Arnelli Arnelli
Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Published : 21 Documents
Articles

Found 21 Documents
Search

Sublasi Surfaktan dari Larutan Detergen dan Larutan Detergen Sisa Cucian serta Penggunaannya Kembali sebagai Detergen Arnelli, Arnelli
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 13, No 1 (2010): Volume 13 Issue 1 Year 2010
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.14710/jksa.13.1.4-7

Abstract

Sublasi telah dilakukan untuk mendapatkan surfaktan dari larutan detergen and untuk mengetahui pengaruh kotoran terhadap hasil sublasi dilakukan sublasi terhadap larutan detergen sebelum (larutan murni) dan sesudah digunakan untuk proses pencucian (limbah cair cucian). Hasil sublasi larutan murni dan larutan sisa cucian masing-masing adalah 84% dan 80%, dengan detergensi masing -masing surfaktan adalah 46,03% dan 35,27 %. Dengan penambahan 60% natrium tripoli fosfat terhadap surfaktan hasil sublasi larutan sisa cucian diperoleh detergensi sebesar 74,51 %.
Penentuan Waktu Optimum Reaksi Reduksi Metil Laurat Minyak Kelapa Menggunakan NaBH4 Diana, Hanna Niela; Ngadiwiyana, Ngadiwiyana; Arnelli, Arnelli
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 2 (2011): Volume 14 Issue 2 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.14710/jksa.14.2.51-53

Abstract

Surfaktan natrium lauril sulfat dapat disintesis dari metil laurat yang dapat diisolasi dari minyak kelapa jenis VCO. Pada penelitian ini, VCO ditransesterifikasi dengan metanol untuk menghasilkan metil ester dengan menggunakan NaOH sebagai katalis. Metil laurat dipisahkan berdasarkan perbedaan titik leleh. Metil laurat yang telah diisolasi direduksi untuk menghasilkan lauril alkohol dengan NaBH4 sebagai agen pereduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk reduksi dan menentukan waktu optimum reaksi reduksi menggunakan agen pereduksi NaBH4. Variabel yang diamati adalah waktu reaksi reduksi (3, 4, 5, dan 6 jam). Pada penelitian ini, waktu optimum diperoleh pada waktu reaksi 4 jam dengan berat produk 0,7044 g dan derajat reduksi sebesar 98%.
Synthesis of Zeolite from Sugar Cane as Detergent Builder: Variation of Si/Al Ratio and Hydrothermal TimeSynthesis of Zeolite from Sugar Cane as Detergent Builder: Variation of Si/Al Ratio and Hydrothermal Time Arnelli, Arnelli; Afifah, Noor; Rizki, Narita; Windarti, Tri; Astuti, Yayuk
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 1 (2018): Volume 21 Issue 1 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.1.24-28

Abstract

Synthesis of zeolite from bagasse with variation of Si / Al ratio (1,2,1,4,1,6 and 1,8) with ZS1-ZS5 code and hydrothermal time (160, 190, 250, 340, and 460 minutes) with sample code ZSa - ZSe has been conducted. The synthesized zeolite was then applied to the detergent builder. The detergent builder of synthetic zeolite was used as a substitute for sodium tripolyphosphate, which is not environmentally friendly as it can lead to eutrophication. One of the detergent builder functions is to improve the washing efficiency of the surfactant by inactivating water-absorbing minerals (Ca2+ and Mg2+ ions) which may further deter the detergency process. Zeolites were synthesized using a sol-gel method followed by a hydrothermal process. The material used in this synthesis is Na2SiO3 (aq) (derived from bagasse) mixed with NaAl(OH)4 (aq), then stirred to form a white gel and continued by heating using autoclave at 100°C. The results obtained are zeolite-A and zeolt-X for variation of Si/Al ratio and hydrothermal time variation, with CEC value and detergency proportional to Si/Al ratio and hydrothermal time.
Pemanfaatan Surfaktan Kationik Hasil Sublasi sebagai Molekul Pengarah pada Pembuatan Material Berpori dari Sekam Padi Juni, Endah Wulan; Arnelli, Arnelli; Sriatun, Sriatun
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 1 (2012): Volume 15 Issue 1 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.14710/jksa.15.1.24-28

