Dewi Aprilia
Lampung University

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS SOSIOLOGIS PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA (Studi pada Mahasiswa FISIP Universitas Lampung) Aprilia, Dewi; Hartoyo, Hartoyo
JURNAL SOSIOLOGI Vol 15, No 1 (2013)
Publisher : JURNAL SOSIOLOGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.074 KB)

Abstract

This research aims to clarify the relationship between socio-economic status of the elderly and consumer behaviour with reference to groups of students. The research method used is the quantitative eksplanatoris. The technique of collecting data carried out through a questionnaire. The result showed that, first there are relations is being ( 0,544 ) between socioeconomic status in parents with the behavior consumptive student. It showed that the higher socioeconomic status in the old man and behavior consumptive students also increase. Second, there is a relationship is being ( 0,516 ) between socioeconomic status in the old man with the manners consumptive mahasiswa controlled with clusters of reference. It showed that a factor of socioeconomic status in the old man is not the only affecting high low-self behavior consumptive students, but also a group of reference by which can affect behavior consumptive students. Third, there was no correlation that means between socioeconomic status in parents with clusters of reference. So can be concluded that high low socioeconomic status in parents students have has huge against the influence exerted by group references in buying goods to be desired. Fourth, there is no relationship between consumer behaviour with reference to groups of students. In this case the students buy goods not because of the excessive influence exerted by the reference group. Keywords: socio-economic status of parents, groups of references and consumer behavior of university students
Etika IT Dan Hukum Terhadap Tindakan Kejahatan Cybersquatting Pada Domain Merek Terkenal Aprilia, Dewi; Alfarizi, Septian I; Maulidani, Muhammad Wildan; Ramadhansyah, Arrindika Pradana; Yusri, Muhammad Daffa Rinaldy; Rakhmawati, Nur Aini
Jurnal SITECH : Sistem Informasi dan Teknologi Vol 1, No 2 (2018): JURNAL SITECH VOLUME 1 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.393 KB)

Abstract

Kondisi dunia bisnis saat ini sedang dalam perkembangan yang sangat pesat di dunia ini. Berbagai macam bisnis baik di bidang barang atau jasa sangat sekali diminati karena memiliki peluang yang cukup baik. Namun, kondisi seperti ini pastinya menimbulkan berbagai macam persaingan, salah satunya melalui internet karena kegiatan pasarnya yang tidak mengenal waktu. Banyak sekali timbul penyalahgunaan di internet salah satunya penyalahgunaan domain atau yang biasa disebut cybersquatting. Cybersquatting adalah salah satu bentuk pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Pelanggaran ini sangatlah dilarang di Indonesia. Kegiatan ini biasanya meminta harga yang jauh lebih besar terhadap domain yang dimilikinya untuk dijual kepada perusahaan yang memilik merek dari domain tersebut. Hal ini dilakukan karena proses perolehan nama domain menggunakan first-come first-serve yang berarti orang yang mendaftarkan nama domain tersebut pertama kali merupakan orang yang akan dilayani atau akan mendapatkan domain tersebut. Pelanggaran ini akan berurusan dengan Undang-Undang Negara Republik Indonesia. Terdapat Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 Tentang Merek. Namun hanya Undang-Undang no. 15 Tahun 2001 yang memberikan sanksi secara jelas, hal ini yang mengakibatkan masih banyaknya terjadi cybersquatting di Indonesia.