Articles

Found 17 Documents
Search

RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI HASIL SELEKSI TERHADAP PEMBERIAN ASAM ASKORBAT DAN INOKULASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR DI TANAH SALIN

AGROEKOTEKNOLOGI Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Program studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara-Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.951 KB)

Abstract

Using of saline land to grow up soybean has constraints such yield decreasing. By using ofsaline tolerant soybean, using ascorbate acid, and inoculation of mychorrizha vesicular arbuscular(MVA) aimed to increasing growth and yield of soybean in saline land.This research was conductedat Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang in Februari – Mei 2013, using split split plotdesign with three factors, i.e. variety of saline tolerant soybean (Grobogan no selection andGrobogan F4 selection), giving of ascorbate acid (0 dan 500 ppm) and MVA isolate (MVA type 1,type 2, type 3, type 4 and type 5). Parameter observed were plant height, number of leaves, numberof productive branches, production per plant.The result of the research showed that using of salinetolerant soybean significantly increase all parameters observed. Giving of ascorbate acidsignificantly increase number of productive branches. Inoculation of MVA significantly effect allparameters observed. Interaction between variety of saline tolerant soybean and giving ascorbateacid were not significantly effect all parameters observed. Interaction between variety of salinetolerant soybean and giving of MVA significantly effected number of leaves 5 week after planting(WAP) and production per plant. Interaction between giving of ascorbate acid and MVA were notsignificantly effect all parameters observed. Interaction of three factors were not significantly effectall parameters observed.Keyword : ascorbate acid, michoryza vasicular arbuscular, salinity, soybean

ENCOURAGING STUDENTS’ SPEAKING SKILL BY USING DISCUSSION WEB STRATEGY COMBINED WITH ACADEMIC CONTROVERSY STRATEGY FOR SENIOR HIGH SCHOOL

Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Bahasa Inggris Genap 2012-2013
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPengajaran berbicara dalam bahasa Inggris (Speaking)  adalah krusial bagi siswa. Bagi siswa pada sekolah menengah atas (SMA), mereka harus bisa menguasai kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris (speaking). Dalam aplikasi pembelajaran bahasa Inggris, banyak siswa masih memiliki permasalahan dalam berbicara bahasa inggris (speaking). Banyak siswa yang tidak bisa berbicara dalam bahasa Inggris dengan aktif, ini disebabkan oleh mereka tak punya kesempatan yang lebih untuk meningkatkan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris.Dalam makalah ini, penulis membahas bagaimana pengajaran speaking melalui penggunaan kombinasi strategi Discussion Web dan strategi Academic Controversy. Strategi kombinasi ini mempermudah guru dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara dalam bahasa Inggris. Selain itu strategi kombinasi ini juga meningkatkan kemampuan analisis, kritis, serta mengambil kesimpulan terhadap sebuah permasalahan. Strategi Discussion Web meningkatan kemampuan siswa dalam menganalisis sebuah permasalahan melalui grup. Strategy Academic Controversy  membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris (Speaking) melalui debate. Tujuan penggabungan dua strategi ini adalah supaya siswa mendapatkan kesempatan lebih dalam proses pembelajaran. Penulis berharap agar strategi kombinasi ini bisa menjadi panduan bagi guru dalam mengajar teks Analitycal Exposition.  

Hubungan antara Tingkat Pendidikan dengan Kejadian Penurunan Daya Ingat pada Lansia

Jurnal Mutiara Medika Vol 12, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.567 KB)

Abstract

Prevalensi terjadinya demensia pada lansia di Indonesia semakin meningkat. Demensia dapat terjadi karena berbagai faktor. Tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor yang memiliki hubungan dengan kejadian demensia pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan kejadian demensia pada lansia. Penelitian ini dilaksanakan di Panti Sosial Tresna Wredha Yogyakarta unit Abiyoso dan Budiluhur. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan studi cross sectional. Sampel yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling berjumlah 32 orang lansia usia 70-80 tahun, dengan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu, dengan menggunakan data dari kuesioner, serta instrument MMSE (Mini Mental State Examination) untuk mengetahui derajat demensia pada respoden tersebut. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Spearman dan hasil perhitungan didapatkan hasil korelasi negatif kuat (r=-0,686), dengan nilai p 0,01 (p<0,05), maka ada hubungan yang signifikan. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan kejadian demensia pada lansia. The prevalence of dementia in Indonesia is increasing. Dementia is caused by many factors. Level of education is one of the dementia related factors in elderly. The aim of the research is to identify the correlation between level of education and dementia in elderly. The location of research at Panti Sosial Tresna Wredha Abiyoso and Budiluhur unit. This research is analytic observational which is using cross sectional study. Sampel is taken with purposive technique sampling, 32 elderly 70 – 80 years old, with inclution and exclution  criteria. This research is using data from questioner, and also MMSE (Mini Mental State Examination) to asses their dementia degree. The data analysed with Spearman correlation. The result of correlation is r=-0,686, and p value = 0,01 which is p value < 0,05, it means that the correlation is significant. Based on the result obove show there is significant correlation between level of education with dementia.

ARAHAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN LAHAN SAWAH DI WILAYAH PESISIR PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 16, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.605 KB)

Abstract

Wilayah Pengembangan (WP) Pesisir merupakan sentra produksi beras bahkan penyuplai untuk tiga WP lainnya di Provinsi Kalimantan Barat. Pada tahun 2015, penduduk di WP Pesisir diperkirakan 2.29 juta jiwa. Bila terjadi konversi lahan basah 30,000 ha tahun-1 dan tanpa penambahan luas lahan baku sawah, ada indikasi berkurangnya suplai beras diluar WP Pesisir dan tahun 2016 bahkan mengalami defisit beras. Oleh karena itu, diperlukan arahan yang komprehensif dan strategi untuk pengembangan sawah sawah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi lahan potensial, (2) menentukan keunggulan komparatif dan kompetitif, (3) menentukan tipologi lahan dan klaster, dan (4) menyusun arah secara spasial dan strategi untuk pengembangan sawah lahan basah di WP Pesisir. Hasil analisis spasial diperoleh luasan lahan potensial 411,950 ha untuk pengembangan padi sawah dari 5,664,580 ha luas total WP Pesisir. Berdasarkan analisis LQ dan SSA ada lima dari tujuh kabupaten/kota sebagai wilayah basis pertanian padi, sedangkan analisis tipologi membentuk tiga klaster wilayah. Keseluruhan hasil analisis menunjukkan bahwa Kabupaten Sambas dan Kabupaten Kubu Raya adalah Kabupaten yang paling besar luas lahan potensialnya disusul oleh Kota, merupakan wilayah basis unggulan dan aktivitas pertaniannya yang sudah berkembang sehingga paling diprioritaskan untuk pengembangan kawasan padi sawah.

DINAMIKA PENGGUNAAN LAHAN DAN PERKEMBANGAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI KABUPATEN KUBU RAYA DAN SANGGAU TAHUN 1990-2013

Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.355 KB)

Abstract

Penggunaan lahan merupakan hasil dari intervensi (campur tangan) manusia terhadap lahan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup baik materiil maupun spiritual dan mengalami perubahan sejalan dengan meningkatnya jumlah dan aktivitas penduduk dalam menjalankan kehidupan ekonomi, sosial dan budaya. Pola penggunaan lahan di Kabupaten Kubu Raya dan Sanggau selama tiga dekade mengalami perubahan yang signifikan. Tutupan lahan hutan Kubu Raya pada dekade 1970-an masih 100%, kemudian mulai dekade berikutnya sampai tahun 1991 mulai banyak dibuka untuk perkebunan rakyat dan perkebunan besar maupun perkebunan campuran. Sementara itu, di Kabupaten Sanggau dalam periode 1996-2005 perubahan tutupan lahan hutan dan wanatani menurun secara signifikan, yang diikuti dengan meningkatnya perkebunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan/penutupan lahan di Kabupaten Kubu Raya dan Sanggau dan mengetahui perkembangan perkebunan sawit yang terjadi selama tahun 1990-2013. Data spasial penggunaan/penutupan lahan diperoleh dari Kementrian Kehutanan, kemudian dicermati ulang menggunakan citra satelit Landsat dengan Sistem Klasifikasi Penutupan Lahan Kementerian Kehutanan (SNI 7654:2010). Selama periode 1990-2013, perubahan penggunaan lahan terjadi secara dinamis. Penggunaan/penutupan lahan hutan secara konsisten menurun sedangkan penggunaan/penutupan non-hutan: lahan terbuka, semak belukar, semak belukar rawa, dan kebun sawit relatif meningkat. Secara umum, luas perkebunan sawit di Kabupaten Sanggau meningkat yang sebagian besar berasal dari konversi penggunaan lahan non-hutan. Pada periode 1990-2009 luas penggunaan lahan sawit bertambah dari penggunaan lahan hutan rawa sekunder sedangkan pada periode 2009-2013 dari lahan non-hutan.

