Articles

Found 14 Documents
Search

Identifikasi Golongan Senyawa Kimia Dari Fraksi Kayu Sanrego (Lunasia amara Blanco) Secara Kromatografi Lapis Tipis Arnida, Arnida
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanrego (Lunasia amara Blanco) merupakan tumbuhan yang banyak dijumpai di wilayah Timur Indonesia. Masyarakat memanfaatkan tumbuhan ini sebagai afrodisiaka atau obat penggugah syahwat. Penelitian diawali dengan ekstraksi kayu sanrego dengan metanol, selanjutnya difraksinasi dengan etil asetat sehingga diperoleh ekstrak metanol, fraksi larut etil asetat dan fraksi tidak larut etil asetat. Masing-masing fraksi diidentifikasi secara kromatografi lapis tipis dengan fase diam silica gel GF 254 dan fase gerak n-heksanetilasetat (6:2) v/v. Hasil Kromatografi Lapis Tipis menunjukkan pemisahan yang baik antara ekstrak metanol, fraksi larut etil asetat, dan fraksi tidak larut etil asetat. Pada fraksi larut etil asetat diperoleh bercak yang berfluorosensi dengan nilai Rf 0,64 pada penampak bercak lampu UV 365 nm. Kemudian dilakukan uji spesifik dengan dragendorff menghasilkan warna jingga. Hal ini menunjukkan adanya alkaloid dalam fraksi larut etil asetat.Kata kunci: Kayu Sanrego, Lunasia amara Blanco, Kromatografi lapis Tipis.
KAJIAN FARMAKOGNOSTIK SIMPLISIA DAUN KARAMUNTING (Rhodomyrtus tomentosa) ASAL PELAIHARI KALIMANTAN SELATAN Sutomo, Sutomo; Arnida, Arnida; Hernawati, Febri; Yuwono, M
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karamunting telah lama digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Dilihat dariprospek yang sangat potensial sebagai bahan obat maka perlu dilakukan kajianfarmakognostik sampel untuk pengendalian mutu dan keaslian simplisia. Penelitian inibertujuan memberikan dasar ilmiah mengenai gambaran farmakognostik secara kualitatif dankuantitatif. Hasil penelitian secara kualitatif dan kuantitatif telah dideskripsikan. Identifikasikimia menunjukkan hasil positif terhadap aleuron, tanin, katekol, alkaloid dan saponin.Karakteristik farmakognostik secara kuantitatif yaitu kadar abu sebesar 3,1%, kadar abu tidaklarut asam 2,89%, kadar abu larut air 1,69%, susut pengeringan 14%, kadar sari larut air0,48%, kadar sari larut etanol sebesar 0,36% dan bahan organik asing 0%. Hasilkromatogram diperoleh senyawa spesifik pada fase gerak kloroform : metanol : butanol (15:2: 1) dengan nilai Rf 0,72 pada pengamatan dibawah lampu UV254 dan UV366. Pada fasegerak n-heksana : etil asetat (8 : 2) diperoleh dua senyawa yang spesifik dengan nilai Rfmasing-masing 0,65 dan 0,78 dengan pengamatan dibawah lampu UV254 dan UV366.Kata kunci : Rhodomyrtus tomentosa, farmakognostik, identifikasi
Skrining Fitokimia dan Uji Kualitatif Aktivitas Antioksidan Tumbuhan Asal Daerah Rantau Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan Sutomo, Sutomo; Arnida, Arnida; Rizki, Muhammad Ikhwan; Triyasmono, Liling; Nugroho, Agung; Mintowati, Evi; Salamiah, Salamiah
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 3, No 1 (2016): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalimantan selatan merupakan salah satu kawasan tropis dengan sumber keanekaragaman hayati yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan ekstraksi dan skrining fitokimia terhadap beberapa tumbuhan yang secara etnis digunakan sebagai pengobatan. Metode ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran terhadap golongan senyawa yang terkandung dalam tumbuhan obat. Tumbuhan yang diteliti  adalah rimpang patiti, kulit batang ambaratan, batang carikang habang, daun puspa, kulit batang balik anngin, daun bilaran tapah, dan daun karamunting. Hasil ekstraksi menggunakan etanol 70% rendemen terbanyak adalah daun puspa (30,76%) diikuti secara berturut-turut kulit batang balik angin (27,05%), daun bilaran tapah (23,53%), daun karamunting (10,88%), rimpang patiti (8,48%), batang carikang habang (3,56%), dan kulit batang ambaratan (2,04%). Skrining fitokimia menunjukkan bahwa rimpang patiti mengandung senyawa golongan flavonoid, fenol, tanin, saponin, dan terpenoid. Kulit batang ambaratan mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, fenol, tanin dan antrakinon. Batang carikang habang mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, saponin, steroid, dan antrakuion. Daun puspa mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, fenol, saponin, dan terpenoid. Kulit batang balik anngin mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, terpenoid, dan antrakuinon. Daun bilaran tapah mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonois, fenol, tanin, saponin, terpenoid, dan antrakuinon. Daun karamunting mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonois, fenol, tanin, saponin, dan terpenoid. Hasil uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH melalui kromatpgrafi lapis tipis menunjukkan bahwa ketujuh tumbuhan yang diuji mengandung senyawa yang bersifat antioksidan. Kata kunci : eksplorasi, ekstraksi, skrining fitokimia, antioksidan.
AKTIVITAS ANTIPLASMODIUM In vitro DAN IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWA DARI EKSTRAK ETANOL BATANG MANURAN (Coptosapelta tomentosa Valeton ex K.Heyne) ASAL KALIMANTAN SELATAN Arnida, Arnida; Sahi, Eka Rahmawaty; Sutomo, Sutomo
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.166 KB)

