Articles

RANCANG BANGUN RANGKA MOBIL LISTRIK GARNESA Dwi Putra, Ryan Anggriawan; Anwar, Saiful
Jurnal Rekayasa Mesin JRM : Volume 01 Nomor 01 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
PENGARUH SUPLEMENTASI MINYAK KELAPA SAWIT DAN MINYAK IKAN TERPROTEKSI DALAM KONSENTRAT TERHADAP KUALITAS SEMEN KAMBING PERANAKAN ETTAWA Anwar, Saiful
Jurnal Sains Peternakan Vol 2 No 1 (2014): JURNAL SAINS PETERNAKAN
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was conducted at Desa Suru Kecamatan Doko Kabupaten Blitar on January 26, 2012 until February 26, 2012. The research was to determine the quality of spermatozoaofHybrid Ettawa Goat sperm with the effect of protected palm and fish oil in concentrate on the quality of Hybrid Ettawa Goat sperm. The subjects were five Hybrid Ettawa Goats that were distributed randomly to five trial groups.The research method was completely randomized design (CRD) with three trials and each trial was repeated three times. The experiment used palm and fish oil. Protected palm and fish oil were given 4% of weight. Analyzed variable in this research was the evaluationof macroscopic and microscopes of sperm quality. The data obtained were investigated by random investigation. The result of the research showed that there was no significant or real effect (P>0.05) of protected palm and fish oil supplementation in concentrate on Hybrid Ettawa goats and no significant or real interaction (P>0.05) on motility, viability, and abnormalities of Hybrid Ettawa Goats. The conclusion of the research was that the protected palm and fish oil supplementation in concentrate did not influence on Hybrid Ettawa Goats sperm quality. Keyword  : concentrare, sperm quality,fish oil, palm oil, supplementation.
RANCANG BANGUN SISTEM PENGEREMAN HIDROLIS PADA MOBIL LISTRIK GARNESA DINDA RABETA, TRIO; ANWAR, SAIFUL
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 1, No 02 (2014): JRM : Volume 01 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini harga BBM semakin mahal dan cadangannya menjadi sangat terbatas serta sulit dikendalikan untuk masa yang akan datang. Maka dari itu disini tim kami akan membuat mobil listrik sebagai salah satu cara guna mensosialisasikan penggunaaan mobil listrik dikalangan masyarakat sekitar sebagai pengganti mobil berbahan bakar BBM untuk digunakan sebagai kendaraan sehari-hari. Sebuah mobil listrik mempunyai panjang 2,5 Meter, lebar 1,6 meter dan berat 200 Kg. Sistem pengereman yang saya gunakan adalah pengereman hidrolis dengan menggunakan model sirkuit diagonal. Guna memenuhi persyaratan pemasangan rem ini maka perlu diadakannya pengujian terhadap sistem rem ini, yang dimana pengujian akan dilakukan dengan melajukan mobil tersebut dengan kecepatan bertahap dari kecepatan 10 km/jam sampai kecepatan maksimal ± 40 km/jam lalu di rem dan dilihat berapa hasil jarak pengereman yang terjadi. Untuk pembandingnya jarak pengereman dapat dihitung dengan beberepa rumus yang dimana hasil dari kedua penelitian tersebut dapat diketahui garis besar apa saja yang mempengaruhi jarak pengereman pada mobil listrik Garnesa. Setelah diambil dari salah satu pengujian dan perhitungan didapat garis besar bahwasannya kecepatan, koefisien gesek pada jalan, dan juga pemasangan ABS manual pada mobil listrik Garnesa sangat mempengaruhi jarak pengereman. Kata kunci: Mobil Listrik, Pengereman Hidrolis, Hasil uji pengereman
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (Student Team Achievement Division) PADA MATA DIKLAT SISTEM KOPLING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TKR SMKN 1 KEDIRI Nugroho, Setiyo Cahyo; Anwar, Saiful
