p-Index From 2015 - 2020
8.094
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Tanah & Lingkungan Jurnal Bestari SMARTek Media Kesehatan Masyarakat Indonesia USU LAW JOURNAL Jurnal Teknik ITS Jurnal Kesehatan Olahraga Solah Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Buletin Al-Turas Jurnal Vidya Karya Multilateral Jurnal Penjas Or Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Agrointek Al-Tahrir Jurnal Administrasi Publik EDUKASIA ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman Proceeding of the Electrical Engineering Computer Science and Informatics Jurnal Ternak Tropika JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN TRANSFORMASI EDUKASI: Jurnal Pendidikan Islam PROSIDING SEMINAR KIMIA At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah Dentino Vidya Karya Jurnal Kependidikan Jurnal Dunia Keperawatan Jurnal Berkala Kedokteran Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami) AL-IDARAH: JURNAL KEPENDIDIKAN ISLAM EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Jurnal Berkala Kesehatan Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia JEEE-U (Journal of Electrical and Electronic Engineering-UMSIDA) Muaddib : Studi Kependidikan dan Keislaman Jurnal Mitra Manajemen Islamika Inside: Jurnal Keislaman dan Humaniora Jurnal Studi Al-Qur'an Jurnal Mitra Pendidikan NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Jurnal Hukum Samudra Keadilan Jurnal Serambi Engineering JURNAL MERCATORIA AL-ASASIYYA: Journal Of Basic Education Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan Harmoni Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Jurnal Dunia Keperawatan

PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN PENYAKIT SKABIES PADA SANTRI WUSTHO (SMP) DI PESANTREN AL-FALAH BANJARBARU Rahmi, Norhalida; Arifin, Syamsul; Pertiwiwati, Endang
Dunia Keperawatan Vol 4, No 1 (2016): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 1 NOMOR 1, MARET 2016
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dk.v4i1.2541

Abstract

ABSTRAKSkabies merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh infeksi dan sensitisasi oleh tungau Sarcoptes scabei var hominis (Sarcoptes sp.). Penularan dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung. Salah satu dampak kejadian skabies yaitu personal hygiene yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian penyakit skabies pada santri Wustho di Pondok (SMP) Pesantren Al-Falah Putera Banjarbaru. Metode penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional.Tteknik sampling menggunakan probality sampling dengan simple random sampling. Populasi penelitian adalah seluruh santri wustho kelas 1 yang berasrama sebanyak 341 santri. Sampel yang digunakan ada 184 santri yang berasrama.H asil analisis didapatkan personal hygiene baik terkena skabies 24% dan personal hygiene baik tidak terkena skabies 76%. Personal hygiene buruk terkena skabies 53% dan personal hygiene buruk tidak terkena skabies 47 %. Hasil uji chi- square didapatkan nilai= 0,000 (r) = 12.590. Kesimpulan penelitian ini personal hygiene berhubungan dengan kejadian skabies. Hygiene perseorangan merupakan salah satu usaha yang dapat mencegah kejadian skabies.Kata- kata kunci : personal hygiene, skabies, pesantren.ABSTRACTScabies is a contagious infectious disease caused by infection and sensitization by Sarcoptes scabei var hominis mites (Sarcoptes sp.). transmission can occur directly and indirectly. one of the effects of scabies is poor personal hygiene. To determine the correlation personal hygiene with incidence of scabies in Islamic boarding Wustho students (SMP) Al Falah Putera Banjarbaru. This study was a correlational study with cross-sectional approach, using sampling techniques probality sampling with simple random sampling. The population was all studentswere Islamic boarding wustho in first class as many as 341 students. Total respondent were 184 students in Islamic boarding. Analysis of the Personal hygiene exposed to scabies 24% good, good personal hygiene was not affected by scabies 76%. Personal hygiene badly affected by scabies 53%, poor personal hygiene was not affected by scabies 47%. Result of correlation chisquare test p value = 0.000 and (r) = 12.590. personal hygiene associated with the incidence ofscabies. Personal hygiene was one of effort that can prevent the incidence of scabies.Keywords: personal hygiene, scabies, islamic boarding.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI KOMPRES HANGAT TERHADAP DERAJAT NYERI PASIEN FLEBITIS DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD BANJARBARU Sari, Desy Ratna; Arifin, Syamsul; Santi, Eka