Abstract

Resistensi Plasmodium terhadap obat malaria mengakibatkan kegagalan pengobatan. Hal ini merupakan ancaman terlebih belum ditemukannya obat alternatif yang efektif untuk melawan resistensi.  Oleh karena itu ketersediaan antimalaria baru sangat diperlukan untuk melawan resistensi. Pencarian obat baru terus dilakukan melalui berbagai cara termasuk eksplorasi dan pengembangan bahan alam. Pemilihan bahan alam biasanya berdasarkan penggunaan secara empiris oleh masyarakat. Tanaman Manuran (Coptosapelta tomentosa Valeton ex K.Heyne) digunakan oleh masyarakat di Kotabaru Kalimantan Selatan untuk mengobati malaria. Penelitian yang dilaksanakan adalah melakukan uji aktivitas antiplasmodium in vitro dengan menentukan nilai konsentrasi penghambatan (IC50­­) dan melakukan identifikasi golongan senyawa dari ekstrak etanol batang C. tomentosa Valeton ex K.Heyne. Berdasarkan identifikasi golongan senyawa kimia dengan skrining fitokimia dan Kromatografi Lapis Tipis menunjukkan adanya senyawa flavonoid, terpenoid, saponin, tanin dan antrakuinon pada batang C. tomentosa Valeton ex K.Heyne. Ekstrak etanol batang C. tomentosa Valeton ex K.Heyne mempunyai aktivitas antiplasmodium in vitro tergolong aktif dengan IC50 45,864 ± 0,76 µg/mL.
Isolasi Senyawa Antioksidan Fraksi Etil Asetat Daun Bilaran Tapah (Argyreia nervosa) Asal Rantau Kalimantan Selatan Sutomo, Sutomo; Arnida, Arnida; Sari, Nurmalita; Fadlilaturrahmah, Fadlilaturrahmah
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.175 KB) | DOI: 10.20600/jps.v5i1.5785