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2013): JPTM :Volume 02 Nomor 02 Tahun 2013
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Salah satu penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah kurang tepatnya penerapan penggunaan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran yang diajarkan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu alternatif untuk mengembangkan pembelajaran yang bisa  meningkatkan aktivitas, minat serta hasil belajar siswa, khususnya  pada kompetensi sistem kopling kelas XI TKR 4 SMK Negeri 1 Kediri.  Untuk mengoptimalkan proses pembelajaran peneliti mencoba menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan tujuan meningkatkan aktivitas , minat serta hasil belajar siswa. Siswa yang dijadikan obyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TKR 4 SMK Negeri 1 Kediri. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas  (Classroom Action Research). Setiap putaran mempunyai empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data yang diperoleh melalui penelitian ini dikumpulkan dan dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif, sedangkan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar pengelolaan pembelajaran, lembar aktivitas siswa, angket respon siswa, dan hasil belajar siswa tiap putaran.  Hasil belajar siswa dapat tercapai jika siswa dapat mencapai ketuntasan ≥ 80% dalam belajar pada setiap tujuan pembelajaran. Hasil analisis menunjukan bahwa kemampuan pengajar dalam menyiapkan RPP dan Skenario mencapai 71,8 % tergolong baik. Untuk kemampuan pengajar dalam menerapkan RPP dan Skenario mencapai 74,4 % tergolong baik. Sedangkan aktivitas siswa selama proses pembelajaran kooperatif mencapai 74,37% tergolong baik. Sedangkan hasil belajar siswa yang tuntas pada putaran 1 ada sebanyak 24 siswa dengan persentase 75%, dan putaran II siswa yang tuntas sebanyak 27 siswa dengan persentase 84,3% Kata kunci: Pembelajaran kooperatif tipe STAD, Hasil belajar siswa.   ABSTRACT One of the causes of low student learning outcomes are less precisely the application of use of learning methods to suit the learning material is taught. It is therefore necessary to develop an alternative to learning that can increase the activity, interests as well as the results of student learning, particularly in the clutch system competency class XI TKR 4 SMK Negeri 1 Kediri. To optimize the learning process researchers tried to use cooperative learning model with the purpose of improving STAD type activities, interests and student learning outcomes. Students who made the object of research is the grade XI TKR 4 SMK Negeri 1 Kediri. This type of research is Research Action class (Classroom Action Research). Each round has four phases: planning, action, observation and reflection. Data obtained through this research are collected and analyzed quantitative and qualitative, whereas instruments used in this study includes learning management sheets, activity sheets, now student response student, and student learning outcomes in each round. Student learning outcomes can be achieved if students can reach complete ≥80% of learning at each learning objectives The result analysis shows that the lecturers in preparing draft and scenario reached 71,8 % in good. For the ability lecturers in applying draft and scenario reached 74,4 % in good. While activity student during the learning process cooperative reached 74,37 % in good. While study result of the students who complete on round 1 there were 24 students rate 75 %, and round ii students completed 27 students rate 84,3 %. Keywords : cooperative Learning Type STAD, Student Learning Outcomes
