Ida Bagus Komang Ardana
Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Published : 24 Documents
Articles

Found 24 Documents
Search

STRATEGI PENCEGAHAN PENYAKIT INEFEKSIUS PADA PETERNAKAN BROILER BERBASIS LABORATORIUM Ardana, Ida Bagus Komang
Buletin Veteriner Udayana Vol. 3 No. 1 Pebruari 2011
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Infectious diseases in broilers remain a problem caused huge economic losses in the form;performance (high mortality and mobidity, slow growth rate, bad feed conversion ratio(FCR), and low meat production), increaase medical costs, should performdecontamination (cleaning and disinfection) and revaccination. Failure on due to diseasethat occurs in broilers caused by the breeder has not completely make handling the diseaseis due to lack of management for prevention the disease. This paper proposed a strategy fordisease prevention by promoting bio-security measures, vaccination and medication-basedlaboratory.
Penurunan Angka Morbiditas dan Mortalitas Anak Babi yang Diberi Vitamin dan Elektrolit Melalui Air Minum Saat Disapih Ardana, Ida Bagus Komang
Buletin Veteriner Udayana Vol. 4 No.1 Pebruari 2012
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The present work was aimed to study the effect of oral treatment of piglets with vitaminand electrolyte at the time of weaning on their morbidity and mortality rates. A number of160 piglets at 28 – 35 days of age were randomly allotted into 4 groups. The control group(P0) received only drinking water whereas the treatment groups were supplied with vitaminand electrolyte (Superfite Forte) for 6 hours a day and for 3 consecutive days at variousdosages; treatment group 1 (P1) received 1 gram/l water, P2: 2 gram/l water and P3: 3gram/l water. Apart from that, drinking water was given ad libitum. Observation andrecording of illness and death was carried out every day from the day of weaning till 21days later. The results showed that treatment with vitamin and electrolyte at 1 – 3 gram/lwater significantly reduced the morbidity and mortality rates. Thus, it is recommended thatpiglets at the time of weaning should be supplied with vitamin and electrolyte in order toreduce the morbidity and mortality rates.
Vaksin Gumboro Menyebabkan Imunosupresif pada Respons Primer Vaksin Penyakit Tetelo Ayam Pedaging Kencana, Gusti Ayu Yuniati; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Ardana, Ida Bagus Komang; Mahardika, I Gusti Ngurah Kade
Jurnal Veteriner Vol 12, No 4 (2011)
Publisher : Jurnal Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The variety of Gumboro live vaccine strains (hot, intermediate, and mild) are available inIndonesia. The immunosuppresive effect of these vaccines under field conditions is not known.This research was conducted to determine this devastating effect of such vaccine strains on theimmune response of chickens vaccinated againts Newcastle disease (ND). Sixty chickens werekept separately in five groups (i.e. V1, V2, V3, V4, and K). At the age of seven days, group V1, V2,and V3 were given hot, intermediate, and mild strains of Gumboro live vaccine respectively whilethe other two groups recieved no Gumboro vaccine (V4 and K). At the age of 14 days, all groups,except group K which were kept as a negative control, were vaccinated against ND. The level ofantibody produced in response to ND vaccination was measured in sera collected at day 0, 7, 14,and 21 post ND vaccination using a standard micro-haemaglutination inhibition test. Data of theantibody titers were analyzed using analysis of variance followed by Duncan’s multiple range test.The results showed that all Gumboro vaccine strains still retain its immunosuppressive nature onhumoral immune response in chickens that later vaccinated against ND. The geometric meantiter (GMT) of anti-NDV antibody of group V4 (unvaccinated againts Gumboro) was significantlyhigher than that of group V1, V2, and V3, i.e. groups of chickens that had been given varietystrains of Gumboro vaccines, at the first and second week after ND vaccination (p<0.05). Thedifference of this immunosuppressivenes among variety of Gumboro vaccine strains need furtherclarification.