Abstract

ABSTRACT South Kalimantan is rich with medicinal herbs, one of it is Argyreia nervosa. Ethanol extract of A. nervosa leaves has potential as antioxidant with IC50 value of 9,46 ppm. This study aims to isolate antioxidant compounds from ethyl acetate fraction of A. nervosa leaves. Extraction method used by maceration. Separation and purification of isolates was done by TLC, VLC, and CC. Qualitative and quantitative test of antioxidant activity using diphenyl picrylhydrazyl (DPPH) method. Identification of compounds uses UV-Vis and FTIR spectrophotometers. Argyreia nervosa leaf powder was extracted with 96% ethanol and obtained a yield of 16,916%. Rendemen of ethyl acetate fraction is 16,33%. The ethyl acetate fraction is fractionated again using VLC with eluen n-hexane:ethyl acetate (20:1, 15:1, 10:1,9:1, 8:2, 7:3, 6:4; 5:5; 4:6; 3:7) v/v, and methanol:ethyl acetate (1:4) v/v obtained 5 fraction. The fraction 4 is used for isolation using the gravity CC with eluen n-hexane:ethyl acetate (20:1, 15:1, 10:1, 9:1, 7:3, and 5:5) v/v. Qualitative TLC test showed isolates containing antioxidant compounds with DPPH reagent. Analysis with UV-Vis spectrophotometer yielded 344 nm and 299 nm λmax. FTIR analysis shows there are functional groups -OH, C=O, C-O, C=C (alkene and aromatic), and C-H. Keywords: Antioxidants, DPPH, ethyl acetate fraction, A. nervosa leaves, isolation
Skrining Fitokimia dan Uji Kualitatif Aktivitas Antioksidan Tumbuhan Asal Daerah Rantau Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan Sutomo, Sutomo; Arnida, Arnida; Rizki, Muhammad Ikhwan; Triyasmono, Liling; Nugroho, Agung; Mintowati, Evi; Salamiah, Salamiah
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.109 KB) | DOI: 10.20600/jps.v3i1.5836

Abstract

ABSTRAK  Kalimantan selatan merupakan salah satu kawasan tropis dengan sumber keanekaragaman hayati yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan ekstraksi dan skrining fitokimia terhadap beberapa tumbuhan yang secara etnis digunakan sebagai pengobatan. Metode ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran terhadap golongan senyawa yang terkandung dalam tumbuhan obat. Tumbuhan yang diteliti  adalah rimpang patiti, kulit batang ambaratan, batang carikang habang, daun puspa, kulit batang balik anngin, daun bilaran tapah, dan daun karamunting. Hasil ekstraksi menggunakan etanol 70% rendemen terbanyak adalah daun puspa (30,76%) diikuti secara berturut-turut kulit batang balik angin (27,05%), daun bilaran tapah (23,53%), daun karamunting (10,88%), rimpang patiti (8,48%), batang carikang habang (3,56%), dan kulit batang ambaratan (2,04%). Skrining fitokimia menunjukkan bahwa rimpang patiti mengandung senyawa golongan flavonoid, fenol, tanin, saponin, dan terpenoid. Kulit batang ambaratan mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, fenol, tanin dan antrakinon. Batang carikang habang mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, saponin, steroid, dan antrakuion. Daun puspa mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, fenol, saponin, dan terpenoid. Kulit batang balik anngin mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, terpenoid, dan antrakuinon. Daun bilaran tapah mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonois, fenol, tanin, saponin, terpenoid, dan antrakuinon. Daun karamunting mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonois, fenol, tanin, saponin, dan terpenoid. Hasil uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH melalui kromatpgrafi lapis tipis menunjukkan bahwa ketujuh tumbuhan yang diuji mengandung senyawa yang bersifat antioksidan.  Kata kunci : eksplorasi, ekstraksi, skrining fitokimia, antioksidan.    ABSTRACT Kalimantan Selatan is a province in the southern of Borneo island. As one of the tropical areas, this province  has a high biological diversity. The recent study aims to identify the secondary metabollites through screening test and evaluate the antioxidative capacities of several medicinal plants growing in Tapin regency. Seven plants used in this study were: the rhizome of Patiti (RP), the bark of Ambaratan (BA), the stem of Carikang Habang (SC), leaves of Puspa (LP), the bark of Balik Angin (BB), leaves of Bilaran Tapah (LB), and leaves of Karamunting (LK). Arranged from the highest to the lowest, the yield of 70% ethanol extracts were 30.76% (LP), 27.05% (BB), 23.53% (LB), 10.88% (LK), 8.48% (RP), 3.56% (BC), and 2.04% (BA). The phytochemical screening test shown that flavonoid, phenolic, tanin, saponin,  and terpenoid were detected in RP. In BA, alkaloid, flavonoid, phenolic, tanin, and antraquinon were identified. SC possessed alkaloid, flavonoid, phenolic, tanin, saponin, steroid, and antraquinon. LP had alkaloid, flavonoid, phenolic, saponin, and terpenoid. BB contained alkaloid, flavonoid, phenolic, tanin, terpenoid, and antraquinon. LB shown the presence of  alkaloid, flavonoid, phenolic, tanin, saponin, terpenoid, and antraquinon. Meanwhile, LK indicated the presence of alkaloid, flavonoid, phenolic, tanin, saponin, and terpenoid. Antioxidant analyis of the seven extracts using DPPH showed that all the tested plants possessed the active compounds with antioxidative effects. Keywords: exploration, extraction, phytochemical screening, antioxidant.
Studi Farmakognostik dan Uji Parameter Nonspesifik Ekstrak Metanol Kulit Batang Kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) Sutomo, Sutomo; Agustina, Nadya; Arnida, Arnida; Fadilaturrahmah, Fadilaturrahmah
Jurnal Pharmascience Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.765 KB) | DOI: 10.20600/jps.v4i1.5761

