Articles

Found 18 Documents
Search

IDENTIFIKASI MIKROBA ANAEROB DARI RUMEN SAPI DALAM LIMBAH CAIR CPO Hambali, Mulkan; Arita, Susila
Jurnal Teknik Kimia Vol 16, No 2 (2009): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.126 KB)

Abstract

Rumen Sapi merupakan mikroorganisme yang sangat baik untuk dikembangkan, karena mikroorganisme yang ada dalam rumen tersebut apabila sudah dibibitkan, maka akan dapat digunakan untuk menguraikan senyawa-senyawa organic yang complex menjadi senyawa-senyawa yang  lebih sederhana, yang biasanya senyawa organic tersebut terdapat didalam limbah cair misalnya limbah hasil proses pembuatan minyak kelapa sawit. Senyawa organic tersebut sangat sukar terdegradasi secara alami, sehingga untuk menguraikannya diperlukan bantuan mikroorganisme.  Pada saat ini mikroorganisme yang banyak dikembangkan adalah yang berasal dari rumen sapi. Didalam Mikroorganisme tersebut terdapat 2 macam bakteri yang berpengaruh yaitu bakteri pembentuk asam dan bakteri pembentuk metana. Bakteri pembentuk asam misalnya : pseudomonas, flavobacterium, alcaligenes, escheria dan aerobacter. Sedangkan bakteri pembentuk metana adalah methanobacterium, methanosarcina, dan methanococcus.
Leachate Treatment of TPA Talang Gulo, Jambi City by Fenton Method and Adsorption Adriansyah, Endi; Agustina, Tuty Emilia; Arita, Susila
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 4, No 1 (2019): February 2019
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.743 KB)

Abstract

ABSTRAKLindi  adalah cairan yang ditimbulkan oleh sampah akibat masuknya air eksternal yang dapat melarutkan materi-materi terlarut, termasuk materi-materi organik hasil dekomposisi secara biologi. Lindi dari sebuah landfill (TPA) mengandung zat organik dan anorganik dalam konsentrasi yang tinggi. Dengan adanya gaya gravitasi maka lindi yang terbentuk akan bergerak ke dasar landfill (TPA) akan masuk ke dalam tanah dengan membawa bahan cemaran baik material tersuspensi maupun material terlarut yang dapat mencemari air tanah. Salah satu proses pengolahan lindi adalah dengan menggunakan reagen Fenton dan adsorpsi yang termasuk dalam teknologi Advanced Oxidation Processes (AOPs). AOPs didasarkan pada pembentukan spesies yang sangat reaktif seperti radikal hidroksil (OH•) yang efektif untuk menurunkan COD, BOD dan TSS. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah lindi menggunakan reagen Fenton dan adsorpsi serta mempelajari rasio molar Reagen Fenton dan  waktu pengadukan terhadap penurunan COD, BOD dan TSS. Pada penelitian ini lindi diolah selama 30-120 menit. Kondisi optimum dicapai pada rasio molar 1:200, waktu pengadukan 120 menit, dan adsorpsi menggunakan karbon aktif selama 120 menit dimana penurunan COD, BOD dan TSS maksimum yang dicapai berturut-turut 95%, 95% dan 92% dengan nilai konsentrasi akhir 96 mg/L, 25,5 mg/L% dan 90 mg/L.Kata Kunci: Lindi, Reagen Fenton, AOPs, COD, BOD, TSS ABSTRACTLeachate is a liquid generated by waste due to the entry of external water that can dissolve dissolved materials, including decomposition of organic matter biologically. Leachate from a landfill (TPA) contains organic and inorganic substances in high concentrations. by gravitational force, the leachate formed will move to the bottom of the landfill (TPA) and will enter the soil by carrying contaminated material, both suspended material and dissolved material that can pollute ground water. One of the leachate treatment processes is using Fenton reagent and adsorption. Fenton method included in Advanced Oxidation Processes (AOPs) technology. AOPs are based on the formation of highly reactive species such as hydroxyl radicals (OH•) which are effective for reducing COD and BOD. This study aims to treat leachate by using Fenton reagent and adsorption. The effect of reagent Fenton molar ratio and stirring time on degradation of COD, BOD and TSS were also investigated. In this study leachate was processed for 30-120 minutes. the optimum conditions were achieved at a molar ratio of 1: 200, stirring time of 120 minutes, and adsorption using 120 minutes of activated carbon where the maximum decrease in COD, BOD and TSS achieved was 95%, 95% and 92% with a final concentration of 96 mg/L, 25.5 mg/ L and 90 mg/ L.Keywords : Leachate, Fenton Reagent, AOPs, COD, BOD, TSS
Analysis of Biodiesel Conversion on Raw Material Variation Using Statistical Process Control Method Andalia, Winny; Pratiwi, Irnanda; Arita, Susila
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 4, No 1 (2019): February 2019
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.82 KB)

