dan tercepat pada jam pelayanan 11.30-12.00, sedangkan pada pasien jamkesmas waktu tunggu pelayanan terlama pada jam pelayanan 08.30-09.29 dan tercepat pada jam pelayanan 11.30-12.00. Untuk menghindari antrian panjang yang terjadi di semua jenis pembiayaan, perlu adanya penambahan loket sehingga dapat mengurangi panjang antrian, meskipun penambahan loket akan mempengaruhi penambahan tenaga dan peralatan yang ada, hal ini juga dapat dijadikan dasar untuk mengurangi lama waktu tunggu.

Analisis Perbedaan Tingkat Kepuasan Pasien Umum dan Pasien Jamkesmas Terhadap Pelayanan Dokter Pada Unit Rawat Inap Di Puskesmas Mlonggo Kabupaten Jepara

Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas Mlonggo merupakan salah satu Puskesmas perawatan.Puskesmas perlu untuk memperhatikan mutu pelayanan yang ada sehingga baik pasien umum dan pasien Jamkesmas dapat merasakan tingkat kepuasan yang sama dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan di Puskesmas.Analisis data dilakukan untuk mengetahui perbedaan kepuasan pada 10 indikator yang terdapat dalam IKM yaitu prosedur pelayanan, persyaratan pelayanan, kecepatan pelayanan, keadilan mendapatkan pelayanan, kejelasan dokter, tanggung jawab dokter, kemampuan dokter, kesopanan dan keramahan dokter, kepastian jadwal pelayanan, serta keamanan pelayanan antara pasien umum dan pasien Jamkesmas dengan menggunakan uji mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kepuasan pasien antara pasien umum dengan pasien Jamkesmas pada indikator keadilan mendapatkan pelayanan, kejelasan dokter, kemampuan dokter, kejelasan jadwal pelayanan serta keamanan pelayanan

Suitability Analysis between Expectations and Reality of Employee from Organizational Aspect at Bulu Lor Public Health Center in Semarang

Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background; At the health center Bulu Lor Semarang was obtained employees dissatisfaction to leadership, compensation, work environment, promotion opportunities, and supervision. The purpose of this study was to determine the fit between the expectations and reality of employee’s job satisfaction in the organizational aspects of the health center Bulu Lor Semarang. Method; This research is an observational method and cross sectional survey. The research aspects were leadership, compensation, work environment, promotion opportunities, and supervision. The sample was civil servant who works in the health center of Bulu Lor Semarang totaling 17 people. The instrument in this study was using questionnaire that given twice, the first are expectations and the second are reality.  Analysis of the research data was using Importance- Performance Analysis by Cartesian Diagram. Result; The results showed the level of suitability between expectation and reality employees are leadership 89.95%, compensation 82.82%, work environment 76,47%, promotion opportunities 86.59%, and supervision 84.50%. Summary of Cartesian diagram analysis shows that work environment needs to be fixed and there are aspects to maintain; compensation and leadership. Conclusions; It can be concluded that characteristics of the respondents in the health center of Semarang Bulu Lor percentage are, 58.8% Early Adult (26-35 years), 82.4% female, 82.4% are highly educated (D3, D4, S1), 76.5% period the new work is less than 10 years, and each as much as 17.6% holding positions as doctors, Sanitarian, Nurse, Administrative staff, The level of suitability between expectation and reality employees are leadership 89.95%, compensation 82.82%, work environment 76,47%, promotion opportunities 86.59%, and supervision 84.50%. Summary of Cartesian diagram analysis shows that work environment needs to be fixed and aspects to maintain are compensation and leadership

Analysis The Standard of Medical Record Resources Needed, Based on Workload at Ken Saras Hospital Medical Record Instalation 2013

Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Medical record has a purpose to achieve an orderly administrative in an increasing health effort. UU RI no. 29 of 2009 section 46 and 47 said that every doctor and dentist should be make an medical record in their practices. If they violate, they can be penalized accordance with the provisions. In this research, needs analysis seen from some aspect, the amount of resources, education, skill, and work motivation. Ken Saras Hospital Medical record installation suffer fairly high turnover in 2013, so it make increasingly heavy workload for the employees who still survive.Medical Records Installation  in Ken Sarah Hospital has been regeneration at sometime ago, so it made heavy workload for resources who still survive. .The purpose of this research is to determine the workload of resources, the suitability of the workload and the need that based on workload. Method:  This research used qualitative descriptive study with cross sectional approach. Data collection used work sampling method  and in-depth interview. The population in the study was the time used medical record personnel in completing the work and the whole effort implementing IRM in a total of 11 people. Result: The results of this research is the ideal amount of medical record resources from amount of power aspect , education, skills and nowadays work motivation of resources. According the result of this research is 3.07 hours of workload, 3.3 hours of productive time, education, skill, and work motivation affect the work system of instalation. The workload in registration section is 5.88 hours, and 5.9 hours of productive time.  Educational standards in irm is good enough, but need to add 1 resource in registration section with D3 RM standart. IRM skills is good enough, but need the training of medician recorder to improve the skill. Work motivation is still lacking. According this research, can be concluded that theres deficiency in medical record installation, 1-2 resources. The registration section with high school education competencies, need procurement training to improve the knowledge resources, and need some activities to improve work motivation

Sekolah Petra (Penanganan Trauma) Bagi Anak Korban Bencana Alam

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya perhatian pada penanganan korban bencana alam, khususnya upaya pemulihan trauma di setiap bencana alam yang terjadi di Indonesia merupakan masalah yang belum ditangani secara serius dan efektif. Padahal trauma dapat menyebabkan masalah besar dalam kehidupan pasca bencana alam. Bencana berarti juga terhambatnya laju pembangunan. Berbagai hasil pembangunan ikut menjadi korban sehingga perlu adanya proses membangun ulang. Siswa pun harus terpaksa berhenti sekolah. Kenyataan seperti ini berarti pula muncul kemungkinan kegagalan di masa mendatang. Dari berbagai masalah seperti itu bisa menyebabkan timbulnya trauma (Faturochman,  2013). Melalui kajian pustaka, sebuah gagasan membentuk Sekolah Petra muncul sebagai solusi permasalahan di atas. Sekolah Petra dengan metode penanganan berdasarkan kebutuhan korban dan pemulihan tiga aspek penting dalam korban, yaitu emosional, intelektual, dan spiritual diharapkan mampu memulihkan kondisi korban bencana secara menyeluruh. Sekolah Petra diterapkan secara bertahap: pertama, identifikasi masalah dengan mengumpulkan data-data di lapangan; kedua, spesifikasi masalah berdasarkan data-data yang telah diambil, sehingga terbentuk kelompok-kelompok yang digolongkan berdasarkan tingkat trauma, permasalahan, dan kepribadian korban, dan kategori lain yang dianggap penting; ketiga, pemecahan masalah dengan mencari solusi yang tepat terhadap penanganan masing-masing kelompok. Setelah terbentuk kelompok-kelompok dengan metode penanganan masing-masing, maka sekolah dapat dimulai. Lamanya waktu pelaksanaan program ini disesuaikan dengan tingkat perkembangan korban dan mengacu pada evaluasi yang dilakukan. Program Sekolah Petra dirancang untuk menjawab permasalahan penanganan trauma pada korban bencana alam terutama untuk anak-anak. Di harapkan Sekolah Petra mampu menyembuhkan luka trauma secara permanen dan memulihkan kondisi, serta meningkatkan kualitas hidup korban bencana alam.