Asadi Asadi
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian, Jl. Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111 Telp. (0251) 8337975

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

Studi Karakteristik Sub Daerah Aliran Sungai (Sub DAS) Jemelak pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas Kabupaten Sintang

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK JENIUS MERO, Studi Karakteristik Sub Daerah Aliran Sungai (Sub DAS) Jemelak pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas Kabupaten Sintang dibawah bimbingan bapak Ir. Saifudin, M.Si dan bapak Ir. H. Asadi, MP. Air adalah materi yang berharga bagi makhluk hidup. Tidak ada air tidak mungkin ada kehidupan, karena air merupakan penyusun utama tubuh makhluk hidup. Perubahan waktu yang begitu cepat menyebabkan kebutuhan air oleh manusia semakin meningkat untuk berbagai keperluan dan salah satu sumber air yang digunakan adalah sungai. Pada saat ini sungai sudah berada dalam keadaan yang kritis dimana kondisi DAS mengalami perubahan. Perubahan keadaan DAS ini disebabkan adanya perubahan aktivitas tata guna lahan pada daerah hulu sungai seperti perambahan hutan, alih guna hutan menjadi perkebunan, limbah industri maupun rumah tangga yang pada akhirnya tidak hanya memberi dampak pada daerah hulu saja tetapi juga menimbulkan dampak pada daerah tengah dan hilir sungai. Penelitian bertujuan untuk mempelajari karakteristik Sub DAS Jemelak yang terletak di Kecamatan Sintang dan Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang Kalimantan Barat dan secara geografis Sub DAS Jemelak terletak antara 111029’51.132” BT – 111037’12.155” BT dan 006’25.961” LU – 001’59.811” LU dan mempunyai luas 4.588 Ha. Hasil analisis di lapangan pH air di Sub DAS Jemelak rata-rata sebelum hujan (surut) adalah 4,35 dan pada saat setelah hujan (pasang) adalah 4,61, suhu 270C, kecerahan 59,66 cm, debit aliran sebelum hujan (surut) rata-rata 1,15 m3/detik dan setelah hujan (pasang) adalah 2,74 m3/detik, Sub DAS Jemelak termasuk ke dalam tipe iklim A. Hasil analisis di laboratorium menunjukkan laju sedimen rata-rata sebelum hujan (surut) adalah 8,35 ton/hari, sedangkan rata-rata sesudah hujan (pasang) adalah 70,67 ton/hari. dengan pola drainase denritik dan bentuk drainase memanjang atau seperti bulu burung dengan profil melintang sungai berbentuk segitiga. Orde sungai terdiri dari 2 orde dimana indeks kerapatan drainasenya tergolong kategori rendah.

Development and Characterization of F2 Population for Molecular Mapping of Aluminum-Toxicity Tolerant QTL in Soybean

Jurnal AgroBiogen Vol 4, No 1 (2008): April
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.479 KB)

Abstract

Keracunan aluminium merupakan salah satukendala utama dalam budidaya kedelai pada lahan masam.Pembentukan populasi F2 merupakan langkah awal yangmenentukan keberhasilan program pemuliaan tanaman. Tujuanpenelitian ini untuk membentuk dan mengkarakterisasipopulasi F2 hasil persilangan tetua toleran dan tetua pekakeracunan Al. Pembentukan populasi dilakukan menggunakanbantuan marka SSR. Dengan marka SSR populasi dapatdibentuk dengan cepat, akurat, dan efisien. Skrining genotipakedelai pada tanah masam kahat hara menghasilkan duagenotipa toleran dan dua peka. Empat persilangan tunggaldibuat untuk mendapatkan benih F1. Tanaman F1 dan F2 diidentifikasimenggunakam marka SSR Satt_070. Dua populasi(B3462 X B3293 dan B3462 X B3442) dipilih berdasarkansuperiotas fenotipa pada lahan masam dan karakteristik molekulerpasangan tetua. Karakterisasi kedua populasi di lapangmenunjukkan transgresiveness luas untuk karakter reproduksiseperti jumlah polong dan berat 100 biji. Ini mengindikasikanbahwa karakter penting lain selain karakter ketahananterhadap keracunan Al potensial untuk dipetakandari populasi ini. Metoda pembentukan populasi ini akan sangatbermanfaat bagi pemulia tanaman khususnya pemuliakedelai untuk meningkatkan efisiensi program pemuliaanketahanan terhadap keracunan Al.

