Ulfah Mediaty Arief
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Published : 19 Documents
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengujian Sensor Ultrasonik PING untuk Pengukuran Level Ketinggian dan Volume Air Arief, Ulfah Mediaty
ELEKTRIKAL ENJINIRING Vol 9, No 2 (2011): ELEKTRIKAL ENJINIRING Edisi Vol-9 No. 2 Mei-Agust 2011
Publisher : Jurusan Elektro UNHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.338 KB)

Abstract

Gelombang ultrasonik merupakan gelombang akustik yang memiliki frekuensi mulai 20 kHz hingga sekitar 20 MHz. Frekuensi kerja yang digunakan dalam gelombang ultrasonik bervariasi tergantung pada medium yang dilalui, mulai dari kerapatan rendah pada fasa gas, cair hingga padat. Jika gelombang ultrasonik berjalan melaui sebuah medium, Secara matematis besarnya jarak dapat dihitung. Sensor Ultrasonic PING merupakan modul sensor  Ultrasonik ini dapat mengukur jarak antara 3 cm sampai 300 cm. Keluaran dari modul sensor ultrasonik Ping ini berupa pulsa yang lebarnya merepresentasikan jarak. Lebar pulsanya yang dihasilkan modul sensor ultrasonik ini bervariasi dari 115 uS sampai 18,5 mS. Dalam pengujian ini, dibuat sebuah alat yaitu untuk mengukur level ketinggian zat cair menggunakan gelombang ultrasonik berbasis mikrokontroler AT Mega 16. Sensor yang digunakan adalah sensor PING . Pengujian menggunakan bejana bulat berdiameter 60 cm yang dapat menampung air/cairan.
Kegagalan Panggil (Fail Connection) pada Sistem Jaringan Telepon Selular (GSM) Arief, Ulfah Mediaty
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.959 KB)

Abstract

Penggunaan jaringan selular GSM pada kenyataanya di lapangan belum sepenuhnya memuaskan masyarakat pelanggannya. Karena aspek keberhasilan panggilnya tidaklah selalu 100% berhasil panggil. Demikian pula dengan kelanggengan sambungannya tidaklah selalu mencapai 100% berhasil langgeng sambungannya. Gagal panggil (Fail Connection) adalah suatu proses permintaan panggilan ke suatu nomor tertentu yang tidak bisa dipenuhi oleh jaringan, sehingga panggilan tersebut tidak tersambung. Sedangkan gagal langgeng sambungan (Call Drop) adalah suatu kondisi dimana pembicaraan yang terjadi tiba-tiba terputus yang bukan keinginan dari pelanggan. Faktor keberhasilan panggil (Succes Connection) dan kelanggengan sambungan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kapasitas yang tersedia, propagasi gelombang radio, kuat sinyal dan keandalan jalur transmisi. Kata kunci: Gagal Panggil, Gagal Langgeng Sambung
Jenis Layanan Telekomunikasi yang didesain dan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi para pelanggan Arief, Ulfah Mediaty
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.959 KB)

Abstract

Sejak tahun 1961, layanan telekomunikasi di Indonesia diselenggarakan oleh badan usaha milik negara. Sebagaimana terjadi pada negara berkembang lainnya, pengembangan dan modernisasi infrastruktur telekomunikasi berperan penting dalam perkembangan ekonomi nasional secara umum. Selain itu, jumlah penduduk yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang pesat telah mendorong permintaan yang tinggi akan layanan telekomunikasi. Perusahaan telekomunikasi di Indonesia telah menyediakan produk berupa jenis-jenis layanan telekomunikasi, baik domestik maupun internasional. Jasa – jasa telekomunikasi yang ditawarkan meliputi sambungan tetap dan tidak tetap (bergerak), komunikasi data dan sewa sambungan, dan berbagai jenis layanan yang bernilai tambah. Pasar Telekomunikasi Indonesia adalah sangat kompetitif dan kompetisi telah berlangsung secara intensif pada tahun-tahun belakangan, khususnya untuk sektor SLI dan SLJJ, seluler, fixed wireless dan data internet.Kata Kunci : Layanan Telekomunikasi, kompetitif dan kompetisi
ALAT PENGADUK ADONAN WINGKO BABAT KAPASITAS 100 KG UNTUK USAHA PEMBUATAN WINGKO BABAT DI KOTA SEMARANG Arief, Ulfah Mediaty; Purbawanto, Sugeng; Setyaningsih, Dyah Nurani
Jurnal Abdimas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7856.084 KB)

