Firman Ardiansyah
Institut Pertanian Bogor Jalan Pajajaran, Kampus IPB Baranangsiang, Bogor 16151

Published : 14 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer

Penentuan Pola Sekuensial pada Data Transaksi Perpustakaan IPB Menggunakan Algoritma Graph Search Techniques

Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 6, No 1 (2008): Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.245 KB)

Abstract

Data transaksi di Perpustakaan IPB terutama peminjaman buku dicatat setiap hari sehingga menghasilkan kumpulan data transaksi peminjaman buku dalam ukuran besar. Untuk mengetahui pola perilaku peminjaman buku oleh seluruh anggota perpustakaan khususnya mahasiswa Strata 1 (S1) tahun masuk 2003 digunakan salah satu metode dalam data mining yaitu sequential pattern mining dengan algoritma Graph Search Techniques (GST) sebagai pembentuk large sequence. Algortima GST dapat menemukan urutan large k-sequence (k ≥ 3) tanpa mengetahui langsung large (k-1) sequence. Pola sekuensial yang merupakan large sequence maksimal dicari dari seluruh large sequence yang terbentuk. Pola sekuensial yang diperoleh kemudian direpresentasikan agar mudah dipahami dan diinterpretasikan. Informasi yang diperoleh diharapkan dapat berguna bagi pengelola perpustakaan dalam peningkatan mutu layanan di Perpustakaan IPB. Berdasarkan pola sekuensial yang diperoleh dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa minimum support tertinggi hingga masih terbentuk large sequence berada pada nilai 30% dan time constraint 6 bulan dengan transaksi peminjaman terbanyak dilakukan oleh mahasiswa yang berasal dari Departemen Pemuliaan Tanaman dan Teknologi Benih (sebanyak 209 transaksi), sedangkan minimum support yang menghasilkan sequence dengan jumlah item terbanyak berada pada nilai 4% dan time constraint 2 bulan. Pada beberapa penggunaan minimum support ternyata large sequence tidak terbentuk yang diakibatkan oleh tidak ada 2-sequence pada tabel L2 dan terjadi cycle pada IRG (Item Relation Graph). Variasi jumlah large sequence yang terbentuk tidak dipengaruhi oleh nilai time constraint. Sebagian besar transaksi yang dilakukan mahasiswa S1 tahun masuk 2003 masih dilakukan dalam skala kecil dengan sedikit jumlah item (kelas buku) yang dipinjam pada selang waktu antar transaksi peminjaman yang lama. Semakin tinggi penggunaan minimum support, maka jumlah item yang membentuk pola sekuensial cenderung semakin sedikit, selain itu waktu yang dibutuhkan untuk membentuk large sequence semakin cepat.

Segmentasi Automatis Obyek pada Citra Fotografi intuk Temu Kembali

Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Segmentasi Automatis Obyek pada Citra Fotografi intuk Temu Kembali

Metode Pengindeksan Geometric Hashing untuk Content Based Image Retrieval

Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 5, No 2 (2007): Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research proposes implementation and evaluation of geometric hashing for content based image retrieval as indexing method. Content based image retrieval (CBIR) is the application of computer vision to the image retrieval problem, that is, the problem of searching for digital images in databases. Content based image retrieval, uses the visual content of an image such as color, shape and texture to represent and index the image. The goal of most computer vision research is system should be able to recognize object in an image that are partially occluded or have undergone geometric transformations. Geometric hashing is an indexing method that recognized objects will invariant to geometric transformation (such as translation, rotation, and scaling). This research uses interest points to indicate the local features of an image and represent the shape of object in image. Thus, small region around interest points are selected as image patch for measure the color properties as feature vector. This research uses shape and color as visual features. To evaluate, this research uses recall, precision and computational time. Recall and precision to evaluate the retrieval result. While indexing evaluated by computational time. Recall is the fraction of the relevant documents which has been retrieved. Precision is the fraction of the retrieved documents which is relevant. Computational time for indexing is the average time needed for indexing process both in query process and database process. The precision for geometric hashing method is 64%. Thus, the recall is 76%. At query process, average time needed for indexing is 22,44 second. But at database process, the average time needed is 20,71 second. Thus, average time needed for retrieve the query image based on geometric hashing is 26 second. Experimental result shows that geometric hashing is useful to retrieve images that object undergone geometric transformation. Keywords: Content Based Image Retrieval, gometric hashing, indexing method.

Pemetaan Berbasis Web Dengan Menggunakan MapServer Dan PHP MapScript Studi Kasus Kampus Institut Pertanian Bogor Darmaga

Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 3, No 2 (2005): Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.354 KB)

Abstract

Peta yang disajikan dalam suatu sistem yang berbasis web akan lebih mudah diakses oleh user dibandingkan peta yang hanya disajikan pada sistem yang bersifat stand alone. Dengan basis web peta dapat diakses dengan waktu dan tempat yang tidak ditentukan. Untuk menghasilkan peta berbasis web dapat menggunakan suatu aplikasi MapServer. MapServer menyediakan beberapa fitur yang diperlukan untuk pengolahan suatu peta misalnya memperbesar atau memperkecil ukuran skala peta, mencari suatu lokasi, dan mengambil informasi yang berkaitan dengan lokasi tersebut. Fitur-fitur tersebut dapat langsung digunakan dengan bantuan PHPMapscript. Sistem pemetaan berbasis web yang menggunakan MapServer dapat dijalankan pada server dengan sistem operasi Windows atau Linux. Sistem pemetaan berbasis web yang menggunakan MapServer pada saat dijalankan akan menghasilkan suatu file gambar. Ukuran file gambar ini dipengaruhi oleh ukuran peta dan skala peta. Semakin besar ukuran peta yang ditampilkan pada browser maka semakin besar pula ukuran file gambar yang akan dihasilkan dari proses yang dikerjakan MapServer. Jika skala peta semakin kecil maka ukuran file gambar akan semakin kecil karena jumlah item gambar yang ditampilkan akan semakin sedikit. Begitu juga sebaliknya jika skala semakin besar maka jumlah item gambar yang ditampilkan akan semakin banyak sehingga ukuran file gambar akan semakin besar. Dengan menggunakan MapServer, sistem pemetaan berbasis web dapat dijalankan dengan kecepatan akses yang cukup baik. Kata Kunci: MapServer, PHP, PHPMapScript, Peta, Web, Pemetaan