Suparman Arif
Unknown Affiliation

Published : 84 Documents
Articles

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL TWO STAY TWO STRAY TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS

PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 1 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.42 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know how far the influence of using Two Stay Two Stray method in order to increase the ability of critical thinking. The sample of this research was students from XI IPS 1 and XI IPS 3. Before analysis data technique, normality test was done by using qued, test of homogeneity and test of data analysis used F anova. Consequently according from the result of this research it can be concluded that Two Stay Two Stray method has influenced to increase the ability of critical thinking of students history with this result F account 24,158> F tabel 3,98. It’s significant rank from, that is known by r = 0,512.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh dan sejauh mana pengaruh penggunaan model Two Stay Two Stray terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 dan XI IPS. Sebelum teknik analisis data dilakukan uji normalitas menggunakan chi kuadrat, uji homogenitas, dan uji analisis data menggunakan uji F anova. Hasil Penelitian diperoleh hasil bahwa ada pengaruh pengunaan model Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan berpikir kritis sejarah siswa dengan hasil yang diperoleh Fhitung 24,158 > Ftabel 3,98. Tingkat signifikan signifikan cukup diiketahui r = 0,512.Kata kunci : kemampuan berpikir kritis, model two stay two stray, pembelajaran sejarah

KEBIJAKAN POLITIK PERDANA MENTERI SUTAN SJAHRIR UNTUK MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN RI

PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 5 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.498 KB)

Abstract

 The purpose of this research is to know and explain about the policy of Sutan Sjahrir diplomacy as prime minister to maintain the independence of republic of Indonesia. The method which used is historical method. The data collection techniques uses literature techniques and documentation techniques, to analize data uses data qualitative analysis. The result of this research show that the politic policy of  prime minister Sutan Sjahri to maintain the independence of republic of Indonesia in part of diplomacy politic produces linggarjati conferention on November 15, 1946 between government of republic Indonesia and government of Netherland in village of Linggarjati that signed on march 15, 1947 with result of 3 main point. Second conferention  that is inter asia conferention  which held in New Delhi on March,23,1947. Prime Minister of Sutan Sjahrir persuade that Asia did not show a block and keep a world in  peace. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan kebijakan diplomasi Sutan Sjahrir sebagai Perdana Menteri untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode historis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik kepustakaan dan teknik dokumentasi, untuk menganalisis data menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan politik Perdana Menteri Sutan Sjahrir untuk mempertahankan kemerdekaan RI dalam bidang politik diplomasi yaitu dengan melahirkannya Konferensi Linggarjati tanggal 15 November 1946 antara pemerintah RI dengan Belanda di desa Linggarjati. Perundingan ini menghasilkan persetetujuan Linggarjati yang ditandatangani tanggal 15 Maret 1947 dengan menghasilkan tiga poin pokok. Konferensi kedua yaitu konferensi Inter Asia yang diadakan di New Delhi pada tanggal 23 Maret 1947. Perdana Menteri Sutan sjahrir menggagas agar Asia tidak memihak kepada suatu blok, agar negara-negara Asia tidak ikut berperang dan ikut serta menjaga perdamaian dunia. Kata kunci : diplomasi,  kebijakan politik, konferensi 

PERKAWINAN BEDA KASTA PADA MASYARAKAT BALINURAGA DI LAMPUNG SELATAN

PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 2 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.903 KB)

Abstract

The Balinese Hindu religion in general, in marriage with the people of Bali are expected to marry same caste. In the village marriage Balinuraga occur with different caste. The problems of the study are: what are the factors that cause the occurrence of different caste marriage on the people of Bali in Balinuraga village Way Panji district South Lampung? The purpose of this study is to find out the factors that cause the occurrence of different caste marriage on the people of Bali in Balinuraga. Data collection techniques uses in this study are observation, interview and documentation. The method use is this study is functional method. The result of this study is research of the factors that cause the occurrence of different caste marriage, that is: intern factor and external factor.Masyarakat Bali pada umumnya beragama Hindu, dalam perkawinan Masyarakat Bali diharapkan menikah dengan kasta yang sama. Di desa Balinuraga terjadi perkawinan dengan kasta yang berbeda.Rumusan masalah dalam penelitian adalah apakah faktor-faktor penyebab terjadinya perkawinan beda kasta pada masyarakat Bali di Desa Balinuraga Kecamatan Way Panji Kabupaten Lampung Selatan? Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya perkawinan beda kasta pada Masyarakat Bali di Desa Balinuraga.Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode fungsional. Hasil dari penelitian Faktor-faktor penyebab terjadinya perkawinan beda kasta, yaitu Faktor intern yang meliputi cara berfikir, pendidikan dan kedua belah pihak saling mencintai. dan Faktor ekstern yang meliputi pengaruh lingkungan, keterbukaan masyarakat dan perkembangan zaman.Kata kunci : balinuraga, masyarakat bali, perkawinan