Abstract

Wingko babat merupakan makanan khas tradisional kota Semarang yang sangat terkenal dari Zaman dahulu dan digemari oleh masyarakat luas, baik masyarakat kota Semarang maupun luar kota Semarang. Wingko babat bukan hanya dijual di toko-toko atau pusat oleh-oleh (Jl. Pandanaran Semarang) tetapi juga banyak dijual di pasar-pasar tradisional. Tempat penjualan tersebut juga mencerminkan segmen pasar Wingko Babat, yang dijual di toko harganya relatif mahal (di atas Rp 2.500,-/per buah), untuk kalangan menegah ke atas, dibuat dengan cara lebih modern. Sementara Wingko Babat yang dijual di pasar tradisional umumnya harganya relatif murah (± Rp 350-750,-/per buah), dan untuk kalangan menengah ke bawah, dan umumnya dibuat dengan peralatan sederhana. permasalahan menyangkut banyak aspek, seperti aspek produksi, teknologi yang dipakai, kualitas produk, kemasan, manajemen pemasaran dan lain-lain aspek yang perlu dicari pemecahaannya. Pelaksanaan program IbM ini bertujuan memecahkan permasalah yang ada pada industri wingko babat untuk industri kecil yang mengambil lokasi di industri wingko babat cap Lokomotif milik pak Slamet Riyono yang berlokasi di Jl. Brotojoyo IV/3 Semarang (UKM 1) dan wingko babat “ Pak Moel” Jl. Pekunden Tengah 1106 Semarang (UKM 2) sebagai mitra untuk kelompok wingko yang ada disemarang. Metode program IbM ini adalah mensosialisasikan program, rancang bangun alat pengaduk (mixer) wingko babat dengan kapasitas ± 100 kg sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi industri wingko babat di kota semarang”, kemudian melakukan uji coba sebagai pelatihan dan demonstrasi plotting alat pengaduk (mixer) yang dilakukan di industri wingko babat cap Lokomotif. Hasil uji coba ini didapatkan hasil pencampuran yang homogenitasnya cukup sesuai standar industri tersebut dan kualitas yang sesuai citarasa industri. Pelatihan aspek manajemen usaha yaitu melatih pembukuan pengelolaan keuangan maka pihak mitra UKM akan mempunyai neraca setiap minggu,atau bulan, atau tahun.Kata kunci: wingko babat , capacity , mixer
Aplikasi Kontrol PID untuk Kontrol Suhu dan Humidity pada Sistem Pengeringan Seledri Arief, Ulfah Mediaty
Jurnal Teknik Elektro Vol 6, No 2 (2014): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.854 KB)

