Articles

Found 13 Documents
Search

PENGURANGAN CHROM (Cr) DALAM LIMBAH CAIR INDUSTRI KULIT PADA PROSES TANNERY MENGGUNAKAN SENYAWA ALKALI Ca(OH)2, NaOH DAN NaHCO3 (STUDI KASUS PT. TRIMULYO KENCANA MAS SEMARANG) asmadi, Asmadi; S, Endro; Oktiawan, W.
JURNAL AIR INDONESIA Vol 5, No 1 (2009): JURNAL AIR INDONESIA
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the industries that use hazardous and toxic (B3) on the production process is leather tannery industry, with a compound chromium (Cr). Chromium in the compound, including heavy metals that have a known toxicity of high power. Alkali compound is Ca(OH)2, NaOH,and NaHCO3 the chemicals that can be used for processing liquid waste leather tannery industry that contains chromium, which works to raise the pH and precipitate chromium solution so produced chrome hidroksida in the form of chromium(Cr(OH)3). Results of research it was found that the pH optimum for alkali compound at each pH condition 8, the separation efficiency of 99.28% chromium compound using alkali Ca (OH) 2 and NaOH, while the use of 98.50% NaHCO3. Alkali compound which most effective review of technical aspects to a decrease in the concentration of chromium in leather tannery wastewater is NaOH, because with a small dose is able to separate thechromium in the wastewater with a high efficiency (99.28%), while the most economical and is recommended for applications is in the Ca(OH)2.
PENGURANGAN CHROM (Cr) DALAM LIMBAH CAIR INDUSTRI KULIT PADA PROSES TANNERY MENGGUNAKAN SENYAWA ALKALI Ca(OH)2, NaOH DAN NaHCO3 (STUDI KASUS PT. TRIMULYO KENCANA MAS SEMARANG) Asmadi, Asmadi; S, Endro; Oktiawan, W.
Jurnal Air Indonesia Vol 5, No 1 (2009): Jurnal Air Indonesia
Publisher : Center for Environmental Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.706 KB)

Abstract

AbstractOne of the industries that use hazardous and toxic (B3) on the production process is leather tannery industry, with a compound chromium (Cr). Chromium in the compound, including heavy metals that have a known toxicity of high power. Alkali compound is Ca(OH)2, NaOH,and NaHCO3 the chemicals that can be used for processing liquid waste leather tannery industry that contains chromium, which works to raise the pH and precipitate chromium solution so produced chrome hidroksida in the form of chromium (Cr(OH)3). Results of research it was found that the pH optimum for alkali compound at each pH condition 8, the separation efficiency of 99.28% chromium compound using alkali Ca (OH) 2 and NaOH, while the use of 98.50% NaHCO3. Alkali compound which most effective review of technical aspects to a decrease in the concentration of chromium in leather tannery wastewater is NaOH, because with a small dose is able to separate the chromium in the wastewater with a high efficiency (99.28%), while the most economical and is recommended for applications is in the Ca(OH)2.  Key words : Ca(OH)2, Cr2O3, separation efficiency, hidroksida chromium (Cr(OH)3),  NaHCO3, NaOH,  pH optimum, alkali compound.
VARIASI WAKTU TAHAN PADA PROSES AUSTEMPERING BERPENGARUH TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA KARBON TINGGI Asmadi, Asmadi
TEKNIKA Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas IBA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2062.138 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menggunakan spesimen Baja Karbon Tinggi ASTM 1045 kemudian dilakukan proses Austempering. Spesimen dibagi dua bagian; yaitu: spesimen tanpa perlakuan dan spesimen di Austenisasi pada suhu 850 0 C, kemudian diquench dengan Timah Cair pada suhu 350 oC dan ditemper dengan variabel waktu 20 menit, 40 menit dan 60 menit selanjutnya dilakukan pendinginan udara. Dari hasil perhitungan diperoleh temperatur Ms = 321 oC karena untuk proses Austempering diambil diatas temperatur MS sehingga diambillah temp.MS = 350 oC. Variasi waktu tahan ini akan memberikan nilai yang berbeda terhadap hasil uji kekerasan dan uji Impack, struktur mikro yang diharapkan dari proses austempering adalah struktur bainit. Dari hasil pengujian diperoleh; uji kekerasan dengan waktu tahan 60 menit memiliki angka kekerasan terkecil yaitu 195 VHN dan nilai kekerasan terbesar adalah 217 VHN untuk waktu tahan 20 menit. Kondisi sebaliknya nilai ketangguhan tertinggi 81,43 joule untuk waktu tahan 60 menit dan nilai ketangguhan terendah yaitu 55,18 joule untuk waktu tahan 20 menit. Dapat disimpulkan bahwa dengan variasi waktu tahan, nilai kekerasan berbanding terbalik dengan nilai ketangguhan.
ANALISA PENGARUH VARIASI KATALIS BaCO3, NaCO3 dan CaCO3 PADA PROSES KARBURASI BAJA KARBON SEDANG DENGAN PENDINGINAN TUNGGAL Afriany, Reny; Asmadi, Asmadi; Nuryanti, Siti Zahara
TEKNIKA Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas IBA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.57 KB)