Abstract

Biodiesel is a alternative fuel that can be obtained from vegetable oils or animal fats through transesterification reactions with alcohol. Biodiesel has numerous advantages compared to diesel oil, namely: it is a renewable energy resource, it is not toxic, and it is environmentally friendly because the raw material does not contain sulfur and low emissions. Biodiesel production is inseparable from the availability of raw materials, until now the raw materials that meet the needs of production capacity are palm oil (CPO). To overcome this problem, in this study we want to find out how much biodiesel conversion percentage if we use other raw materials such as: CPO oil, corn oil, VCO oil, and waste cooking oil. The analysis used in this study was the analysis of the use of raw materials to the value of biodiesel conversion using the Stastical Process Control (SPC) method. SPC method was used to analyze, manage, control, and improve a product and process using statistics. The objective of this study was to produce high conversion percentage biodiesel, and analyze and control the quality of research products. By having this statistical methods, it could be found errors in a study or out of control production so that further action can be taken to overcome them. In this study, it was found that the product which was outside of the control limit was biodiesel made from CPO and waste cooking oil. The results of the analysis using cause and effect diagrams could determine the causes of damage in the production process, which come from the factors of workers/humans, production machines, working methods, materials/raw materials and work environment. 
PEMBUATAN METIL ESTER ASAM LEMAK DARI CPO OFF GRADE DENGAN METODE ESTERIFIKASI-TRANSESTERIFIKASI Arita, Susila; Dara, Meta Berlian; Irawan, Jaya
Jurnal Teknik Kimia Vol 15, No 2 (2008): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.709 KB)

Abstract

Metil ester lemak merupakan senyawa ester alkil yang berasal dari minyak nabati dengan alkohol yang dihasilkan melalui proses esterifikasi/transesterifikasi dan mempunyai sifat fisika mendekati minyak solar diesel. Secara umum, metil ester dibuat dari reaksi transesterifikasi, yakni reaksi alkohol dengan trigliserida membentuk metil ester dan gliserol dengan bantuan katalis basa.  Namun, reaksi tersebut sangat dipengaruhi oleh  kadar asam lemak bebas yang terkandung dalam trigliserida.  Reaksi esterifkasi  merupakan  merupakan suatu reaksi antara asam karboksilat dan alkohol membentuk ester dengan bantuan katalis asam.  Dalam penelitian ini, bahan baku CPO Off Grade lapisan atas dengan kadar asam lemak bebas sebesar 5.838 %.  Dan pengertian esterifikasi diacu sebagai reaksi antara asam lemak bebas dengan alcohol membentuk metil ester dan air dengan bantuan katalis asam.  Untuk mendapatkan yield yang baik, dalam laporan ini dilakukan metode reaksi bertahap, yakni reaksi esterifikasi, kemudian diikuti dengan reaksi transesterifikasi. Penelitian ini dilakukan dengan mereaksikan 200gr trigliserida dan metanol dengan bantuan katalis asam pada tahap esterifikasi dan katalis basa pada tahap transesterifikasi.  Metode yang digunakan pada tahap esterifikasi adalah dengan memvariasikan komposisi metanol-asam sulfat dalam reaksi, yang nantinya dari tiap sampel dapat dianalisis densitas, pH, FFA, dan API 60oF.   Melalui percobaan di dapat bahwa komposisi terbaik untuk mengkonversi asam lemak bebas dalam trigliserida menjadi metil ester adalah komposisi pada sampel 2.  Untuk selanjutnya, digunakan  sampel 2 sebagai bahan baku tahap transesterifikasi..  Metode yang dilakukan pada tahap transeterifikasi adalah  memvariasikan rasio trigliserida-metanol dengan rasio mol 1 : 2, 1 : 4, dan 1 : 6 dengan jumlah katalis KOH 0.8 %, 1%, dan 1.2 % pada masing-masing rasio yang nantinya dari tiap sampel dapat dianalisis kadar air, FFA, pH, dan angka penyabunan.  Melalui percobaan didapat yield yang paling baik pada rasio 1 : 6 dengan jumlah KOH 1 %, yakni sebesar 81,94 % atau 163.88 gram.
Characteristics of Mixture fuel of Biodiesel from Waste Cooking Oil and Solar used as fuel in Diesel Engine Arita, Susila; Kadir, Marwani Zahri; Miskah, Siti
Journal of Mechanical Science and Engineering Vol 1, No 1 (2013): Journal of Mechanical Science and Engineering
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.956 KB)