Abstract

Abstrak Pengeringan pada prinsipnya merupakan proses penguapan air dari bahan basah, yang bertujuanuntuk mendapatkan produk dengan kadar air tertentu. Pengeringan dipengarui oleh faktor-faktor komponenbahan, bentuk bahan, suhu dalam pengeringan, dan perlakuan praproses Pengeringan dapat dilakukan secaraalami maupun secara mekanis yaitu dengan menggunakan alat pengering. Pada proses pengeringan adabeberapa kondisi yang mempengaruhi antara lain suhu, kelembaban dan kecepatan (laju) pengeringan. Suhudan humidity yang mempengaruhi pengeringan sehingga aplikasi sistem kontrol suhu dan humidity udarayang masuk menjadi faktor yang penting bagi keberhasilan proses pengeringan karena teknologi pengeringanproduk yang sensitif terhadap panas. (Djaeni, 2008). Dalam penelitian ini digunakan pengendali PID(Proporsional-Integral - Derifativ) yang akan mengontrol pemanas (heater) pada Alat pengeringan.Pengendali ini mengontrol suhu ruangan pengeringan menjadi stabil dan dapat diperoleh hasil pengeringansecara cepat dan efisien. Sinyal kontrol tersebut digunakan untuk pengaturan tegangan AC pada heater dengan prinsip kontrol sudut fasa. Sinyal kontrol ini memiliki parameter-parameter pengontrol, yaitukonstanta proporsional (Kp) = 200 dan konstanta integral (Ki) = 0.05 dan konstanta derifativ (Kd) =10. Prosespengeringan dipengaruhi oleh laju pengeringan yaitu kecepatan kemampuan udara dalam menyerap uap airyang dipengaruhi oleh jumlah dan posisi air dalam bahan, sifat bahan. Pada awal proses pengeringan,kecepatan penguapan air meningkat, kemudian setelah mencapai periode tertentu akan tetap (constantrate periode) dan akhirnya menurun (falling rate periode). Kontrol suhu dan humidity dapat mengatur suhupengeringan dengan stabil sehingga laju pengeringan dari hasil penelitian ini pada suhu 70C akan semakinmeningkat yaitu pada 15 menit pengeringan awal, laju kecepatan pengeringan sebesar 0,01 gr/menit padabatang dan 0,38 gr/menit pada daun. Pada pengeringan batang seledri profil laju pengeringan lebih cepatdari pada pengeringan pada daun karena pengeringan tray drier dengan kapasitas yang sama untuk batanglebih baik menerima aliran panas dibanding daun. Kata kunci pengeringan, suhu, laju
IBM KELOMPOK USAHA PEMBUATAN WINGKO BABAT DI KOTA SEMARANG Arief, Ulfah Mediaty; Purbawanto, Sugeng; Setyaningsih, Dyah Nurani
Rekayasa Vol 13, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.276 KB)

Abstract

Implementation of the program is aimed at solving problems IbM exist in the industry wingko babat for small industries that took place in the industry wingko babat stamp pack “Lokomotif” owned Slamet Riyono located on Jl . Brotojoyo IV / 3 Semarang ( UKM 1 ) and wingko babat Babat “ Pak Moel “ Jl . Central Pekunden 1106 Semarang ( UKM 2 ) as a partner for existing Wingko Babat at semarang group . This method IbM program is disseminating the program , design mixer ( mixer ) wingko Babat with a capacity of ± 100 kg as an effort to improve the quality and quantity of industrial production wingko Babat in Semarang “ , then tested as a training and demonstration plotting mixer ( mixer ) which is performed in industry wingko babat stamp “Lokomotif” . The results of this trial showed that mixing homogeneity quite fit the industry standard and quality that matches the flavor industry . Training aspects of business management , namely financial management accounting practice , the parties will have a balance of UKM partners every week , or month , or year
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK DAN EFISIENSI ENERGI PADA ALAT PENGERINGAN DAUN SELEDRI BERBASIS KONTROL SUHU DAN HUMIDITY UDARA Arief, Ulfah Mediaty; Suryanto, Agus; Suryanto, Saptriana
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.832 KB)