Abstract

Proses karburasi adalah proses perlakuan panas yang bertujuan untuk mendifusikan unsur karbon  ke dalam logam khususnya pada bagian permukaan logam sehingga kekerasan permukaan logam meningkat. Pada penelitian ini logam yang digunakan adalah baja karbon sedang dengan paduan rendah AISI 4340 berbentuk silinder berdiameter 20 mm yang dikarburasi menggunakan arang batok kelapa dengan variasi campuran BaCO3, NaCO3 dan CaCO3 sebagai katalis sebanyak 30% pada temperatur 950⁰C selama 5 jam dan dilanjutkan dengan proses pendinginan cepat dengan oli SAE 20. Kemudian dilakukan pengujian kekerasan vickers sesuai ASTM E 384 dan foto struktur mikro. Hasil pengujian kekerasan rata-rata raw material adalah 615,8 HV. Sedangkan nilai kekerasan rata-rata spesimen karburasi dengan katalis BaCO3 adalah 1018,7 HV, spesimen dengan katalis NaCO3 adalah 972,9 HV dan dengan katalis CaCO3 adalah 708,2 HV. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai kekerasan tertinggi didapat dari penggunaan katalis BaCO3. Kata Kunci: karburasi, pendinginan tunggal, baja AISI 4340
PEMBUATAN BESI COR NODULAR Asmadi, Asmadi; Afriany, Reny
TEKNIKA Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas IBA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.841 KB)

Abstract

Besi Cor Nodular (BCN) yang juga Besi Cor Ulet (ductile), karena sifat-sifat mekaniknya banyak kesesuaian dengan sifat komponen-komponen mesin saat ini. Suatu pengkajian yang membahas tentang keterkaitan antara prosen pembuatan BCN yang memuat banyak variabel dengan metoda optimasinya sangat perlu dilakukan guna mendapatkan suatu bentuk proses pembuatan BCN yang optimum baik ditinjau dari segi teknologi maupun ekonomi. Studi kasus yang dilakukan saat ini adalah pembahasan tentang Metoda Optimasi dengan parameter Komposisi kimia Base material yang digunakan dalam proses pembuatan BCN. Kata Kunci:  nodular, ductile, optimasi,  base material
Pemanfaatan Spuit Bekas Sebagai Media Biofiltrasi dalam Menurunkan Kadar BOD dan COD Air Limbah Laundry Susilawati, Susilawati; Asmadi, Asmadi; Nasip, Mohammad
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.025 KB)