Pemakaian Herbal Serbuk Biji Pepaya Matang dalam Pengendalian Infeksi Ascaris suum pada Babi Ardana, Ida Bagus Komang; Bakta, I Made; Damriyasa, I Made
Jurnal Veteriner Vol 12, No 4 (2011)
Publisher : Jurnal Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

A study on vermisidal effect of ripe papaya seed powder against egg and worm of A.suum in landracepig was done. Twenty four pigs age 8-12 weeks were used in this study using pre-test and post-test groupexperimental design. The pigs were randomly divided into four groups : a group of pigs with no treatmentas a control (P0) and other three groups were given 1 g/kg body weigh (P1), 3 g/kg bw (P2) during threeconsecutive days and treated with 12.5% zodalben oral 0.5 mg of albendazole (P3). The number of A.suumand its eggs per gram (EPG) were identified by using international harmonization and anthelminticefficacy guideline. Then follow by observation and calculation of EPG, fecal egg count reduction (FECR),and the efficacy of the powder for seven days. The result showed there was a significant lower number ofA.suum infestation in the treated group of pigs compared to the control group as it was shown by theincrease of the efficacy against worms and the FECR value. However, there were different effects on theefficacy and FECR between the group that treated with 1 g/kg bw of the ripe papaya seed powder (efficacy75% and FECR 92.4%) compared to the groups that treated with 3 g/kg bw of the seed powder, and treatedwith zodalben 12.5% (both efficacy and FECR were 100%). It can be concluded that herbal powder of ripepapaya seed has a potential effect to be vermisidal, especially for A.suum.
Pemberian Kombinasi Tylosin dan Gentamicin Terhadap Ketebalan Struktur Histologis Kolon Ayam Pedaging YANUNGRAH, WIDHI; ARDANA, IDA BAGUS KOMANG; SUASTIKA, PUTU
Indonesia Medicus Veterinus Vol.1 (1) 2012
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Ayam pedaging merupakan ternak yang penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat. Tidak semua peternakan ayam pedaging berhasil, kegagalan para peternak juga sering terjadi, banyak kendala yang menyebabkan kegagalan peternak. Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan ayam pedaging menyebabkan penggunaan obat-obatan pencegahan terhadap penyakit dan peningkatan konversi ransum menjadi semakin sering agar ayam pedaging dapat di produksi secara efisien. Salah satu obat yang sering digunakan yaitu antibiotik tylosin dan gentamicin. Kolon merupakan salah satu bagian dari saluran pencernaan yang berfungsi untuk absorbsi air, natrium, dan mineral lain yang masih tersisa. Tylosin dan gentamicin diharapkan dapat mengendalikan keseimbangan mikoflora usus yang dapat menggangu perkembangan dari kolon, dalam penelitian ini tujuannya untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi tylosin dan gentamcin terhadap ketebalan strukur histologis dinding kolon.Penelitian menggunakan ayam pedaging betina sebanyak 32 ekor yang dikelompokkan 4, masing-masing kelompok telah dihomogenkan dan diberikan perlakuan yang berbeda. Perlakuan kontrol (P0) diberikan placebo berupa aquabidest, perlakuan pertama (P1) diberikan kombinasi tylosin dan gentamicin masing-masing 10 mg, perlakuan kedua (P2) diberikan kombinasi tylosin dan gentamicin masing-masing 20 mg, perlakuan ketiga (P3) diberikan kombinasi tylosin dan gentamicin masing-masing 30 mg. Selanjutnya semua sampel diambil bagian kolon dan dibuat preparat untuk diukur ketebalannya.Hasil menunjukkan bahwa dapat dilihat pengaruh pemberian antibiotik tylosin dan gentamicin terhadap ketebalan histologis kolon ayam pedaging berpengaruh nyata, dan antar dosis P1, P2, dan P3 yang di injeksi kombinasi tylosin dan gentamicin tidak berpengaruh nyata.