Abstract

Seledri (Celery Apium gravoelens, Linn) adalah tumbuhan herbal yang banyak dihasilkan dari perkebunan rakyat. Perrmasalahan utama yang dihadapi oleh petani seledri adalah pada saat panen yang melimpah terjadi penurunan nilai jual dari sayuran seledri, sehingga diperlukan teknologi pengeringan yang berguna untuk menjaga kestabilan produk seledri sampai siap untuk dikonsumsi. Teknologi pengeringan suhu rendah adalah teknik pengeringan yang paling sesuai untuk sayuran seledri, karena dapat menjaga kandungan nutrisi (vitamin, protein, mineral dll) serta dapat menghemat penggunaan energi. Untuk itu diperlukan rancang bangun mesin pengering suhu rendah yang dilengkapi dengan sistem kontrol suhu dan humidity. Suhu dan humidity yang berfluktuasi akan menyebabkan rendahnya kualitas produk yang dihasilkan pada proses pengeringan seledri. Beberapa model modifikasi pengering mampu mengurangi tingkat kecoklatan produk (browning) Tujuan penelitian pada tahap ke 2 ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan humidity terhadap kualitas produk seledri hasil pengeringan. Variabel yang dipilih pada percobaan adalah berat 50 gr dan 100 gr jenis bahan (daun dan batang seledri) serta suhu operasi pengeringan (40, 50, 60, 70 o C). Hasil menunjukkan bahwa aplikasi pengeringan yang menggunakan kontrol suhu dan humidity effisiensi energi listriknya untuk suhu 70o C selama 60 menit 90.7 %. Kadar air mula – mula 80% (wet basis) menjadi 10 % untuk daun dan 20% untuk batang pada percobaan 50 gr. Untuk percobaan 100 gr didapatkan kadar air akhir menjadi 15 % untuk daun dan 30% untuk batang. Efisiensi energi pada sistem pengering sebagai fraksi panas yang disupplai pada batang dan daun yang digunakan untuk proses pengeringan 15-90 menit adalah 70% untuk daun, 60 % untuk batang. Sistim pengeringan yang hemat energi dan menghasilkan daun seledri kering, dengan kualitas yang memenuhi standart pengguna terutama dari kandungan air merupakan kebutuhan yang mendesak bagi industri dan UKM.
Pemanfaatan energi yang terbuang dari pengayuhan sepeda sebagai sumber energi untuk charger HP Arief, Ulfah Mediaty; Hakim, Arief Rohman
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Kompetensi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhir-akhir ini sudah menjadi gejala menuju krisis energi dan bahan bakar serta makin tingginya harga minyak dunia. Pada situasi demikian, hal yang sebaiknya dilakukan adalah dengan melakukan penghematan energi atau penciptaan energi alternatif yang dapat digunakan oleh lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menghasilkan energy listrik adalah dari ayunan sepeda dengan memamfaatkan dynamo yang ada pada sepeda.Sepeda merupakan alat transportasi yang ramah lingkungan dan tidak menggunakan sumber bahan bakar minyak maupun batubara. Sepeda dapat menghasilkan energi yang dapat digunakan sebagai energy alternative. Energi yang dihasilkan sepeda berupa energy gerak yang dapat ditransfer menjadi energy listrik melalui dinamo. Dinamo bekerja berdasarkan induksi elektromegnetik ( Michael Faraday).Pada penelitian ini didesain sebuah alat dengan tujuan untuk memamfaatkan energi yang terbuang oleh sepeda. Energi yang dihasilkan oleh sepeda melalui dinamo akan digunakan untuk mencharger  battery handphone. Tegangan yang dihasilkan dinamo sepeda sebesar 2,5 Volt dan arus yang dihasilkan sebesar 0,6 A dengan kecepatan 20 km/jam  dan tegangan  4,5 Volt, dan arus 1 A dengan kecepatan 40 km/jam. Hasil tegangan dan arus ini akan diinputkan ke Power bank yang merupakan sebuah teknologi charger yang berfungsi sebagai penyimpan energi yang dapat digunakan untuk mengisi ulang baterai yang pada penelitian ini untuk handphone. Charger ini akan mengisi power bank untuk tegangan 2,5 Volt, arus 0,6 volt dapat diisi selama 4,5 jam dengan output 2,3 V pada kecepatan 20 km/jam. Untuk tegangan  4,5 Volt, dan arus 1 A dengan kecepatan 40 km/jam dapat mengisi selama  3 jam dengan tegangan output charger sebesar 5 Volt .
PENGENDALIAN SUHU DAN HUMIDITY PADA ALAT PENGERING SELEDRI MENGGUNAKAN KONTROL FUZZY LOGIC Wahyono, Setiyo; Arief, Ulfah Mediaty
Edu Elektrika Journal Vol 4 No 2 (2015): Edu Elektrika Journal
