Articles

Found 6 Documents
Search

MUTU MIKROBIOLOGIS MINUMAN JAJANAN DI SEKOLAH DASAR WILAYAH BOGOR TENGAH

Jurnal Gizi dan Pangan Vol 1, No 1 (2006): Juli 2006
Publisher : Jurnal Gizi dan Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.731 KB)

Abstract

The objectives of the study were to improve the microbiological quality of beverages that significantly affected by the type of selling unit and microbiological quality. The study was carried out from March  to  May 2004.  Three major location were selected, namely : SD Panaragan, SD Empang, and SD Papandayan, Bogor Tengah subdistrict. Determination analysis method of Total Plate Count (TPC) was used. The result of the study showed that beverages with a high risk of microbial contamination at SD Panaragan are “es doger”, “es campur”, and  “es kelapa”, most of these beverages contain coconut milk; at SD Empang are es jeruk and es kemasan; and  at SD Papandayan are es doger, es sirsak, es kemasan and, es teh. Microbiological quality of beverages sold by streetvendor were significantly affected by the types of selling unit.  Keywords : microbiological quality, TPC, beverage

PENGARUH TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA SD

Jurnal Pedagogik Vol 4, No 7 (2016): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of study was to determine the effect of cooperatif learning model with the type of Team Games Tournament (TGT). The method with posttest only control design was used in this study. The sampel consisted of 20 subjects as the experimental group and 20 subjects as the control group with purposive sampling as the sample technique. The instrument in collecting the data used test sheet. Hypotheses were tested using analysis of two sampling uncorrelation. The result of research showed that implementation of cooperatif learning model type tgt gave effect to study result of student with sig. (2-tailed) < 0,05 = 0,021 < 0,05.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT). Penelitian ini menggunakan rancangan metode posttest only control design. Sampel terdiri 20 subjek kelompok eksperimen dan 20 kelompok kontrol. Alat pengumpul data menggunakan lembar tes. Teknik analisis data menggunakan analisis uji hipotesis dua sampel tidak berkorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model kooperatif tipe tgt berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan sig. (2-tailed) < 0,05 = 0,021 < 0,05.Kata kunci: hasil belajar, pembelajaran kooperatif, TGT.

PENGARUH KESULITAN BELAJAR MENGOLAH MAKANAN KONTINENTAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA SISWA SMK

KELUARGA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.432 KB)

Abstract

This study aimed to know the description of learning difficulties of cooking continental foods and learning achievement and to know the influence of learning difficulties of cooking continental foods and learning achievement of continental food management subject. The type of the study was ex-post facto. Data collection methods used questionnaires and documentation. Data analysis methods used a qualitative analysis and hypothesis testing by using correlation product moment that was started by normality and linearity test.  Based on the result of hypothesis analysis, the score of robs was 0.603 > 0.235. It could be stated there was a negative influence of learning difficulties of cooking continental foods and learning achievement of continental food management subject. it means that the higher difficulty, so the lower learning achievement of continental food management subject. This study shows that learning difficulties of cooking continental foods was in enough category with the percentage 72.46% and learning achievement was in enough category with the percentage 78.26%. The determinant coefficient (R2) was 0.364, it means that parents’ income gave contribution for about 36.4%. Key words: learning difficulties, learning achievement

Identifikasi Daging Babi Menggunakan Metode PCR-RFLP Gen Cytochrome b dan PCR Primer Spesifik Gen Amelogenin

Agritech Vol 32, No 4 (2012)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A polymerase chain reaction–restriction fragment length polymorphism (PCR–RFLP) and species specific PCR methods had been applied for identifying pork in mixture of meat. Pork sample in various levels (1, 3, 5 and 10%) was prepared in mixture with beef, chicken and mutton. The primary CYTb1 and CYTb2 were designed in the mitochondrial cytochrome b b (cytochrome b) gene and PCR successfully amplified fragments of 359 bp. To distinguish pig species existence, the amplified PCR products of mitochondrial DNA were cut by BseDI restriction enzyme. The result showed that pig mitochondrial DNA was cut into 131 and 228 bp fragments. A polymerase chain reaction (PCR) method based on the nucleotide sequence variation in the amelogenin gene has been chosen for the specific identification of pork DNAs in mixture meat. The primers designed generated specific fragments of 353 and 312 bp length for pork. The specificity of the primary designed was tested on 4 animal species including pig, cattle, chicken and goat species. Analysis of experimental mixture meat demonstrated that 1% of raw pork tissues could be detected using PCR-RFLP with BseDI restriction enzyme but detection using species-specific PCR showed the cross reactivity to beef, chicken and mutton. The cytochrome b PCR-RFLP species identification assay yielded excellent results for identification of pig species. PCR-RFLP is a potentially reliable technique for detection of the existence of pork in animal food product for Halal authentication. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengaplikasikan metode deteksi daging babi dalam campuan daging dengan sapi, kambing dan ayam melalui PCR-RFLP dan PCR dengan primer spesifik untuk babi. Level kontaminasi daging babi dibuat sebesar 1, 3, 5 dan 10% dari total daging dalam campuran. Metode PCR-RFLP menggunakan sepasang primer yaitu gen cytochrome b dari mitokondria yang menghasilkan fragmen DNA sebesar 359 bp. Untuk mengetahui ada tidaknya kontaminasi babi dalam adonan daging tersebut diaplikasikan enzim restriksi BseDI yang dapat memotong DNA dari gen cytochrome b babi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gen cytochrome b dari babi dapat terpotong menjadi dua fragmen yaitu sebesar 228 bp dan 131 bp. Untuk desain primer spesifik digunakan gen amelogenin yang mempunyai sekuen yang berbeda diantara ke empat spesies uji yaitu babi, sapi, ayam dan kambing. Primer spesifik didesain pada panjang fragmen sebesar 353  dan 312 bp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontaminasi daging babi sebesar 1% masih dapat terdeteksi dengan metode PCR-RFLP tetapi pengujian dengan primer spesifik yang ditujukan hanya untuk deteksi DNA babi masih menunjukkan reaksi silang dengan spesies hewan lain yaitu sapi, kambing dan ayam. Pengujian dengan PCR-RLP pada gen cytochrome b menghasilkan hasil yang lebih baik dan jelas untuk pengujian kontaminasi babi dibandingkan dengan PCR dengan primer spesifik. Metode PCR-RFLP merupakan metode yang potensial untuk analisis deteksi keberadaan unsur babi pada produk olahan pangan khususnya untuk deteksi status kehalalan.