Abstract

Abstract: Utilization Spuit Used As Media biofilters on Reducing levels of BOD and COD Wastewater Laundry. The aim of this study was to test the ability of the media syringe biofiltration method used in lowering levels of BOD and COD in waste water laundry Hospital Dr. Soedarso Pontianak. This research is a quasi-experimental research design with one group pretest-posttest. Laboratory results mean BOD levels before processing is 103.63 mg/L and the average after processing into 46.41 mg/ L, with a value of 55.21 % effectiveness. While the average COD level before processing is 413.70 mg / L and the average after processing into a 195.88 mg/L with a value of 45.92% effectiveness. Expected to other researchers to control the pH and blowers before treatment and during treatment, as it will affect the final result.Abstrak : Pemanfaatan Spuit Bekas Sebagai Media Biofiltrasi Dalam Menurunkan Kadar BOD dan COD Air Limbah Laundry. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji kemampuan metode biofiltrasi dengan media spuit bekas pakai dalam menurunkan kadar BOD dan COD pada air limbah laundry RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian one group pre test post test. Hasil laboratorium rata-rata kadar BOD sebelum pengolahan yaitu 103.63 mg/L dan rata-rata setelah pengolahan menjadi 46.41 mg/L, dengan nilai efektivitas 55,21 %. Sedangkan rata-rata kadar COD sebelum pengolahan yaitu 413.70 mg/L dan rata-rata setelah pengolahan menjadi 195.88 mg/L dengan nilai efektivitas 45,92 %. Diharapkan kepada peneliti lain untuk mengontrol pH dan blower sebelum perlakuan dan pada saat perlakuan, jika melakukan penelitian sejenis karena akan mempengaruhi hasil akhir.
Kajian Media Filter Limbah Rambut Manusia Terhadap Kandungan Fe (Besi) Pada Air Sumur Gali Di Komplek Perumahan Tiara Pesona Kelurahan Siantan Hulu Kota Pontianak Afrista, Kartika; Asmadi, Asmadi; Sunarsieh, Sunarsieh
Sanitarian Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Sanitarian Jurnal Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kajian Media Filter Limbah Rambut Manusia Terhadap Kadar Fe (Besi) Pada Air Sumur Gali di Komplek Perumahan Tiara Pesona Kelurahan Siantan Hulu Kota Pontianak. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen. Sampel dalam penelitian ini dengan jumlah perlakuan terhadap objek penelitian sebanyak 3 variasi, 1 kontrol dan jumlah pengulangan sebanyak 6 kali, sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 24 sampel. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar Fe kontrol adalah 4,191 mg/l, kadar Fe setelah dilakukan pengolahan dengan alat filter menggunakan limbah rambut manusia dengan variasi ketebalan 80 cm sebesar 3,224 mg/l, 100 cm sebesar 2,963 mg/l dan 120 cm sebesar 2,673 mg/l, dengan persentase penurunan kadar Fe dari setiap variasi ketebalan media yaitu 23%, 29% dan 36%. Uji anova didapatkan p<0,05 artinya ada perbedaan antara variasi ketebalan media filter 80 cm, 100 cm dan 120 cm menggunakan limbah rambut manusia terhadap penurunan kadar Fe pada air sumur gali.Abstract: The Examines The Media Filter of Humen Hair to Absorb Fe (Iron) in Dug Well Water at The Tiara Pesona Housing Complez in Siantan Hulu Village Pontianak Ciy. This is an experimental research. The sample in this study were treatments of the research objects as many as theree variations, one control and six repetitions, so the number of samples in this study were 24. The research showed that average level of control Fe was 4,191 mg/l, and the levels of Fe after filtration treatment using hair with thickness 80 cm of 3,224 mg/l, 100 cm of 2,963 mg/l and 120 cm of 2,673 mg/l, respectively with reduction percentage in Fe levels of each thickness variation of the media namely 23%, 29% and 36%. The anova test result was p>0,005 meaning there are differences between the variations in the thickness of the filter media 80 cm, 100 cm and 120 cm using human hair and decreased levels of iron in the dug well water. 
Efektivitas Kombinasi Cone Tray Aerator Dan Media Filtrasi Cangkang Kerang Dalam Menurunkan Kadar Besi (Fe) Pada Air Sumur Gali Di Wilayah Komplek Permata Ampera Pontianak Satria, Jaka; Asmadi, Asmadi; Sunarsieh, Sunarsieh
Sanitarian Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Sanitarian Jurnal Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Efektivitas Kombinasi Cone Tray Aerator dan Media Filtrasi Cangkang Kerang dalam Menurunkan Kadar Besi (Fe) pada Air Sumur Gali di Wilayah Komplek Permata Ampera Pontianak. Jenis penelitian ini bersifat eksperimen semu (quasi experiment). Rancangan penelitian yang digunakan adalah pretest–posttest with control group design yaitu unit percobaan dikenakan perlakuan dengan dua kali pengukuran. Hasil penelitian kombinasi cone tray aerator dan media filtrasi cangkang kerang terbukti mampu menurunkan kadar Fe pada Air Sumur Gali. Efektifitas sesudah pengolahan 15 menit rata-rata penurunan 78,06 %, 30 menit rata-rata penurunan 80,98 %, 45 menit rata-rata penurunan 83,98 %, dan 60 menit rata-rata penurunan 86,28 %. Uji statistik nilai F sebesar 9167,972 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dimana < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan. Bagi masyarakat di Kelurahan Sungai Bangkong RT 001 Blok C yang menggunakan sumber air sumur gali sebaiknya mengelola air dengan menggunakan kombinasi Cone Tray Aerator dan Media Filtrasi Cangkang Kerang terlebih dahulu sebelum digunakan.Abstract: The Effectiveness of Combination Cone Tray Aerator and Scallop Shell Filtration Medium to Reducing The Fe Degree on Well Water at Komplek Permata Ampera Region Pontianak. This research used quasi experiment which the research design used prestest-postest