p-Index From 2014 - 2019
11.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Indonesian Journal of Geography Indonesian Journal on Computer and Cybernetics Systems Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako E-JOURNAL MANAJEMEN FE UNTAD Jurnal ELKHA HEXAGONE Jurnal Pendidikan, Linguistik, Budaya dan Sastra Perancis Jurnal Rekayasa Elektrika Jurnal Geodesi Undip R U A N G (JURNAL LINGKUNGAN BINAAN) Jurnal Keteknikan Pertanian Jurnal Kreatif Tadulako Online FORMAT Jurnal Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health) Jurnal Sarjana Teknik Informatika KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) JA! UBL Jurnal Teknik Mesin SINERGI Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian Makara Journal of Technology Rekayasa Mesin TOLERANSI JUPE Program Kreativitas Mahasiswa - Penelitian Program Kreativitas Mahasiswa - Pengabdian Kepada Masyarakat Prosiding Semnastek Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 International Journal of Advances in Intelligent Informatics MUTAWATIR Annual Research Seminar Jurnal Teknik Elektro Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains dan Matematika Konversi Nature: National Academic Journal of Architecture Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Indonesia Chimica Acta KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal FORMAT Unnes Science Education Journal Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer INTERNATIONAL JOURNAL ON LANGUAGE, RESEARCH AND EDUCATION STUDIES Jurnal Ilmiah FIFO At-Turats JURNAL MANAJEMEN MOTIVASI Jurnal Komputasi Jurnal Pendidikan Kimia (JPKim) ELECTRON Proceedings of the 1st UR International Conference on Educational Sciences Jurnal Irigasi Al-'Adl Cakrawala: Jurnal Studi Islam Jurnal Fish Protech Media Gizi Pangan Jurnal Teknoinfo Indonesian Journal of Chemical Research Jurnal Ilmu Administrasi : Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Jurnal Kolaboratif Sains PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Journal Analytica Islamica NUANSA Jurnal Segara Jurnal Pendidikan Jurnal Kajian Peradaban Islam Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI) Jurnal Irigasi MADANIA: JURNAL KAJIAN KEISLAMAN JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Aquacultura Indonesiana Al-Maslahah Restorica: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi Jurnal Ekonomi Global Masa Kini Jurnal de jure
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : NUANSA

Implementasi Pendekatan Konstruktivisme dalam Pembelajaran Biologi Peserta Didik Sebagai Landasan Pendidikan Nasional

NUANSA Vol 6 No 2 (2018): Edisi September 2017-Februari 2018
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.109 KB)

Abstract

Pendidikan sangatlah penting untuk menjadikan manusia lebih baik, lebih beradab dan lebih sejahtera ini menjadi salah satu kebutuhan dasar bagai setiap orang. Di setiap negara pendidikan itu dilakukan dengan berbagai cara dan metode untuk mencapai tujuan yang ingin di capai oleh setiap negara, dalam mencapai tujuan setiap Negara yang sangat berpariasi/berbeda satu negara dan negara yang lain maka lahir berbagai pendekatan dan model pembelajaran. Di Indonesia pendidikan itu menjadi tanggung jawab oleh negara sehingga setiap warga negara berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan hasil belajar memadai. Untuk meningkatakan hasil belajar yang maksimal maka pemerintah sebagai penaggung jawab pendidikan selalu berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan berbagai upaya dan trik sehingga tujuan pendidikan nasional akan dapat tercapai baik IMTAK dan IPTEK nya yang terintegrasi dalam kebudayaan dan kehidupan sehari-hari. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang penulis angkat dari jurnal ini antara lain: 1) Bagaimanakan Implementasi Pendekatan Konstruktivisme dalam Pembelajaran Biologi?, 2) Bagaimanakah Konstribusi Landasan Pendidikan Nasional dalam Mengawasi Pembelajaran Biologi?, 3) Apa kelebihan dan kekurangan pendekatan konstruktivisme? Berdasarkan Kajian diatas maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Konstruktivisme berlaku apabila siswa membina makna tentang dunia dengan mensintesis pengalaman baru pada apa yang mereka telah faham sebelum ini. Mereka akan membentuk peraturan melalui cerminan tentang  tindak balas mereka dengan objek dan idea. Apabila mereka bertemu dengan objek, ide atau perkaitan yang tak bermakna pada mereka, maka mereka akan menginterpretasikan apa yang mereka lihat supaya sesuai dengan peraturan yang telah dibentuk atau disesuaikan dengan peraturan agar dapat menerangkan informasi baru. Dalam teori konstruktivisme, penekanan diberikan pada siswa lebih aktif dari pada guru. Ini dikarenakan  siswa  yang berhubuungan langsung dengan bahan dan peristiwa   dan memperoleh pemahaman tentang bahan dan peristiwa tersebut. Justru, siswa membina sendiri konsep dan membuat penyelesaian kepada masalah

