Articles

PENGARUH NILAI ABRASI AGREGAT TERHADAP KARAKTERISTIK BETON ASPAL Arifin, Syamsul; Kasan, M.; Pradani, Novita
SMARTek Vol 5, No 1 (2007)
Publisher : SMARTek

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.014 KB)

Abstract

Unsur terbesar penyusun campuran beton aspal adalah agregat, sehingga kualitas campuranbeton aspal sangat ditentukan oleh kualitas agregat penyusunnya. Salah satu indikator kekuatanagregat adalah nilai abrasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai abrasiagregat terhadap karakteristik campuran beton aspal. Variasi nilai abrasi yang digunakan yaitu16,41%, 20,44%, 25,71%, 28,57% dan 35,86%. Diketahui bahwa semakin besar nilai abrasi agregatmaka stabilitas campuran semakin menurun. Nilai stabilitas tertinggi sebesar 1787,477 kgdiperoleh pada nilai abrasi 20,44%. Rentang nilai abrasi yang memenuhi seluruh parameterkarakteristik campuran beton aspal (VMA, VIM, VFB, Flow, Kepadatan, MQ dan Stabilitas) yaituantara 7,592% dan 64,98%
Perancangan Sistem Akuisisi Data Maritime Buoy Weather Station Aji, Aditya Gautama; Arifin, Syamsul; Rahmadiansah, Andi
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.266 KB)

Abstract

Saat ini, layanan sistem informasi mengenai data cuaca, prakiraan cuaca dan iklim secara makro, mudah didapatkan dari hasil analisa oleh BMKG melalui website. namun informasi cuaca yang diberikan pada website bmkg tersebut merupakan hasil dari keluaran sebuah program yang didasarkan pada interpolasi dan ekstrapolasi data cuaca dari berbagai posisi di Indonesia. Keluaran dari penelitian ini didaharpkan dapat menghasilkan sebuah Maritime Buoy Weather Station yang mampu mengindera lima variabel yang memperngaruhi cuaca seperti temperatur udara, tekanan udara, kecepatan angin, arah angin, dan kelembaban udara. Sistem yang telah dirancang memiliki spesifikasi yakni sensor temperatur udara memiliki ketidakpastian sebesar 0.0360C. Tekanan udara memiliki ketidakpastian sebesar 0.13 hPa, kecepatan angin memiliki ketidakpastian sebesar 0.017 m/s, Arah angin memiliki ketidakpastian sebesar 2.90, dan sensor kelembaban memiliki ketidakpastian pengkuran sebesar 0.07 %RH.
Rancang Bangun Maximum Power Point Tracking pada Panel Photovoltaic Berbasis Logika Fuzzy di Buoy Weather Station Putra, Bayu Prima Juliansyah; Aisjah, Aulia Siti; Arifin, Syamsul
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.846 KB)

Abstract

Salah satu aplikasi yang sering digunakan dalam bidang energi terbarukan adalah panel photovoltaic. Panel ini memiliki prinsip kerja berdasarkan efek photovoltaic dimana lempengan logam akan menghasilkan energi listrik apabila diberi intensitas cahaya. Untuk menghasilkan daya keluaran panel yang maksimal, maka diperlukan suatu algoritma yang biasa disebut Maximum Power Point Tracking (MPPT).MPPT yang diterapkan pada sistem photovoltaic berfungsi untuk mengatur nilai tegangan keluaran panel sehingga titik ker-janya beroperasi pada kondisi maksimal. Algoritma MPPT pada panel ini telah dilakukan dengan menggunakan logika fuzzy melalui mikrokontroler Arduino Uno sebagai pem-bangkit sinyal Pulse Width Modulation (PWM) yang akan dikirimkan menuju DC-DC Buck Boost Converter. Keluaran dari buck boost converterakan dihubungkan secara langsung dengan buoy weather station untuk menyuplai energi listrik tiap komponen yang berada di dalamnya. Untuk menguji performansi dari algoritma MPPT yang telah dirancang, maka sistem akan diuji menggunakan variasi beban antara metode direct-coupled dengan MPPT menggunakan logika fuzzy. Hasil pengujian menunjukkan bahwa MPPT dengan logika fuzzy dapat menghasilkan daya maksimum daripada direct-coupled. Pada sistem panel photovoltaic ini memiliki range efisiensi 33.07589 % hingga 74.25743 %. Daya mak-simal dapat dicapai oleh sistem untuk tiap variasi beban dan efisiensi maksimal dapat dicapai pada beban 20 Ohm dari hasil pengujian sistem MPPT.
Perancangan Prediktor Cuaca Maritim Berbasis Logika Fuzzy Menggunakan User Interface Android Anshari, Muhammad Kahfi; Arifin, Syamsul; Rahmadiansah, Andi
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.767 KB)

