T. Armansyah
Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

Profil titer antiserum-inhibin hasil induksi inhibin 32 kDa pada kelinci sebagai kandidat vaksin untuk induksi superovulasi= Profile of antibody titre against inhibin in rabbit following induction of inhibin 32 KDA ...

Jurnal Sain Veteriner Vol 24, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2821.946 KB)

Abstract

ujuan penelitian ini adalah mempelajari profil anti-inhibin hasil induksi inhibin 32 kDa dari sel granulosa folikel ovarium kambing pada kelinci. Penelitian ini dilakukan dilakukan dalam 2 tahap yaitu 1) isolasi dan karakterisasi inhibin dari sel granulosa folikel ovarium kambing dan 2) karakterisasi anti-inhibin sebagai respon imun akibat induksi oleh inhibin. Karakterisasi inhibin dilakukan menggunakan teknik sodium dodecyl sulphonat polyacrylamide gel electrophoresis (SDS-PAGE) dan anti-inhibin dikarakterisasi menggunakan teknik blotting (dot blot dan Western blot) dan enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Imunisasi 200 p.1 inhibin dilakukan dengan penambahan ill 200 Complete Freunds Adjuvant (CFA) dan 200111 Incomplete Freunds Adjuvant (IFA) masing-masing untuk imunisasi primer dan booster. Serum dikoleksi setiap minggu selama 10 kali setelah booster I. Hasil SDS-PAGE menunjukkan bahwa inhibin sel granulosa folikel ovarium kambing mempunyai BM 32 kDa. Imunisasi primer yang diikuti 2 kali booster menginduksi respon imun humoral yang ditandai dengan biosintesis anti-inhibin. Titer optimum dicapai pada pengambilan darah ke-8 (65 hari pasca imunisasi primer).

PENENTUAN WAKTU TERBAIK PADA PEMERIKSAAN KIMIA URIN UNTUK DIAGNOSIS KEBUNTINGAN DINI PADA SAPI LOKAL

Jurnal Kedokteran Hewan Vol 5, No 1 (2011): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.862 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui waktu terbaik untuk mendapatkan akurasi tertinggi pada pemeriksaan kimia urin untuk diagnosis kebuntingan dini pada sapi lokal. Pemeriksaan urin dilakukan sesuai prosedur yang dikembangkan oleh Cuboni-Lunaas.Waktu koleksi urin adalah pada bulan ke-1, 2, dan 3 setelah inseminasi. Hasil positip dari pemeriksaan ditunjukkan oleh terbentuknya fluoresensi pada larutan. Hasil pemeriksaan ini dikonfirmasi dengan pemeriksaan kebuntingan secara manual. Akurasi metode diagnosis dengan kimia urin pada waktu pemeriksaan pada bulan ke-1, 2 dan 3 pasca inseminasi masing–masing adalah 75,0; 87,5; dan 100% untuk mendiagnosis sapi bunting dan 0,0; 100,0; dan 100,0 % pada untuk mendiagnosis sapi yang tidak bunting. Waktu pemeriksaan dengan akurasi terbaik untuk diagnosis bunting diperoleh pada bulan ke-3 sedang untuk diagnosis tidak bunting diperoleh pada bulan ke-2 pasca inseminasi.

EFEK PEMBERIAN MINYAK JELANTAH TERHADAP GAMBARANHISTOPATOLOGIS HATI TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)

Jurnal Medika Veterinaria Vol 9, No 1 (2015): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.665 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari gambaran histopatologi hati tikus putih (Rattus norvegicus) akibat mengonsumsi minyak jelantah.  Duapuluh ekor tikus berumur 3 bulan dengan bobot badan ±250 g dibagi atas 4 kelompok perlakuan dan setiap kelompok terdiri at as 5 ekor. Perlakuan K1 (minyak goreng curah), K2, K3, dan K4 (minyak jelantah 3x, 6x, dan 9x pemakaian). Perlakuan dilakukan selama 60 hari, dan pada hari ke 61 dilakukan eutanasia yang dilanjutkan dengan nekropsi. Hati tikus diambil dan difiksasi dalam larutan buffered neutral formaline 10%untuk diproses sediaan histopatologis dan diwarnai dengan hematoksilin dan eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hati berwarna coklat kehitaman, bengkak, dan ditemukan nodul multi fokal dengan konsistensi padat. Secara histopatologi terjadi peningkatan kongesti, degenerasi cloudy swelling, dan nekrosis sel

CEMARAN BAKTERI MESOFILIK AEROBIK PADA CEKER AYAM DALAM SOTO DARI TIGA LOKASI RUMAH MAKAN DI BANDA ACEH (Mesophilic Aerobic Bacteria Contamination of chicken shank in soto from three restaurant locations in Banda Aceh)

Jurnal Medika Veterinaria Vol 9, No 2 (2015): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.731 KB)

