Articles
16
Documents
KEDUDUKAN KREDITUR SELAKU PENERIMA JAMINANA FIDUSIA DALAM HAL DEBITUR PAILIT MENURUT UU NO.37 TAHUN 2004 TENTANG KEPAILITAN

Civil Law Vol 2 (2013)
Publisher : University of North Sumatera

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.329 KB)

Abstract

Abstrak : Fiduciary Creditor receiver position is as a Preferred Lender. This right is not clear because of the bankruptcy or liquidation of the Borrower Lender Fiduciary. Preferred Creditors (Secured Creditors) in Bankruptcy Creditors usually called Separatists. Creditor Beneficiary Creditor Fiduciary Separatists very concerned as it may execute their rights as to avoid bankruptcy. Regulations in the field of Law and Bankruptcy Fiduciary current was less provide legal protection against creditors Recipient Fiduciary. Method of approach used in this thesis is legal. Based on the research results penulisn is in Article 56 of Law no. 37 of 2004 on Bankruptcy states that the rights of creditors separatist execution as referred to in Article 56 Paragraph (1) of the Bankruptcy Act is suspended for a period not exceeding 90 (ninety) days from the date of declaration putuisan bankruptcy. If the verification meeting beralrut-soluble and future insolvency be delayed beyond a period of 90 (ninety) days after the decision of bankruptcy, creditor´s rights can begin to implement the separatists to become involved pending execution. This poses a risk to the creditors of the insured fiduciary considering the goods as collateral in the form of movable property is no longer on debitors Keywords: The debtor, creditor, fiduciary, Bankruptcy

KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI BANDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN MAKASSAR (Studi Kasus Pelayanan Jasa Penumpang)

Academica Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : Academica

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.544 KB)

Abstract

Hasil analisa data menunjukkan bahwa kualitas pelayananpublik pada Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassarbelum maksimal, dimana penilaian negatif dari penumpang lebihdominan dari penilaian positifnya.Penilaian positif berupa tampilanfisik bandara baik dari interior maupun eksterior, penampilanpetugas, kesejukan dan kapasitas terminal serta kecukupan jumlahtrolley. Begitupun dari kualitas pelayanan dalam bidangketerampilan petugas, kemudahan mendapatkan informasi, kecepatandalam pelayanan pemeriksaan keamanan serta check in dankejelasanmengenai prosedur pelayanan. Penilaian negatif berupapenggunaanbandara sebagai sarana promosi dan pemasangan iklan, kehandalansarana dan prasarana pendukung fasilitas pelayananpublik sepertitoilet, perparkiran, dan arus lalu lintas belum memenuhi standarpelayanan, kesopanan dan keramahan petugas dalam menanganimasalah yang dihadapi penumpang, kemudahan mendapatkaninformasi, layanan bus bandara dan pelayanan non formal yakni calodan angkutan liar di bandara.Kata Kunci: Pelayanan Publik Bandara Internasional Hasanuddin

STUDI EVALUASIIMPLEMENTASI KEBIJAKAN WALIKOTA NO.12 TAHUN 2007TENTANG PELIMPAHAN SEBAGIAN WEWENANG KEPADA KECAMATAN UNTUKMELAKSANAKAN SEBAGIAN URUSAN OTONOMI DAERAH

Academica Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Academica

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.476 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kecamatan yang ada di KotaPalu, Data primer dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalamdan penyebaran kuisioner dengan pegawai dan pejabat pemerintahkota dan observasi langsung, sedangkan data sekunder diperoleh darilaporan, Peraturan Daerah dan Surat Keputusan Walikota . Datadianalisis dengan menggunakan analisis teori kebijakan publik.Hasil analisa data menunjukkan bahwa implementasikebijakan walikota tentang pelimpahan sebagian wewenang kepadakecamatan untuk melaksanakan sebagian urusan otonomi daerahsecara umum dalam bidang urusan wajib dan pilihan telah berjalandengan cukup baik, meskipun demikian masih dibutuhkan penguatanpada bidang bidang tertentu agar implementasi kebijakan walikotalebih efektif.Kata Kunci : Implementasi Kebijakan dan Otonomi Daerah

IMPLEMENTASI PROGRAM ONE VILLAGE ONE PRODUCT DALAM PENGINGKATAN PEREKONOMIAN LOKAL (Studi Pada Koperasi Agawe Makmur Di Desa Sambirembe Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen)

Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 10 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Implementation Programs One Village One Product in the Improvement of the Local Economy (the study on Sambirembe Village sub-district Kalijambe Sragen Regency. Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-China made Indonesia as member of ASEAN will compete each other.One Village One Product was conducted as a solution that strengthening koperasi (small scale enterprise) and Usaha Mikro Kecil dan Menengah or UMKM (Small to Middle-Scale of Economic Enterprise) as main pillar of Indonesias economy. Then, OVOP Program used as strategy to develop in one villages potency by using local resources, especially in Koperasi Agawe Makmur, Sambirembe Village. The result shows that cooperation between Dinas Koperindag (Department of Small Economic Enterprises) & UMKM, BDS (Business Development Services) Mekar Niaga Indonesia dan PT GenTrade (Sragen Trading) as second party was unsuccesful in implementation of OVOP Program in spite of their training and coaching to Koperasi Agawes management. In the end, OVOP program was stopped and government should create better business situation and an extra training about marketing of their product. Keywords: implementation, OVOP (One Village One Product)   Abstrak: Implementasi Program One Village One Product dalam Peningkatan Perekonomian Lokal (Studi pada Koperasi Agawe Makmur di Desa Sambirembe Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen). Kesepakatan perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-China menjadikan Indonesia sebagai salah satu anggota ASEAN akan bersaing dengan seluruh anggota FTA. Selanjutnya program OVOP sebagai salah satu solusi yang diberikan terhadap FTA dengan adanya perkuatan Koperasi dan UMKM sebagai pilar utama ekonomi Indonesia. Program OVOP (One Village One Product) sebagai strategi pengembangan potensi daerah di satu wilayah desa dengan memanfaatkan sumber daya lokal untuk menghasilkan satu produk unggulan dalam hal ini pada koperasi agawe makmur di Desa Sambirembe. Hasil penelitian menunjukkan Dinas Koperindag dan UMKM bekerja sama dengan pihak kedua yakni BDS (Business Development Services) Mekar Niaga Indonesia dan PT GenTrade (Sragen Trading)  untuk melakukan pembinaan dan pelatihan kepada pengelola koperasi. Pada akhirnya program OVOP yang diimplementasikan pada koperasi agawe makmur tidak maksimal dan berakibat pada koperasi agawe makmur berhenti berproduksi. Sehubungan dengan hal itu, pemerintah daerah dapat menciptakan iklim usaha yang lebih baik dan memberikan pelatihan tambahan terkait pemasaran produk yang dihasilkan. Kata kunci: implementasi, OVOP (One Village One Product)

Pengaruh Pendapatan terhadap Kemiskinan dan Pengangguran dengan Inflasi sebagai Pemoderasi di Sumatera Utara

Jurnal Ilman Vol 5, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Jurnal Ilman

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui apakah pendapatan berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap kemiskinan dan pengangguran dengan inflasi sebagai pemoderasi di Sumatera Utara. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.Menurut waktu pengumpulannya, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel, yang merupakan  gabungan dari jenis data time series, yaitu sekumpulan data dari suatu fenomena tertentu yang didapat dalam beberapa interval waktu tertentu dan data cross section, yaitu sekumpulan data dari suatu fenomena tertentu dalam satu kurun waktu saja pada periode 2011-2014. Uji Simultan mengambarkan bahwa variabel PDRB dan Inflasi berpengaruh signifikan secara simultan terhadap kemiskinan, sedangkan variabel PDRB dan inflasi berpengaruh signifikan secara simultan terhadap variabel pengangguran. Hasil uji parsial menjelaskan bahwa variabel pendapatanberpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan variabel pendapatan dengan moderasi inflasi  berpengaruh signifikan dan memperkuat terhadap kemiskinan. Adapun variabel pendapatan berpengaruh signifikan terhadap pengangguran, sedangkan variabel pendapatan dengan moderasi inflasi tidak berpengaruh signifikan dan memperlemah terhadap pengangguran. Untuk uji ketepatan perkiraan variabel PDRB, Inflasi, mampu menjelaskan variabel kemiskinan 40.7%, sedangkan sisanya 59.3% dijelaskan variabel lain diluar dari variabel yang diteliti ini. Untuk uji R2 variabel PDRB dan Inflasi mampu menjelaskan kemiskinan 22.7%, sedangkan sisanya 87.3% dijelaskan variabel lain diluar dari variabel yang diteliti ini. Untuk uji R2 variabel PDRB dan Inflasi mampu menjelaskan pengangguran 9.5%, sedangkan sisanya 90.5% dijelaskan variabel lain diluar dari variabel yang diteliti ini. Untuk variabel PDRB dengan inflasi sebagai moderasi, mampu menjelaskan variabel Pengangguran 0%, sedangkan sisanya 100% dijelaskan variabel lain diluar dari variabel yang diteliti ini dengan kata lain variabel inflasi sebagai moderasi semakin membuat variabel PDRB melemah terhadap pengangguran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam penetapan kebijakan ekonomi Provinsi Sumatera Utara.