Pemberian Tylosin dan Gentamisin Menurunkan Angka Lempeng Total Bakteri Daging Broiler Betina WULANDARI, LULUK; ARDANA, IDA BAGUS KOMANG; SUADA, I KETUT
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (2) 2012
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi tylosin dan gentamsin terhadap Angka Lempeng Total Bakteri dan pH dalam daging broiler betina. Sampel menggunakan broiler betina sebanyak 24 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok telah dihomogenkan dan diberikan perlakuan yang berbeda. Perlakuan kontrol (P0) diberikan placebo berupa aquabidest 0,1 ml/kg bb, perlakuan pertama (P1) diberikan kombinasi tylosin 10 mg dan gentamisin 10 mg, perlakuan kedua (P2) diberikan kombinasi tylosin 20 mg dan gentamisin 20 mg, perlakuan ketiga (P3) diberikan kombinasi tylosin 30 mg dan gentamisin 30 mg. Sampel daging yang diambil pada bagian dada untuk dilakukan Uji Angka Lempeng Total Bakteri dan pengukuran pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi antibiotik tylosin dan gentamisin berpengaruh nyata (P < 0,05), terhadap Angka Lempeng Total Bakteri pada daging broiler betina dan tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) pada pH daging broiler betina.
Nilai Hematokrit, Kadar Hemoglobin, dan Total Eritrosit Ayam Pedaging yang Diinjeksi Kombinasi Tylosin dengan Gentamicin PUTRIANI, SARI; SOMA, I GEDE; ARDANA, IDA BAGUS KOMANG
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (4) 2012
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan sampel darah dengan antikoagulan Ethylene Diamine Tetra Acetat (EDTA) yang diambil dari 24 ekor ayam pedaging dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan pada hari ke 14 dan hari ke 24. Parameter yang diamati adalah nilai hematokrit, kadar hemoglobin, dan total eritrosit. Cara pengambilan sampel adalah dengan mengambil darah pada vena axilla ayam pedaging yang dimasukkan dalam tabung Ethylene Diamine Tetra Acetat (EDTA) kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap nilai hematokrit, kadar hemoglobin, dan total eritrosit. Hasil pemeriksaan nilai hematokrit, kadar hemoglobin, dan total eritrosit dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Data dianalisis dengan Uji Sidik Ragam dilanjutkan dengan Uji Rentangan Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa injeksi kombinasi tylosin dengan gentamicin pada ayam pedaging tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai hematokrit, kadar hemoglobin, dan total eritrosit ayam pedaging.
Studi Penampilan Reproduksi (Litter Size, Jumlah Sapih, Kematian) Induk Babi pada Peternakan Himalaya, Kupang PRASETYO, HILDA; KOTA BUDIASA, MADE; ARDANA, IDA BAGUS KOMANG
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (3) 2013
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Secara nasional terlihat bahwa kegiatan usaha peternakan babi dilakukan secara komersial (industri peternakan), dan sebagian besar masih merupakan peternakan rakyat. Selain sebagai cabang usaha utama, usaha peternakan babi dapat dijadikan sebagai usaha sampingan ataupun komplementer bagi masyarakat. Pada saat ini ternak babi merupakan jenis ternak paling penting bagi masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Secara tradisional ternak babi mempunyai peran yang penting di dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial di masyarakat NTT dan merupakan sumber protein utama bagi konsumsi domestik. Semakin meningkatnya konsumsi akan daging babi, maka peternak juga harus meningkatkan kualitas ternaknya sendiri sehingga dapat memenuhi permintaan pasar. Untuk itu perlu dilakukan peningkatan kualitas ternak babi di Kupang, salah satunya dengan memperbaiki kualitas babi itu sendiri dari segi reproduksinya. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui jumlah kelahiran anak perinduk babi, untuk mengetahui jumlah kematian anak babi pra sapih, untuk mengetahui jumlah anak babi yang di Sapih di peternakan babi Himalaya di desa Noelbaki kabupaten Kupang. Hasil pengamatan dan pencatatan kinerja reproduksi dari 85 induk babi adalah Angka kelahiran 11,6 ekor sudah mencapai standart, Jumlah sapih 7,7 belum mencapai standart dan presentase kematian (mumifikasi dan kematian pra sapih) cukup tinggi yaitu 33,6%. Dengan rata – rata kelahiran yang telah dicapai, peternak di harapkan untuk mempertahankan angka kelahiran dengan cara memperhatikan nutrisi calon induk, maupun induk bunting, lebih memperhatikan kesehatan induk babi pada saat bunting. Tingginya jumlah kematian, diharapkan peternak bisa lebih memperhatikan kesehatan anak babi pra sapih, dan kebersihan kandang induk.