Abstract

Penelitian pemanfaatan surfaktan kationik dari hasil sublasi sebagai molekul pengarah pada pembuatan material berpori dari sekam padi Telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi surfaktan dari hasil sublasi terhadap karakter material hasil sintesis. Proses sublasi dilakukan untuk memisahkan surfaktan kationik dari larutan dan menghasilkan surfaktan kationik dari golongan ammonium kuarterner dengan CMC (Konsentrasi Misel Kritis) 2,1 g/L. Surfaktan kationik divariasi konsentrasi yaitu di bawah CMC (M1) = 1 g/L, pada CMC (M2) = 2,1 g/L dan di atas CMC (M3) = 10,5 g/L. Hasil XRD menunjukkan bahwa hasil sintesis merupakan padatan kristal. Hasil BET menunjukkan luas permukaan, volume pori total dan radius pori dari masing-masing hasil sintesis berturut-turut adalah 7,18 m2/g; 4,21 x 10-3 cm3/g; 11,721 Å untuk M1; 9,81 m2/g; 5,66 x 10-3 cm3/g; 11,54 Å untuk M2 dan 9,06 m2/g; 5,07 x 10-3 cm3/g; 11,196 Å untuk M3. Konsentrasi surfaktan kationik pada CMC (M2) menghasilkan material berpori dengan luas permukaan dan volume pori paling tinggi relatif terhadap M1 dan M3. Komposisi mineral material hasil sintesis berupa campuran dari natrium silikat hidrat, aluminum hidrogen silikat, dan natrium hidrogen silikat hidrat. Material hasil sintesis adalah mesopori dengan diameter pori rata-rata 22 Å.
Manfaat Surfaktan dalam Proses Pewarnaan Tekstil Arnelli, Arnelli; Nugraheni, Wahyu Widi
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 6, No 2 (2003): Volume 6 Issue 2 Year 2003
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.14710/jksa.6.2.9-11

Abstract

ABS (Alkil Benzen Sulfonat) telah digunakan dalam proses pewarnaan serat poliester dengan zat warna dispersi. ABS berfungsi untuk membantu penyebaran zat warna pada serat sehingga dihasilkan warna yang merata pada kain.Prinsip yang digunakan pada proses ini adalah solubilisasi, surfaktan dapat melarutkan zat organik, pelarutan ini terjadi dalam misel, selanjutnya misel akan teradsorpsi pada permukaan kain dan zat warna dapat berpenetrasi pada kain.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ABS lebih baik digunakan dalam proses pewarnaan dari zat pembantu standard DPLSNKata kunci: Surfaktan, pewarnaan, solubilisasi
Detergensi Natrium Dodesilbenzen Sulfonat dengan Penambahan Natrium Tripolifosfat dan Variasi pH Briyanto, Briyanto; Arnelli, Arnelli; Suseno, Ahmad
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 13, No 1 (2010): Volume 13 Issue 1 Year 2010
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.14710/jksa.13.1.8-11

Abstract

Detergensi dapat ditingkatkan dengan penambahan natrium tripolifosfat dan mengatur pH pada saat pencucian. Detergensi yang dipelajari adalah detergensi natrium dodesilbenzen sulfonat hasil sintesis. Natrium dodesilbenzen sulfonat diperoleh dengan reaksi alkilasi, sulfonasi dan netralisasi. Produk dianalisis menggunakan FTIR dan uji detergensi produk dilakukan dengan mencuci kain katun dengan ukuran 10x10 cm yang telah dikotori dengan kotoran standar tanpa dan dengan penambahan natrium tripolifosfat dan variasi pH. Produk sintesis yang diperoleh berupa kristal abu- abu sebanyak 2,83 gram (rendemen 48,38 %). Pada uji detergensi, diperoleh bahwa daya detergensi optimum dari natrium dodesilbenzen sulfonat pada penambahan 70% natrium tripolifosfat. Semakin bertambahnya pH, semakin meningkatkan detergensi dan maksimum pada pH = 11,5
Pengayaan Yodium dan Kadar NaCl pada Garam Krosok menjadi Garam Konsumsi standar SNI (Enrichment of Iodium and Sodium Cloride in the Traditional Salt become Consumtion Salt INS Standard) Nur, Muhammad; Marhaendrajaya, I.; Sugito, Sugito; Windarti, T.; Arnelli, Arnelli; Hastuti, R.; Haris, A.; Rahmanto, W.; Widodo, D. S.; Ariyanto, F.; Muhlisin, Z.; Suseno, J. E.; Setiawati, E.; Sutanto, H.; Priyono, Priyono; Izzati, M.; Hariyati, R.; Tana, S.; Raharjo, B.; Ispriyanti, D.; Farikhin, Farikhin; Rusgiyono, A.; Suhartono, Suhartono
SAINS DAN MATEMATIKA Volume 21 Nomor 1 Tahun 2013
Publisher : SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.3 KB)