Abstract

This study was aimed to test the level of mesophilic aerobic bacteria contamination on chicken shank in "soto" food from restaurants in three different locations, Inong Balee-Darussalam, Ulee Kareng, and Campus of Unsyiah. A purpossive sampling method was used in this study. The sample of chicken shank in soto were collected in the morning at 10.00 a.m. and in the afternoon at 14.00 p.m. Samples were collected for 3 consecutive days. For each sampling, a total of 25 grams of chicken shank was put into plastic bag and directly transfer to the Veterinary Public Health Laboratory, Faculty of Veterinary Medicine of Syiah Kuala University. The result showed that the chicken shank in the soto food from three locations of restaurant had been contaminated with mesofilic aerobic bacteria with contamination level exceeds the maximum limit of microbial contamination as allowed in SNI - 2000.Key words: soto, shank, restaurants

PENGARUH PEMBERIAN KACANG PANJANG (Vigna unguiculata) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI ALOKSAN (Effect of Long Bean (Vigna unguiculata) on Blood Glucose Level of Mice (Mus musculus) Induced by Alloxan)

Jurnal Medika Veterinaria Vol 9, No 2 (2015): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.992 KB)

Abstract

The aim of this research was to find out the effect of long bean (Vigna unguiculata) on level of blood glucose on mice (Mus musculus) induced by alloxan. Twelve mice with the weigh of 25-40 grams and clinically healthy were used in this research. All mice were randomly divided into 4 treatment groups, 3 mice each. K0 was negative control group, only given aquadest. K1, K2, and K3 groups were induced by alloxan 0.5 ml. K1 group was positive control. K2 group was fed with 100 grams long bean mixed with 50 ml distilled water. K3 group was fed with 100 grams long bean mixed with 100 ml distilled water. Long bean was fed orally 0.5 ml every morning and evening for 7 consecutive days. On day eight the examination of blood glucose level was performed. The average level of blood glucose were K0 (142.00±23.39), K1 (167.00±10.54), K2 (122.67±12.50), dan K3 (154.67±16.26) mg/dL. In conclusion, the administration of long bean for seven consecutive days does not decrease blood glucose level on mice induced by alloxan.Key words: blood glucose, alloxan, long bean

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BATANG JALOH (Salix tetrasperma Roxb) DAN SERBUK DAUN SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN AYAM BROILER (Effect of Willow (Salix tetrasperma Roxb) Bark Extract and Cassava (Manihot esculenta Crantz) Leaf Powder Supplementation on Weight Gain of Broiler Chickens)

Jurnal Medika Veterinaria Vol 10, No 1 (2016): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.132 KB)

Abstract

This study’s purpose is to determine the effect of supplementation of willow bark extract (1000 mg/L) in drinking water and 15% cassava leaf powder in feed on broiler weight gain. This study was designed using completely randomized design (CRD) in which 20 broiler chickens were divided into four treatment groups with five broiler per each treatment. Control group (P0) was only given commercial feed, P1 (commercial feed + cassava leaf powder), P2 (commercial feed + willow bark extract), and P3 (commercial feed + cassava leaf powder and willow bark extract). Data were analyzed using analysis of variance and followed by Duncan test. The results showed that P2 significantly different (P<0.01) compare to P0 and P3, and different (P>0.05) from P1. Group P1 was different (P<0.05) from group P3, but P3 showed no significant different (P>0.05) to P0 on weight gain. whereas feed intake was similar among treatments, however food conversion was differ among treatments. In conclusion, combination of willow bark extract and cassava leaf powder could not increase broiler chickens weight gain.

ANALISIS PROKSIMAT KADAR KOLESTEROL IKAN NILA YANG DIBERI SUPLEMEN DAUN JALOH DAN DIKOMBINASI DENGAN KROMIUM DALAM PAKAN SETELAH PEMAPARAN STRES PANAS

Jurnal Medika Veterinaria Vol 9, No 1 (2015): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.915 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar proksimat kolesterol ikan nila yang diberi suplemen tepung daun jaloh yang dikombinasikan dengan kromium dan diberi pemaparan stres panas. Sebanyak 30 ekor ikan nila dengan panjang 1,3-1,5 cm, dibagi menjadi enam perlakuan dengan lima kaliulangan yang terdiri dari pakan komersil pada suhu 29±1° C (P1S1), pakan komersil yang dikombinasi tepung daun jaloh pada suhu 29±1º C (P2S1), pakan komersil yang dikombinasikan dengan tepung daun jaloh dan kromium suhu pada 29±1º C (P3S1), pakan komersil pada suhu 35±1° C (P1S2), pakan komersil yang dikombinasi tepung daun jaloh pada suhu 35±1° C (P2S2), dan pakan komersil yang dikombinasi tepung daun jaloh dan kromium pada suhu 35±1° C (P3S2). Setelah 22 hari, kadar proksimat kolesterol dihitung dengan menggunakan metode Liebermann-Burchad. Rata-rata kadar kolesterol ikan nila setelah diberikan perlakuan adalah P1S1 (1,125±0,086), P2S1 (1,007±0,015), P3S1 (0,763±0,026), P1S2 (1,190±0,0115), P2S2 (0,679±0,016), dan P3S2 (0,974±0,018). Hasil statistik menunjukkan bahwa kombinasi pakan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar kolesterol ikan nila. Pemberian kombinasi pakan dapat menurunkan kadar kolesterol ikan nila. Kesimpulan, pakan komersil yang dikombinasikan daun jaloh dengan kromium dapat menurunkan kadar kolesterol ikan nila yang terpapar stres panas.