Pemanfaatan Media Alam Terbuka (Outdoor) Sebagai Pembelajaran Berbasis Kontekstual (CTL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik

NUANSA Vol 6 No 1 (2017): Edisi Maret - Agustus 2017
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.409 KB)

Abstract

Maju mundurnya suatu bangsa sangat ditentukan oleh tingkat pendidikannya, sehingga bagi bangsa yang ingin maju, maka pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang sangat mendesak. Hasil studi bank dunia terhadap 150 negara pada tahun 2000 (dalam Permasalahan Pendidikan, 2006) menunjukkan bahwa  kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh 4 faktor utama, yaitu (1) innovation and creativity 45%, (2) networking 25%, (3) technology 20%, dan (4) natural resources 10%. Tiga dari 4 hal tersebut menempatkan sumber daya manusia sebagai faktor yang sangat strategis. Tuntutan dan kebutuhan utama pendidikan indonesia adalah mengembangkan sumber daya manusia sehigga memiliki kemampuan untuk berinovasi, kreatif, jalinan kerjasama, teknologi, dan mengelola sumber daya alam Indonesia yang sangat kaya. Kualitas sumber daya manusia dapat dikembangkan melalui pendidikan. Pemanfaatan Media Alam Terbuka Sebagai Model Pembelajaran Berbasis Kontekstual adalah upaya pelestarian lingkungan, tetapi tetap memperhatikan, manfaat yang dapat di peroleh pada saat itu dengan tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen lingkungan untuk generasi mendatang dengan mengacu pada UU No. 4 Thn 1982, konservasi sumber daya alam adalah pengelolah sumber daya alam yang menjamin pemanfaatannya secara bijaksana dan bagi sumber daya terbarui menjamin kesinambungan untuk persediannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragaman. CTL merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong Peserta Didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep ini, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi Peserta Didik. Proses pembelajaran berlangsung lebih alamiah dalam bentuk kegiatan Peserta Didik bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke Peserta Didik. Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Dalam kelas kontekstual, tugas guru adalah membantu Peserta Didik mencapai tujuannya. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja ber-sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (Peserta Didik). Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru.

Pengaruh Aktivitas Masyarakat Pesisir Bagi Keberlangsungan Terumbu Karang sebagai Habitat Asli Ekosistem Laut Di Kawasan Desa Sandue Kec. Sanggar Kab. Bima

NUANSA Vol 4 No 2 (2016): September 2015-Februari 2016
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.226 KB)

Abstract

Krisis ekologi: istilah yang sering digunakan untuk menyebut suatu masalah menyangkut gangguan ekosistem. Masalah lingkungan global saat ini ditandai oleh pencemaran yang terjadi hampir diseluruh dunia. Perubahan tingkat pertumbuhan penduduk seiring dengan perkembangan ekonomi. Jika penduduk bertambah maka eksplorasi sumber daya meningkat. Pada akhir abad ke 20, penduduk bumi sudah bertambah lebih dari tiga kali lipat, dan gross world product menjadi sekitar 20 kali.Konsumsi minyak bumi menjadi lebih dari 10 kali lipat, dan penggunaan energi lebih dari 15 kali penggunaan awal abad ini. Hal ini berdampak pada lingkungan hidup (ABC environment). Indonesia memiliki kurang lebih 50.000 km2 ekosistem terumbu karang yang tersebar di seluruh wilayah pesisir dan lautan. Terumbu karang mempunyai fungsi ekologis sebagai penyedia nutrien bagi biota perairan, pelindung fisik, tempat pemijahan, tempat bermain dan asuhan berbagai biota; terumbu karang juga menghasilkan berbagai produk yang mempunyai nilai ekonomi penting seperti berbagai jenis hasil perikanan, batu karang untuk konstruksi. Dari segi estetika, terumbu karang dapat menampilkan pemandangan yang sangat indah. Upaya pemanfaatan sumber daya alam yang lestari dengan melibatkan masyarakat sangat dibutuhkan. Masyarakat Pesisir Desa Sandue terlibat langsung dalam sektor ekonomi seperti pelayanan pada penjualan suvenir, makanan kecil, Desa Sandue Memiliki Kurang Lebih 100 M2 ekosistem terumbu karang yang tersebar wilayah pesisir dan lautan. Ekosistem dan Terumbu Karang Perairan Laut Desa Sandue Kec. Sanggar Kab. Bima yang dijumpai cukup parah dengan jenis Karang Acropora branching telah mati akibat patahan sebesar 20%, Coral massive 10% masih terjaga. Jenis karang Acropora di kawasan laut desa sandue yang masih terjaga mencapai ± 50 spesies dari total 94 jenis atau mencapai 70 persen karang Acropora yang ada di Indonesia. Sementara, jenis karang Millepora, ditemukan ± 40 jenis dari total 43 jenis yang ada di desa Sandue atau sekitar 90% tersebar di perairan Indonesia yang masih terjaga. Jenis karang Siderastrea Sidereal dengan rata – rata kedalaman habitat 7-14 m, jumlah spesies ± 60 spesies yang masih terjaga. Sedangkan jenis karang Montipora sebanyak ± 45 spesies yang masih terjaga, dan jenis karang Famili Fungidae sebanyak ± 41 spesies yang masih terjaga dengan rata-rata kedalaman habitat ± 7-14 m. Jenis-jenis Terumbu Karang Laut di Kawasan Desa Sandue Kecamatan Sanggar yang perlu kita jaga bersama demi keberlangsungan ekosistem laut yang setiap tahunnya terus berkurang tampa kita sadari bersama.

