Dimas Asmarakandy
Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang 50275

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS SENSITIVITAS PEMODELAN ANALOG SANDBOX UNTUK MENGETAHUI PERKEMBANGAN STRUKTUR SESAR NAIK Asmarakandy, Dimas; Suprapto, Dwiyanto Joko; Fahrudin, Fahrudin
Geological Engineering E-Journal Vol 6, No 2 (2014): Wisuda Periode Juli - Oktober 2014
Publisher : Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3888.566 KB)

Abstract

Pemodelan sandbox adalah salah satu jenis pemodelan analog dalam ilmu geologi yang memiliki tujuan utama yaitu simulasi gaya, deformasi dan evolusi struktur cekungan sedimen. Terbentuknya struktur geologi berupa sesar naik (thrust atau backthrust fault) diakibatkan oleh sistem tektonik konvergen dan dapat dimodelkan dengan pemodelan sandbox. Penelitian ini bertujuan untuk memahami mekanisme dan sekuen deformasi dari sistem sesar naik dengan mengetahui hasil deformasi yang berupa pola struktur geologi; mempelajari perkembangan morfologi, pola dan distribusi struktur pada sistem tektonik konvergen; mengetahui variabel pengujian dalam pembentukan deformasi pada pemodelan sandbox. Penelitian dilakukan dari tahap persiapan hingga pelaksanaan. Persiapan yang dilakukan adalah pewarnaan, pengeringan dan pengayakan bahan model yaitu pasir kuarsa Formasi Ngrayong dengan dua macam ukuran butir; kategori ukuran pasir kasar (30-50 mesh) dan kategori ukuran pasir halus (60-80 mesh). Selanjutnya melakukan uji konsistensi alat sandbox. Hingga terakhir menentukan kondisi batas pemodelan seperti ukuran butir, ketebalan dan basement. Pada tahap pelaksanaan, data yang dihasilkan yaitu; foto/ gambar hasil pemodelan, waktu pergerakan dan jumlah sesar yang terbentuk, jarak pemendekan dan perubahan dip sesar, serta perkembangan morfologinya. Struktur yang terbentuk yaitu thrust dan backthrust fault. Morfologi yang terbentuk merupakan sabuk sesar thrust yang perkembangannya ditandai oleh terbentuknya struktur-struktur sesar baru. Jumlah sesar bertambah dan sudut kemiringan sesar pun cenderung bertambah seiring dengan meningkatnya pemendekan. Semakin tebal lapisan pasir maka jumlah sesar yang terbentuk lebih sedikit sebaliknya semakin tipis lapisan maka jumlah sesar yang terbentuk lebih banyak. Perbedaan ukuran butir material akan menghasilkan pola struktur dan jumlah sesar yang berbeda pula.
RANCANG BANGUN MODEL KOMPRESI DAN TARIK PERMODELAN SANDBOX DAN MANFAATNYA Fahrudin, Fahrudin; Asmarakandy, Dimas
Teknik Vol 36, No 1 (2015): (Juli 2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.523 KB)

Abstract

Permodelan sandbox dibuat dengan system tektonik konvergen dan divergen dengan menggunakan pergerakan satu sumbu. Permodelan ini bertujuan untuk membuat alat mesin sandbox yang bisa digunakan untuk penelitian dan pengajaran. Mesin berhasil dibuat dan sudah diujicobakan. Ujicoba dengan menggunakan satu lapisan pasir yang diambil dari Formasi Ngrayong. Percobaan selanjutnya dengan beberapa lapisan. Percobaan dilakukan dengan pengamatan yang meliputi pengamatan permukaan dan penampang verikal. Pengamatan yang aspek morfologi, kelurusan struktur, dan perkembangan sesar yang terbentuk. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pembentukan morfologi sangat berkaitan dengan pembentukan sesar. Struktur sesar dengan pola forward propagating thrust faults. Sesar tersebut disebabkan imbrikasi. Lipatan yang terbentuk akibat mekanisme propagasi sesar.[Design of Compression and Extensional of the Sandbox Model and Its Benefit] Divergent and convergent tectonic sytem can be studied from the sandbox modelling. This model has a axis of movement. Sandbox models itends to study the progress of structural geology such as fault and fold. We successfully made machine of sandbox. This machine has basal detachment from duraluminum. Material for model is taken by loose sand from Ngrayong Formation. This experiment focused to observation about morphology in surface and thrust or backthrust in subsurface. This experiment has compression system. Result of model was that morphological sequences associated with fault sequences. Fault is formed to have the pattern of forward propagating thrust faults. It’s caused by imbricate thrust system. Folding is formed by the mechanism of fault propagation folding.