Dunia Keperawatan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Flebitis merupakan inflamasi vena yaitu kemerahan, bengkak, indurasi, dan vena teraba seperti kabel dan nyeri. Pemberian kompres hangat dapat merelaksasikan otot, meningkatkan sirkulasi psikologis, merasa nyaman dan vasodilatasi yang mampu memperbaiki peredaran darah dalamjaringan, penyaluran zat dan bahan makanan ke sel-sel yang dibuang akan di perbaiki sehingga terjadi peningkatan aktivitas sel sehingga akan mengurangi rasa nyeri yang dialami. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian kompres hangat terhadap derajat nyeri pasien dengan flebitis di instalasi rawat inap RSUD Banjarbaru. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one-grouppretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalahpurposive sampling, dengan jumlah sampel 34 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak (58%) responden mengalami penurunan tingkat nyeri dan hanya (2,94%) sampel yang menyatakan terjadi peningkatan tingkat nyeri setelah perlakuan. Analisis statistik dengan Wilcoxon Signed Rank test menunjukkan p 0,000 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh bermakna pemberian terapi kompres hangat terhadap derajat nyeri pasien flebitis di Instalasi Rawat Inap RSUD Banjarbaru.Kata-kata kunci: plebitis, nyeri, kompres hangat.  ABSTRACT Phlebitis is an inflammation of vein that are redness, swelling, induration and palpable venous cord and pain like. Giving a warm compress can relax the muscles, improve psychological circulation, comfortable and vasodilation that can improve blood circulation in the tissue, and the distribution off ood substances to the cells that disposal will be improved resulting in increased cell activity and will reduce the pain. The aimed of this research was to determine the influence of warm compress therapy to the degree of pain in phlebitis patients at RSUD Banjarbarus installation. This study used a one-group pretest-post-test design. The sampling technique used purposive sampling, with a sample of 34 people. The results showed that as many (58%) of respondents had decreased levels of pain and only (2.94%) samples that expressed increased levels of pain after treatment. Statistical analyzed by Wilcoxon Signed Rank test showed (p = 0.000) so that we could conclude there was a significant influence of warm compress therapy to the degree of pain in phlebitis patients at RSUD Banjarbarus installation.Keywords: phlebitis, pain, warm compress.
PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PERAN TUTOR PADA KEGIATAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DI PSIK FK UNLAM Irviani, Risna; Arifin, Syamsul; Santi, Eka
Dunia Keperawatan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PBL menawarkan banyak keuntungan, yaitu pendidikan yang lebih berkualitas, holistik dan bernilai tambah untuk membekali mahasiswa dalam belajar menjadi tenaga kesehatan yang profesional. Kesuksesan PBL dipengaruhi berbagai faktor diantaranya adalah peran tutor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa tentang peran tutor pada kegiatan PBL di PSIK FK UNLAM. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel 96 orang, sampel diambil dengan teknik stratified proportional random sampling. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 73% mempersepsikan peran tutor baik, dan 27% sedang. Persepsi mahasiswa tentang peran tutor pada proses dalam kelompok didapatkan sebanyak 74% mempersepsikan peran tutor baik, dan 26% sedang. Persepsi mahasiswa tentang peran tutor pada proses penalaran didapatkan sebanyak 78% mempersepsikan peran tutor baik, 21% sedang dan 1% kurang. Persepsi mahasiswa tentang peran tutor pada belajar mandiri didapatkan sebanyak 76% mempersepsikan peran tutor baik, 23% sedang, dan 1% kurang. Kesimpulan, peran tutor pada kegiatan PBL (proses dalam kelompok, penalaran, dan belajar mandiri) di PSIK FK UNLAM sebagian besar adalah baik. