Dian Armanto
Prodi Pascasarjana Matematika, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan (UNIMED), 20221, Medan Sumatera Utara, Indonesia

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

PERBEDAAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA DAN PEMECAHAN MASALAH PADA PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DI SMA NEGERI 1 KUALUH SELATAN ., Nurdalilah; Syahputra, Edi; Armanto, Dian
PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 2 (2013): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian eksperimen semu ini menyelidiki perbedaan: (1) Kemampuan penalaran matematika pada pendekatan PBM dan pembelajaran secara konvensional, (2) Kemampuan pemecahan masalah pada pendekatan PBM dan pembelajaran secara konvensional, (3) Interaksi antara pendekatan pembelajaran dan kemampuan awal siswa terhadap kemampuan penalaran matematika, (4) Interaksi antara pendekatan pembelajaran dan kemampuan awal siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) Tes kemampuan penalaran matematika, (2) Tes kemampuan pemecahan masalah. Pokok bahasan yang diajarkan adalah trigonometri dan tes berbentuk uraian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Kualuh Selatan, sampel eksperimen berjumlah 37 orang dan sampel kontrol berjumlah 37 orang siswa. Data dianalisis dengan uji ANAVA dua jalur. Diperoleh rata-rata tes kemampuan penalaran matematika kelas eksperimen 11,87 dan rata-rata tes kemampuan penalaran matematika kelas kontrol 10,15. Rata-rata tes kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen 32,85 dan rata-rata tes kemampuan pemecahan masalah kelas kontrol 26,92. Setelah dilakukan uji-t diperoleh t hitung pada kemampuan penalaran matematika 3,563 dan t hitung pada kemampuan pemecahan masalah 7,179.
PERBEDAAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN METAKOGNISI SISWA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR YANG MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN CTL DAN KONVENSIONAL DI SMPN 2 DEWANTARA KABUPATEN ACEH UTARA ., Nuraini; Armanto, Dian; Sinaga, Bornok
PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 2 (2013): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa yang model pembelajarannya menerapkan CTL dan konvensional; perbedaan kemampuan metakognisi siswa yang model pembelajarannya menerapkan CTL dan konvensional; interaksi antara pembelajaran CTL dan gaya belajar (VAK) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa; interaksi antara pembelajaran konvensional dan gaya belajar (VAK) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa; interaksi antara pembelajaran CTL terhadap kemampuan metakognisi siswa; interaksi antara pembelajaran konvensional dan gaya belajar (VAK) terhadap kemampuan metakognisi siswa; mendeskripsikan kadar aktivitas aktif siswa selama proses pembelajaran CTL dan mendeskripsikan tingkat kemampuan guru mengelola pembelajaran dengan CTL. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini siswa VII SMPN 2 Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial. Analisis inferensial data untuk melihat perbedaan dilakukan dengan analisis kovarians (ANAKOVA) dan ANOVA 2 jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang diberi pembelajaran CTL dengan konvensional, sedangkan ditinjau dari gaya belajar (VAK) kemampuan komunikasi matematis antara ketiga gaya belajar tidak terdapat perbedaan; terdapat perbedaan kemampuan metakognisi antara siswa yang diberi pembelajaran CTL dengan konvensional, sedangkan jika ditinjau dari gaya belajar (VAK) kemampuan metakognisi siswa tidak terdapat perbedaan. Sedangkan untuk melihat interaksi antara faktor pembelajaran dan gaya belajar digunakan ANAVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara faktor pembelajaran CTL dan gaya belajar (VAK) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa; tidak terdapat interaksi antara faktor pembelajaran konvensional dan gaya belajar (VAK) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa; tidak terdapat interaksi antara pembelajaran CTL dan gaya belajar (VAK) terhadap kemampuan metakognisi siswa; terdapat interaksi antara pembelajaran konvensional dan gaya belajar (VAK) tetapi tidak signifikan. Kadar aktivitas aktif siswa dengan pembelajaran CTL berada pada batas toleransi persentase waktu ideal.. Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dengan CTL berada dalam kriteria baik.
