Articles

Found 6 Documents
Search

P EFFECT OF SELF-CONCEPT AND INDEPENDENCE OF LEARNING OUTCOMES LEARNING CLASS VIII IPS SMP N 2 TIGO NAGARI Pasaman Ashar, Ashar; Ansofino, Ansofino; Sumarni, Sumarni
Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi
Publisher : Pendidikan Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIssues that are examined in this study was to determine the extent of the influence of self-concept and self learning together on learning outcomes of students of SMP N 2 IPS Tigo Pasaman Nagari . This research is descriptive Associative . The population in this study were all students of SMP 2 Tigo Nagari Pasaman , with a sample of 92 respondents . The technique is simple random sampling sampling.jenis data used are primary and secondary data . Instruments . To determine the effect of self-concept and self learning on learning outcomes of students of SMP N 2 IPS Tigo Nagari Pasaman used the t test and F testThe study says that , the first variable self-concept significant and positive impact on learning outcomes IPS eighth grade students of SMP N 2 Tigo Nagari Pasaman . This is evidenced by the coefficient value of 0.648 and the value of t ( 9.280 ) > t table ( 1.662 ) . This means that if the concept of self is increased by 1 % and keep the results independent learning social studies students of SMP N 2 Tigo Nagari Pasaman will increase by 0.648 % . These two variables are independent learning significant and positive impact on learning outcomes IPS eighth grade students of SMP N 2 Tigo Nagari Pasaman . This is evidenced by the coefficient value of 0.692 and the value of t ( 10.048 ) > t table ( 1.662 ) . This means that if independent learning is increased by 1 % and keep the results of self-concept social studies eighth grade students of SMP N 2 Tigo Pasaman Nagari will be increased by 0,692 % . The third variable is the concept of self- learning and self-reliance has a significant and positive influence on the results of IPS Learning Class VIII students of SMP N 2 Tigo Nagari Pasaman with the value of F ( 355.846 ) > Ftable ( 3,947 ) and Sig ( 0.000 ) < Alpha ( 0.05 ) . The percentage of variable influence of self-concept and self learning on Learning Outcomes IPS Eighth Grade Students of SMP N 2 Tigo Pasaman Nagari is equal to 88.9 % , while the remaining 11.1 % is explained by other variables that are outside the studyResearchers suggest it to all the schools first teacher to help the students in shaping the personality of students . Provide guidance to the students to direct them to learn independently , so that it can learn well and obtain good learning outcomes as well .    
PENANGANAN PASCA PANEN BERBAGAI VARIETAS PADI DENGAN RICE MILLING UNIT (RMU) Ashar, Ashar; Putera, Ikbal
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.439 KB)

Abstract

The purpose of research to see and know the process and the results of post-harvest handling of the various varieties of rice using the Rice Milling Unit (RMU). The experiment was conducted PB on rice plant. Ase ball and Laboratory PT. Sang Hyang Seri (Persero) Sidrap. samples is done by taking 100 grams of grain at random from each of the varieties are varieties Mekongga, Ciliwung, Inpari 7, Ciherang, and Cisantana. Post-harvest rice by using Rice Milling Unit (RMU) that will address the quality of milled rice, rice resulting in a clean, white, shiny, and keep nourishing that have undergone the process as follows: a) The water content of dry grain harvest (GKP) is between 18% - 22%, b) storage of dry grain harvest (GKP) into dry milled grain (GKK) does not exceed 36 hours after the rice is harvested. The results average GKP processed using RMU shows the lowest water content at 22.9% which is the Ciliwung varieties. GKP higher water content, the higher the percentage of empty. The results of average quality rice Broken skin is processed at RMUshows the water content GKP all varieties together is 14%. Results Mean Quality Components Milled Rice, Variety show any degree of polished rice is the same, namely 95%. Mekongga varieties have the highest head rice percentage, ie 97% of the lowest broken rate, namely 2.8%. The percentage is the lowest head rice varieties Inpari 7, which is 79% broken rate is also high at 16%.
ANALISIS PENGENDALIAN PROSES PRODUKSI UNTUK MEMINIMALKAN CACAT PRODUK DI PT. BANGUN KAYU IRIAN Ashar, Ashar; Hestiarini, Aprisa Rian; Hartono, Hartono
METODE Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Metode
Publisher : METODE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu proses produksi dalam pelaksanaanya tidak akan lepas dari permasalahan tentang barang-barang cacat, hal ini merupakan suatu permasalahan yang menjadi faktor utama dalam proses produksi, jika proses masih banyak terdapat masalah dalam hal kecacatan produk yang dihasilkan maka proses tersebut belum terkedali dengan baik. Beranjak dari permasalahan diatas penulis melakukan penelitian di PT Bangun Kayu Irian. yang meemproduksi kayu, disini penulis meneliti pada proses produksinya salah satunya adalah pada cacat teknis. Proses pengendalian dalam proses produksi untuk saat ini adalah dengan inspection control yaitu pemeriksaan yang hanya memisahkan produk baik dan cacat tanpa ada perbaikan pada prosesnya.  Dalam hal ini mengajukan perbaikan untuk mengurangi kecacatan dengan metoda statistical process control yaitu metoda dengan proses pengendalian yang dapat mempengaruhi keputusan yang berhubungan dengan pembuatan produk yaitu fungsi produksi dan insfeksi. Dan dari hasil analisis melalui pengolahan dengan metoda statistical process control dapat diketahui bahwa proses pengendalian yang dipakai saat ini kurang efektif yaitu dengan terjadinya banyak cacat pada proses produksi kayu. Agar cacat produk yang timbul dalam proses produksi dapat diperkecil, maka disarankan untuk melakukan perbaikan secara bertahap. Terhadap peyebab utama terjadinya produk cacat, supaya tujuan perusahaan dapat tercapai yaitu menghemat ongkos produksi. Pembentukan tim statistical quality conttol agar dapat mempermudah dalam proses produksi awal sampai akhir sehingga kerusakan produk dapat terdeteksi.
HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN TUNGKAI DAN KESEIMBANGAN DENGAN KEMAMPUAN LARI 60 METER PADA SISWA SD NEGERI LABUANG BAJI II KOTA MAKASSAR Ashar, Ashar
-
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.63 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan kekuatan tungkai dan keseimbangan dengan kemampuan lari 60 meter. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan dua variabel bebas yaitu kekuatan tungkai dan keseimbangan dengan satu variabel terikat yaitu kemampuan lari 60 meter. Populasi penelitan ini adalah Siswa SD Negeri Labuang Baji II Kota Makassar. Secara random sampling dipilih sampel sebanyak 40 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis koefisien korelasi pada taraf signifikan 0,05, dengan menggunakan bantuan komputer melalui program SPSS.Berdasarkan analisis data diperoleh hasil: (1) Ada hubungan yang signifikan antara kekuatan tungkai dengan kemampuan lari 60 meter siswa SD Negeri Labuang Baji II Kota Makassar dengan nilai r sebesar 0,756 (Pvalue < α 0.05); (2) Ada hubungan yang signifikan antara keseimbangan dengan kemampuan lari 60 meter siswa SD Negeri Labuang Baji II Kota Makassar dengan nilai r sebesar 0,728 (Pvalue < α 0.05); (3) Ada hubungan yang signifikan antara kekuatan tungkai dan keseimbangan secara bersama-sama dengan kemampuan lari 60 meter siswa SD Negeri Labuang Baji II Kota Makassar dengan nilai (R) sebesar 0,814 (Pvalue < α 0.05); dan nilai Fhitung (F) sebesar 36,280.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PADA USIA LANJUT DI POSYANDU LANSIA WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAOLAN KABUPATEN TOLI-TOLI Ashar, Ashar; Sudirman, Sudirman; Kadri, Abdul
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.756 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.334