PERBANDINGAN POLARIZED PAINT PROTECTION SYSTEM BERBAHAN DASAR TEFLON DENGAN PAINT PROTECTION WAX TERHADAP DAYA TAHAN KEKILAPAN CAT SUMARWOTO, AGUS; ANWAR, SAIFUL
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 03 (2014): JTM : Volume 02 Nomor 03 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan dari paint protection, saat ini terdapat teknologi terbarukan yaitu teknologi perlindungan cat PPS (Polarized Paint Protection System) berbahan dasar PTFE (Poly Tetra Fluoro Ethylene, nama ilmiah dari Teflon). Umumnya,teflon baru bisa melekat di permukaan benda lain pada suhu 600 derajat celcius dan tekanan yang besar. PPS adalah satu-satunya Paint Protection di dunia yang berhasil memiliki teknologi melapisi cat mobil pasca pengecatan dengan lapisan teflon di dalam suhu ruangan dengan tekanan normal. Selain PPS Teflon, ada paint protection lain yang saat ini banyak kita jumpai di jasa salon mobil yaitu paint protection dengan wax), paint protection jenis ini bersifat temporer ada berbagai macam wax saat ini yang tentunya memiliki tngkat perlindungan yang berbeda, kedua paint protection baik PPS teflon maupun wax memiliki kelebihan dan kekurangan dalam melindungi cat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen, karena untuk membandingkan peneliti terlebih dahulu mencari pengaruh perlakuan terhadap obyek penelitian, metode penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Pengambilan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode literatur dan metode eksperimen, metode eksperimen dilakukan untuk mengetahui daya tahan perlindungan dari kedua paint rotection hal ini dapat dibuktikan setelah proses paint protection dan di uji dengan cara pencucian berulang-ulang. Hasil penelitian menunjukkan polarized paint protection system berbahan dasar teflon dapat meningkatkan kekilapan cat lebih baik daripada paint protection wax, hal ini ditunjukan setelah permukaan cat di PPS teflon kilap cat meningkat 22,1%, waxco metalic wax 18,1%, turtle wax 21,7%, dan geff 1 carnauba liquid wax 21,3%. Setelah proses pengujian pada setiap paint protection dengan 1000 kali proses cuci polarized paint protection system berbahan dasar teflon kekilapan sebelum proses cuci 90,1 GU setelah 1000 kali proses cuci turun menjadi 16,9 GU, waxco metalic wax 86,9 GU setelah 1000 kali proses cuci turun menjadi 7,9 GU, turtle wax 89,3 GU setelah 1000 kali proses cuci turun menjadi 11,8 GU, gef 1 carnauba liquid wax 89,4 GU setelah 1000 kali proses cuci turun menjadi 13,1 GU. Kata kunci : PTFE (Poly Tetra Flouro Ethylene), teknologi paint protection.
PENGARUH JARAK PENYEMPROTAN SPRAY GUN TERHADAP KEOPTIMALAN HASIL PENGECATAN SENSIGUS RAHMAD WIJAYA, YUDHAR; ANWAR, SAIFUL
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 03 (2014): JTM : Volume 02 Nomor 03 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jarak penyemprotan spray gun adalah salah satu variable penting dalam sebuah proses pengecatan yang akan sangat  mempengaruhi hasil dari pengecatan  dan pada beberapa literatur menyebutkan bahwa jarak yang paling ideal untuk melakukan pengecatan dengan media yang akan dicat berupa metal dan cat yang digunakan adalah cat tipe solid adalah 10-20 cm. Maka penelitian ini bertujuan untuk menentukan jarak yang paling tepat untuk menghasilkan pengecatan yang paling optimal. Pada penelitian ini digunakan metode penelitian eksperimen, pada penelitian ini kualitas cat yang digunakan adalah cat dengan kualitas rendah ( nipe 2000) dan cat dengan kualitas sedang(Danagloss), jarak yang akan diteliti yaitu 10, 12, 14, 16, 18, 20 centimeter