Abstract

ABSTRAK Kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) merupakan salah satu tumbuhan endemik Kalimantan Selatan. Kulit batang M. casturi mengandung beberapa golongan senyawa yang berpotensi sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan data hasil analisis farmakognostik, batas-batas maksimal kandungan senyawa tertentu dan profil kromatogram kandungan kimia ekstrak metanol kulit batang M. casturi. Analisis farmakognostik terhadap tumbuhan meliputi morfologi, anatomi, dan identifikasi kandungan kimia. Batasan maksimal kandungan senyawa tertentu berdasarkan parameter non spesifik meliputi kadar air, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, total bakteri dan kapang, dan kadar Pb dalam ekstrak. Karakteristik tumbuhan M. casturi yaitu memiliki batang berwarna coklat tua dengan permukaan kasar dan bergetah, daun berwarna hijau, berbentuk lancet, kulit buah matang berwarna coklat keunguan, daging buah berwarna kuning terang hingga jingga, berbau khas, berasa manis agak asam dan banyak mengandung serabut. M. casturi mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, terpenoid, fenol dan saponin yang dibuktikan berdasarkan uji identifikasi kimia dan analisis secara KLT. Pengujian parameter non spesifik ekstrak metanol kulit batang M. casturi secara berturut-turut yaitu, kadar air 12,5±0,7%; kadar abu total 1,0±0,5%; kadar abu tidak larut asam 0,67±0,28%; tidak terdeteksi adanya pertumbuhan bakteri pada ekstrak kulit batang M. casturi; sedangkan total kapang yaitu 250 koloni/g; dan kadar Pb yaitu 3 mg/kg. Kata Kunci: Kasturi, analisis, farmakognostik, Mangifera casturi, parameter non spesifik ABSTRACT Kasturi (Mangefera casturi Kosterm.) is one of the endemic plants of South Kalimantan. M. casturi bark contain several group of compounds potential to the treatment. This research aims to provide data analysis results pharmacognostic, maximum limits of certain compounds and profile chromatogram of chemical content of methanol extract from M. casturi bark. Pharmacognostic analysis of the plant include morphology, anatomy, and the identification of compounds. The maximum limits of certain coumpounds by non-specific parameters include water content, total ash, ash content insoluble in acid, total bacteria and fungi, and Pb content in the extract. M. casturi characteristic is having dark-brown stems with roughly surface and sticky, green leaves, lancet-shapes, fruit skin has a purplish brown colour, flesh of fruit has a bright yellow till orange colour, distinctive smell, slightly sour sweet taste, and contains lots of fiber. M. casturi bark contains alkaloids, flavonoids, terpenoids, phenols, and saponins that has been proved by chemical identification test and analysis of TLC. Non-specific parameter testing about methanol extract of M. casturi bark consecutively given, water content 12,5±0,7%; total ash 1,0±0,5%; ash content insoluble in acid 0,67±0,28%; undetected any bacterial contamination in the extract of M. casturi bark; while the total mold contamination is 250 colonies/g; and Pb contents is 3 mg/kg. Key words: Kasturi, pharmacognostic analysis, Mangifera casturi, non-specific parameter
Isolasi Dan Identifikasi Senyawa Antioksidan Dari Buah Kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) Sutomo, Sutomo; Azhari, Hadi; Arnida, Arnida; Fadlilaturrahmah, Fadlilaturrahmah; Yunus, Rahmat
Jurnal Pharmascience Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.239 KB) | DOI: 10.20600/jps.v4i2.5778

