Articles

LD-50 and Delayed Toxicity Study of the Ethanol Extract of Nothopanax Scutellarium Merr. Leave Rustam, Erlina; Masri, Machdawaty; Arifin, Helmi
Jurnal Medika Planta Vol 1, No 3 (2011)
Publisher : Jurnal Medika Planta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: To ensure safety of using herbs in treatment needs to be done a series of toxicity tests include acute toxicity, subacute and chronic.Objective: to achieve these things already done research on acute toxicity study of plant extract Nothopanax scutellarium. Merr. on male mice.Methods: Parameter measured were LD50, the body weight, water intake, urin output, the relative weight of the liver, heart and kidney.Results: The toxicity evaluation by oral administration of etanolic extract of Nothopanax scutellarium. Merr.s leaves showed that the etanolic extract of Nothopanax scutellarium. Merr.s leaves was relative harmless (LD50>15 g/kg BW). The delay toxic effect was seen by any significant changes in body weight on several dasy observation, any significant changes in heart and kidney relative weight.Conclusion: the etanolic extract of Nothopaanax scutellarium. Merr.s leaves are relative harmless and influence relative weight of heart and kidney.
Pengaruh Air Perasan Bengkuang (Pachyrhizus Erosus (L.) Urb.) Terhadap Kadar Gula Darah Mencit Putih Jantan Diabetes Arifin, Helmi; Merry C, Ann; Ahmad, Asram
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Vol 16 No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.307 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang air perasan umbi bengkuang (Pachyrhizus erosus (L.) Urb.) terhadap kadar gula darah mencit putih jantan diabetes yang diinduksi dengan aloksan dosis 200 mg/kg BB. Air perasan umbi bengkuang diberikan secara oral dengan dosis 10, 20 dan 30 ml/kg BB selama 21 hari. Parameter yang diukur adalah kadar glukosa darah, berat badan, volume air minum, dan volume urin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air perasan umbi bengkuang dengan dosis 30 ml/kg BB mampu menurunkan kadar glukosa darah mencit diabetes secara bermakna (P<0.05). Air perasan umbi bengkuang juga dapat memperbaiki konsumsi air minum, tetapi tidak dapat memperbaiki berat badan dan volume urin mencit diabetes.
TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DAUN KIRINYUH (CHROMOLAENA ODORATA (L) R.M. KING & H. ROB) PADA MENCIT PUTIH JANTAN ., Nirwanto; Ariadi, Aried; Arifin, Helmi
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2017): AUGUST
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.554 KB)

Abstract

Abstract: The acute toxicity of ethanol extracts from Kirinyuh (Chromolaena odorata (L) R.M.King & H. Rob) leaves to white mice males has been done. Parameters toxicity observed were LD50and delayed toxic effects for 14 days of observation including changes in weight, volume of waterconsumption, and relative weight of the organs like heart, liver, kidneys, stomach and lungs. Theethanol extract of Chromolaena odorata (L) R.M King & H. Rob leaves orally at a dose of 4 g/kgBB,8 g/kgBB and 16 g/kgBB, showed that was categorized practically non-toxic (LD50> 15 g/kgBB).Delayed toxic effects are seen from the significant differences in body weight, the volume of water,relative organ weight of lung and stomach (P<0.05). There were no significant differences in therelative organ weight of the heart, liver and kidneys (P<0.05).
Pengaruh Jus Buah Dan Ekstrak Daun Srikaya Terhadap Kadar Asam Urat Dan Kolesterol Darah Andriani, Yuni; Andriani, Nela; Fransiska, Randika; Arifin, Helmi
Jurnal Katalisator Vol 3, No 2 (2018): KATALISATOR
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.747 KB)