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sebuah sistem aplikasi dengan menggunakan mikrokontroler yang dapat mengendalikan suhu dan humidity pada alat pengering seledri, menerapkan fuzzy logic dalam operasi sistem pengendali suhu dan humidity pada alat pengering seledri dan menerapkan fuzzy logic tipe mamdani pada alat pengering seledri untuk mengendalikan suhu agar sesuai dengan setpoint yang diinginkan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pengukuran dan dokumentasi. Fuzzy Logic Controler (FLC) merupakan sistem fuzzy yang diaplikasikan secara khusus dalam bidang kendali. Variabel input pada fuzzy controller umumnya berupa nilai selisih antara nilai referensi output dengan nilai output actual yang disebut nilai error. Sedangkan output fuzzy controller adalah perintah kendali yang diberikan ke heater dan kipas. Pada sistem pengendalian suhu dan kelembaban pada alat pengering seledri ini menggunakan metode Mamdani. Sistem kendali dirancang memiliki 2 buah masukan yang berupa Error suhu (E) yang merupakan selisih antara setpoint  dengan pengukuran suhu sensor SHT 11 dan kelembaban yang merupakan hasil pengukuran kelembaban ruang sensor SHT 11. Kedua input error suhu dan kelembaban akan diproses oleh fuzzy logic control (FLC) untuk mendapatkan nilai output berupa sinyal PWM untuk mengontrol heater dan kipas. Suhu dan kelembaban yang terbaca oleh sensor yang berfungsi sebagai feedback. Simpulan dari penelitian ini yaitu untuk merancang sebuah sistem aplikasi dengan menggunakan mikrokontroler yang dapat mengendalikan suhu dan humidity pada alat pengering seledri digunakan sensor suhu SHT11, glass heater, kipas DC dan mikrokontroler Atmega 328, kontrol fuzzy logic sangat cocok diaplikasikan pada operasi sistem pengendali suhu dan humidity pada alat pengering seledri dan Penerapan logika fuzzy logic tipe mamdani pada alat pengering seledri dapat menghasilkan hasil pengedalian suhu yang konstan terhadap setpoint yang diinginkan. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah Alat pengering seledri ini sebaiknya dapat dikembangkan untuk pengeringan hasil pertanian selain seledri, seperti torakur dan alat yang dibuat diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut oleh mahasiswa Universitas Negeri Semarang untuk bahan penelitian lebih lanjut.The purpose of this study is to design an application system using a microcontroller that can control the temperature and humidity in the dryer celery, applying fuzzy logic in operations control systems temperature and humidity in the dryer celery and apply fuzzy logic type mamdani on drier celery to control the temperature to match the desired setpoint. Data collection method used is the measurement and documentation. A fuzzy logic controller (FLC) is a fuzzy system is applied exclusively in the field of control. The fuzzy controller input variables generally a value of the difference between the reference value output with actual output value called the error value. While the fuzzy controller output is the control commands given to the heater and fan. In the control system of temperature and humidity in the dryer is using Mamdani celery. The control system is designed to have two pieces of input such as temperature error (E) which represents the difference between the setpoint temperature measurement and humidity sensors SHT 11 is the result of moisture measurement sensor chamber 11. Both input error SHT temperature and humidity will be processed by the fuzzy logic control ( FLC) to get the value of the output of the PWM signal to control the heater and fan. Temperature and humidity are read by sensors that function as feedback. The conclusions of this study is to design an application system using a microcontroller that can control the temperature and humidity in the dryer celery used temperature sensors SHT11, glass heater, fan DC and microcontroller Atmega 328, fuzzy logic control is suitable applied to the system operation temperature controllers and humidity in the dryer celery and Application of fuzzy logic-type logic mamdani on celery dryers can produce results pengedalian constant temperature to the desired setpoint. Advice can be given in this study is a tool celery dryer they should be developed for drying agricultural products in addition to celery, as torakur and equipment are made is expected to be further developed by the students of the State University of Semarang for further research material.
PERBANDINGAN ALGORITMA TF/IDF DAN BLEU UNTUK PENILAIAN JAWABAN ESAI OTOMATIS Nugroho, Hesti Wahyu; Pribadi, Feddy Setio; Arief, Ulfah Mediaty; Sukamta, Sri
Edu Komputika Journal Vol 1 No 2 (2014): Edu Komputika Journal