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai PBL secara kualitatif untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi persepsi mahasiswa tentang peran tutor pada kegiatan PBL.Kata-kata kunci : PBL, peran tutor, persepsi. ABSTRACT PBL offers many advantages, namely the more qualified, holistic, and value-added education, providing students the opportunity to learn to be a health care professional. The success of PBL is influenced by many factors including the role of the tutor. This study aimed to find out the students perceptions on tutors role in PBL activities at PSIK FK UNLAM. This study applied a descriptive research with cross sectional approach, with the samples of 96 students, which were collected by stratified proportional random sampling technique. The result indicated that 73% of students perceived that the tutors role was good, and 27% said it was moderate. Students perceptions on tutors role in the process within a group showed that 74% perceived it was good, and 26% said it was moderate. While students perceptions on the tutors role in the reasoning process gained as much as 78% that perceived it was good, 21% said that it was moderate and 1 % described it was less good. Students perceptions on the tutors role in self-learning indicated that 76% perceived it was good, 23% said it was moderate and 1% said it was less good. In conclusion, the tutors role in PBL activities (in the process within a group, in the reasoning process, and in self-learning) at PSIK FK UNLAM: was mostly good research is needed regarding PBL qualitatively to determine the factors that influence students perceptions on tutors role in PBL activities.Keywords: PBL, tutors role, perception.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN KADER DENGAN PELAKSANAAN POSYANDU PADA WILAYAH KERJA PUSKESMAS DI KOTA BANJARBARU Budi, Bambang Setia; Arifin, Syamsul; Setiawan, Budi
Dunia Keperawatan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Derajat kesehatan masyarakat di Indonesia masih rendah. Derajat kesehatan masyarakat dapat ditentukan oleh beberapa indikator, diantaranya adalah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Faktor yang mempengaruhi naik-turunnya AKI dan AKB, diantaranya belum dimanfaatkannya sarana pelayanan kesehatan seperti posyandu secara optimal oleh masyarakat. Pelaksanaan posyandu berjalan dengan baik apabilamemiliki kader yang melaksanakan tugasnya secara optimal yang dibekali dengan tingkat pendidikan yang baikpula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan kader dengan pelaksanaan Posyandu pada wilayah kerja Puskesmas di Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan rancanganobservasional analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 50Posyandu yangberada pada wilayah kerja delapan Puskesmas di Kota Banjarbaru. Pengambilan sampel penelitian dilakakan dengan teknik proportionale stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pendidikan kader posyandu pada wilayah kerja Puskesmas di Kota Banjarbaru : tingkat pendidikan SMA PT / sederajat sebanyak 67,3% dan SD - SMP / sederajat sebanyak 32,7%.Pelaksanaan Posyandu pada wilayah kerja Puskesmas di Kota Banjarbaru : baik sebanyak 66%, cukup 34% dan tidak ada yang kurang. Hasil uji chi square menunjukkan bahwap-value 0.001 (p 0,05). Kesimpulan terdapat hubungan yang bermaknaantara tingkat pendidikan kader dan pelaksanaan Posyandu pada wilayah kerja puskesmas di Kota Banjarbaru. Kata-kata kunci: Posyandu, kader, tingkat pendidikan, pelaksanaan Posyandu ABSTRACT Standard of public health in Indonesia is still low. Standard of public health cm be determined by severd indicators, including the Maternal Mortality Rate (MidR) and Infant Mortality Rate (IIVR). Factors affecting the rise andfal! of MMR and IMR, including health care facilities have not been exploited as posyandu optimally bythe public. Posyandu run well when it has cadres who perform their duties optimally equipped with a good levelof education as well. This study aims to determine the relationship of level education cadres with the implementation of Posyandu in the Health Center Areas in Banjarbaru City. This study uses observation analytic design with cross sectional method. The samples used by 50 Posyandu is located in the working are Banjarbaru eight Health Centers in the city. Sampling was done by using stratified random sampling proporfionde. Thc results showed level education cadres af the Health Center Areas in Banjarbaru City : leveleducation of second middle school until univercity as much as 67.3 % and level education of elementary school until first middle school as much as 32.7 %. Implementation of integrated health at the Health Center Area inBanjarbaru Citv : as much as 66 % good , 34 % fairly and nothing less. Chi square test results showed that the p- value 0.002 (p 0, 05). Conclusion that there is a significant relationship between the level of education an the implementation of Posyandu in the Health Center Areas in Banjarbaru City. Keywords: Posyandu, cadres, level of education, the implementation of the Posyandu.
PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN PENYAKIT SKABIES PADA SANTRI WUSTHO (SMP) DI PESANTREN AL-FALAH BANJARBARU Rahmi, Norhalida; Arifin, Syamsul; Pertiwiwati, Endang
Dunia Keperawatan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSkabies merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh infeksi dan sensitisasi oleh tungau Sarcoptes scabei var hominis (Sarcoptes sp.). Penularan dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung. Salah satu dampak kejadian skabies yaitu personal hygiene yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian penyakit skabies pada santri Wustho di Pondok (SMP) Pesantren Al-Falah Putera Banjarbaru. Metode penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional.Tteknik sampling menggunakan probality sampling dengan simple random sampling. Populasi penelitian adalah seluruh santri wustho kelas 1 yang berasrama sebanyak 341 santri. Sampel yang digunakan ada 184 santri yang berasrama.H asil analisis didapatkan personal hygiene baik terkena skabies 24% dan personal hygiene baik tidak terkena skabies 76%. Personal hygiene buruk terkena skabies 53% dan personal hygiene buruk tidak terkena skabies 47 %. Hasil uji chi- square didapatkan nilai= 0,000 (r) = 12.590. Kesimpulan penelitian ini personal hygiene berhubungan dengan kejadian skabies. Hygiene perseorangan merupakan salah satu usaha yang dapat mencegah kejadian skabies.Kata- kata kunci : personal hygiene, skabies, pesantren.ABSTRACTScabies is a contagious infectious disease caused by infection and sensitization by Sarcoptes scabei var hominis mites (Sarcoptes sp.). transmission can occur directly and indirectly. one of the effects of scabies is poor personal hygiene. To determine the correlation personal hygiene with incidence of scabies in Islamic boarding Wustho students (SMP) Al Falah Putera Banjarbaru. This study was a correlational study with cross-sectional approach, using sampling techniques probality sampling with simple random sampling. The population was all studentswere Islamic boarding wustho in first class as many as 341 students. Total respondent were 184 students in Islamic boarding. Analysis of the Personal hygiene exposed to scabies 24% good, good personal hygiene was not affected by scabies 76%. Personal hygiene badly affected by scabies 53%, poor personal hygiene was not affected by scabies 47%. Result of correlation chisquare test p value = 0.000 and (r) = 12.590. personal hygiene associated with the incidence ofscabies. Personal hygiene was one of effort that can prevent the incidence of scabies.Keywords: personal hygiene, scabies, islamic boarding.
LUMATAN DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) TERHADAP LAMA PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II PADA KULIT KELINCI (Cavia cobaya) Fithriyah, Noor; Arifin, Syamsul; Santi, Eka
Dunia Keperawatan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Luka bakar merupakan penyebab kematian kedua karena kecelakaan yang bukan disebabkan kendaraan. Kontaminasi pada kulit mati merupakan medium yang baik untuk pertumbuhan kuman dan mempermudah infeksi. Infeksi merupakan penyebab utama komplikasi dan kematian pada pasien luka bakar, karena itu penanganan luka bakar dengan antiseptik topikal dianjurkan. Dalam daun sirih merah memiliki kandungan alkaloid, saponin, tanin dan flavonoid yang memberikan efek antiseptik dua kali lebih tinggi dari daun sirih hijau pada luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian lumatan daun sirih merah untuk penyembuhan luka bakar pada kelinci. Perlakuan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu, kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Metode yang digunakan adalah eksperimental murni dengan posttest-only with control design. Data dianalisis menggunakan uji mann-whitney dengan tingkat signifikansi 0,05. Rata-rata lama penyembuhan pada kelompok kontrol adalah 13,68 hari dan sirih merah 9,87 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan lama penyembuhan luka  yang signifikan  antara kelompok kontrol dan sirih merah (p<0,05). Disimpulkan bahwa lumatan daun sirih merah memberikan efek penyembuhan dan mempercepat proses penyembuhan. Kata kunci : daun sirih merah, penyembuhan luka bakar.   