Co-Authors AB, Amhar Abdi Sukmono, Abdi Abdul Haris Abdullah Abdullah Abdur Rauf, Abdur Achmad Ramadhan Afana Riesma Ila’la, Afana Riesma Agustin, Rena Denya Akor Sitepu Alamsyah, Zico Albeta, Sri Wilda Almuqsith, Leda Anas Puri, Anas Andi Alimuddin Unde, Andi Alimuddin Arriza, Isgi Asep Saputra Basri, Muthiara Budi Indra Setiawan Chaerunnimah, Chaerunnimah Chahyadi, Agus Chairul Irawan Chusnul Arif Cut Aida Fitri Dahlia Dahlia Dahnial Syauqy, Dahnial Defri Yoza Denny Widhiyanuriyawan Dewangga, Anisa Sutra Dian Widi Astuti, Dian Widi Diana Lisa Dirgantara, Yudi Erina Erina Evie Awuy Fahmi Amhar Fatimah Zuhrah, Fatimah Fiftin Noviyanto Fitri Diana Wulansari Fritz Akhmad Nuzir Furqon, Arif Al Gandung Sugita Hadi, Suryadi Hafied Cangara, Hafied Halin, Hamid Hamdan Sugilar Hartinah Hartinah Hasby Syarifuddin Masyhuri, Hasby Syarifuddin Hasniar Hasniar, Hasniar Herdini Herdini Hernina, Revi HI. MOH. SALEH, HUSEIN Hidayat, M N Hidayati, Baiti Idris, Andi Puspa Sari INDRAYANI INDRAYANI Irwan Dinata Isamu, Kobajashi Togo Jadid, Ahyar K. BIDIN, CICI RIANTY Kardono Kardono Kastutara, Dyan Khaerani Kiramang Krisnanto, Feri Krissandi Wijaya Mardhia, Murein Miksa Marice Pangaribuan Mizoguchi, Masaru Muhamad Taher MUHAMMAD ALI Muhammad Arsyad Suyuti Muhammad Fachri Muhammad Ramdhan Muhammad Rijal Munarso, Deka Trisnadi Musta, Rustam Mutmainnah Mutmainnah Nadimin Nadimin, Nadimin Naisya Hanan, Naisya Ni Putu Galuh Megantari Ekaputri, Ni Putu Galuh Nugraha, Muhammad Didik Nugroho, Nanang Agung Nurlansi, Nurlansi Oktavianus Prayitno, Oktavianus Patadjai, Andi Besse PERNANDO, Pernando Purnamasari, Endah Dewi Purnami Purnami Purwoko H Kuncoro, Purwoko H Putra, Aji Eka Putri Rieski Imanda, Putri Rieski Rafika Ratik Srimurni, Rafika Ratik Rainarli, Ednawati Ramadhani Yanidar, Ramadhani Rasmiwetti Rasmiwetti, Rasmiwetti Reza Kusuma Nurrohman, Reza Kusuma Rinitha Dinda Safitri, Rinitha Dinda Riyadi, Tofa Rokhmatuloh, Rokhmatuloh Rosmaniar Gailea Sahidin I, Sahidin Sahirman, Sidharta Saleh, Husein Hi. Moh Samsugi, Selamet Sapto Raharjo Sariyanti, Siti Sawitri Subiyanto Sedarmayanti, Sedarmayanti Seniati Seniati, Seniati Sinarmata, Pradha Wihandi Siti Ulfatun Najiyyah, Siti Ulfatun Sri Handayaningsih Sudirman Husin Sumarni, Eni Sumarni Sumirat, Yan Suryo Suseno, Weling Syaharuddin Rasyid Syukur, Idris Taku Nishimura, Taku Tibyani Tibyani, Tibyani Triantoro, Dony Arung Tristiyanto Tristiyanto, Tristiyanto Vitayanti Fattah, Vitayanti Wahri Sunanda Wamilliana, Wamilliana Wicaksono, Viriya Widya Cahyadi, Widya Yossi Oktorini Yulius Yulius Yuliza Yuliza Yusuf Kendek Yusuf Kendek Paluin Zul, Khairi Zulhelmi Zulhelmi, Zulhelmi Zulkarnain, Faris