Abstract

Pola iklim dan cuaca di Indonesia yang tidak ber¬aturan dan eskstrim akan mengganggu transportasi laut. Pada penelitian ini telah dilakukan perancangan prediktor cuaca maritim berbasis logika fuzzy takagi sugeno menggunakan user interface smartphone android.  User interface smar¬t¬phone an¬droid dipilih karena android banyak digunakan masy¬arakat indonesia. Data yang digunakan untuk membangun basis atu¬ran dan fungsi keanggotaan berasal dari data BMKG II Perak yang direkam perjam selama 6 tahun yaitu dari januari 2007 hingga desember 2012. Digunakan data cuaca maritim dari tahun 2007 hingga 2012 untuk membangun basis aturan dan fungsi keanggotaan logika fuzzy.  Validasi prediksi cuaca maritim di¬lakukan dengan menggunakan data BMKG bulan februari 2013. Selain menggunakan data BMKG juga  dilakukan validasi real¬time menggunakan data maritim buoyweather. Hasil pene¬litian didapatkan akurasi prediksi cuaca maritim tertinggi, yaitu: suhu udara, kelembaban udara, kecepatan arus laut, tinggi gelombang dan curah hujan adalah 83%, 84.5%, 87 %, 85.7% dan 95%.
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN SHOOTING (LAY UP, UNDER RING, JUMP SHOOT) PADA MAHASISWA JPOK FKIP UNLAM TAHUN AKADEMIK 2012/2013 Arifin, Syamsul
Multilateral Jurnal Penjas Or Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Multilateral Jurnal Penjas Or