KEMAMPUAN KOMUNIKSI MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DAN MADRASAH TSANAWIYAH PADA MATERI FUNGSI DI P.BRANDAN KABUPATEN LANGKAT ., Fadilah; Armanto, Dian; Panjaitan, Asmin
PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 5, No 2 (2012): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aim to to know ability of communications matematik student SMP/MTs through used by the study process teacher in teaching the function items. Study process told succeed to be seen from perception result concerning him succeeding learn in executing the study process as according to planning of specified study. Teacher run his function as counsellor and fasilitator so that can create the that active study. Beside teacher dont find the difficulty mean in executing the process study of good in the case of forwarding of items, domination of class and guide the student learn. Population in research is class student VIII from SMP/ MTS the in P.Brandan. With Cluster Random Sampling chosen become sampel is student SMP Negeri-2, student SMP Babalan, student SMP Ubudiyah, student MTs Darul Arafah and student MTs Al-Wasliyah. Research result indicate that the is student  his study with co-operative with value categorize 3,45 hence told by theX the good enough study process. Sedangka the is student direct study with value categorize 2,97 told by the unfavourable study process. Pursuant to this research result, is suggested that by the teacher teach the mathematics in SMP/MTS can make study of co-operative as a(alternative in presenting Iesson of mathematics as well as can be improved toward domination of items, not merely orienting to solution of duty.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN PENGETAHUAN PROSEDURAL MATEMATIKA SISWA SMP Siregar, Nurfauziah; Armanto, Dian; Saragih, Sahat
PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 5, No 2 (2012): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed to determine (1) the differences between students understanding of mathematical concepts to acquire problem-based learning with students receiving regular learning. (2) to knowing the differences in procedural knowledge of mathematics among students who received problem-based learning with students that receive the regular learning. (3) Describe the range of students answers in solving the problem for both groups of each point about the understanding of concepts and procedural knowledge. (4) to knowing the thoroughness learning of students who received problem-based learning. (5) to knowing the students responses to problem-based learning. This study is a quasi-experimental research. The population was students in the junior class VIII Padangsidimpuan accredited in 2010. The instrument used test understanding of concepts, procedural knowledge tests and questionnaires on student responses. The instrument is deemed to have qualified to validite the contents, as well as understanding of the concept of test coefficient reliability of 0.94 and 0.90 for procedural knowledge test. Data analysis was performed by descriptive analysis  to describe the exhaustiveness of student learning, the variety of answers to students and student responses to learning activities analyse by t test. The result showed that: (1) there is a difference of the understanding of the concept among students who received problem-based learning compared with normal learning, where the problem-based learning can further enhance students understanding of concepts than with ordinary learning. (2) there is a difference between the procedural knowledge among students who received problem-based learning compared with normal learning, where the problem-based learning can further improve procedural knowledge of mathematics students with the usual learning. (3) Variety of students answers in a problem-based learning is more varied when compared with regular students in learning the answers. (4) understanding the concepts of students with problem-based learning with the complete percentage is 77.14% and in procedural knowledge with the students problem-based learning with the complete percentage is 88.57%. (5) there is a positive response to students problem-based learning activities.