Pengaruh Pendapatan terhadap Kemiskinan dan Pengangguran dengan Inflasi sebagai Pemoderasi di Sumatera Utara

Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.474 KB)

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui apakah pendapatan berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap kemiskinan dan pengangguran dengan inflasi sebagai pemoderasi di Sumatera Utara. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.Menurut waktu pengumpulannya, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel, yang merupakan  gabungan dari jenis data time series, yaitu sekumpulan data dari suatu fenomena tertentu yang didapat dalam beberapa interval waktu tertentu dan data cross section, yaitu sekumpulan data dari suatu fenomena tertentu dalam satu kurun waktu saja pada periode 2011-2014. Uji Simultan mengambarkan bahwa variabel PDRB dan Inflasi berpengaruh signifikan secara simultan terhadap kemiskinan, sedangkan variabel PDRB dan inflasi berpengaruh signifikan secara simultan terhadap variabel pengangguran. Hasil uji parsial menjelaskan bahwa variabel pendapatanberpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan variabel pendapatan dengan moderasi inflasi  berpengaruh signifikan dan memperkuat terhadap kemiskinan. Adapun variabel pendapatan berpengaruh signifikan terhadap pengangguran, sedangkan variabel pendapatan dengan moderasi inflasi tidak berpengaruh signifikan dan memperlemah terhadap pengangguran. Untuk uji ketepatan perkiraan variabel PDRB, Inflasi, mampu menjelaskan variabel kemiskinan 40.7%, sedangkan sisanya 59.3% dijelaskan variabel lain diluar dari variabel yang diteliti ini. Untuk uji R2 variabel PDRB dan Inflasi mampu menjelaskan kemiskinan 22.7%, sedangkan sisanya 87.3% dijelaskan variabel lain diluar dari variabel yang diteliti ini. Untuk uji R2 variabel PDRB dan Inflasi mampu menjelaskan pengangguran 9.5%, sedangkan sisanya 90.5% dijelaskan variabel lain diluar dari variabel yang diteliti ini. Untuk variabel PDRB dengan inflasi sebagai moderasi, mampu menjelaskan variabel Pengangguran 0%, sedangkan sisanya 100% dijelaskan variabel lain diluar dari variabel yang diteliti ini dengan kata lain variabel inflasi sebagai moderasi semakin membuat variabel PDRB melemah terhadap pengangguran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam penetapan kebijakan ekonomi Provinsi Sumatera Utara.

Pemanfaatan Ekstrak Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) pada Stadia Pertumbuhan yang Berbeda sebagai Bioherbisida untuk Mengendalikan Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.)

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stadia pertumbuhan dan konsentrasi ekstrak kirinyuh terhadap pertumbuhan gulma bayam duri, serta interaksi diantara kedua faktor tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu stadia pertumbuhan (vegetatif dan generatif) dan konsentrasi (10%, 20%, 30%, dan 40%). Hasil penelitian menunjukkan stadia pertumbuhan berpengaruh terhadap tinggi gulma pada 2 dan 3 MSA (Minggu Setelah Aplikasi), diameter batang pada 1, 2 dan 3 MSA, dan luas daun. Stadia pertumbuhan vegetatif lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan gulma bayam duri. Konsentrasi berpengaruh terhadap tinggi gulma pada 2 dan 3 MSA, diameter batang pada 2 dan 3 MSA, dan luas daun. Konsentrasi 40% merupakan penekanan terbaik terhadap tinggi gulma pada 2 dan 3 MSA, diameter batang pada 2 dan 3 MSA, dan luas daun bayam duri. Terdapat interaksi antara stadia pertumbuhan dan konsentrasi ekstrak kirinyuh terhadap tinggi gulma pada 2 dan 3 MSA, diameter batang pada 2 dan 3 MSA, dan luas daun bayam duri. Interaksi terbaik terdapat pada stadia pertumbuhan vegetatif dengan konsentrasi 40% yang efektif untuk mengendalikan bayam duri.

PENGARUH KONSUMSI IKAN DAN KERANG TERHADAP KADAR Pb DARAH MANUSIA, STUDI KASUS DI KELURAHAN SUKOLILO, KENJERAN, SURABAYA

Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 7, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The industrial and domestic waste containing heavy metal contaminate river and the sea. Through bioacumulation process, contaminant was absorbed by aquatic organisms such as fish, shellfish and shrimp. The aim of this research was to identify the influence of fish and shellfish consumption on lead concentration in blood of people who consumed fish and shellfish. Human blood samples were taken as specimens in this research. Maximum level of lead permitted by World Health Organization (WHO) in human blood is 80 mg/100 ml. Samples of human blood, fish, shellfish, and sea water were taken from two locations of fisher groups, i.e. from Sukolilo subdistrict, district of Kenjeran, Surabaya, and from Lobuk village, district of Sumenep, Madura. Lead concentration in the samples were analyzed by AAS (Atomic Absorbent Spectrophotometer) method. Data were subjected for t-test analysis. Results showed that lead concentration in women blood living in Sukolilo (Kenjeran,Surabaya) and Labuk village (Sumenep, Madura) were significantly different, while the mean level of lead in human blood in Sukolilo was higher than that in Labuk village. In Sukolilo, consumption of fish and shellfish had a major contribution to the level of lead in human blood.