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR (SPPKB) DALAM PEMBELAJARAN IPS TERPADU

PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 3 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.657 KB)

Abstract

The aim of this study to determine the planning, implementation and evaluation of learning using SPPKB strategies in integrated social learning classroom in 8th grade of MTs NU in 2013/2014. This research is used descriptive method. Data Collecting technique are participant observation, documentation, and literature. Qualitative data technique is qualitative data analysis. Based on the result of this research, it can be conclude that in addition to prepare lesson plans used in general, planning should be done in SPPKB teacher is doing the orientation phase and prepare the questions as a key material in the track of the implementation process of learning. Then the first implementation process of learning. Then the first implementation SPPKB, by teaching the confrontation, grup formation structuring space, inquiry, accommodation, transfer and the evaluation  correct to use in SPPKB with performance assessment. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran menggunakan Strategi SPPKB dalam pembelajaran IPS Terpadu kelas VIII MTs Nahdlatul Ulama Krui Tahun Ajaran 2013-2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif. Teknik pengumpulan datanya dengan observasi partisipan, dokumentasi, dan kepustakaan. Teknik analisis data nya dengan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa selain dengan mempersiapkan perencanaan pembelajaran yang digunakan pada umumnya, perencanaan yang harus dilakukan guru dalam SPPKB adalah melakukan tahap orientasi dan mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan sebagai bahan untuk melakukan tahap pelacakan pada proses pelaksanaan pembelajaran. Kemudian pelaksanaan SPPKB yang pertama dilakukan adalah dengan tahap pelacakan, konfrontasi, pembentukan kelompok, penataan ruang, inkuiri, akomodasi,  transfer  dan bentuk evaluasi yang tepat untuk digunakan dalam SPPKB adalah dengan penilaian unjuk kerja. Kata kunci: penerapan, peningkatan kemampuan berfikir, strategi pembelajaran

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS) PADA PEMBELAJARAN SEJARAH

PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 4 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.798 KB)

Abstract

This study aims to determine the effect of Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) learning model towards learning outcomes in teaching history. The research applied eksperimental method; the data collection technique  was done through test, observation, documentation, and literary reviews. The researcher used quantitative data as data analysis techniques. Based on the results it showed that the value of Farithmetic (6,135) > Ftable (0.05;1;65) that is 3,988. Therefore it can be concluded  that the Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) learning model effected the teaching of history at class X of SMA Negeri 13 Bandar Lampung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  pengaruh penggunaan model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran sejarah. Metode yang digunakan dalam  penelitian ini adalah metode eksperimen dengan teknik pengumpulan data melalui teknik tes, observasi, dokumentasi, dan kepustakaan. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif. Berdasarkan hasil hitung uji statistik diperoleh bahwa nilai Fhitung (6,135) > Ftabel (0,05;1;65) yaitu 3,988. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) berpengaruh pada pembelajaran sejarah kelas X SMA Negeri 13 Bandar Lampung. Kata kunci : hasil belajar, model pembelajaran thinking aloud pair problem solving, pembelajaran sejarah.

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA

PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 3 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.042 KB)

Abstract

The objectives of the research were to find out whether cooperative learning can influence the learning output on history subject for students at X, academic year 2012/2013 and to find out to what extend cooperative learning influences the learning output on History subject for students at X, academic year 2012/2013. The research method applied experimental research using (nonrandomized control group pretest-posttest design. The results revealed that : 1) There was an influence on learning output of experimental group using cooperative learning that the mean score of pre test was 82.94; while the control group using discussion method got 78.82 for their pre test score; 2) There was gain of mean score between experimental and control group, it was 4.12; 3) That cooperative learning influences the learning output on history subject for students at X2 grade through experimental method. Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk mengetahui apakah ada pengaruh penerapan model Cooperative Learning terhadap hasil belajar sejarah dan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penerapan model cooperative learning dalam meningkatkan hasil belajar sejarah siswa kelas X di SMA Budaya Bandar Lampung Tahun Ajaran 2012/2013. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian ini menggunakan desain pretes-postes grup kontrol tidak secara random (nonrandomized control group pretest-posttest design). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) Hasil belajar yang menggunakan model Cooperative Learning kelas eksperimen berpengaruh terhadap hasil belajar dan memiliki rata – rata nilai pre test sebesar 82,94 sedangkan kelas kontrol dengan metode diskusi memiliki rata – rata nilai pre test sebesar 78,82. 2) Terdapat perbedaaan nilai rata–rata hasil belajar  pada kelas eksperimen  dengan kelas kontrol, besarnya perbedaan adalah 4,12. 3) model cooperative learning berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar sejarah siswa kelas X2 melalui metode eksperimen. Kata kunci : cooperative learning, hasil belajar, penerapan