ABSTRACT Burns is the second leading cause of death due to an accident that was not caused vehicle. Contamination of dead skin is a good medium for the growth of germs and make infections. Infection is a major cause of complications and death in burn patients, then burns with topical antiseptic is  recommended. Red betel leaf contains alkaloids, saponins, tannins and flavonoids which provide antiseptic effect two times higher than piper betel leaf. This study aimed to determine the effect of red betel leaf towards wound healing time on rabbits skin with second degree burn. Treatment were divided into 2 groups, the treatment group and the control group. This was a true experimental method with posttest-only with control design Data was analyzed by mann-whitney test with significance level 0,05. The average of wound healing time in control group was 13,68 days and in red betel leaf was 9,87 days. The result showed that time of wound healing within control and red betel leaf had significantly difference (p<0,05). It can be concluded that red betel leaf had healing effect and accelerate the healing process. Keywords: burn healing, red betel leaf
HUBUNGAN KEAKTIFAN PETUGAS PEMBINA DARI PUSKESMAS DENGAN PELAKSANAAN POSYANDU PADA WILAYAH KERJA PUSKESMAS DI KOTA BANJARBARU Arsalan, Muhammad Syaqib; Arifin, Syamsul; Jannah, Raudhatul
Dunia Keperawatan Vol 2, No 2 (2014): Dunia Keperawatan Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPosyandu merupakan kegiatan nyata yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dari masyarakat. Posyandu dilaksanakan oleh kader-kader kesehatan yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan dari Puskesmas mengenai pelayanan kesehatan dasar. Keberhasilan Posyandu salah satunya ditentukan oleh keaktifan petugas pembina dari Puskesmas dalam membina Posyandu. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan keaktifan petugas pembina  dari Puskesmas dengan pelaksanaan Posyandu pada wilayah kerja Puskesmas di Kota Banjarbaru. Metode penelitian ini adalah Observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel 50 Posyandu dipilih dengan cara Proportional stratified random sampling dan dianalisis dengan uji statistik Chi-Square (a 0,05). Hasil penelitian didapatkan bahwa sebesar 33 Posyandu (66%) memiliki petugas pembina dari Puskesmas yang berperan aktif, 17 Posyandu (34%) memiliki petugas pembina dari Puskesmas yang berperan kurang aktif, dan tidak ada petugas pembina dari Puskesmas yang tidak aktif. Sebesar 33 Posyandu (66%) berkategori baik, 17 Posyandu (34%) berkategori cukup, dan tidak ada Posyandu yang berkategori kurang dalam pelaksanaan Posyandu. Hasil perhitungan statistik diperoleh p-value (0,001) <p-alpha (0,05) sehingga Ho ditolak. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan keaktifan petugas pembina dari Puskesmas dengan pelaksanaan Posyandu pada wilayah kerja Puskesmas di Kota Banjarbaru.Kata-kata kunci:keaktifan, petugas petnbina dari puskesrnas, posyandu ABSTRACTPosyandu is a real activity Ihat involves community in order 10 provide health care from  community. Posyandu is implemented by health cadres who have received education and training about primary health care from Health Service Center. The success of Posyandu is determined by the guide officers activity of Health Service Center to regulate Posyandu. The objective of this study was to determine the relationship guide officers activity of Health Service Center with the implementation of Posyandu in Health Service Center work area in Banjarbaru. The methods of this study was observational analytic with cross-sectional approach. The number ofsamples were 50 Posyandu selected  by proportional stratified random sampling and analyzed by Chi-Square statistical test (α= 0, 05). The result of this study showed 33 Posyandu (66% got guide officers of Health Service Centerwith active role, 17 Posyandu (34%) with less active role, und noguide officer of Health Service Centerbeeninactive. 33 Posyandu (66%) categorized good, 17 Posyandu (34%) categorized enough, and no Posyandu categorized less in the implementation of Posyandu. The result of statisticalcalculation show that p-value (0.001) <p-alpha (0.05), so Ho was rejected. It can be concluded that there was relationship guide officers activity of Health Service Center with the implementation of Posyandu in Health Service Center work area in Banjarbaru. Keywords: activity, officers builder of health service center, posyandu