Penataan Batas Wilayah Administrasi Desa, Hambatan dan Alternatif Solusi dengan Pendekatan Geospasial

Jurnal Borneo Administrator Vol 12 No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : P3KDOD III Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.382 KB)

Abstract

Law No. 6 of 2014 concerning Villages provides additional evidence that Indonesia has paid more attention and respect to the existence of villages. The significant amount of village expansion lately is not matched with the clarity of village boundaries that may rise in to potential conflicts. Ideally, the entire instruments to structure village boundaries must first be prepared. One of the instruments needed is the availability of large scale of basic maps (topographical maps) as the main instrument of making a village map. Unfortunately, the large-scale topographical maps are not available yet. This paper provides an alternative acceleration of village boundaries arrangement using High Resolution Satellite Imagery Data that has passed orthorectified process. By involving the community and village leaders in the process of structuring boundaries, and supported by the spirit of fraternity, all problems occured during the activity of village boundaries can be solved with the very best solution.Keywords: village boundary, High Resolution Satellite Imagery Data, spirit of fraternityUndang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan tambahan bukti bahwa negara semakin memperhatikan dan menghormati keberadaan desa. Adanya pemekaran wilayah desa yang signifikan akhir-akhir ini, tidak diimbangi dengan kejelasan batas wilayah desa,berpotensi menimbulkan konflik. Idealnya, seluruh instrumen untuk melakukan penataan batas wilayah desa harus terlebih dahulu disiapkan. Salah satu instrumen tersebut adalah tersedianya peta dasar (peta rupabumi) skala besar sebagai bahan utama pembuatan peta desa. Sayangnya ketersediaan peta rupabumi skala besar belum tersedia. Tulisan ini memberikan alternatif percepatan penataan batas wilayah desa yang dapat menggunakan Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT) yang sudah melalui proses ortorektifikasi. Dengan melibatkan masyarakat dan tokoh masyarakat desa dalam melakukan proses penataan batas wilayah, dan dengan didukung semangat persaudaraan, diharapkan permasalahan batas wilayah desa dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya.Kata kunci: batas desa, metode kartometrik, CSRT, semangat persaudaraan

Keragaman Karakter Morfologi, Komponen Hasil, dan Hasil Plasma Nutfah Kedelai (Glycine max L.)

Bioma Vol 10 No 2 (2014): Bioma
Publisher : Biologi UNJ Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.057 KB)

Abstract

Abstract Soybean (Glycine max L.) is annual crop that have high morphologies and yield components diversity. The research was conducted at the first season of 2011, the objective of the research were to find morphological, yield, and yield component of Soybean germplasm (Glicine max L.). The research was carried out at experimental station BB-BIOGEN Citayam, Depok, and laboratory of Gene Bank BB-BIOGEN. The experiment used randomized block design with 100 different accessions and three replications for each accession. Based on the observation, the morphological characters have many visual forms. They are as follows: growth percentage in which 19.33 – 99%; growth types were determinate and indeterminate, the leave form was triangle to sharp; purple and white flowers; yellow and black seeds color. The range of values for each characteristic component are as follows: plant height 29,23 – 104,25 cm; number of pods per plant was 23,6 – 99,82; flowering time 33 – 47 days after planting; 100 seed weight 5,98 – 20,77 gram; maturing time 75 – 96,67 days after planting; root nodule’s weight 0,004 – 0,109 gram; seed’s weight 3,15 – 11,45 gram/plant. Among the accessions, the highest yield was shown by B 4323 (643,27 gram/3,6 m2). Significant correlation was shown between soybean’s yield components and yield which were plant’s height, growth percentage, numbers of main stem’s node, numbers of pods, seeds weight for each plant and root nodule’s weight. 100 seeds weight showed significant negative correlation with soybean components.   Key words: germplasm, morphological characteristics, soybean, yield components

STUDI STATUS HARA NITROGEN (N), FOSFOR (P) DAN KALIUM (K) SAWAH TADAH HUJAN DESA MALEK KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Paloh merupakan daerah yang memiliki sawah tadah hujan salah satunya berada di Desa Malek, yang tanahnya dimanfaatkan untuk budidaya tanaman padi. Varietas yang digunakan oleh penduduk Desa Malek adalah varietas lokal dan diusahakan dalam satu tahun dua kali. Sumber air berasal dari air hujan, dalam pemanfaatan tanah aluvial tersebut mempunyai kendala atau kekurangan yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi  tanaman yang berbeda pada suatu lahan dengan lahan yang lainnya.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui studi ststus hara nitrogrn (N), fosfor (P) dan kalium (K) sawah tadah hujan desa malek kecamatan paloh kabupaten sambas agar bisa menentukan rekomendasi pupuk yang tepat untuk petani. Metode yang digunakan adalah metode survei pada lokasi penelitian dan dianalisis di laboratorium serta wawancara petani agar dapat mendapatkan gambaran lokasi yang diteliti. Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan kerja kerja mulai dari persiapan, pengambilan sampel tanah, analisis sampel tanah di labolatorium dan analisis data. Berdasarkan hasil penelitian dilokasi didapatkan bahwa hasil analisis pH tanah tergolong netral hingga agak alkalis, N tergolong rendah, P tergolong rendah hingga sangat rendah, K sangat tinggi, C-organik rendah hingga sangat rendah ini membuat status kesuburan tanah di lokasi penelitian tergolong rendah. Sehingga diperlukan rekomendasi pupuk Urea, SP36, dan KCL untuk meningkatkan kesuburan tanah. Kata Kunci : Sawah Tadah Hujan, Kesuburan Tanah, Pemupukan N, P dan  K, Tanaman Padi.