Pengembangan Model Ellips Untuk Pendugaan Fluktuasi Muka Air Tanah pada Lahan Rawa Pasang Surut

Jurnal Penelitian Sains Vol 11, No 3 (2008)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8466.827 KB)

Abstract

Banyak fenomena pergerakan objek dalam alam berupa elips. Gerakan fluktuasi permukaan air di bawah tanah antara dua saluran tersier juga mungkin digambarkan dalam bentuk elips. Permukaan air di bawah tanah di atas area dataran rendah berubah-ubah sesuai dengan ruang serta waktu. Faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi permukaan air di bawah tanah adalah curah hujan, evapotranspiration, rapi dari permukaan air laut, konduktivitas hidrolik tanah dan sistem reklamasi penjaringan. Tujuan-tujuan penelitian ini untuk mengembangkan satu model fluktuasi permukaan air bawah tanah terhadap area dataran rendah. Hasil dari penelitian adalah diharapkan mendukung pengembangan agrikultur terhadap area dataran rendah, terutama manajemen air, karena manajemen air berperan penting pada agrikultur terhadap area dataran rendah. Kirkham telah merumuskan persamaan dari ketinggian permukaan air di bawah tanah dan pengaturan jarak parit sebagai digambarkan oleh elips Dupuit-Forchheimer. Model fluktuasi permukaan air di bawah tanah dikembangkan pada penelitian ini berbasis pada konsep lonjong. Berlawanan dengan Kirkham, perbatasan parit di model difluktuasi permukaan air di bawah tanah adalah terletak di atas titik utama dari elips (fokus dan titik puncak elips). Hasilnya dari penelitian itu adalah memperkirakan model tabel dalamnya air terhadap area dataran rendah rapi serta persamaan pengaturan jarak parit di blok tersier. Simulasi dari permodelan menunjukkan bahwa parameter dari permukaan air di saluran tersier mempunyai sensitifitas tinggi ke/pada model.

PEMODELAN FLUKTUASI MUKA AIR TANAH UNTUK MENDUKUNG PENGELOLAAN AIR PADA PERTANIAN LAHAN RAWA PASANG SURUT TIPE A/B

Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol 10 No 2 (2009)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.866 KB)

Abstract

The objectives of this research are to develop a model of water table fluctuation on tidal lowland area of A/B type. The results of the research are expected to support of the agricultural development on tidal lowland area, especially on water management, because the water management play an important role in the agricultural on tidal lowland area. The water table on tidal lowland area fluctuates according to space and time. The water table controls at a certain depth can support the plant growth and the pyrite oxidation restraint. The model of water table fluctuation which is developed in this research based on the ellipse concept. The research was conducted on the reclamation area of tidal lowland at the fourth tertiary block in P8-12S Delta Telang I, Banyuasin district, South Sumatra province. The simulations of model show good result of estimating the depth of water table on tidal lowland area of A/B type. The proportion of variation the depth of water table which can be explained by model that is 89,6% up to 95,5% with standard error of the estimate is 0,021-0,035 meters. The parameter of the water level in the tertiary canals has high sensitivity to the model.