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN BALITAKE POSYANDU DI KELURAHAN PALAM KECAMATAN CEMPAKA BANJARBARU TAHUN 2013 Juanda, Firyal Afifah; Arifin, Syamsul; Lestari, Dhian Ririn
Dunia Keperawatan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Angka Kematian Batita (AKABA) diKalimantan Selatan tinggi yaitu 46 per 1000 balita. Posyandu bertujuan untuk menurunkan AKI, AKB danAKABA dengan partisipasi masyarakat yang dinilai dari kunjangan ibu ke Posyandu. Tujuan penelitian adalahuntuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kunjungan ibu balita ke Posyandu di Kelurahan PalamKecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Tahun 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah survei deskiptif.Sampel diambil dengan samplingjenuh dengan mengambil semua anggota populasi menjadi sampel yaitu 83 ibu balita. Hasil penelitian didapatkan kunjungan ibu balita ke Posyandu tidak aktif sebesar 49,4%, kunjungankurang aktif sebesar 18, 1% dan kunjungan aktif sebesar 32,5%. Ibu balita yang berkunjung ke Posyandu adalahberpengetahuan cukup 57,8%,berpendidikan yang rendah 67,5%, tidak bekerja Gebesar 75,9%, bersikap positif 83, 1%, ibu balita dengan jarak sedang sebesar 53%, persepsi sarana posyandu lengkap sebesar 89,2%, serta ibu balita yang tidak didukung keluarga berkunjung ke Posyandu sebesar 80,7%. Faktor yang berhubungan dengankunjungan ibu balita ke Posyandu, meliputi: pengetahuan, pendidikan,pekerjaan, sikap, persepsi tentang sarana Posyandu dan dukungan keluarga. Kata kunci: faktor yang berhubungan, kunjungan ibu balita, rosyandu ABSTRACT MaternalMortality Rate (MMR), Infant Mortality Rate (IMR) and Child Mortality Rate (CMR) in South Kalimantan high is 46 per 1000 of child. Posyandu aims to reduce MMR, IMR and CMR with community participation, assessedfrom mothers visit tu Posyandu. The purpose is to identififactors related to the mothersvisit to Posyandu in Palam Village District Cempaka, Banjarbaru in 2013. The method used was a desciptive survey. The number of samples are 83 mothers, were taken with a sampling saturated of totai population. The result of this study Showed that mother who not actively visit Posyandu less active visit 18, and active visit %. 32, 5. Mothers who visited Posyandu with enough knowledge 57,8%, low education 65,7% workless 75,9%, mothers positive attitude 83,1 %, mothers who go to Posyandu with moderate distances 53 %, mothers s perception of the complete Posyandu s tools, mothers with no support from family to visit Posyandu 80, 7%. Factors related to the mothers visit to posyandv is knowledge, education, a work, attitude, distances, mothers s perception of the Posyandu s tools, and support from family. Keywords: factors related, mothers visits, Posyandu
HUBUNGAN KETERSEDIAAN SARANA DENGAN PELAKSANAAN POSYANDU PADA WILAYAH KERJA PUSKESMAS DI KOTA BANJARBARU Arwinda, Resvia; Arifin, Syamsul; Herawati, Herawati
Dunia Keperawatan Vol 2, No 2 (2014): Dunia Keperawatan Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSecara umum sarana adalah alat penunjang keberhasilan suatu proses upaya yang dilakukan di dalam pelayanan publik, karena apabila tidak tersedia maka semua kegiatan yang dilakukan tidak akan dapat mencapai hasil yang diharapkan sesuai dengan rencana, oleh karena itu ketersediaan sarana dalam pclaksanaan Posyandu sangat diperlukan dalam kegiatan Posyandu, Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan ketersediaan sarana dengan pelaksanaan Posyandu pada wilayah kerja Puskesmas di Kota Banjarbaru Juni-September 2013, Metode Penelitian yang digunakan adalah adalah observasional analitik dengan 50 Posyandu yang dipilih secara proposional stratified random sampling. Hasil penelitian didapatkan ketersediaan sarana baik sebesar 66%, ketersediaan sarana cukup sebesar 34% dan ketersediaan saranan kurang sebesar 0%. Pelaksanaan Posyandu baik sebesar 66%, pelaksanaan Posyandu sedang 34% dan pelaksanaan Posyandu kurang sebesar 0%. Kesimpulan ada hubungan ketersediaan sarana dengan pelaksanaan Posyandu pada wilayah kerja Puskesmas di Kota Banjarbaru Juni-September 2013 baik.Kata - kata Kunci : sarana, PosyanduABSTRACTThe availability of faciilities is an effort to do in order to support the succes in public services, because if it is not available then all activities will not be able to achieve the expected results.in accordance with the plan, therefore the availability of