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN JOYFULL LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 4 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.931 KB)

Abstract

This research was purposed to know the effect of using joyfull learning  and to know the significant level of the effect of using  joyfull learning on learning result on third level at SMP Negeri 1 Punduh Pedada.The method of the research was experimental method and used cluster random sampling technique by 34 students. This research used simple linear regression. Based on the data analize, the researcher got 40.1 %, influenced by joyfull learning and 59 % influenced by others factors and the significant was 0.633. The result of the research is joyfull learning influent significantly to students result and the significant by using joyfull learning was strong to students result.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran joyfull learning dan mengetahui taraf signifikan pengaruh penggunaan model pembelajaran joyfull learning terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Punduh Pedada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling berjumlah 34 siswa. Teknik analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Berdasarkan analisis data diperoleh 40.1 %, dipengaruhi oleh model joyfull learning dan sebanyak 59.9% dipengaruhi faktor lain. dan taraf signifikansi sebesar 0.633. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran joyfull learning berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar dan taraf signifikansi dari pengaruh penggunaan model pembelajaran joyfull learning  kuat terhadap hasil belajar.Kata kunci: hasil belajar, joyfull learning, pengaruh

RUMAH ULU PADA MASYARAKAT ADAT KOMERING DI OGAN KOMERING ULU TIMUR

PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 4 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.186 KB)

Abstract

Ulu house was a traditional house that has the function in each room. The purpose of this research was to determine the room function at the House of Komering society’s tradition in Ulu Betung Village South Sumatra. The method used was functional method. The data collection techniques were: interview techniques, observation, technical documentation, and technical literature. The technique of data analysis was the analysis of qualitative data. The results of the results shows that the House Ulu was the culture of the Komering society’s tradition which had the function of a garang, haluan, kakudan, ambin, pangking and pawon, Ulu house in maintaining the cultural values in that space of cultural value of religious/spiritual, politeness value, cooperativeness value and aesthetic value as well as having an additional function that was a function of space in the implementation of the ceremonies. Rumah Ulu sebagai rumah tradisional yang memiliki fungsi masing-masing pada tiap ruangan. Tujuannya adalah untuk mengetahui fungsi ruang pada rumah Ulu masyarakat adat komering Desa Betung Sumatera Selatan. Metodenya metode fungsional. Teknik pengumpulan datanya teknik wawancara, observasi, teknik dokumentasi, dan teknik kepustakaan. Teknik analisis data adalah analisis data kualitatif. Hasil dari penelitian Rumah Ulu adalah kebudayaan dari masyarakat adat Komering mempunyai fungsi dari garang, haluan, kakudan, ambin, pangking dan pawon, Rumah Ulu dalam menjaga nilai-nilai budayanya yakni pada ruangan tersebut memiliki nilai budaya nilai religius/keagamaan, nilai kesopanan, nilai kegotong-royongan dan nilai estetika serta memiliki fungsi tambahan yakni fungsi ruang pada pelaksanaan upacara-upacara adat. Kata kunci : masyarakat adat komering, ogan komering ulu, rumah ulu

PERJUANGAN K.H GHOLIB DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA TAHUN 1949

PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 3, No 1 (2015): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.472 KB)

Abstract

The purpose of this research is to find out how the struggles of K.H Gholib in maintaining independence in 1949. The methods used in this research is a method of data collection techniques with historically through literature, documentation, and interview techniques. Data analysis technique used is qualitative data analysis techniques. The benefits of this research are as additional knowledge regarding the history of the struggle for independence of the Republic of Indonesia in Lampung. Based on the results of the study, it shaws that uphill battle of K.H. Gholib in maintaining independence in Pringsewu is struggling to retake Gedongtataan from the hands of Netherlands, and banish the Netherlands troops in Gadingrejo so that the Netherlands can not get to Pringsewu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah perjuangan K.H Gholib dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia tahun 1949. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis dengan teknik pengumpulan data melalui teknik kepustakaan, teknik dokumentasi dan teknik wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Manfaat penelitian ini adalah sebagai tambahan ilmu pengetahuan mengenai sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah Lampung. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukan bahwa perjuangan K.H Gholib dalam mempertahankan kemerdekaan di Pringsewu yaitu berjuang merebut kembali Gedongtataan dari tangan Belanda, dan menghalau pasukan Belanda di Gadingrejo agar pasukan Belanda tidak bisa sampai ke Pringsewu. Kata kunci : agresi militer, gholib, mempertahankan kemerdekaan