ANALISIS DAN ARAHAN PENGEMBANGAN LAHAN UNTUK MENCAPAI SWASEMBADA PANGAN DI KABUPATEN MUARO JAMBI, PROVINSI JAMBI

GEOMATIKA Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai wilayah “hinterland”, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi memiliki potensi sumberdaya lahan yang perlu dikembangkan dan diarahkan untuk mendukung penyediaan pangan di tingkat lokal maupun regional. Penelitian ini bertujuan menyusun arahan pengembangan lahan untuk mencapai swasembada pangan di Kabupaten Muaro Jambi. Hasil analisis menunjukkan potensi ketersediaan lahan prioritas untuk pengembangan padi sawah seluas 55.899 ha dengan kelas kesesuaian S3 (sesuai marginal) dan 100.870 ha lahan lainnya diarahkan untuk pertanian pangan lahan kering. Untuk mencapai swasembada pangan pada tahun 2031, Kabupaten Muaro Jambi membutuhkan sawah dan lahan kering masing masing seluas 30.545 ha dan 1.064 ha, sehingga potensi lahan yang tersedia masih dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan Kabupaten Muaro Jambi maupun untuk penggunaan lain. Di sisi lain, dalam Rencana Pola Ruang Kabupaten Muaro Jambi dialokasikan lahan untuk sawah dan pertanian lahan kering masing-masing seluas 6.271 ha dan 65.972 ha. Dari pola ruang lahan pangan tersebut, seluas 1.962 ha sawah dan 18.807 ha pertanian lahan kering tidak sesuai dengan kondisi eksisting. Oleh karena itu, Rencana Pola Ruang ini perlu direvisi.Kata Kunci: arahan pengembangan, swasembada pangan, kesesuaian lahan, ketersediaan lahan, pola ruangABSTRACTAs an hinterland, Muaro Jambi Regency, Jambi Province has potential land resource needs to be developed to support the provision of food both at local as well as regional levels. This research aimed to formulate a land development direction to achieve food self-sufficiency in Muaro Jambi Regency. Results of analyses showed the availability of prioritized land for rice fields development amounted to 55,899 ha with suitability class of S3 (marginally suitable), while another 100,870 ha of the land could be directed for dryland food-crop farming. To achieve the food self-sufficiency in the year 2031, Muaro Jambi Regency needs rice fields and drylands of 30,545 ha and 1,064 ha, respectively. Thus, the potentially available lands still can be developed to meet the food needs in Jambi City or allocated for other land uses as well. On the other hand, in the Spatial Regional Plan of Muaro Jambi Regency, lands allocated for rice field and dryland food-crop farming are 6,271 ha and 65,972 ha, respectively. Of this food-crop spatial pattern, area of 1.962 ha and 18,807 ha that are allocated for rice field and dryland food-crop farming do not match with the existing condition. Therefore, this Spatial Pattern Plan needs to be revised.Keywords: development direction, food self-sufficiency, land availability, land suitability, spatial pattern

Identifikasi Struktur Lapisan Bawah Permukaan dengan Menggunakan Metode Geolistrik di Kelurahan Tatura Selatan

Gravitasi Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian untuk mengidentifikasi panas bumi dan struktur lapisan berdasarkan temperatur airtanah di Kelurahan Tatura Selatan Kota Palu telah dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik Automatic Array Scanning (AAS) dengan konfigurasi Wenner-Slchlemberger. Pemprosesan dan pemodelan data menggunakan perangkat lunak Earthmager 2D dalam bentuk penampang 2D. Berdasarkan hasil pemodelan 2D diperoleh gambaran  struktur perlapisan dan jenis batuan bawah permukaan pada daerah penelitian berupa lempung, pasir lempung, dan batuan pasir yang diduga mengandung airtanah yang bertemperatur tinggi karena memiliki nilai DHL yang tinggi dan resistivitas berkisar 2,2 Wm – 29 Wm.Kata Kunci : Aquifer, Earthmager, Geolistrik hambatan jenis, Wenner- Slchlemberger

THE AGREEMENT OF BORROWING MONEY FROM THE VILLAGE OWNED ENTERPRISES (BUMDes) JAYA LESTARI FOR SMALL ENTREPRENEURS KIJANG REJO DISTRICT TAPUNG KAMPAR DISTRICT

Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Hukum Vol 4, No 1 (2017): Wisuda April 2017
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Hukum

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Village owned enterprises (BUMDes) is form of cooperatives village, but with a name change, so the village-owned enterprises is not much different from the cooperative, which is a business entity consisting of persons or legal entities cooperative with the bases activity based on the principle of cooperation well as peoples economic movement based on the principle of kinship. Cooperative aims for the welfare of its members. This research is located in BUMDes Jaya Lestari Jl. Saebani Kijang Rejo village Kec.Tapung Kab.Kampar. The purpose of this study was to determine the lending operations of credit in BUMDes Jaya Lestari and to find out how the settlement when the event of default in BUMDes Jaya Lestari. The method used in this research is the method of sociological research is research on the effectiveness of the law in force or a study of legal identification. In collecting data the author uses methods Interviews, namely data collection tool in the form of question and answer directly between the researcher and the debtor is to conduct interviews with the Chief Director BUMDes Jaya Lestari and has been prepared in advance of equipment used during the interview that the interview guides and study literature, the method collecting data from literature to support the primary data. The results of the authors are their written agreement as evidenced by the Lending Agreement (SP2K), Magnitude Interest Rate on BUMDes Jaya Lestari by 15% - 16% per year. Terms and conditions of lending money at BUMDes Jaya Lestari the authors see the whole field is Kijang Rejo village community and that having Enterprises. Means of dispute resolution when it occurs in BUMDes Jaya sustainable, the reprimand or a warning letter given by the BUMDes Jaya Lestari also sanctions are applied.Keywords : BUMDes, Agreement of borrowing money