Nurul Fajrin Ariyani
Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

REKOMENDASI KASUS PENGGUNAAN BERDASARKAN SKENARIO NARATIF MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SEMANTIK

JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 11, No 1, Januari 2013
Publisher : Teknik Informatika, ITS Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini diagram kasus penggunaan sering digunakan dalam pendefinisian kebutuhan sistem. Sebelum pembangunan diagram kasus penggunaan tersebut, seorang sistem analis membuat sebuah skenario agar konsumen lebih mengerti tentang sistem yang akan diberikan kepada mereka. Kemudian seorang analis melakukan analisa kembali pada kebutuhan sistem untuk membuat diagram kasus penggunaan . Makalah ini bertujuan untuk mengajuan metode baru yang bersifat penelitian awal dengan melakukan analisa secara manual dari setiap langkah yang diajukan. Makalah ini mengajukan suatu langkah kerja dalam melakukan generasi sebuah skenario bebas menjadi metadata-metadata yang memiliki potensi menjadi kasus penggunaan. Setelah dilakukan ekstraksi metadata dari skenario, metadata tersebut akan dicari kemiripannya dengan kasus penggunaan yang ada dalam repositori sehingga diharapkan dapat meningkatkan relevansi dari metadata yang telah digenerasi tersebut. Luaran yang dihasilkan adalah rekomendasi kasus penggunaan dari hasil ekstraksi pada skenario dan pencarian kesamaan dengan kasus penggunaan pada repositori. Dengan melakukan ekstraksi pada skenario bebas, sistem diharapkan dapat membantu dalam pemberian rekomendasi diagram kasus penggunaan dan dapat meningkatkan penggunaan ulang dari kasus penggunaan sebelumnya dengan menggunakan repositori.

PEMODELAN GRANULARITAS TEMPORAL UNTUK MENCARI RELASI ANTAR OBJEK WARISAN BUDAYA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN ONTOLOGI

JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 15, No. 1, Januari 2017
Publisher : Teknik Informatika, ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waktu adalah sebuah konsep penting dalam pencatatan objek-objek warisan budaya dan peristiwa sejarah. Contoh konsep waktu yang sering digunakan dalam pencatatan objek-objek warisan budaya dan sejarah adalah waktu interval (time-interval) dan waktu titik (time-point). Informasi waktu disajikan dalam granularitas waktu primitif yang berbeda seperti tanggal, bulan, tahun dan abad atau bisa juga disajikan dengan hanya menyebutkan keterangan waktu tertentu seperti zaman, era, masa serta keterangan waktu lainnya yang tidak diketahui secara pasti kapan terjadinya. Salah satu cara untuk mencari kedekatan waktu dengan satuan yang beragam adalah dengan memanfaatkan ontologi. Dalam penelitian ini dibuat sebuah skema ontologi untuk pencarian relasi waktu antar entitas warisan budaya. Skema ini merupakan gabungan dari ontologi yang sudah ada yakni OWL-Time dan CIDOC-CRM. Penggabungan ontologi ter-sebut dilakukan menggunakan bahasa Ontology Web Language (OWL) dan dengan bantuan aplikasi Protégé. Berdasar-kan uji coba yang dilakukan, skema ontologi ini dapat menghasilkan fakta-fakta baru mengenai kesamaan dan kedekatan waktu dari objek-objek yang diinputkan. Sehingga relasi temporal antar objek dapat diketahui dengan tepat. Pendokumentasian relasi temporal warisan budaya dapat dijadikan salah satu sumber pembelajaran maupun penelitian terkait dengan warisan budaya. Untuk memudahkan pengujian skema ontologi beserta rule penalarannya, hasil dari pen-carian relasi temporal ini ditampilkan dalam aplikasi berbasis web.

NOSQL Ontology Storage for Indonesian Regional Folk Songs

Prosiding International conference on Information Technology and Business (ICITB) 2017: INTERNATIONAL CONFERENCE ON INFORMATION TECHNOLOGY AND BUSINESS (ICITB) 3
Publisher : Prosiding International conference on Information Technology and Business (ICITB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

NOSQL databases are in the base of storage of Big Data. They can store large volumes of structured, semi-structured, and unstructured data. Using NOSQL database to store ontology can take advantage of Big Data storage. This give benefits in storing Indonesian folk songs storage that usually vary and have sparse / incomplete data. This paper illustrates an approach to store data of Indonesia folk songs in NOSQL based database. We choose to deal with MongoDB. We present our steps of approach in storing, collecting, analyzing and retrieving ontology on NOSQL based database. Keywords : Ontology, NOSQL, MongoDB, Indonesian Folk song, and Ontology Storage.

Reusability ontology in business processes with similarity matching

Jurnal Informatika Vol 12, No 1: January 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The working technology will provide information and knowledge. Information and technology can be developed in various ways, by reusing the technologies. In this study modeled the ontology of SOPs using protégé. Ontology will be matched between ontology A and B to obtain similarity and reuse ontology to create a more optimal ontology. Matching is a matching process between both ontologies to get the same value from both ontologies. Jaro-Winkler distance is used to find commonality between ontology. The result of the Jaro-Winkler distance has a value of 0 and 1, in matching will be obtained value close to 0 or 1. On matching ontology obtained two tests using 40% SPARQL query. In the test it uses Jaro-Winkler distance with a value of 0.67. This research yields matching value between ontology A and ontology B which is the same so that reuse ontology can be done for better ontology.

Building a Spatio-Temporal Ontology for Artifacts Knowledge Management

IC-ITECHS Vol 1 (2014): Prosiding IC-ITECHS 2014
Publisher : IC-ITECHS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The knowledge that embedded in a historical artifact can have multidimensional information, such as time (temporal) and place (spatial) dimension. The temporal dimension indicates when the artifact had been used in the past, while spatial dimension points the location of people who had been using it at the time. Both of these information provide a general overview of the civilization conditions at the artifacts time. In most cases, the spatio-temporal information that attached to an artifact can be used to furnish the missing information of the other artifacts. If the museum managers are able to connect artifacts based on their spatio-temporal information, presenting artifacts historical value to visitors will be more continuous and complete. However, this kind of management needs could not be facilitated by any existing conventional database systems today. The author proposed an ontology approach for storing artifacts’ spatio-temporal information in digital form. This ontology is equipped with rules to perform reasoning thus spatio-temporal information among artifacts could be connected automatically. The result shows that the spatio-temporal ontology can be implemented in order to complete information linkage among the artifacts.