facilities is needed in the implementation of activities Posyandu. The objective of this research was to determine relationships availability of facilities the implementation of Posyandu at the Puskesmas in Banjarbaru from June to September 2013. The research method used was an observational analytic with 50 Posyandu were selected with proportional stratified random sampling. The results of this study showed the availability of good facilities 66%, the availability of loss facilities 34% and less availability proposition of 0% . Better implementation amounting to 66 % Posyandu, Posyandu execution and implementation are 34 % less Posyandu of 0%. Conclusion : The availability of association with the implementation of Posyandu at the Puskesmas in Banjarbaru City from June to September 2013 either. Keywords : availability of advice , implementation of Posyandu
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN KADER DENGAN PELAKSANAAN POSYANDU PADA WILAYAH KERJA PUSKESMAS DI KOTA BANJARBARU Budi, Bambang Setia; Arifin, Syamsul; Setiawan, Budi
Dunia Keperawatan Vol 2, No 1 (2014): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 2 NOMOR 1, Maret 2014
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dk.v2i1.3372

Abstract

ABSTRAK Derajat kesehatan masyarakat di Indonesia masih rendah. Derajat kesehatan masyarakat dapat ditentukan oleh beberapa indikator, diantaranya adalah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Faktor yang mempengaruhi naik-turunnya AKI dan AKB, diantaranya belum dimanfaatkannya sarana pelayanan kesehatan seperti posyandu secara optimal oleh masyarakat. Pelaksanaan posyandu berjalan dengan baik apabilamemiliki kader yang melaksanakan tugasnya secara optimal yang dibekali dengan tingkat pendidikan yang baikpula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan kader dengan pelaksanaan Posyandu pada wilayah kerja Puskesmas di Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan rancanganobservasional analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 50Posyandu yangberada pada wilayah kerja delapan Puskesmas di Kota Banjarbaru. Pengambilan sampel penelitian dilakakan dengan teknik proportionale stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pendidikan kader posyandu pada wilayah kerja Puskesmas di Kota Banjarbaru : tingkat pendidikan SMA PT / sederajat sebanyak 67,3% dan SD - SMP / sederajat sebanyak 32,7%.Pelaksanaan Posyandu pada wilayah kerja Puskesmas di Kota Banjarbaru : baik sebanyak 66%, cukup 34% dan tidak ada yang kurang. Hasil uji chi square menunjukkan bahwap-value 0.001 (p 0,05). Kesimpulan terdapat hubungan yang bermaknaantara tingkat pendidikan kader dan pelaksanaan Posyandu pada wilayah kerja puskesmas di Kota Banjarbaru. Kata-kata kunci: Posyandu, kader, tingkat pendidikan, pelaksanaan Posyandu ABSTRACT Standard of public health in Indonesia is still low. Standard of public health cm be determined by severd indicators, including the Maternal Mortality Rate (MidR) and Infant Mortality Rate (IIVR). Factors affecting the rise andfal! of MMR and IMR, including health care facilities have not been exploited as posyandu optimally bythe public. Posyandu run well when it has cadres who perform their duties optimally equipped with a good levelof education as well. This study aims to determine the relationship of level education cadres with the implementation of Posyandu in the Health Center Areas in Banjarbaru City. This study uses observation analytic design with cross sectional method. The samples used by 50 Posyandu is located in the working are Banjarbaru eight Health Centers in the city. Sampling was done by using stratified random sampling proporfionde. Thc results showed level education cadres af the Health Center Areas in Banjarbaru City : leveleducation of second middle school until univercity as much as 67.3 % and level education of elementary school until first middle school as much as 32.7 %. Implementation of integrated health at the Health Center Area inBanjarbaru Citv : as much as 66 % good , 34 % fairly and nothing less. Chi square test results showed that the p- value 0.002 (p 0, 05). Conclusion that there is a significant relationship between the level of education an the implementation of Posyandu in the Health Center Areas in Banjarbaru City. Keywords: Posyandu, cadres, level of education, the implementation of the Posyandu.