Publisher : Edu Komputika Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap proses pembelajaran memerlukan suatu evaluasi berupa tes. Dalam perkembangannya tes dapat dilakukan secara online. Jenis tes antara lain tes benar salah, test pilihan ganda, tes mencocokan, dan tes esai. Sudah banyak penelitian di luar negeri maupun di dalam negeri yang mengembangkan metode-metode sebagai penilai jawaban esai otomatis. Sebagai contoh Eksperimen LSA untuk esai GMAT (Graduation Management Achievement Test) menghasilkan persetujuan dengan manusia sebesar 85%-91% (Valenti, Neri, & Cucchiarelli, 2003), Electronic Essay Rater (E-Rater) menghasilkan 87%-94% (Valenti, Neri, & Cucchiarelli, 2003), untuk penelitian di dalam negeri hasil uji coba SIMPLE (Ratna, Budiharjo, & Hartanto, 2007) menghasilkan 69.80%-94.64% untuk lima mahasiswa dan 77.18%-98.42% untuk sepuluh mahasiswa. Hasil yang didapatkan masih jauh dari yang diharapkan. Hal ini yang mendasari dilakukannya penelitian mengenai pembobotan yang baik dalam penilaian jawaban esai otomatis. Penelitian ini membandingkan Algoritma pembobotan TF/IDF dan BLEU dengan alat bantu Automatic Essay Scoring yang berbasis web untuk membobotkan jawaban siswa terhadap kunci jawaban esai serta meneliti pengaruh perluasan kunci jawaban serta penyisipan huruf pada kata kurang huruf (toleransi) untuk memaksimalkan hasil penilaian. Algoritma TF-IDF merupakan salah satu skema pembobotan istilah/term dalam pencarian dokumen yang terdiri pembobotan lokal Frequency Term (TF), pembobotan global Inverse Document Frequency (IDF), dan normalisasi. Sedangkan Algoritma BLEU merupakan salah satu sistem evaluasi otomatis yang dikenalkan oleh grup riset IBM. Dalam penelitian ini penulis menghitung nilai BLEU sampai 4-gram (4 kata) saja, sedangkan esai yang dinilai dibatasi pada esai yang merupakan jawaban dari pertanyaan pada tes esai (maksimal 250 kata per jawaban), bukan esai karangan yang panjang (lebih dari 250 kata) dan jawaban yang dinikai berupa kalimat bukan berupa jawaban hasil perhitungan (matematika, fisika dan kimia). Uji coba dilakukan dengan 10 soal esai dengan 22 peserta ujian. Secara keseluruhan, rata-rata korelasi TF/IDF-penilaian guru mencapai 0.70 dengan nilai korelasi tertinggi mencapai 0.98, sedangkan rata-rata korelasi BLEU-penilaian gurur mencapai 0.63 dengan nilai korelasi tertinggi mencapai 0.97. secara keseluruhan nilai yang dihasilkan algoritma TF/IDF lebih tinggi dari BLEU. Every learning process requires an evaluation of a test. In the development of the test can be done online. Types of tests include tests completely false, multiple choice tests, matching tests, and essay tests. There have been many studies abroad and within the country are developing methods as assessor automated essay answers. For example Experimental LSA for GMAT essay (Graduation Management Achievement Test) results in agreement with the human by 85% -91% (Valenti, Neri, & Cucchiarelli, 2003), the Electronic Essay Rater (E-Rater) resulted in 87% -94% (Valenti , Neri, & Cucchiarelli, 2003), for research on domestic trial results SIMPLE (Ratna, Budiharjo, & Hartanto, 2007) resulted in 69.80% -94.64% for the five students and 77.18% -98.42% for ten students. The results obtained are still far from the expected. It is for conducting research on a good weighting in the assessment of automated essay answers. This study compared the weighting algorithm TF / IDF and BLEU with Automatic Essay Scoring tools are web-based to membobotkan answers to the answer key student essay and examines the impact of the expansion of the answer key and the insertion of letters in the word less letters (tolerance) to maximize the results of the assessment. Algorithm TF-IDF weighting scheme is one term / terms in the search for documents consisting of local weighting Term Frequency (TF), Inverse Document Frequency weighting globally (IDF), and normalization. While the algorithm is one of the BLEU automatic evaluation system introduced by IBM research group. In this study the authors calculate the value to 4-gram BLEU (4 words) only, while the assessed essay essay is limited to the answers of the questions on the test essay (maximum of 250 words per answer), not an essay written by a long (more than 250 words ) and answer dinikai not be the answer in the form of sentence calculation results (mathematics, physics and chemistry). The test is done with 10 essays by 22 examinees. Overall, the average correlation of TF / IDF-teacher ratings reached 0.70 with the highest correlation value reaches 0.98, while the average correlation of BLEU-assessment gurur reached 0.63 with the highest correlation value reaches 0.97. overall value of the resulting algorithm TF / IDF higher than BLEU.