Abstract

This research has been carried out in the quality improvement of traditional salt (krosok salt) into salt consumption for the Indonesian National Standard. This report is devoted to the elevated levels of NaCl and KIO3. Increased levels of NaCl and Iodine (represented by KIO3) is done by washing the salt with the traditional clothes washer with two rounds and by using water with saline solution at 22-24 Be (known as the old water). Traditional salt taken from three districts, such as Pati District, Jepara District, and Rembang District. We found that the concentration of NaCl in the treatment salt maximum is  96 % and Iodium or present of KIO3 is 40 ppm.   Key words: Salt,  traditional, INS, Consumtion, NaCl, KIO3
Pengayaan Yodium dan Kadar NaCl pada Garam Krosok menjadi Garam Konsumsi standar SNI Enrichment of Iodium and Sodium Cloride in the Traditional Salt become Consumtion Salt INS Standard Nur, M.; Marhaendrajaya, I.; Sugito, Sugito; Windarti, T.; Arnelli, Arnelli; Hastuti, R.; Haris, A.; Rahmanto, W. H.; Widodo, Didik Setiyo; Ariyanto, F.; Muhlisin, Z.; Suseno, J. E.; Setiawati, E.; Sutanto, H.; Priyono, Priyono; Izzati, M.; Hariyati, R.; Tana, S.; Raharjo, B.; Ispriyanti, D.; Farikhin, Farikhin; Rusgiyono, A.; Suhartono, Suhartono
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 21 Issue 1 Year 2013
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research has been carried out in the quality improvement of traditional salt (krosok salt) into salt consumption for the Indonesian National Standard. This report is devoted to the elevated levels of NaCl and KIO3. Increased levels of NaCl and Iodine (represented by KIO3) is done by washing the salt with the traditional clothes washer with two rounds and by using water with saline solution at 22-24 Be (known as the old water). Traditional salt taken from three districts, such as Pati District, Jepara District, and Rembang District. We found that the concentration of NaCl in the treatment salt maximum is  96 % and Iodium or present of KIO3 is 40 ppm.   Key words: Salt,  traditional, INS, Consumtion, NaCl, KIO3
Pengaktifan Kapas Sebagai Resin Penukar Kation Asam Lemah Arnelli, Arnelli; S., M. S.H. Yoga; Astuti, Yayuk
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 14 issue 4 Year 2006
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.561 KB)

Abstract

ABSTRAK---Dengan menggunakan beberapa reaksi kimia, gugus hidroksi dalam struktur selulosa mampu diubah menjadi senyawa eter (R-O-R). Senyawa eter yang disintesis tersebut mengandung gugus karboksilat yang mempunyai kation aktif yang dapat dipertukarkan dengan kation lain. Sebagai sumber selulosa adalah kapas alam. Pada penelitian ini, kapas alam diaktifkan dengan NaOH dan asam trikloroasetat sehingga menghasilkan senyawa eter selulosa. Pemanfatannya sebagai penukar kation dilakukan terhadap kation Cu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pengaktifan yang memberikan kapasitas adsorbsi optimum adalah pada suhu alkalisasi 60 0C, lama reaksi 120 menit dan konsentrasi asam trikloroasetat sebesar 0.06 M. pada kondisi pengaktifan ini kapas aktif mampu mengadsorbsi kation tembaga 44.10-2 mg/g kapas aktif.   Kata kunci: kapas aktif, trikloroasetat, penukar kation
Formulasi Larutan Pencuci dari Surfaktan Hasil Sublasi Limbah Laundry Puspitasari, Puspitasari; Arnelli, Arnelli; Suseno, Ahmad
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 1 (2013): Volume 16 Issue 1 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.14710/jksa.16.1.11-16

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang perumusan cairan pencuci dari surfaktan sublasi dari  limbah laundry. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formula cairan pencuci hasil surfaktan substitusi dari limbah cucian dan detergensi optimal dari cairan pencuci yang diformulasikan. Salah satu metode yang dapat diterapkan untuk mendapatkan surfaktan dari air limbah bekas adalah metode sublasi. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap, yaitu sublasi limbah cucian, karakterisasi surfaktan, dan uji detergensi. Penentuan jumlah surfaktan menggunakan metode MBAS, penentuan kelompok fungsional surfaktan menggunakan FTIR, detergensi dengan sublasi surfaktan dengan memvariasikan pH, Sodium Tripoly Phosphate (STPP), Carboxyl Methyl Cellulose (CMC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa surfaktan yang berasal dari proses sublasi adalah alkilbenzena sulfonat lurus (LAS). Hal ini ditunjukkan oleh spektrum FTIR yang menunjukkan beberapa kelompok fungsi seperti alkil, sulfonat dan pengganti cincin aromatik. Surfaktan anionik mengalami penurunan sebesar 81,43%. Hasil uji detergensi diperoleh detergensi optimum 90,49%, formula cairan pembersih 21% surfaktan, STPP 60%, pH 10,5, 1% CMC.Telah dilakukan penelitian tentang perumusan cairan pencuci dari surfaktan sublasi dari  limbah laundry. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formula cairan pencuci hasil surfaktan substitusi dari limbah cucian dan detergensi optimal dari cairan pencuci yang diformulasikan. Salah satu metode yang dapat diterapkan untuk mendapatkan surfaktan dari air limbah bekas adalah metode sublasi. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap, yaitu sublasi limbah cucian, karakterisasi surfaktan, dan uji detergensi. Penentuan jumlah surfaktan menggunakan metode MBAS, penentuan kelompok fungsional surfaktan menggunakan FTIR, detergensi dengan sublasi surfaktan dengan memvariasikan pH, Sodium Tripoly Phosphate (STPP), Carboxyl Methyl Cellulose (CMC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa surfaktan yang berasal dari proses sublasi adalah alkilbenzena sulfonat lurus (LAS). Hal ini ditunjukkan oleh spektrum FTIR yang menunjukkan beberapa kelompok fungsi seperti alkil, sulfonat dan pengganti cincin aromatik. Surfaktan anionik mengalami penurunan sebesar 81,43%. Hasil uji detergensi diperoleh detergensi optimum 90,49%, formula cairan pembersih 21% surfaktan, STPP 60%, pH 10,5, 1% CMC.