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:Basic shooting technique is very important technique in creating point in basketball game. The general techniques used in shooting the ball in the game are lay up, under ring, jump shoot. To improve the basic shooting technique, so there must be a development of practice model which is understandable and practiced easily by the students. Hence, the writer wants to create a practicable and understandable practice model by the students in practicing shooting (lay up, under ring, jump shoot). The data used are qualitative and quantitative. The experiment data will show the level of product achievement which is directly employed by the students. Key Words: Development, exercise model, shooting (lay up, under ring, jump shoot). Abstract: teknik dasar shooting merupakan teknik yang sangat penting dalam mencetak poin saat bermain bolabasket. Teknik dasar shooting yang umumnya digunakan saat memasukkan bola  dalam permainan bolabasket adalah lay up, under ring, jump shoot. Untuk meningkatkan teknik dasar shooting, maka perlu adanya pengembangan model latihan yang mudah dimengerti dan dilakukan mahasiswa. Oleh karena itu peneliti ingin membuat suatu model latihan yang dapat membuat mahasiswa lebih mudah dan mengerti dalam melakukan shooting (lay up, under ring, jump shoot). Data tersebut menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Data penelitian tersebut akan menunjukkan tingkat keberhasilan produk yang digunakan langsung oleh siswa. Kata kunci: pengembangan, model latihan, shooting(lay up, under ring, jump shoot).
PENGEMBANGAN MODUL PENELITIAN TINDAKAN KELAS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN KREATIVITAS MAHASISWA Arifin, Syamsul
Jurnal Vidya Karya Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Vidya Karya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to develop the module of Research Metodology especially for Class Action Research (CAR) material which is worthed and effective to increase student creativity and comprehension in Department of Physical Education Faculty of Teacher Training Education Lambung  Mangkurat University. The data was analyzed by qualitative descriptive method. The result are converted by the degree of concensus; if supporting answers are selected by more than 50% respondents,  the item will be kept. An item is going to be dropped, if 50% respondents reject the supporting answer. The findings show that this module; a) helps student to understand the material; b) relates the phenomena of moving activity; c) has the format that is easy to follow; d) has the sufficient procedure; (e) easy to understand (f) has meaningful and usefulness in supporting lecture; (g) improves students’ comprehension and creativity; (h) helps students to arrange class action research plan. The high of concencus degree shows that the use of this module is the best solution to cope with student problem in Research Methodology cla
Kritik Buku : MANAGING CAPITAL FLOWS AND EXCHANGE RATES PERSPECTIVE FROM THE PASIFIC BASIC Oleh Rueven Glick (Editor), Federal Reserve Bank of San Fransisco Arifin, Syamsul
Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan Vol 2 No 4 (2000): MARCH 2000
Publisher : Bank Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku terbitan Cambridge University Press tahun 1998 ini ditulis untuk mengkaji aspek teoritis dan kebijakan berkaitan dengan capital flow dan exchange rate di negara-negara emerging market di sekitar kawasan Pasifik, khususnya negaranegara Asia Timur dan Amerika latin. dari krisis nilai tukar yang ditimbulkan karena tingginga capital inflow di kawasan tersebut, penulis terdorong untuk memetik pelajaran yang sangat berharga dari krisis tersebut.
IZIN LINGKUNGAN DALAM KAITANNYA DENGAN PENEGAKAN ADMINISTRASI LINGKUNGAN DAN PIDANA LINGKUNGAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO. 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (UUPPLH) Dewi, Dahlia Kusuma; Syahrin, Alvi; Arifin, Syamsul; Tarigan, Pendastaren
USU LAW JOURNAL Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : USU LAW JOURNAL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.665 KB)