Variabilitas Curah Hujan dan Suhu Udara serta Pengaruhnya Terhadap Neraca Air Irigasi di Daerah Aliran Sungai Ciliwung

Jurnal Irigasi Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Irigasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1365.191 KB)

Abstract

Perubahan iklim merupakan isu yang sedang dihadapi oleh masyarakat global, yang berpengaruh terhadap variabilitas suhu udara dan curah hujan. Peningkatan suhu udara dapat menyebabkan penurunan debit andalan atau ketersediaan air. Terkait dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui trend dari perubahan suhu udara dan curah hujan terhadap ketersediaan air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung selama 30 tahun (1985 s.d. 2015). Analisis kenaikan trend variabel iklim dilakukan dengan menggunakan metode Mann Kendall Trend Test, analisis neraca air menggunakan metode neraca surplus defisit, dan analisis ketersediaan air menggunakan metode Mock. Dari hasil analisis diketahui bahwa tidak ada perubahan variabilitas curah hujan. Suhu rata-rata naik sebesar 0,20C, suhu minimum naik sebesar 0,90C, dan suhu maksimum naik sebesar 0,80C selama 30 tahun terakhir. Ketersediaan air teridentifikasi menurun sebesar 2 m3/s atau sebesar 2.000 l/s selama 30 tahun terakhir. Analisis neraca air kemudian dilakukan berdasarkan nilai kebutuhan air irigasi di intake maksimum sebesar 8,46 l/s/ha dan luas areal irigasi yang diairi oleh Bendung Katulampa yang berkurang mulai tahun 1985 sampai 2015 dari 1.288 ha menjadi 333 ha.  Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terjadi defisit neraca air untuk lahan pertanian di DAS Ciliwung. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk pengelolaan sumber daya air di daerah hulu DAS Ciliwung.

Variabilitas Curah Hujan dan Suhu Udara serta Pengaruhnya Terhadap Neraca Air Irigasi di Daerah Aliran Sungai Ciliwung

Jurnal Irigasi Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Irigasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim merupakan isu yang sedang dihadapi oleh masyarakat global, yang berpengaruh terhadap variabilitas suhu udara dan curah hujan. Peningkatan suhu udara dapat menyebabkan penurunan debit andalan atau ketersediaan air. Terkait dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui trend dari perubahan suhu udara dan curah hujan terhadap ketersediaan air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung selama 30 tahun (1985 s.d. 2015). Analisis kenaikan trend variabel iklim dilakukan dengan menggunakan metode Mann Kendall Trend Test, analisis neraca air menggunakan metode neraca surplus defisit, dan analisis ketersediaan air menggunakan metode Mock. Dari hasil analisis diketahui bahwa tidak ada perubahan variabilitas curah hujan. Suhu rata-rata naik sebesar 0,20C, suhu minimum naik sebesar 0,90C, dan suhu maksimum naik sebesar 0,80C selama 30 tahun terakhir. Ketersediaan air teridentifikasi menurun sebesar 2 m3/s atau sebesar 2.000 l/s selama 30 tahun terakhir. Analisis neraca air kemudian dilakukan berdasarkan nilai kebutuhan air irigasi di intake maksimum sebesar 8,46 l/s/ha dan luas areal irigasi yang diairi oleh Bendung Katulampa yang berkurang mulai tahun 1985 sampai 2015 dari 1.288 ha menjadi 333 ha.  Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terjadi defisit neraca air untuk lahan pertanian di DAS Ciliwung. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk pengelolaan sumber daya air di daerah hulu DAS Ciliwung.