PERBANDINGAN MOTIVASI BELAJAR MENGGUNAKAN TEAMS GAMES TOURNAMENT DENGAN SNOWBALL THROWING

PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 5 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.764 KB)

Abstract

The initial of the research was conducted at SMAN 1 Ketapang, some of the factors that indicated as the cause of the low score of the history examination in the last semester, one of them is the motivation of student in theaching learning research was less because they only memorize in the lesson. The objectives of the using Teams Games Tournament and Snowball Throwing, and compare students’ motivation after were taught by using Teams Games Tournament and Snowball Throwing. The research was a pretest-posttest control group desaign. The samples of the were students of X2 and X3. Two klasses selected by using purposive sampling and data analysis techniques using independent samples t-test. It can be conclude that Teams Games Tournament is more efective to increase student’s motivation than Snowball Throwing.Penelitian pendahuluan yang dilaksanakan di SMAN 1 Ketapang, diketahui beberapa faktor yang diindikasikan sebagai penyebab rendahnya nilai ujian sejarah semester yang lalu, salah satunya adalah motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran masih kurang karena pelajaran sejarah terkesan hanya hafalan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk membandingkan motivasi belajar siswa setelah diajar menggunakan model Teams Games Tournament dan Snowball Throwing. Desain penelitian adalah pretest-postest control group design. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas X2 dan X3. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan teknik analisis data menggunakan uji independent samples t-test. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Teams Games Tournament lebih efektif dalam meningkatkan motivasi belajar dibandingan dengan model pembelajaran Snowball Throwing.Kata kunci : motivasi belajar, snowball throwing, teams games tournament

Co-Authors Afip Firmansyah Ahmad Arif Alfonsa Anggun K.W Ali Imron Amerza Fransiska Ana, Yuliana Angel, Wayan Winda Anggun Puspawati, Anggun Antariksa, M. Dian Arwati, Yuli Azizah Apriyani Azizah, Anni Berta Safitri Budi Budi Dadang Ansory, Dadang Deka Satriya Imanda, Deka Satriya Dela Hapmita Dewi, Tri Tunggal Dhiba, Sarah Dian Nur Pertiwi Dora Arcella, Dora Dwi Oktavia Edi Hartono Elsandi, Feri Emilda Rani Erlangga Andalas Sakti, Erlangga Andalas Fernando, Josua Fitriana, Anis Fitriani, Ulan Giananjar Saputro, Giananjar Hasvindo, Welly Henry Susanto Hidayat, Wahyu Nur Iskandar Syah Iskandarsyah Iskandarsyah Joko Saganta Junairi, Asep Karsini Karsini Ketut Leni Yanti Lilis Suryana, Lilis Luhitadati, Ambika Lusia Dwi Indriati, Lusia Dwi Mantira, Zhera Junius Masitoh, Siti Nur Maskun Maskun Meihan, Andre Mustofa Muhammad Basri Muhammad, Ulul Azmi Muhayat, Arif Rahman Mustapa, Mutiara Nafiah, Land Roma Neti Gempayani, Neti Ni Komang Windari Purnani, Ni Komang Windari Nugroho, Rachmat Agung Pertiwi, Erni Dian Putra, Yogi Putri, Titin Apriani Rahmawati Rahmawati Ratna Ratna Redi Almuzaki Resi Irmayati, Resi Resti Ratnawati Restra Hutama Risma Margaretha Sinaga Riswandi Riswandi Rudi Salam Saputra, Sidiq Sari, Puji Puspita Satria Putra SEPTIANA SEPTIANA Simanjuntak, Holong Sisca Devita Aprilia Siti Sopiah Arafah Sri Umiyati, Sri Sujadi, Muhammad Agung Susilo, Yohanes Syaiful M Syaiful M. Syarifah, Farisa Tabligh Setiawan, Tabligh Tirawati, Yunika Tontowi Amsia Tontowi Tontowi Umar Sabiring Utami, Bella Pratiwi Virio Ilham, Virio Vivi Hardiana Wakidi Wakidi Wardoyo, Antonius Joko Wiranata, Adi Yulia, Efi Yulitha, Ika Yuni Istiani Yusti, Indah Nina