Ardisal Ardisal
Universitas Negeri Padang

Published : 19 Documents
Articles

Found 19 Documents
Search

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMK NEGERI 4 PADANG

Pedagogi Vol 13, No 1 (2013): Pedagogi
Publisher : Pedagogi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.918 KB)

Abstract

Penelitian ini berawal dari penyelenggaraan proses pembelajaran  siswa ABKh Tunanetra di SMKN Kota Padang. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keadaan umum pembelajarannya meliputi penggunaan strategi pembelajaran, penggunaan metoda ,penyampaian materi pelajaran dan pengelolaan kelas Penelitian ini ditetapkan dengan teknik sampel bola salju yang terdiri siswa, guru, kepala sekolah, orang tua murid, pengawas sekolah, dinas pendidikan dan masyarakat. Informan tetap  berjumlah 24 orang. Hasil Temuan, ada empat Tema Sentral keberhasilan penyelenggaraan pembelajaran di SMK.4  inklusi kota Padang. 1. Pelaksanaan program pendidikan inklusi di SMKN 4 Padang , sangat didukung oleh persepsi positif dari kepala sekolah, guru,GPK, orang tua, masyarakat dan dinas pendidikan. 2 strategi pembelajaran dan penggunaan metoda  masih menggunakan pedoman regulasi umum, termasuk pengelolaan kelas  sangat  memerlukan perbaikan dan pembenahan. 3. Seluruh personil sekolah menjadi actor penting yang siap melayani semua anak, tanpa perbedaan dan bertanggung jawab atas kelancaran proses pelaksanaan pembelajaran  sehingga kondisi diatas dapat menjadi kunci  kemajuan sekolah inklusi.  Kerjasama antar personal, baik kedalam maupun keluar sehingga pengembangan sekolah inklusi tidak banyak mengalami kendala yang berarti. meskipun masih memerlukan perbaikan pembenahan dan pengembangan. 4. Meskipun pelaksanaan pembelajaran SMK  inklusi berjalan dengan baik, namun berbagai perbaikan seperti yang dituangkan dalam tema sentral diatas   harus dan terus diperbaiki dan dikembangkan sebagaimana mestinya

Pengaruh Pendekatan Keterampilan Proses Terhadap Keterampilan Membuat Makanan Praline Bagi Anak Tunarungu

Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi ditemukan di SLB Negeri 2 Padang yaitu anak tunarungu dikelas VIII. Anak belum terampil dalam membuat makanan praline isi kacang tanah. Peneliti mencoba menggunakan pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran keterampilan membuat makanan praline isi kacang tanah. Pelaksanaan   penelitian ini dilakukan delapan kali pertemuan tatap muka.Setiap pertemuan pembelajaran selalu diadakan evaluasi untuk melihat tingkat kemampuan anak. Tahapan kerja dalam siklus , pertama perencanaan, kedua pelaksanaan tindakan, ketiga observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi, dan tes perbuatan, data dianalisis dengan kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil tes kemampuan yang dimilik anak disetiap pertemuan didapatkan peningkatan  keterampilan membuat makanan praline isi kacang tanah. Adapun hasil yang didapatkan dalam delapan kali pertemuan yaitu NA 33,3%, 41,6%, 45,8%, 54,1%, 62,5%, 75%, 87,5%, 95,8% dan YY 20,8%, 29,1%, 33,3%, 41,6%, 58,3%, 66,6%, 79,2%, 83,3%. Berdasarkan dari data diatas, kesimpulan dari keterampilan membuat makanan praline isi kacang tanah mengalami peningkatan yang signifikan melalui pendekatan keterampilan proses.

EFEKTIFITAS PERMAINAN LAYANG-LAYANG UNTUK MENINGKATKAN KECEPATAN BERLARI BAGI ANAK TUNAGRAHITA SEDANG

Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.879 KB)