Abstract

ABSTRAK Antioksidan berfungsi untuk menetralisir radikal bebas, sehingga dapat mencegah dan melindungi terjadinya kerusakan tubuh yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit degeneratif. Salah satu tanaman endemik Kalimantan Selatan yang teridentifikasi mengandung antioksidan alami yaitu kasturi (Mangifera casturi Kosterm.). Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa antioksidan dari buah M. casturi. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Pemisahan dan pemurnian dilakukan dengan KLT , KCV, dan kromatografi kolom gravitasi. Identifikasi senyawa dengan spektrofotometri UV-Vis dan FTIR serta uji kualitatif antioksidan dan aktifitas kuantitatif antioksidan isolat. Ekstraksi 2500 gram serbuk buah M. casturi dengan metanol diperoleh 840,69 gram ekstrak kental berwarna coklat. Fraksinasi 60 gram ekstrak metanol dengan fraksi etil asetat menghasilkan 8,3 gram ekstrak kering. Fraksi etil asetat difraksinasi kembali menggunakan KCV dengan eluen n-heksana : etil asetat (9:1; 8:2; 7:3; 6:4; 5:5; 4:6; 3:7) v/v, etil asetat : metanol (5:5 v/v), 100% metanol diperoleh fraksi A, B, C, D, E, F, G, dan H. Fraksi H dipilih untuk di isolasi menggunakan kromatografi kolom gravitasi dengan eluen n-heksana : etil asetat : metanol (5:3:0,5; 5:4:1; 5:4:2; 5:6:2; 5:6:2,5) v/v dan 100% metanol. Uji kualitatif KLT menunjukkan isolat H-7 mengandung senyawa antioksidan dengan pereaksi DPPH. Aktivitas antioksidan isolat H-7 memiliki nilai IC50¬ sebesar 4,61±0,57 ppm. Analisis isolat H-7 dengan UV-Vis menghasilkan puncak pada λ 274,8 nm (pita I) dan λ 218 nm (Pita II). Analisis FTIR menunjukkan gugus fungsi dari isolat H-7 yaitu -OH, C-H aromatik, C-H alifatik, C=O, C=C aromatik, dan C-O. Kata Kunci : Antioksidan, buah M. casturi, DPPH, fraksi etil asetat, Isolasi
Identifikasi Kandungan Senyawa Kimia dan Uji Aktivitas Penghambatan Polimerisasi Hem dari Fraksi n-Heksana Daun Manuran (Coptosapelta tomentosa Valeton ex K. Heyne) Asal Kotabaru Kalimantan Selatan Arnida, Arnida; Sutomo, Sutomo; Khoriah, Utsna Uhdatul
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.389 KB) | DOI: 10.20527/jps.v5i2.5796