Abstract

Berdasarkan data dari Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Toli-toli tahun 2015 cakupan pelayanan kesehatan lansia yang berumur ≥ 60 tahun di Kabupaten Toli-toli sebanyak 843 jiwa dengan jumlah lansia sebanyak 1.902 jiwa. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Toli-toli tahun 2016, Puskesmas Baolan merupakan salah satu puskesmas yang memiliki capaian kinerja standar pelayanan kesehatan pada usia lanjut terendah dengan jumlah lansia yang berumur ≥60 tahun sebanyak 110 jiwa. Untuk mengetahui Faktor yang berhubungan dengan Pemanfaatan pelayanan kesehatan pada usia lanjut di Puskesmas Baolan Kabupaten Toli-toli. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan secara Cross Sectional Study dimana variabel dependent dan variabel independent dikumpulkan dalam waktu bersamaan. Hasil dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara Sikap Lansia dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Lansia di posyandu lansia Wilayah Kerja Puskesmas Baolan Kabupaten Toli-toli dengan nilai P = 0,248 (>0,05), ada hubungan antara Dukungan Sosial dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Baolan Kabupaten Toli-toli dengan nilai P = 0,021 (>0,05), ada hubungan antara pengetahuan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan lanjut usia di puskesmas baoalan kabupaten Toli-toli p = 0,021 (<0,05). Berdasarkan penelitian tersebut maka disarankan agar Diharapkan pihak instansi untuk mengikut sertakan peran keluarga lansia dalam mendukung pemanfaatan pelayanan kesehatan. Serta meningkatkan penyuluhan berbagai macam hal terkait masalah kesehatan dalam pelayanan kesehatan lansia.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI DESA BINALAWAN KECAMATAN SEBATIK BARAT KABUPATEN NUNUKAN (Factors Influencing Production of Wetland Paddy (Oryza sativa L.) in Binalawan Village West Sebatik Subdistrict Nunukan District) ASHAR, ASHAR; BALKIS, SITI
JURNAL AGRIBISNIS DAN KOMUNIKASI PERTANIAN (Journal of Agribusiness and Agricultural Communication) JAKP, Volume 1, Nomor 2, Oktober 2018
Publisher : Universitas Mulawarman (University of Mulawarman)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.987 KB) | DOI: 10.35941/akp.1.2.2018.1707.65-73

Abstract

Inputs are the absolute requirement in the process of production, if the one of production factor is not fulfilled then the process of production will not running smoothly in other words will not maximize. The purposes of this study were to know the influence of land size, capital, and labor to the production of wetland paddy in Binalawan Village West Sebatik Subdistrict. This study was held from September to November 2017. Sampling method in this study was simple random sampling with total of 32 farmers as respondents. Data analysis used? multiple linear regression. The result of t test showed that the land size, capital, and labor do not influence ?the decrease of wetland paddy production, it was showed from the value of tcount? (1.518) < ttable (2.048). The land size, capital, and labor influence the production of wetland paddy, this was showed from the value of Fcount (3.557) > Ftable (2.930). R shows that there are relation between land size, capital, and labor to the production of wetland paddy, Rcount (0.526) with significant value was 0.026 shows there are relation or middle correlation between land size, caapital, and labor to the production of wetland paddy in Binalawan Village.