Co-Authors Achyar Nawi Husain, Achyar Nawi Achyar Nawi Husein Aditya Gautama Aji Ahmad Alim Bachri, Ahmad Alim Al Furqonnata Mubarta Alvi Syahrin Amalia Safitri Andi Rahmadiansah Anggun Wulandari, Anggun Anisa, Nur Aini Annisa Annisa Arief Budiman Arief Hartono Arsalan, Muhammad Syaqib Arwinda, Resvia Asnawati Asnawati Asyifa Norhana, Asyifa Aulia Siti Aisjah Azhar, Muhammad Reza Bahrul Ilmi Bambang Setia Budi Bambang Supeno, Bambang Bayu Prakoso, Bayu Bayu Prima Juliansyah Putra Budi Setiawan Budi Utomo Budya Satata Dahlia Hidayati, Dahlia Dahlia Kusuma Dewi DARIMIYYA HIDAYATI Dedy Kurnia Setiawan, Dedy Kurnia Devita Wijayanti, Devita Dhian Ririn Lestari, Dhian Ririn Dian Rizeki Finarti, Dian Rizeki DWI RAHMAWATI Ekky Wahyu A, Ekky Endang Pertiwiwati, Endang Enny Khalisa, Enny Fahrini Yulidasari Fakriyanti, Fakriyanti Fannani, Bakhrudin Farida Aryani Fauzie Rahman, Fauzie Firna Novari, Firna Fithriyah, Noor Gunawan Gunawan H. Mochammad Junus Hadiyanto, Andy Hanifa, Millata Hasnan Bachtiar, Hasnan Herawati Herawati Herviana, Noor Samirah Hidayani, Sri Husaini Husaini Husen, Achmad Husnawati, Herwinda Husnawati, Herwinda Ida Yuliana Irviani, Risna Izzatul Mardhiah, Izzatul Jelly Leviza JOESOEF ROEPAJADI Juanda, Firyal Afifah Kholishotunnisa, Syarifah Kukuh Murtilaksono Kusnindar Kusnindar Kuztakov, Yakov Lenie Marlinae Limantara, Sherly Lubis, Syamsudin M. Kasan Madiasa Ablisar Mahmud Mulyadi MAHMUL SIREGAR Marpaung, Peter Baringin Mesawati Mesawati, Mesawati Mubarak, Ridho Mughis, Abdul Muhammad Hamdan Muhammad Kahfi Anshari Mursyid, Imam Muthia Anggraeni, Muthia Nabilla Kuswareni, Nabilla Nafik Muthohirin, Nafik Nasution, Mhd. Nur Arrahman Nisa, Mauidlotun Novita Pradani Nugraha, Herdhyasmara Rizki Nurhayani, Siti Nurul Iman, Nurul Nuryadi Nuryadi Oki Indra Prastana, Oki Indra Okta Dede Alvionita, Okta Dede Pendastaren Tarigan Priyo Utomo Rabbani, Didin Burhanuddin Radinal Panggabean, Radinal Rahmi, Norhalida Ramsi Meifati Barus, Ramsi Meifati Raudhatul Jannah Renate Pah Kiting, Renate Pah Riadhi Alhayyan Rivelino, Andri Rohmatin, Yudha Khusnia Roselina Panghiyangani Rosihan Adhani, Rosihan Rudi Fakhriadi Samsul Irpan, Samsul Santi, Eka Sari Narulita Sari, Desy Ratna Savitry, Nur Syaima Dhiya Savitry, Nur Syaima Dhiya Shifa, Mutiara Shifa, Mutiara Sonya Sulistyono, Sonya Sri Hastuti Suhaidi Suhaidi Sunarti Sunarti Surya Sofyan Hadi, Surya Sofyan Syaiful Anwar Syam, Aldo Redho Syam, Aldo Redho Syarifuddin Syarifuddin Tohari, Ilham Tongat Tongat Triwahju Hardianto, Triwahju Triwibowo, Prastiyo Wahyudi Wahyudi Wahyuningtyas, Winda Tri Wibowo Harso Nugroho Zulfan Rhamdany, Zulfan