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DAN SIKAP SISWA TERHADAP MATEMATIKA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINIER DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CTL DI SMA GAJAH MADA MEDAN Armanto, Dian; Mukhtar, Mukhtar; Pane, Toni Sitorus
PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 10, No 1 (2017): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.212 KB)

Abstract

Tujuan Penelitian untuk melihat apakah: 1) terjadi peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematika setelah diberikan tindakan dengan pendekatan pembelajaran CTL, 2) tuntas hasil belajar siswa terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika dengan penerapan pembelajaran CTL, dan 3) sikap siswa terhadap pendekatan pembelajaran CTL. Penelitian berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK), di SMA Swasta Gajah Mada Medan. Subjek penelitian siswa kelas X, terdiri dari 21 orang laki-laki dan 9 orang perempuan. Objek penelitian; 1) objek yang mencerminkan proses yaitu tindakan penerapan pembelajaran CTL beserta perangkat-perangkatnya antara lain RPP, LAS, lembar observasi; 2) objek yang mencerminkan produk yaitu kemampuan siswa dalam memahami konsep matematika. Data-data penelitian diperoleh dari scenario pembelajaran, lembar observasi siswa dan guru, tes pemahaman konsep matematik dan kuisioner tentang sikap siswa terhadap matematika. Hasil validasi terhadap perangkat dan intrumen dalam kategori (Dapat digunakan tanpa revisi) dan hasil uji coba intrumen tes menunjukkan telah memenuhi seluruh kriteria (validitas, reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukaran)Penelitian terdiri 2 siklus dan tes diberikan pada setiap akhir siklus. Hasil tindakan siklus I dan siklus II: 1) kemampuan pemahaman konsep matematika siswa dari siklus I yaitu 55,67 dan siklus II yaitu 79,83; 2) ketuntasan belajar siswa yang sangat baik, dimana pada siklus I hanya terdapat 4 orang siswa yang mencapai KKM sementara pada siklus II hampir seluruh siswa (29 orang siswa dari 30 orang siswa) mampu mencapai ketuntasan belajar siswa, dan 3) sikap siswa yang positif pada pendekatan pembelajaran CTL dengan nilai rata-rata secara keseluruhan yaitu 161,4. Hasilobservasiaktivitas guru dan siswasiklus I secara keseluruhan dapat disimpulkan dalam kategori jelas terlihat dan pada siklusII secara keseluruhan dapat disimpulkan dalam kategori sangat  jelas terlihat.Kesimpulan penelitian: 1) terdapat peningkatankemampuan pemahaman konsep matematika siswa dari siklus I (55,67) hingga siklus II (79,83) dengan peningkatan sebesar 24,16; 2) terdapat peningkatan ketuntasan belajar siswa yang sangat baik, dimana pada siklus I hanya terdapat 4 orang siswa yang mencapai KKM sementara pada siklus II hampir seluruh siswa (29 orang siswa dari 30 orang siswa) mampu mencapai ketuntasan belajar siswa, dan 3) sikap siswa yang positif pada pendekatan pembelajaran CTL.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MELALUI PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK Frisnoiry, Suci; Armanto, Dian; Sumarno, Sumarno
PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 7, No 1 (2014): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.254 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui validitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan melaluiPendekatan Matematika Realistik pada pokok bahasan Kesebangunan, (2) Mengetahui efektivitas penerapan perangkat pembelajaran yang dikembangkan melaluiPendekatan Matematika Realistik pada pokok bahasan Kesebangunan. Subjek dari penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 7Binjai tahun ajaran 2012/2013 yang terdiri dari dua yaitu kelas IX-4sebagai kelas yang diberi pembelajaran menggunakan Pendekatan Matematika Realistik, sedangkan kelas yang menggunakan Pembelajaran Biasa yaitu kelas IX-3.Dan objek dalam penelitian ini adalah Buku Guru, Buku Siswa, LAS, dan tes kemampuan belajar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1)Pengembangan perangkat pembelajaran yang dikembangkan melalui PMR valid. Dapat dilihat dari hasil validasi validator: rata- rata total RPP= 3,99, rata- rata total buku guru= 3,89, rata-rata total buku siswa=3,80, LAS=3,79. Hasil penelitian menyimpulkan pengembangan perangkat pembelajaran melalui PMR valid. (2) Penerapan  Pengembangan perangkat pembelajaran untuk membelajarkan kemampuan pemahaman dan komunikasi matematik melalui PMR efektif ditinjau dari hasil observasi guru dan siswa yang berada pada kriteria batasan keefektifan pembelajaran.
PERBEDAAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN STAD DITINJAU DARI KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMA ., Sugianto; Armanto, Dian; Bangun Harahap, Mara
Didaktik Matematika Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jdm.v1i1.1332

Abstract

Abstrak.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji: (1) perbedaan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw denganbentuk STAD untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematika siswa, (2) perbedaan penerapan pembelajaran kooperatif Model tipe Jigsaw dan STAD tentang peningkatan keterampilan komunikasi matematika siswa, (3) Untuk mengetahui interaksi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan STAD untuk penalaran dalam hal pengembangan kapasitas dan peningkatan komunikasi matematika siswa. Penelitian ini merupakan semi-eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI siswa SMA di Binjai. Secara acak, satu sekolah dipilih sebagai subyek penelitian, yaitu SMAN 7 Binjai Tahun 2012. Instrumen yang digunakan meliputi: tes kemampuan penalaran matematika dan matematika komunikasi uji kemampuan. Analisis data dilakukan dengan analisis varians (ANOVA). Hasil utama dari penelitian ini adalah keseluruhan siswa belajar dengan tipe pembelajaran kooperatif Jigsaw secara signifikan lebih baik dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematika dan komunikasi matematika daripada siswa yang belajar dengan tipe kooperatif STAD. Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, PenalaranMatematika, Komunikasi Matematika.
PENGEMBANGAN TES BERPIKIR KREATIF KELAS VIII SMP RANTAUPARAPAT MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD Wahyuni, Dewi; Armanto, Dian; Asmin, Asmin
PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 7, No 2 (2014): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menelaah(1) Mengetahui efektifitas tes berfikir kreatif kelas VIII SMP Rantauparapat yang dikembangkan melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD. (2). Mengetahui sentivitas tes berpikir kreatif kelas VIII SMP Rantauparapat yang dikembangkan melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD. (3) Mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe STAD kelas VIII SMP Rantauparapat. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan modifikasi antara Model Pengembanagan Sugiono yang dibatasi dengan empat tahapan, yaitu: tahapan rancangan, tahapa validasi, tahapan uji coba terbatas dan tahapan uji coba lebih luas. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP yang berakreditasi A di Rantauparapat, secara acak dipilih dua sekolah sebagai subyek penelitian, yaitu SMPN 2 dan MTsN Rantauparapat. Kemudian secara acak dipilih salah satu kelas dari SMP 2 rantauparapat sebagai uji coba terbatas dan dua kelas dari sekolah MTs N sebagai uji coba lebih luas. Semua kelas uji coba diberi perlakuan yang sama yaitu Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD. Instrumen yang digunakan terdiri dari : tes kemampuan berpikir  kreatif dan lembar observasi. Instrument tersebut dinyatakan telah memenuhi syarat validitas isi,serta koefesien relialibitas sebesar 0,90. Hasil pengujian analisismenunjukkan bahwa: (1) Penerapan Pengembangan Tes Berpikir Keratif kelas VIII SMP Rantauparapat yang dikembangkan melalui Pembelajaran Kooperatif tipe STAD Efektif ditinjau dari, hasil belajar siswa,waktu dan tujuan pembelajaran, dapat dilihat dari komponen-komponen (a) hasil belajar siswa secara klasikal berada diatas 80%. (b) waktu yang digunakan siswa dan guru dalam proses pembelajaran berada pada keriteria efektif. (c)tujuan pembelajaran yang telah tercapai dari nilai rata-rata siswa dan secara klasikal berada diatas 80%. (2). Sensitivitas tes berpikir kreatif peka terhadap pembelajaran kooperatif tife STAD. (3). Respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif tife STAD berada diatas 80%.
PENINGKAATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN PENALARAN MATEMATIS MELALUI PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK PADA SISWA KELAS VII SMPN 1 HINAI KABUPATEN LANGKAT Hartono, Hartono; Armanto, Dian; siagian, pargaulian siagian
PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 7, No 3 (2014): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah: (1) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematikan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan Pendekatan Matematika Realistik (PMR) lebih tinggi daripada siswa yang memperoleh pembelajaran biasa, (2) peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan PMR lebih tinggi dari pada siswa yang memperoleh pembelajaran biasa, (3) terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, (4) terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa. Instrumen yang digunakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) Tes kemampuan pemecahan masalah, (2) tes kemampuan penalaran matematis dengan koefisian reliabilitas masing-masing sebesar 0,821 dan 0,855. Pokok bahasan yang diajarkan adalah persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel dan tes berbentuk uraian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 1 Hinai, sampel eksperimen berjumlah 35 orang dan sampel kontrol berjumlah 35 orang siswa. Data analisis dengaan uji ANAVA dua jalur. Diperoleh rata-rata tes kemampuan pemecahan kelas eksperimen 33,14 dan rata-rata tes kemampuan pemecahan maslaah kelas kontrol 26,17. Rata-rata tes kemampuan penalaran matematis kelas eksperimen 11,86 dan rata-rata tes kemampuan penalaran matematis kelas kontrol 9,71. Setelah dilakukan uji ANAVA dua jalur diperoleh F pada kemampuan pemecahan masalah 41,136 dan F pada kemampuan penalaran matematis 4,246.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA MTsN MEDAN MELALUI PENDEKATAN MATEMATIK REALISTIK Hidayat, Muhammad Arif; Hasratuddin, Hasratuddin; Armanto, Dian
PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 7, No 3 (2014): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kemapuan pemecahan masalah dan kecerdasan emosional yang baik untuk topik bangun datar dari kelas VII MTsN 2 Medan, mendeskripsikan keefektifan pembelajaran matematika realistik untuk topik bangun datar di kelas VII MTsN 2 Medan, dan membandingkan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran matematika realistik dengan siswa yang mengikuti pembelajaran biasa untuk topik bangun datar di kelas VII MTsN 2 Medan. Penelitian ini merupakan penilitian quansi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa adalah siswa MTsN 2 Medan. Pemelihian sampel dilakukan secara random dengan mengacak kelas. Siswa kelas VII (1) sebagai kelas eksperimen yang di beri perlakuan pendekatan matematika realistik dan siswa kelas VII (5) sebagai kelas kontrol yang di beri perlakuan pembelajaran biasa. Instrumen yang digunakan terdiri dari: tes kemampuan pemecahan masalah, angket kecerdasan emosional, aktivitas siswa dan proses jawaban siswa. Analisis data dilakukan dengan uji t dan  anava dua jalur. Hasil utama dari penelitian ini adalah: (1) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika yang memperoleh pendekatan matematika realistik lebih tinggi dibandingkan siswa yang menggunakan pembelajaran biasa, (2) peningkatan kecerdasan emosional siswa yang memperoleh pendekatan matematika realistik lebih tinggi dibandingkan siswa yang menggunakan biasa, (3) terdapat interaksi antara pembelajaran dengan kemampuan awal siswa terhadap penigkatan kemampuan pemecahan masalah matematik, dan (4) terdapat interaksi antara pembelajaran dengan kemampuan awal terhadap peningkatan kecerdasan emosional, (5) proses pembelajaran siswa selama pembelajaran PMR berlangsung lebih baik, dan (6) bentuk jawaban siswa  lebih bervariasi dan lebih baik selama pembelajaran PMR dibandingkan dengan pembelajaran biasa. Berdasarkan hasil penelitian ini, agar peneliti menyarankan agar pembelajaran matematik realistik pada pembelajaran matematika dapat dijadikan alternatif bagi guru matematika untuk meningkatkan kemampuan berfikir kreatif dan pemecahan masalah matematika siswa sebagai salah satu alternatif untuk menerpkan pembelajaran matematika yang inovatif.