ANALISIS PERENCANAAN PERSEDIAAN BATUBARA FX DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING

Jurnal Manajemen Industri dan Logistik Vol 1, No 2 (2017): page 75 - 208
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.8 KB)

Abstract

A company often has difficulty in controlling raw materials,it could be surplus or minus. Preventing these problem,we made a problem solving. Material needs planning is made for efficient and effective materials application  in the execution of work, so the problems because of material is avoided.this  research purpose is planning  and controlling raw material and supplier selection by Material Requirement Planning (MRP) method. Material Requirement Planning is a method for determining materials or components which  make or buy, how much it is needed and when it is needed. The result using the calculation by MRP method show Fix Period Requirement (FPR) is the best method, because the calculation of Fix Period Requirement method got the lowest total cost that is  Rp.18,722,190,090, -.FPR is obtained a profit about Rp. 6.096.088.915,00 or about 25% more efficient than the method applied company.

Penambahan Papain pada Pakan Komersial Terhadap Laju Pertumbuhan, Rasio Konversi Pakan dan Kelulushidupan Ikan Sidat (Anguilla bicolor) Stadia Elver [The Addition of Papain on Commercial Feed to Growth Rate, Feed Conversion Ratio and Survival Rate of Eel Fish (Anguillla bicolor) Stadia Elver]

Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2016): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.384 KB)

Abstract

AbstrakSidat (Anguilla spp.) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis. Permintaan pasar akan ikan sidat sangat tinggi yaitu mencapai 500.000 ton per tahun. Salah satu upaya untuk memenuhi permintaan pasar dan meningkatkan produksi ikan sidat dapat dilakukan dengan pengembangan pakan alternatif atau penambahan feed additive yang dapat mempercepat pertumbuhan. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim papain pada pakan komersial terhadap laju pertumbuhan, rasio konversi pakan dan kelulushidupan benih ikan sidat (Anguilla bicolor). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan adalah penambahan enzim papain pada pakan komersial dengan dosis 0%, 0,75%, 1,5%, 2,25% dan 3%. Hasil penelitian penambahan enzim papain pada pakan komersial memberikan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) terhadap laju pertumbuhan spesifik dan rasio konversi pakan, namun tidak berbeda nyata (p>0,05) terhadap kelulushidupan benih ikan sidat. Laju pertumbuhan spesifik tertinggi dan rasio konversi pakan terbaik dicapai pada perlakuan C (1,5%) yang masing-masing yaitu 0,85% gram/hari dan 2,27 sedangkan laju pertumbuhan spesifik terendah dicapai pada perlakuan A (0%) dan E (3%) yang masing-masing yaitu 0,37% gram/hari dan 0,39% gram/hari, rasio konversi pakan terburuk dicapai pada perlakuan A (0%) yaitu 5,14. Kualitas air pada media pemeliharaan selama penelitian adalah suhu 26-29oC, pH 7-8, oksigen terlarut 4-6 mg/l dan amonia 0-0,5 mg/l. AbstractEel fish (Anguilla spp.) a commodity that has significant economic value. Market demand for eel was very high, reaching 500.000 tonnes annually. One of effort to meet the market demand and increase the production of eels can be done with the development of alternative feed or feed additive additions that can accelerate growth. The purpose of this study to determine the effect of papain on commercial feed to growth rate, feed conversion ratio and survival rate in the eel (Anguilla bicolor) stadia elver. The method of this study was experimental with Completely Randomized Design as experimental design. The treatment was completed by adding dose of papain feeding as 0%, 0.75%, 1.5%, 2.25% and 3%. The result of this study showed that the increase of papain on commercial feed had effect on specific growth rate and feed conversion ratio (p<0.01),but had no effect on survival rate eel fish (p>0.05). The highest specific growth rate and the best feed conversion ratio in this study was treatment C (1.5%) with each the value 0.85% gram/day and 2.27 while the lowest specific growth rate in this study was treatment A (0%) and E (3%) with each the value 0.37% gram/day and 0.39% gram/day, the worst feed conversion ratio in this study was treatment A (0%) was 5.14. The maintenance of water quality in the media during the study was the temperature of 26-290C, pH 7-8, dissolved oxygen 4-6 mg/l and ammonia 0-0.05 mg/l.