Abstract

ABSTRACTThis study originated from the observation that the author did in the 20 State SDLB cottage Duo, met tunagrahita underprivileged children in doing gross motor movement ran over her other friends. This study aims to prove that by playing a kite child can improve gross motor skills tunagrahita child ran in the State 20 SDLB cottage Duo. Research subjects were the children mental retardation were sitting in class IIC. This type of research is the Single Subject Research methods look towards trends graph that compares the Baseline condition, the condition given treatment after treatment and were not given a second baseline treatment. Procedures perekapan procedure data by direct observation of the results of the game kite given to children to improve gross motor skills children ran tunagrahita. The data is taken directly in kekgiatan noting how long the duration of the child's ability to run from start to finish 20 meters distance. The results are analyzed include the number of observations in the baseline condition as much as seven times, seven times as many treatment conditions and baseline second four times. Results of this study indicate that the kite through the game can improve gross motor skills ran significantly. This is evident from the analysis of the trend towards increased. In the baseline condition of gross motor skills children ran to get the highest percentage of 40%. After a given treatment with proven games or kite gross motor skills children ran up the highest percentage of children obtaining results 100%. The researchers suggest to teachers to implement learning with game-kite serviceability to improve gross motor running for future learning.Kata kunci: Anak tunagrahita sedang; kecepatan berlari; penerapan permainan layang-layang.

Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Adaptif bagi Anak dengan Hambatan Fisik dan Motorik

Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol 2 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.795 KB)

Abstract

This research to describe the implementation of adaptive sports education for physical and motoric X disability students in SDN X. This Research use descriptive qualitative method. Data collecting technique used in form of observation, interview and documentation study. Research subject are physical and motoric X disability students and teacher sports education initially called Z. Result of research indicated that school   there is no special treatment in making learning program design, but in its implementation there are some different activities which will be given to physical and motoric X disability students without diminishing the meaning and purpose of its learning.

Peningkatan Kemampuan Membedakan Sampah Melalui Media Sampah Berbicara pada Penyandang Tunanetra

Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol 2 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.381 KB)

Abstract

This research was motived by problems that found in the field, there were blind people who have problems in differentiating organic and anorganic waste. Based on the previous explanation, this objective of this research was to find out the effectivity of talking tool waste to improve the ability to distinguish organic and anorganic for blind people at the PSBN Tuah Sakato Padang. This type of this research by using quasi experiment with one group pretest-posttest design, the analyzed of the data using by Mann Whitney test. The sample consist of 5 blind people in the preparation class at PSBN Tuah Sakato Padang. The  hypothesis of this research using t test, with significant level 5% (0,05).

Pembelajaran Keterampilan Membuat Ikan Bakar Bagi Anak Hambatan Pendengaran

Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol 2 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.735 KB)

Abstract

Penelitian ini didasari dari kurangnya ketersedian lapangan pekerjaan bagi anak dengan hambatan pendengaran. Sementara pemerintah yang tertuang undang-undang sudah berupaya penuh untuk memfasilitasi dalam pengembangan penyandang disabilitas pada umumnya dan anak dengan hambatan pendengaran khususnya. Selain itu kurikulum juga sudah mendukung untuk terlaksananya pembelajaran yang berbasis soft skill dalam bentuk keterampilan vokasional sehingga pengkajian mengenai model untuk pembelajaran dirasa perlu terus dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan model pembelajaran keterampilan membuat ikan bakar yang dilakukan di sekolah sehingga nanti akan menemukan acuan untuk mengembangkan model pembelajaran sesuai kebutuhan anak. Mengingat bahwasanya model merupakan seluruh rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum sedang dan sesudah pembelajaran. Sehingga target pembelajaran dapat terlaksana dan tertata dengan jelas. Penelitian ini berangkat dari paradigma post-positivistik dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan dan metode ini dipilih dengan mempertimbangkan bahwa pendekatan dan metode ini lebih membuka peluang untuk mendapatkan informasi yang mendalam tentang proses dan dapat mengembangkan sebuah model pembelajaran.

Meningkatkan Kemampuan Koordinasi Mata dan Tangan Melalui Bermain Maze Pada Anak Cerebral Palsy

Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol 1 No 1 (2017): November 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.959 KB)