Abstract

Pemanfaatan tanaman srikaya (Annona squamosa L) telah banyak dilakukan oleh masyarakat secara turun temurun. Tanaman srikaya secara tradisional digunakan untuk batu empedu, memperlancar pencernaan, anti sembelit, meningkatkan selera makan. hipertensi, asam urat dan kolesterol. Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan studi tehadap pengaruh dari jus buah srikaya terhadap kadar asam urat dan pengaruh ekstrak daun srikaya terhadap kadar kolesterol. Pada penelitian ini hewan uji dibagi menjadi lima kelompok uji. Kelompok kontrol negatif, kontrol positif (menggunakan pembanding allupurinol dan simvastatin), kelompok beberapa dosis dari jus buah dan ekstrak daun srikaya. Sebelum penginduksian jus buah dan ekstrak daun srikaya hewan uji diberi makan purin tinggi selama 7 hari. Pengamatan pengaruh pemberian jus buah dan ekstrak daun srikaya dilakukan pada hari ke 0, 3, 5, 7 dan 14. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pengaruh pemberian jus buah srikaya menurunkan kadar asam urat darah selama waktu pengamatan dan pada konsentrasi 600 mg/Kg BB memberikan penurunan kadar asam urat yang sama dengan penuruan asam urat pada kelompok pembanding menggunakan allupurinol. Sedangkan pengaruh ekstrak etanol daun srikaya menurunkan kadar kolesterol secara signifikan (p = <0,05) pada hari ke 7 dan 14, dan penurunan kadar kolesterol darah pada hewan uji kelompok dosis 600 mg/ Kg BB menunjukkan penurunan kadar kolesterol lebih baik dari kelompok pembanding dengan menggunakan simvastatin 10 mg/Kg BB
Pengaruh Pemberian Jus Jambu Biji Merah (Psidiumguajava L.) Terhadap Jumlah Sel Eritrosit, Hemoglobin, Trombosit dan Hematokrit pada Mencit Putih Arifin, Helmi; Agustina, Agustina; Rizal, Zet
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Vol 18 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.424 KB)

Abstract

Evaluation of the effect of red guava juice (Psidiumguajava, L.) on hematology parameters (red blood cell, hemoglobin, thrombocyts, and hematocrit) to female white mice has been done. The juice was administered orally with variation of doses at 25, 50 and 100 % one times a day for 7, 14, and 21 days respectively. As a control group was female white mice administered aquadest.  Results showed that administration of guava juice with a variation of dose did not influence red blood cell counts, hemoglobin and hematocrit, but increased thrombocytes  levels.
Kajian Deskriptif Retrospektif Regimen Dosis Antibiotik Pasien Pneumonia Anak di RSUP. Dr. M. Djamil Padang Juwita, Dian Ayu; Arifin, Helmi; Yulianti, Nelfa
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 3, No 2 (2017): J Sains Farm Klin 3(2), Mei 2017
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.909 KB)

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernafasan akut yang menduduki peringkat atas sebagai penyebab kematian pada anak dan balita. Peranan antibiotik dalam menurunkan morbilitas dan mortilitas penyakit infeksi ini masih sangat dominan. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat mengakibatkan berkembangnya bakteri yang resisten terhadap antibiotik serta timbulnya toksisitas/efek samping obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji regimen dosis antibiotik yang diberikan pada pasien pneumonia anak dibandingkan dengan regimen dosis pada literatur resmi. Penelitian dilakukan dengan metode observasi deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medik pasien pneumonia anak selama tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaktepatan pada beberapa regimen dosis antibiotik, seperti ketidaktepatan dosis kloramfenikol (5%), meropenem (50%), eritromisin (100%), azitromisin (100%), seftazidim (100%) klindamisin (100%), ampisilin (100%) dan gentamisin (100%). Ketidaktepatan frekuensi pemberian (interval pemberian) ampisilin (50%), gentamisin (20%) sefotaksim (100%). Ketidaktepatan lama pemberian amoksisilin (44.45%), kloramfenikol (45%), gentamisin (70%), meropenem (33,34%), seftriakson (66,67%), ampisilin (50%), sefotaksim (100%). Sedangkan rute pemberian antibiotik sudah tepat 100%. 
Kajian Toksisitas Serbuk Biji Mahoni terhadap Perkembangan Tingkah Laku, Histologi Hati serta Hematologi Anak Mencit Hilmarni, Hilmarni; Almahdy, Almahdy; Arifin, Helmi
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 2, No 1 (2015): J Sains Farm Klin 2(1), November 2015
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.138 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian serbuk biji mahoni (Swietenia macrophylla King) terhadap perkembangan tingkah laku, gambaran histologi hati serta profil hematologi anak mencit. Hewan percobaan yang digunakan adalah mencit putih betina sebanyak 45 ekor dibagi secara acak menjadi 5 kelompok. Kelompok 1 sebagai kelompok kontrol diberi NaCMC 0,5%. Kelompok 2, 3, 4, dan 5 berturut-turut diberi serbuk biji mahoni dengan dosis 5, 10, 15, dan 20 mg/ 20gBB/hari mulai masa janin hingga masa laktasi selesai. Toksisitas perkembangan dilakukan dengan metoda test perilaku berurutan, observasi terhadap histologi dengan pewarnaan Hematoxilin-Eosin serta penghitungan profil hematologi. Hasil penelitian menunjukan pemberian serbuk biji mahoni menyebabkan penyimpangan tingkah laku pada uji refleks dan uji motorik PND-8 dan PND-10, serta pada uji penglihatan PND-14 hingga PND-18. Sedangkan pada pengamatan histologi hati dan profil hematologi anak mencit tidak menunjukan adanya pengaruh.
Pengaruh Pemberian Jus Buah Naga Hylocereus Undatus (Haw.) Britt&Rose Terhadap Jumlah Hemoglobin, Eritrosit dan Hematokrit pada Mencit Putih Betina Arifin, Helmi; Nofiza, Welli; Elisma, Elisma
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Vol 17 No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.996 KB)