Abstract

Coptosapelta tomentosa Valeton ex K. Heyne merupakan salah satu tumbuhan yang berasal dari Kotabaru, Kalimantan Selatan yang berpotensi sebagai antimalaria. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan senyawa kimia dan aktivitas penghambatan polimerisasi hem dari fraksi n-heksana daun C. tomentosa Valetona ex K. Heyne. Identifikasi kandungan senyawa kimia dilakukan dengan metode uji tabung sedangkan aktivitas penghambatan polimerisasi hem secara in vitro dilakukan dengan metode Basillico yang dimodifikasi. Hasil uji skrining fitokimia dan uji Kromatografi Lapis Tipis pada fraksi n-heksana daun C. tomentosa Valeton ex K. Heyne mengandung senyawa steroid, terpenoid, flavonoid, dan antrakuinon. Persentase penghambatan polimerisasi yang didapatkan dari fraksi n-heksana daun C. tomentosa Valeton ex K. Heyne dengan konsentrasi 20; 10; 5; 2,5; 1,25; 0,625; 0,3125 mg/mL secara beturut-turut yaitu 98,267; 97,530; 96,001; 93,274; 89,036%; 80,965; 50,322%. Rerata IC50 fraksi n-heksana daun C. tomentosa Valeton ex K. Heyne sebesar 0,196 ± 0,009 mg/mL dan klorokuin difosfat sebesar 0,214 ± 0.012 mg/mL. Analisis dengan independent sample t-test menyatakan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara keduanya dengan nilai signifikansi sebesar 0,110. Hal ini menunjukkan bahwa fraksi n-heksana daun C. tomentosa Valeton ex K. memiliki aktivitas penghambatan polimerisasi hem. Kata Kunci : Coptosapelta tomentosa Valeton ex K. Heyne, Polimerisasi hem, fraksi n-heksana, skrining fitokimia, KLT. Coptosapelta tomentosa Valeton ex K. Heyne is one of the native plants Kotabaru, Kalimantan Selatan which has potential as antimalarial. This study aimed to determine the chemical content and heme polymerization inhibition activity of Manuran leaf n-hexane fraction. Identification of these compound contents used tube test while the inhibitory activity of heme polymerization in vitro did by Basillico modified method. The results of phytochemical screening test and Thin Layer Chromatography test on the C. tomentosa Valeton ex K. Heyne leaf n-hexane fraction in this study was positive steroid, terpenoid, flavonoid, and anthraquinone compounds. Percentage polymerization inhibition obtained from the C. tomentosa Valeton ex K. Heyne leaf n-hexane fraction with concentration 20; 10; 5; 2.5; 1.25; 0.625; 0.3125 mg/mL, respectively, i.e. 98.267; 97.530; 96.001; 93.274; 89.036%; 80.965; 50.322%. The average of IC50 on C. tomentosa Valeton ex K. Heyne n-hexane fraction was 0.196 ± 0.009 mg /mL, and chloroquine diphosphate was 0.214 ± 0.012 mg/mL. Analysis with independent sample t-test declare, there is no difference between both of them with a significance value is 0,110. This result showed C. tomentosa Valeton ex K. Heyne leaf n-hexane fraction and chloroquine had heme polymerization inhibitory activity as well. Keywords: Coptosapelta tomentosa Valeton ex K. Heyne, Heme polymerization, n-hexane fraction, phytochemical screening, TLC.
AKTIVITAS PENGHAMBATAN POLIMERISASI HEM DARI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN MANURAN, Coptosapelta tomentosa Valeton ex K.Heyne (Rubiaceae) Arnida, Arnida; Sutomo, Sutomo; Rosyidah, Lia
Jurnal Fitofarmaka Indonesia Vol 6, No 1 (2019): JURNAL FITOFARMAKA INDONESIA
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1153.766 KB) | DOI: 10.33096/jffi.v6i1.459

Abstract

Malaria is a serious disease caused by Plasmodium parasites and is transmitted by the salivary glands of female Anopheles mosquito. The manuran (Coptosapelta tomentosa Valeton ex K.Heyne) is empirically used as a malarial treatment. The study aimed to determine the IC50 value of ethyl acetate fraction and the coumpounds contained on the C. tomentosa Valeton ex K. Heyne leaf ethyl acetat fraction. The identification of chemical composition used tube test method. The inhibitory activity of heme polymerization in vitro did by Basillico modified method. The identification of chemical contents on the ethyl acetate fraction of C. tomentosa leaf Valeton ex K. Heyne showed positive results containing flavonoid, tannin, saponin, terpenoid, and anthraquinone. The average percentage heme polymerization inhibition of C. tomentosa valeton ex K. Heyne leaf ethyl acetate fraction respectively from large to small concentrations of 97.94; 96.94; 95.01; 91.63; 86.19; 76.12; and 44.83 %. Result of probit analysis, that it has HPIA IC50 value of 0.252±0.009 mg/mL and chloroquine diphosphate was 0.214±0.012 mg/mL. The independent sample T-test showed that there was significant difference between IC50 value of them. The ethyl acetate fraction of C. tomentosa leaf Valeton ex K. Heyne has heme polymerization inhibition activity.