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi permasalahan yang peneliti temukan di SLB Center Payakumbuh satu orang siswa Cerebral Palsy tipe Spastik  paraplegia yang mengalami hambatan koordinasi mata dan tangan sehingga kesulitan dalam memakai kancing baju dalam berpakaian. Jadi penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan koordinasi mata dan tangan pada anak Cerebral Palsy melalui bermain maze.Penelitian  menggunakan  penelitian eksperimen dengan metode Single Subject Research ( SSR ),desain A-B-A Pada kondisi baseline (A1) pengamatan dilakukan 5 kali dengan mean level 4, pada kondisi intervensi (B) pengamatan dilakukan 9 kali dengan mean level 8,9, dan pada kondisi baseline (A2) pengamatan dilakukan 6 kali dengan mean level11,8. Hasil analisis data dalam kondisi dan antar kondisi memiliki estimasi kecendrungan arah, kecendrungan stabilitas,  jejak data dan perubahan  level yang menunjukkan peningkatan secara positif. Overlap data pada analisis antar kondisi pada kondisi baseline (A1) sewaktu diintervensi (B) dalam memakai kancing baju saat berpakaian adalah 0% data overlap dengan fase baseline (A2) dan intervensi (B) di dapat kemampuan 16,7%. Berdasarkan hal tersebut penelitian, menunjukkan bahwa bermain maze mampu meningkatkan  kemampuan koordinasi mata dan tangan  pada anak Cerebral Palsy di SLB Center Payakumbuh. Maka disarankan pada guru untuk dapat menggunakan bermain maze

Peran Guru Pembimbing Khusus pada Anak Disleksia di Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif

Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol 1 No 1 (2017): November 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.831 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh temuan dilapangan saat proses pembelajaran guru kelas menerangkan materi pelajaran dengan cepat, tidak ada pengulangan materi, sedangkan di kelas terdapat disleksia, sehingga anak merasa bingung. Sedangkan guru tidak terfokus pada anak yang mengalami kesulitan, karena guru kelas harus membagi perhatiannya kepada semua anak. Peran GPK dibutuhkan untuk membimbing anak. Tujuan penelitian ini melihat tentang peran GPK dalam proses pembelajaran pada anak disleksia di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif SD Negeri 15 Ulu Gadut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah GPK. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara teknik dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa GPK melaksanakan tugasnya. GPK melaksanakan identifikasi, asesmen dan GPK berkerjasama dalam pengembangan kurikulum sekolah. GPK menjalin kerjasama dengan kepala sekolah, guru kelas, orang tua, dan lembaga terkait. GPK membimbing anak dalam proses pembelajaran dan memberikan layanan khusus pada anak disleksia.      

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL RAMBU-RAMBU DI SEKOLAH MELALUI METODE SIMULASI BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS VII SLB N CENTER PAYAKUMBUH

Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrack: Penelitian ini dilatarbelakangi seorang anak tunagrahita ringan belum mengenal rambu-rambu di sekolah. Anak belum mampu menunjukan, menyebutkan dan mengaplikasikan rambu-rambu dengan benar sehingga dalam lingkungan sekolah anak sering melanggar pentunjuk yang ada pada rambu-rambu. Tujuan penelitian ini membuktikan metode simulasi role playing dapat meningkatkan kemampuan mengenal rambu-rambu di sekolah bagi anak tunagrahita ringan.Pedekatan ini menggunakan pendekatan eksperimen dalam bentuk  Single Subject Design (SSD) dengan menggunakan desain A-B-A dengan teknik analisis datanya mengunakan analisis visual grafik.Dapat disimpulkan bahwa metode  simulasi role playing dapat meningkatkan kemampuan mengenal rambu-rambu di sekolah pada anak tunagrahita ringan  kelas VII SLB N Center Payakumbuh. Dalam penelitian ini hendaknya guru menggunakan metode simulasi role playing dalam pembelajaran rambu-rambu.  Kata kunci: Mengenal rambu-rambu; metode simulasi role playing; tunagrahita ringan

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGGUNAKAN PECAHAN DALAM PEMECAHAN MASALAH MELALUI MEDIA PUZZLE BAGI ANAK BERKESULITAN BELAJAR

Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research on the back by the fourth grade students in SDN 13 Pasar Remaja Sawahlunto, for proving puzzle. Media can improve the ability to compare two fractions for kids learning disabilities at 13 Pasar SDN Remaja. This This study used an experimental approach in the form of Single Subject Design (SSD) with a research design using ABA design. Media puzzle can enhance the ability to compare two fractions to fourth-grade children learning disabilities at SDN 13 Pasar Remaja. Kata Kunci: Anak berkesulitan belajar; Membandingkan dua pecahan; Media puzzle