Abstract

Sub-acute toxicity test of dragon fruit juice has been research Hylocereus undatus (Haw.) Britt. & Rose of with  hematological  parameters to female white mice. Juice given orally by 0,5 mL/20 g of  weight dose with variation are 100%, 50% and 25%, once a day along 7, 14 and 21 days. A female white mice were only given food and water used as comparison. Calculated and measured parameters are levels of hemoglobin, erythrocytes and hematocrit, using tools haemometer Sahli, haemositometer and centrifuge. Results  that given dose of dragon fruit juice Hylocereus undatus (Haw.) Britt. & Rose has been provided the effect to increased hemoglobin and erythrocytes level (p < 0,05), but did not raised the hematocrit level (p > 0,05).
Efek Ekstrak Etanol Biji Pinang Muda (Areca Catechu L.) Terhadap Aktifitas Sistem Saraf Pusat Mencit Putih Arifin, Helmi; Riyono, Heppy; Elka, Elka
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Vol 15 No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.026 KB)

Abstract

The central nervous system stimulant activity of the ethanol extract of young areca nut (Areca catechu L.) has been studied on mice. The observation was done by assessing the indurance, motor activity, curiousity, sleeping induced time and sleeping time in many variable of doses. Results showed that the ethanolic extract of 500 mg/ Kg bodyweight dose showed significant effect (P<0,05).
Analisa Drug Related Problems pada Pasien Hiperurisemia di Bangsal Rawat Inap dan Rawat Jalan Penyakit dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang Anjelin, Ririn; Arifin, Helmi; Raveinal, Raveinal; Darwin, Deswinar
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Vol 17 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.244 KB)

Abstract

This research was a prospective observational study using descriptive cross sectional approach and performed at all patients of hyperuricemia with or without accompanying diseases at Interne Ward and Polyclinic DR. M. Djamil Hospital Padang during Maret to May 2011, by census. The data obtained were analyzed using descriptive analysis method. Results showed that type of DRPs frequently occured at 110 patients with hyperuricemia with/without  accompanying diseases at Interne polyclinic was drug interactions of pharmacokinetic and pharmacodynamic at 36 patients. Adverse drug reaction 9 patients, non-compliance of patients 5 patients. Drug terapy without medical indication, lower and higher dose, inappropriate drug selection, inappropriate drug administration interval were had no problems. At the Interne Ward from 7 patients, the DRPs frequentlyy occured were drug interactions (3 patients), higher drug dose (2 patients), adverse drug reactions (2 patients), patient non-compliance (2 patients), inappropriate drug administration interval (1 patient), drug therapy without medical indication (1 patient), and other DRPs had no problems. There was non toxic drug interactions or adverse drug reactions was found during this study.