NILAI INHIBITION CONCENTRATION (IC50) EKSTRAK METANOL DAUN SERNAI (Wedelia biflora) TERHADAP Plasmodium falciparum YANG DIINKUBASI SELAMA 32 dan 72 JAM

Jurnal Medika Veterinaria Vol 7, No 1 (2013): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.143 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menilai  aktivitas antiplasmodium ekstrak metanol daun Wedelia biflora terhadap Plasmodium falciparum pada ikubasi 32 dan 72 jam secara in vitro. Kultur Plasmodium  menggunakan metode candle jar dan uji aktivitas antiplasmodium dilakukan dengan metode mikrokultur seacara in vitro. Aktivitas antiplasmodium dinyatakan dengan nilai inhibition concentration (IC50) yaitu   kemampuan menghambat 50% pertumbuhan Plasmodium.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa  nilai IC50  pada kultur selama 32 dan 72 jam berturut-turutsebesar 5,253 dan 276,142 µg/ml. Disimpulkan bahwa ekstrak dari daun sernai (Wedelia biflora) mempunyai aktivitas sebagai antiplasmodium dan daya kerjanya paling baik pada kultur 32 jam.

PENGARUH EKSTRAK ETANOL SARANG SEMUT (Myrmecodia sp.)LOKAL TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN HIPERKOLESTEROLEMIA

Jurnal Medika Veterinaria Vol 9, No 1 (2015): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.677 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak etanol sarang semut (Myrmecodia sp.) terhadap kadar kolesterol darah tikus putih (Rattus norvegicus) jantan. Dalam penelitian ini digunakan 20 ekor tikus putih jantan umur tiga bulan yang secara klinis dinyatakan sehat. Secara acak, seluruh tikus dibagi menjadi 4 perlakuan, masing-masing terdiri atas lima ekor tikus. Perlakuan K1 adalah kelompok kontrol negatif, K2 adalah kelompok kontrol positif yang diinduksi pakan hiperkolesterolemia, K3 adalah kelompok yang diberi pakan hiperkolesterolemia dan ekstrak etanol sarang semut dengan dosis 100 mg, dan K4 adalah kelompok yang diberi pakan hiperkolesterolemia dan ekstrak etanol sarang semut dengan dosis 200 mg. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Rata-rata kadar kolesterol setelah perlakuan pada K1; K2; K3; dan K4 masing-masing adalah 11,88±0,94; 26,30±1,37; 14,66±1,50; dan 10,86±0,17 mg/dl. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian estrak etanol sarang semut berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap penurunan kadar kolesterol tikus putih yang diinduksi pakan hiperkolesterolemia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol sarang semut 100 dan 200 mg dapat menurunkan kadar kolesterol tikus putih jantan. Dosis 200 mg lebih baik dalam menurunkan kadar kolesterol tikus putih jantan yang mengalami hiperkolesterolemia.

SUPLEMEN BUNGKIL INTI SAWIT TEPUNG DAUN KATUK BERPOTENSI MENINGKATKAN KUALITAS SPERMATOZOA PADA KAMBING PERANAKAN ETTAWA

Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 2 (2014): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.641 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian suplemen bungkil inti sawit (BIS), tepung daun katuk (KAT), dan kombinasi bungkil inti sawit dan tepung daun katuk (BISKAT) terhadap peningkatan kualitas spermatozoa kambing jantan peranakan Ettawa (PE). Dalam penelitian ini digunakan 20 ekor kambing jantan PE, berumur 1,5 tahun dengan berat badan antara 15 -20 kg dan dibagi atas empat kelompok yakni P0, P1, P2, dan P3 yang masing-masing diberi akuades, BIS 100 g/hari/ekor, kombinasi BIS 100 g/hari/ekor dan KAT 15 g/hari/ekor, dan KAT 15 g/hari/ekor. Pemberian perlakuan dilakukan selama 35 hari. Pada hari ke-36 dilakukan kastrasi dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan kualitas spermatozoa yang meliputi motilitas, viabilitas, integritas membran, dan abnormalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian suplemen kombinasi BISKAT dapat meningkatkan motilitas, viabilitas, integritas membran, dan menurunkan abnormalitas spermatozoa dibanding kelompok kontrol. Disimpulkan bahwa pemberian suplemen kombinasi BISKAT berpotensi meningkatkan kualitas spermatozoa kambing PE.