Cicilia Artitin
Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Semarang
Articles
2
Documents
PENENTUAN NILAI TEBAL PARUH (HVL) PADA CITRA DIGITAL COMPUTED RADIOGRAPHY

YOUNGSTER PHYSICS JOURNAL Vol 4, No 1 (2015): Youngster Physics Journal Januari 2015
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Half value layer (HVL) can be determined by using the method of digital image processing. This research is done by using stepwedge as an object. The stepwedge exposed a tube voltage of 80 kV and 10 mAs, 20 mAs, 30 mAs, 40 mAs, and 50 mAs. After getting the next image is processed in Matlab to find the value of gray level and HVL value . HVL values generated in this study was 3.08 mmAl, mmAl 3.60, 5,67mmAl, mmAl 7,27, and 8,41 mmAl. HVL value is still allowed under the Indonesian republic health ministers decision no. 1250, 2009, requirements on the voltage value of 80 kV HVL better when ≥ 2.3 mmAl. The value for examination was stated in Regulation No. Head BAPETEN 9 of 2011 so that the X-ray plane fit for use . Keywords: Half Value Layer (HVL), Stepwedge, Grey Level, Digital Image

Pengukuran Dosis Radiasi Pada Organ Tiroid dan Mata Saat Pemeriksaan Fluroskopi

Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.49 KB)

Abstract

Fluoroskopi intervensional adalah alat untuk diagnosis dan pengobatan, Seorang radiografer maupun dokter radiologi dapat mengamati gambaran struktur organ secara dinamik (real time imaging) mengikuti kebutuhan pencitraan yang diinginkan, fluroakopi menggunakan waktu yang lama. Sehingga dosis radiasi yang diterima juga akan semakin besar yang mengakibatkan kemunculan efek juga akan semakin besar. Organ-organ sensitif seperti gonad, payudara, paru –paru, lambung, hati, kerongkongan, tiroid dan mata perlu mendapat perhatian serius agar pada saat penyinaran radiasi tidak menimbulkan kekhawatiran.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dosis radiasi yang diterima organ tiroid dan mata pekerja saat melakukan pemeriksaan fluoroskopi.Jenis penelitian ini menggunakan cross-sectional study, dilakukan diRumah Sakit Islam Siti RahmahPadangdenganmenggunakan alat Thermoluminecense Dosimeter.Penelitian ini mendapatkan hasil Rerata dosis ekuivalen pada organ tiroid sebesar 0.6 ± 0.1 mSv dan pada organ mata sebesar 0.4 ± 0.09 mSv yang menyatakan dosis pada organ tiroid lebih tinggi dibandingkan organ mata hal ini dikarenakan jarak antara berkas radiasi dari organ tiroid lebih dekat dibandingkan organ mata yang sesuai dengan prinsip dasar proteksi radiasi, dimana jarak mempengaruhi dosis radiasi yang akan diperoleh dan menyatakan semakin jauh jarak paparan radiasi maka dosis yang diterimapun semakin rendah dan sebaliknya. Hasil dosis efektif organ tiroid rerata 0.02 ± 0.0 mSv, dari hasil dosis ekuivalen dan dosis efektif menyatakan bahwa dosis yang diterima tidak melebihi nilai batas dosis yaitu ≤20 mSv.