Abstract

ABSTRACTEnvironmental licence based on the Law on Living Environmental Management and Protection (UUPPLH) is a condition to obtain a business licence and/or activity. Functioning as an instrument of damage prevention and/or living environmental pollution in the framework of protecting and managing living environment. Environmental pollution belongs to living creature, substance, energy and/or other components polluted by human activities which is greater than the set standard quality of living environment. A control is needed to monitor the incident of living environmental pollution. Living environmental control or control for short is a sequence of activities which is directly or indirectly by the Living Environmental Controlling Official (PPLH) to find out, to ensure, and to determine the level of compliance of guarantor of business and/or activity set in the evironmental licence and the legislations in the field of living environmental management and protection. The control activity is intended to develop law reinforcement. The reinforcement of administrative environmental law is the control and application of the administrative sanction which are preventive (control) and repressive (administrative sanction) in nature. According to the UUPPLH criminal act is a violation done by an individual on the regulation of legislation and/or the provision of environmental licence. The criminal provision according to the UUPPLH to apply the criminal sanction related to environmental licence as regulated in Article 109, Article 111, and Article 112 of UUPPLH.Keywords: Environmental Licence, Reinforcement of Administrative, Sanction, Environmental Criminal Provision.
Implementasi Pembangunan Kawasan Minapolitan Dalam Prespektif Pembangunan Berkelanjutan (Studi di Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi) Arifin, Syamsul
Jurnal Administrasi Publik Vol 1, No 8 (2013)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Implementation of Minapolitan Development In The Sustainable Development Perspective (Case study in Muncar district, Banyuwangi Regency). This Minapolitan Program is implemented based on coastal region as one area that has huge potential to be developed. In addition natural resource management are still not optimal. Therefore in 2009 the Ministry of marine and Fisheries set Muncar as integrated fishery or Minapolitan area. The implementation of Minapolitan Program by Muncar Pokja team in Banyuwangi, Java province officers and other stakeholders. Based on sustainable development concept and the implementation of Minapolitan development in Muncar does not meet the norms of sustainable development. It can be seen from three aspects, namely: economic, socio-cultural and environment. From the economic aspect this is shown from the community in Muncar still use capitalist economy. So the determining party in price of fish is people who have capital. In terms of socio-cultural, community in Muncar still holds the traditions of their ancestors. In addition the communities tend to be consumerist and neglecting the future need. And the last, in terms of environment, this Minapolitan program has failed in resolving pollution that occurs as a result of the existence industries in Muncar. To maximize Minapolitan development it needs coordination in Muncar to all officers. The Masterplan must also have recommendations from expert and it must be strict. To resolve the problem of waste, it can use Pigovian Tax concept. Keywords: Program Implementation, Minapolitan, Sustainable Development. Abstrak: Implementasi Pembangunan Kawasan Minapolitan di Muncar dalam Prespektif Pembangunan Berkelanjutan (Studi di Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi) Program Minapolitan ini dilaksanakan dengan dasar bahwa wilayah pesisir merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Selain itu pengelolaan hasil sumberdaya alamnya masih belum optimal. Maka dari itu pada tahun 2009 Kementrian Kelautan dan Perikanan pada menetapkan Muncar sebagai wilayah perikanan terpadu atau Minapolitan. Implementasi program Minapolitan di Muncar dilaksanakan oleh Tim Pokja Kabupaten Banyuwangi beserta Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan stakeholders lainnya. Apabila ditinjau dari konsep pembangunan berkelanjutan maka implementasi pembangunan kawasana Minapolitan di Muncar tidak memenui kaidah-kaidah pembangunan berkelanjutan. Hal itu dapat ketahui dari tiga aspek yaitu : ekonomi, sosial budaya dan lingkungan. Dari aspek ekonomi hal ini terbukti dari masyarakat Muncar yang masih menganut sistem ekonomi kapitalis. Sehingga yang memiliki peran dalam menentukan harga ikan adalah orang memiliki modal. Ditinjau dari segi sosial budayanya masyarakat Muncar masih memegang tradisi-tradisi leluhur. Selain itu masyarakat pesisir Muncar cenderung konsumtif tanpa mengabaikan keperluan yang akan datang. Dan yang terakhir apabila ditinjau dari segi lingkungan, program Minapolitan ini telah gagal dalam menyelesaikan pencemaran-pencemaran yang terjadi akibat dari keberadaan industri-industri di Muncar. Untuk memaksimalkan kembali pembangunan kawasan Minapolitan di Muncar perlu dilakukan koordinasi kembali kepada seluruh anggota Tim Pokja. Masterplan yang telah dibuat juga harus telah mendapat rekomendasi para ahli dan bersifat baku. Untuk menyelesaikan permasalahan limbah, dapat menggunakan konsep Pigovian Tax. Kata kunci : Implementasi program, Minapolitan, Pembangunan Berkelanjutan
Membendung Arus Radikalisasi di Indonesia Arifin, Syamsul
ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman Vol 8, No 2 (2014): Islamica
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.098 KB)