IDENTIFIKASI SIFAT FISIKA TANAH SAWAH PADA DUA TIPE LUAPAN LAHAN PASANG SURUT DI DESA SUNGAI KAKAP KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sungai Kakap memiliki luas lahan pasang surut mencapai 1.606 ha. Lahan tersebut sebagian besar digunakan untuk budidaya tanaman padi dan kelapa. Dengan Lahan perkebunan seluas 257,23 ha (16,01%), permukiman seluas 134,79 ha (8,39%), pertanian seluas 341,98 ha (21,28%), sawah seluas 791,56 ha (49,26%) dan semak seluas 81,42 ha (5,07%). Tujuan penelitian ini yaitu mempelajari apakah ada perbedaan sifat fisika tanah pada lahan pasang surut tipe luapan A dan tipe luapan B di Desa Sungai Kakap Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Hasil pengamatan tekstur tanah pada kedua lahan pengamatan baik pada lahan tipe luapan A maupun lahan tipe luapan B lebih di dominasi oleh fraksi debu dan liat, sedangkan fraksi pasir memiliki persentase yang rendah. Sehingga dinyatakan tekstur pada kedua lahan penelitian adalah liat berdebu. Bobot isi tanah dari lahan pasang surut tipe luapan A dan tipe luapan B pada rentangan nilai 0,98 ̶ 1,09 gram/cm3 , dengan kriteria sedang. Porositas tanah pada kedua lahan pengamatan pada rentangan nilai 45,14 ̶ 56,96 %, dengan kriteria kurang baik hingga baik. Permeabilitas tanah pada kedua lahan pengamatan berada pada rentang nilai 11,13 ̶ 197,97 cm/jam, dengan kriteria sangat cepat. Kadar air tanah kapasitas lapang pada kedua lahan pengamatan berada pada rentang nilai 23,02 ̶ 49,91 %. Kemantapan agregat tanah pada kedua lahan pengamatan berada pada rentang nilai 0 ̶ 80 %, dengan kriteria tidak stabil hingga agak stabil.

STRATEGI EKSTENSIFIKASI PENERAPAN PP NO 46 TAHUN 2013 DALAM UPAYA PENINGKATAN PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN (PPh) DARI WAJIB PAJAK USAHA KECIL DAN MENENGAH KOTA MALANG

Referensi : Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.774 KB)

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui peningkatan penerimaan Pajak Penghasilan dengan diterapkannya pengenaan pajak 1% dari Omset yang di atur dalam PP No 46 Tahun 2013 pada wajib pajak Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Jenis penelitian kualitatif yang mana diperkuat dengan adanya observasi dan wawancara, sedangkan jenis data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Hasil penelitian adalah (1) Prosedur yang digunakan sudah sesuai dengan Undang-undang yang sudah ditetapkan oleh Direktur Jendral Pajak, dengan mengadakan pemetaan Wilayah, mengamati serta melakukan penyuluhan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah. (2) Kurangnya Sumber Daya Manusia yang ada di Kantor Palayanan Pajak Pratama Malang dan kurangnya kesadaran pelaku Usaha Kecil dan Menengah terhadap perpajakan sehingga menjadi hambatan strategi ekstensifikasi untuk pencapaian yang maksimal.

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN TEKANAN KERJA TERHADAP KINERJA AUDITOR PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK KOTA MALANG

Referensi : Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.601 KB)

Abstract

Profesi auditor diberi kepercayaan dari klien dan pihak ketiga untuk membuktikan laporan keuangan yang disajikan sesuai dengan keinginan klien yang berdasarkan standar akuntansi keuangan. Kinerja auditor saat ini menjadi sorotan dari berbagai pihak. Terjadinya kasus-kasus yang menimpa auditor menimbulkan keraguan pengguna jasa audit terhadap akuntabilitas auditor. Banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui kinerja auditor, namun peneliti saat ini menguji kecerdasan emosional dan tekanan kerja guna mengetahui kinerja auditor. Jumlah sampel penelitian ditentukan menggunakan metode acak sederhana artinya 70 orang auditor yang terdaftar memiliki kesempatan menjadi sampel penelitian ini, namun data yang dikembalikan responden yang mencukupi syarat untuk diolah berjumlah 39 kuesioner. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan pada variabel kecerdasan emosional adalah 0,003. Nilai signifikan lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 yang berarti signifikan, variabel tekanan kerja menunjukkan bahwa nilai signifikan sebesar 0,017 lebih kecil dari probabilitas 0,05 berarti signifikan. Kecerdasan emosional dan tekanan kerja berpengaruh secara positif terhadap kinerja auditor