control group design which is a unit of experiment was conducted twice treatment measurements. The result of this research on combination cone tray aerator and scallop shell filtration medium was proven that was able reducing the Fe degree of water wells. The effectiveness after the treatment within 15 minutes has gained the reduction average at 78,06 %, 30 minutes has gained the reduction average at 80, 98%, while 45 minutes has gained the reduction average at 83, 98% and 60 minutes has gained the reduction average at 86, 28 %. In the statistic value of F was 9167, 972 with the significant of 0, 000 where < 0, 05. It showed that there were the significant differences. For the whole populations at Sungai Bangkong RT 001 Block C which uses well water as well as managing the water by combining cone tray aerator and scallop shell filtration medium firstly before using it. 
Gambaran Pengelolaan Limbah Cair Di Puskesmas Kelurahan Terusan Mempawah Hilir Wijayanti, Ratih; Asmadi, Asmadi; Anwar, Taufik
Sanitarian Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Sanitarian Jurnal Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Gambaran Pengelolaan Limbah Cair di Puskesmas Kelurahan Terusan Mempawah Hilir. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian desktriftif untuk menggambarkan bagaimana Pengelolaan Limbah Cair Di Puskesmas Kelurahan Terusan Mempawah Hilir. Hasil penelitian ini, yaitu sumber limbah cair berasal dari ruangan KIA, laboratorium, poli gigi, ruang periksa, IGD, gudang obat dan toilet/WC. Air bersih yang digunakan di puskesmas sebanyak ± 400 liter/hari. Limbah yang dihasilkan sebanyak ± 506 liter/hari. Agar limbah cair yang dihasilkan oleh kegiatan puskesmas ini tidak mencemari lingkungan dan membahayakan petugas, pasien maupun ingkungan kerja sekitar, pihak puskesmas harus memperhatikan tempat pembuangan dan pengolahan air limbah yang dihasilkan. Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu sumber limbah cair yang dominan dihasilkan dari ruang poli gigi. Jumlah limbah cair yang dihasilkan sebanyak ± 506 liter/hari. Rekomendasi IPAL untuk Puskesmas Kelurahan Terusan Mempawah Hilir menggunakan sistem anaerob-aerob sarang tawon.Abstract: Description of Liquid Waste Management at Puskesmas Kelurahan Terusan Mempawah Hilir. This research was conducted with descriptive research method to describe how Liquid Waste Management at Puskesmas Kelurahan Terusan Mempawah Hilir. The results of this study, namely the source of liquid waste derived from the room KIA, laboratory, dentist, examination room, IGD, warehouse and toilet / toilet. Clean water used in puskesmas is about ± 400 liters / day. Waste generated as much as ± 506 liters / day. In order for the liquid waste generated by this Puskesmas activity does not pollute the environment and endanger the officer, the patient and the surrounding work environment, the puskesmas must pay attention to the waste disposal site and waste treatment. The conclusion of this research is that the dominant source of liquid waste is generated from the dental poly room. The amount of liquid waste generated as much as ± 506 liters / day. The WWTP recommendation for the Puskesmas of Lower Basin Terusan Village uses anaerobe-aerob honeycomb system.
Gambaran Sistem Pengolahan Air Baku Di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sambas Pinawati, Putri; Anwar, Taufik; Asmadi, Asmadi
Sanitarian Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Sanitarian Jurnal Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Gambaran Sistem Pengolahan Air Baku di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sambas. Jenis penelitian ini  bersifat observasional dengan desain deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil pengukuran air baku berbau, berasa, kekeruhan tinggi dan coliform tinggi. Air baku setelah melewati proses pengolahan menjadi tidak berbau, tidak berasa, kekeruhan mengalami penurunan dan coliform mengalami penurunan. Air bersih setelah didistribusikan kekeruhan dan coliform mengalami kenaikan. Faktor yang mempengaruhi naiknya tingkat kekeruhan karena endapan lumpur yang ada di dasar pipa ikut terbawa aliran air saat didistribusikan dan faktor yang mempengaruhi angka coliform meningkat karena botol pengambilan sampel yang kurang steril, cara pengambilan sampel yang belum efektif serta lama nya pengangkutan sampel dari tempat ke laboratorium mengakibatkan air terkontaminasi. Kesimpulannya adalah pengolahan air PDAM Sambas belum memenuhi standar kualitas air bersih yang telah ditetapkan khususnya pada parameter tingkat kekeruhan, warna dan pH, yaitu Permenkes Nomor 416/Menkes/Per/IX/ 1990.Abstract: The Description of Raw Water Treatment System at Regional Water Supply Company (PDAM) of Sambas District. This type of research is observational with descriptive design.These results indicate that the measurement of raw water odorless, tasteless, high turbidity and high coliform. The raw water after passing through the processing be no smell, no taste, turbidity and coliform decreased decreased. Distributed clean water after turbidity and coliform increases. Factors affecting the increase in turbidity levels because of silt at the bottom of the pipe carried on the flow of water when distributed and factors that affect the rate of coliform increased because the bottle sampling less sterile sampling technique that has not been effective as well as his longtime transporting the sample from the laboratory resulting in contaminated water. The conclusion is PDAM water treatment Sambas not meet water quality standards that have been set, especially on the parameter level of turbidity, color and pH, namely Decree number 416/Menkes/Per/IX/1990.