Abstract

This paper seeks to examine religious phenomena in the Islamic community in Indonesia which have undergone significant changes since the fall of the New Order regime in 1998. One of the significant changes that drew the attention of some observers is the proliferation of various religious groups that carry radical ideologies. The presence of radical Islamic groups or organizations is never static, but continues to develop in line with the dynamics of the country and global environment. These developments invite public concern and anxiety because the radical Islamic organizations often spread terror, both to civilians and to the perpetrators alike. Is the development of radical Islamic organizations can be dammed? This paper offers education as one of the institutions that can be optimized to promote what is called de-radicalization. The educational institutions mainly run by Muslims are expected to perform these roles in cooperation with other institutions in order to present the face of Islam in Indonesia that is friendly, tolerant, moderate, but still has dignity in the eyes of the world.
Co-Authors Achyar Nawi Husain, Achyar Nawi Achyar Nawi Husein Aditya Gautama Aji Ahmad Alim Bachri, Ahmad Alim Al Furqonnata Mubarta Alvi Syahrin Amalia Safitri Andi Rahmadiansah Anggun Wulandari, Anggun Anisa, Nur Aini Annisa Annisa Arief Budiman Arsalan, Muhammad Syaqib Arwinda, Resvia Asnawati Asnawati Asyifa Norhana, Asyifa Aulia Siti Aisjah Azhar, Muhammad Reza Bahrul Ilmi Bambang Setia Budi Bambang Supeno, Bambang Bayu Prakoso, Bayu Bayu Prima Juliansyah Putra Budi Setiawan Budi Utomo Budya Satata Dahlia Hidayati, Dahlia Dahlia Kusuma Dewi DARIMIYYA HIDAYATI Dedy Kurnia Setiawan, Dedy Kurnia Devita Wijayanti, Devita Dhian Ririn Lestari, Dhian Ririn Dian Rizeki Finarti, Dian Rizeki DWI RAHMAWATI Ekky Wahyu A, Ekky Endang Pertiwiwati, Endang Enny Khalisa, Enny Fahrini Yulidasari Fakriyanti, Fakriyanti Fannani, Bakhrudin Farida Aryani Fauzie Rahman, Fauzie Firna Novari, Firna Fithriyah, Noor Gunawan Gunawan H. Mochammad Junus Hadiyanto, Andy Hanifa, Millata Hasnan Bachtiar, Hasnan Herawati Herawati Herviana, Noor Samirah Hidayani, Sri Husaini Husaini Husen, Achmad Husnawati, Herwinda Ida Yuliana Irviani, Risna Izzatul Mardhiah, Izzatul Jelly Leviza JOESOEF ROEPAJADI Juanda, Firyal Afifah Kholishotunnisa, Syarifah Kusnindar Kusnindar Lenie Marlinae Limantara, Sherly Lubis, Syamsudin M. Kasan Madiasa Ablisar Mahmud Mulyadi MAHMUL SIREGAR Marpaung, Peter Baringin Mesawati Mesawati, Mesawati Mubarak, Ridho Mughis, Abdul Muhammad Hamdan Muhammad Kahfi Anshari Mursyid, Imam Muthia Anggraeni, Muthia Nabilla Kuswareni, Nabilla Nafik Muthohirin, Nafik Nasution, Mhd. Nur Arrahman Novita Pradani Nugraha, Herdhyasmara Rizki Nurhayani, Siti Nurul Iman, Nurul Nuryadi Nuryadi Oki Indra Prastana, Oki Indra Okta Dede Alvionita, Okta Dede Pendastaren Tarigan Priyo Utomo Rabbani, Didin Burhanuddin Radinal Panggabean, Radinal Rahmi, Norhalida Ramsi Meifati Barus, Ramsi Meifati Raudhatul Jannah Renate Pah Kiting, Renate Pah Riadhi Alhayyan Rivelino, Andri Rohmatin, Yudha Khusnia Roselina Panghiyangani Rosihan Adhani, Rosihan Rudi Fakhriadi Samsul Irpan, Samsul Santi, Eka Sari Narulita Sari, Desy Ratna Savitry, Nur Syaima Dhiya Shifa, Mutiara Sonya Sulistyono, Sonya Sri Hastuti Suhaidi Suhaidi Surya Sofyan Hadi, Surya Sofyan Syam, Aldo Redho Syam, Aldo Redho Syarifuddin Syarifuddin Tohari, Ilham Tongat Tongat Triwahju Hardianto, Triwahju Triwibowo, Prastiyo Wahyudi Wahyudi Wahyuningtyas, Winda Tri Wibowo Harso Nugroho Zulfan Rhamdany, Zulfan