dan proses pengecatan dilakukan dengan mengguanakan bantuan sebuah trainer sehingga jarak pengecatan tersebut menjadi dapat diatur secara konstan dan tidak berubah-ubah pada saat proses pengecatan berlangsung sehingga hasil pengecatanya pun dapat merata, untuk variable perbandingan campuran cat dan kualitas thiner peneliti menggunakan hasil penelitian sebelumnya dan  untuk variabel-variabel lainya akan tetap berpatokan pada literatur yang telah ada. Dan masing-masing hasil pengecatan akan diukur kekilapanya dengan menggunakan alat Gloss Meter. Pada akhir dari penelitian ini telah mandapatkan hasil bahwa jarak penyemprotan spray gun yang paling ideal untuk cat kualitas rendah (nipe 2000) adalah 18 cm dan kualitas sedang ( Danagloss) adalah 16 cm, dan peneliti juga menemukan bahwa jarak penyemprotan yang terlalu dekat ( < 10 cm ) akan mengakibatkan lapisan cat meleleh (runs). Dan jarak penyemprotan yang terlalu jauh ( > 20 cm ) akan mengakibatkan lapisan cat menjadi berbintik dan kasar.   Kata kunci: Gloss Meter, jarak penyemprotan, spray Gun
PENGARUH PERBANDINGAN CAMPURAN CAT DENGAN THINNER TERHADAP KUALITAS HASIL PENGECATAAN JOHANSYAH H, NICO; ANWAR, SAIFUL
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 03 (2014): JTM : Volume 02 Nomor 03 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbandingan pada campuran cat dan thinner akan mempengaruhi kekentalan, proses pelapisan, konsumsi, dan tingkat kekilapan cat, atau dengan kata lain perbandingan inilah yang akan menentukan kualitas hasil pengecatan. Dari pengalaman peneliti di bidang pengecatan serta survei yang telah dilakukan, diketahui bahwa tidak semua perbandingan campuran cat dengan thinner adalah 1 : 1. Hal ini diperkuat dengan beberapa produsen cat yang menetapkan perbandingan campuran pada angka 1:1 hingga 1 : 1.5, sedangakan hasil (end coating) berupa kekilapan warna yang diperoleh tidak selalu maksimal. Berdasarkan hal tersebut, terdapat beberapa bengkel jasa pengecatan yang menetapkan suatu perbandingan campuran dengan angka yang lebih tinggi, namun tidak menentu jumlahnya. Oleh karena itu, penulis akan melakukan penelitian tentang perbandingan campuran cat dengan thinner dengan jumlah 0 : 0.8 hingga     1 : 1.5. Penelitian yang dilakukan  bertujuan untuk mendapatkan perbandingan campuran antara cat dan thinner yang tepat dalam pengaplikasian pada produk cat tertentu guna mendapatkan kualitas hasil pengecatan terbaik.                  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Obyek penelitian adalah 2 merek cat yakni Danagloss dan Nippe 2000 yang bersifat representatif berdasarkan klasifikasi cat berkualitas sedang dan cat berkualitas rendah. Analisis data menggunakan metode deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah glossmeter.  Hasil penelitian yaitu berupa angka perbandingan antara cat dan thinner dengan hasil tingkat kekilapan terendah pada kedua sampel penelitian didapat pada angka perbandingan 1 : 0.8. Hasil terbaik untuk cat berkualitas rendah seperti Nippe 2000 didapat pada angka perbandingan 1 : 1.4 dengan tingkat kekilapan 91.8%, sedangakan angka perbandingan terbaik untuk cat berkualitas sedang seperti Danagloss adalah 1 : 1.5 dengan tingkat kekilapan 92.9%. Perbedaan tingkat kekilapan pada kedua sampel tersebut dipengaruhi juga oleh kadar senyawa nitroselulosa yang menghasilkan perbedaan karakteristik cat. Berdasarkan pengujian laboratorium yang dilakukan, diketahui kadar nitroselulosa pada cat Danagloss adalah sebesar 75.10%, sedangkan kadar nitroselulosa pada cat Nippe 2000 adalah sebesar 54.93%. Kata kunci: Cat, glossmeter, perbandingan campuran.