Abstract

Abstract Biodiesel from waste oil fried food out of fuel can be used as an alternative to replaced diesel fuel or diesel. Biodiesel blended with diesel (B0) at the level of a certain ratio so obtained B5, B10, B15 and B20 (B5 is a mixture of 5% biodiesel and 95% diesel, etc.) is used as fuel in diesel engines. Then tested for their physical properties such as heating value, cetane number, and flash point. Performance compared to diesel engines that use diesel engines (B0). Engine operated on constant engine revolution in 1500, 1750, 2000, 2250 and 2500 rpm. From the test results in fact indicate that the B5 fuel to obtain the best performance of the engine at 2000 rpm (engine revolution).. At this engine revolution produced the lowest specific fuel consumption of 0.34 kg / kWh, thermal efficiency of 24.02%  while the effective power on all fuels are the same ie 1:26 kw .   Keywords: Biodiesel, cooking oil, diesel fuel, diesel engine
Pengurangan Kadar Amonia dari Limbah Cair Pupuk Urea dengan Proses Adsorpsi menggunakan Adsorben Bentonit Kosim, Hasbun; Arita, Susila; Hermansyah, Hermansyah
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.433 KB)

Abstract

The Liquid waste of the urea fertilizer plant was caused by the inefficiency of urea manufacturing process and amonia plant equipment, urea, and packaging section. Inefficiency in equipment was due to that the age of equipment was relatively old, damages in treatment and inaccurate process that resulted ammonia exposed along the river so that it could finally pollute water biota. The research was conducted through adsorption process using bentonite adsorbent which was initially physically activated to open external porosity, so that the ammonia absorption became bigger. The adsorption process was conducted in jar test by using lab scale under the following process and treatment condition: determine the stirring used from 100-200rpm, adsorbent mass 10-40 gram/200 ml, heating temperature 100-1400C. The results of the research showed that the percentage of the highest ammonia concentration reduction in solution waste was 82,05% which was obtained in bentonite activation temperature 1200C, absorbent mass 38 g/200 ml, stirring in 100 rpm and contact time in 60 minutes.
PENGARUH KANDUNGAN CaO DARI JENIS ADSORBEN SEMEN TERHADAP KEMURNIAN GLISEROL Yurida, Mutia; Afriani, Evi; Arita, Susila
Jurnal Teknik Kimia Vol 19, No 2 (2013): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.633 KB)

Abstract

 Berbagai jenis minyak dapat digunakan sebagai bahan baku diantaranya minyak kelapa sawit yang diperoleh dari pengolahan buah kelapa sawit (Elaeis guinensis). Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak goreng, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Selain itu juga dapat menggunakan minyak jelantah yang merupakan minyak limbah yang berasal dari jenis-jenis minyak goreng. Gliserol sebagai residu dari produksi biodiesel dengan bahan baku tersebut memiliki persen kemurnian yang rendah dan masih mengandung zat pengotor sehingga diperlukan proses pemurnian. Pada penelitian ini, crude glycerol direaksikan dengan asam klorida (HCl) kemudian ditambahkan adsorben untuk menyerap sisa zat pengotor yang terkandung didalamnya. Volume asam klorida yang digunakan berbeda untuk setiap sumber bahan baku. Penambahan adsorben berupa semen yang bervariasi dapat mempengaruhi tingkat kemurnian gliserol. Analisa kemurnian gliserol dilakukan dengan penentuan densitas, viskositas dan % kemurnian gliserol. Dari variasi sumber bahan baku dan jenis adsorben yang digunakan diperoleh % kemurnian sebesar 90,88 % Crude Palm Oil (CPO) dengan jenis adsorben semen padang (oven) dan untuk minyak jelantah didapat % kemurnian sebesar 98,78 % dengan semen putih (oven) sebagai adsorben.
PEMANFAATAN GLISERIN SEBAGAI PRODUK SAMPING DARI BIODIESEL MENJADI SABUN TRANSPARAN Arita, Susila; Agustina, Tuty Emilia; Patrica, Dina; Rahmawati, Lena
Jurnal Teknik Kimia Vol 16, No 4 (2009): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.603 KB)