Profil Kimia Klinik Darah Sapi Bali (BLOOD CLINICAL CHEMISTRY PROFILES OF THE BALI CATTLE) Kendran, Anak Agung Sagung; Damriyasa, I Made; Dharmawan, Nyoman Sadra; Ardana, Ida Bagus Komang; Anggreni, Luh Dewi
Jurnal Veteriner Vol 13, No 4 (2012)
Publisher : Jurnal Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

For the evaluation of clinical tests in veterinary laboratories a reference basis of normal values ofclinically healthy farm animals is essential. It is well known that variables such as breed, age and sex havean influence on many blood parameters. The reference value of blood chemistry of bali cattle is scanty. Theaim of the current study was to evaluate blood chemistry of bali cattle includes alanine aminotransferase(ALT), aspartate aminotransferase (AST), urea, creatinine and glucose, measured by an auto analyzer.These data were used to establish reference intervals in bali cattle of different ages and sex. Blood wascollected from 195 (21 young males, 54 adult males, 60 young females, and 60 adult females) clinicallyhealthy bali cattle by means of jugular venipuncture. Values from different age and sex were comparedstatistically. The results of the study was obtained that ALT and blood glucose significantly higher inmales Bali cattle (P <0.05) then in females. ALT, AST and urea were significantly higher in adults Balicattle (P<0.05) then in young Bali cattle. However, glucose of young Bali cattle was higher when comparedwith the adult. There was no significant difference in the creatinine levels between adults and the youngones. The results of the current study provide reference intervals for clinical chemistry of Bali cattle
Tebal Struktur Histologis Duodenum Ayam Pedaging yang Diberi Kombinasi Tylosin dan Gentamicin Raditya, I Gede Gilang Ikra; Suastika, Putu; Ardana, Ida Bagus Komang
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (5) 2013
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

ABSTRAKUsaha ternak broiler, sejak tahun 1998 semakin menonjol perannya dalam mempersempit kesenjangan terhadap meningkatnya kebutuhan akan daging. Daging ayam broiler dipilih sebagai salah satu alternatif, karena kita tahu bahwa ayam broiler sangat efisen diproduksi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui tebal struktur histologis duodenum ayam yang diberi kombinasi tylosin dan gentamicin. Metode yang dipakai pada penelitian ini menggunakan 32 ayam pedaging yang di bagi dalam 4 kelompok yang di mana masing masing kelompok terbagi atas 8 ayam. Hasil penelitian ini sendiri adalah ketebalan struktur histologis duodenum pada kontrol (P0) rata-rata 7,2 ?m, perlakuan P1 rata-rata 7,2 ?m, perlakuan P2 rata-rata adalah 7,6 ?m, dan perlakuan P3 rata-rata adalah 7,9 ?m. P3 lebih tebal dari P2 dan P2 lebih besar dari P1 dan P0. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi tylosin dan gentamicin ini efektif untuk menyeimbangkan flora normal yang ada di dalam duodenum sehingga membuat pertumbuhan ayam menjadi sempurna.