Abstract

Development of Jatropha curcas L is more widespread, but not maximum. To maximize the distance of Jatropha curcas L, then processed into castor oil soap. Basically, the main products of castor oil is a biodiesel. In the process of making biodiesel it self there is a side product that is produced glycerol. Glycerol is the main material of different products that high economic value. One is to use glycerin soap is made to be transparant. The problems examined is how the process of making transparant soap of castor oil and glycerol as a side product of biodiesel and how it influences the amount of acid stearat, sugar and ethanol to produced transparant soap. The objective of this research is to find out how the process of making transparant soap of castor oil and glycerol as a side product of biodiesel. And to know the influence of stearat acid, sugar and ethanol on the pH, the soap value, and free fatty acid value of the resulting transparant soap. Results from research show that the soap can be made transparant from the castor oil and glycerol as a side product of biodiesel with the method of mixing with the speed 231 rpm for 5 minutes, and temperature 70-80 o C produced the best quality, the sample 17. In the sample obtained 17 comparisons of materials stearat acid: sugar: ethanol is 2: 3: 8.
PRODUKSI BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH DENGAN MENGGUNAKAN REAKSI 2 TAHAP (ESTERIFIKASI DAN TRANSESTERIFIKASI) Arita, Susila; Afrianto, Irza; Fitriana, Yunekasari
Jurnal Teknik Kimia Vol 15, No 4 (2008): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.649 KB)

Abstract

Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang berbasis fosil kian meningkat dengan berkembangnya teknologi, namun ancaman pemanasan global pun semakin nyata.  Kebutuhan BBM berbasis fosil saat ini sudah tidal didukung dengan persediaannya di alam.  Penemuan-penemuan energy alternatif berupa bahan bakar diesel dari minyak nabati terutama CPO kian ramai, sehingga permintaan CPO di pasaran saat ini meningkat drastis. Dengan melonjaknya harga CPO, maka diperlukan bahan baku yang murah untuk dikonversi menjadi biodiesel sehingga harga biodiesel dan CPO menjadi lebih kompetitif.  Maka, pembuatan biodiesel dari minyak jelantah menjadi solusinya.  Metode Esterifikasi-Transesterifikasi digunakan dengan memvariasikan komposisi, rasio dan jumlah katalis KOH yang digunakan. Variabel-variabel divariasikan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kuantitas metil ester yang dihasilkan.
PEMBUATAN KATALIS HETEROGEN DARI CANGKANG KERANG DARAH (ANADARA GRANOSA) DAN DIAPLIKASIKAN PADA REAKSI TRANSESTERIFIKASI DARI CRUDE PALM OIL Arita, Susila; Adipati, Adelia Sartika Adipati; Sari, Deasy Puspita
Jurnal Teknik Kimia Vol 20, No 3 (2014): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.433 KB)

Abstract

Cangkang kerang darah dapat digunakan sebagai sumber kalsium yang menunjukkan potensi yang baik sebagai katalis yang murah untuk produksi biodiesel. Kandungan CaCO3 pada cangkang kerang darah dapat terdekomposisi menjadi CaO yang digunakan sebagai katalis heterogen pada pembuatan biodiesel dari crude palm oil. Pada penelitian ini, cangkang kerang darah dikalsinasi pada temperatur 700oC, 800oC, 900oC, dan 1000oC selama 3 jam. Setelah melalui uji coba pada pembuatan biodiesel, katalis yang baik digunakan untuk pembuatan biodiesel adalah katalis dengan suhu kalsinasi 1000oC. Variasi katalis CaO pada penelitian ini adalah dengan penambahan NaOH untuk meningkatkan basa katalis CaO yaitu, dengan Normalitas NaOH (0,1N ; 0,2 N) dan beratNaOH (0,2 gr ; 0,4 gr ; 0,6 gr ; 0,8 gr). Hasil optimum biodiesel sebesar 62,4 % diperoleh dengan massa katalis CaO 1 gr dengan penambahan NaOH 0,6 gr. Biodiesel yang diperoleh mempunyai densitas 0,87 gr/ml, angka asam 0,018 mg NaOH/gr dan viskositas 5,806 cst. Semua hasil sesuai dengan karakteristik biodiesel sesuai dengan SNI-04-7182-2006.