PENGARUH PARTISIPASI MASYARAKAT DAN TRANSPARANSI KEBIJAKAN PUBLIK TERHADAP HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DEWAN TENTANG ANGGARAN DENGAN PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH Anwar, Saiful; Sari, dan Rida Perwita
Jurnal Strategi Akuntansi Vol 1, No 2 (2009): JURNAL STRATEGI AKUNTANSI
Publisher : Jurnal Strategi Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.356 KB)

Abstract

Many studies about budget behavior have been primarily conducted in private organization but rarely in public organization. This studi examined influence of public participation and public policy transparancy on the relationship between budgeting knowledge and budgeting control. The studi sample was drawn from Kota Sidoarjo. Fourteen legislative participated in this study. Hypothesis are tested empirically used regression. The result of study indicated that, first, budgeting knowledge aren’t statically significant, positive coeficient indicated that high budgeting  knowledge so high budgeting control, second, interaction between public participation with budgeting knowledge aren’t statically significant, thrid, interaction public policy transparancy between with budgeting knowledge aren”t statically significant. Keywords: Public Participation, Transparancy Public Policy, Budgeting Knowledge, Budgeting Control (APBD)
PENGARUH SUPLEMENTASI MINYAK KELAPA SAWIT DAN MINYAK IKAN TERPROTEKSI DALAM KONSENTRAT TERHADAP KUALITAS SEMEN KAMBING PERANAKAN ETTAWA Anwar, Saiful
Jurnal Sains Peternakan Vol 2, No 1 (2014): JURNAL SAINS PETERNAKAN
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was conducted at Desa Suru Kecamatan Doko Kabupaten Blitar on January 26, 2012 until February 26, 2012. The research was to determine the quality of spermatozoaofHybrid Ettawa Goat sperm with the effect of protected palm and fish oil in concentrate on the quality of Hybrid Ettawa Goat sperm. The subjects were five Hybrid Ettawa Goats that were distributed randomly to five trial groups.The research method was completely randomized design (CRD) with three trials and each trial was repeated three times. The experiment used palm and fish oil. Protected palm and fish oil were given 4% of weight. Analyzed variable in this research was the evaluationof macroscopic and microscopes of sperm quality. The data obtained were investigated by random investigation. The result of the research showed that there was no significant or real effect (P>0.05) of protected palm and fish oil supplementation in concentrate on Hybrid Ettawa goats and no significant or real interaction (P>0.05) on motility, viability, and abnormalities of Hybrid Ettawa Goats. The conclusion of the research was that the protected palm and fish oil supplementation in concentrate did not influence on Hybrid Ettawa Goats sperm quality. Keyword  : concentrare, sperm quality,fish oil, palm oil, supplementation.
PENGARUH KUALITAS THINNER PADA CAMPURAN CAT TERHADAP HASIL PENGECATAN INDRA PERMANA, FACHRUDIN; ANWAR, SAIFUL
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Thinner adalah larutan yang memiliki komposisi  dari beberapa tipe solvent dan merupakan bahan campuran yang digunakan dalam proses pengecatan yang akan mempengaruhi kekentalan, kekilapan, dan pengeringan cat. Diketahui bahwa fenomena tentang aplikasi thinner dimana tidak maksimalnya suatu proses penguapan reaksi thinner serta pembentukan lapisan cat yang terjadi sesudahnya disebabkan oleh jenis thinner yang tidak tepat. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian tentang aplikasi beberapa kualitas thinner pada suatu campuran cat yang ideal agar diketahui pengaruh-pengaruh yang terjadi di dalamnya. Yang pengecatannya menggunakan trainer untuk memastikan variabel-variabelnya tidak berubah kemudian diuji pada dua tingkat kualitas cat, yakni cat berkualitas sedang (medium quality) dan cat berkualitas rendah (low quality). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Obyek penelitian adalah tiga merek thinner yang memiliki karakteristik dan tingkat kualitas yang berbeda, yaitu A special, cemerlang dan autoglow yang divariasikan dengan perbandingan 1:0,8, 1:1, 1:1,2, 1:1,4 dan 1:1,5 yang di aplikasikan dengan dua cat beda kualitas yakni nippe 2000 dan danagloss. Analisis data menggunakan metode deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan  adalah tess cromatografi dan gloss meter. Dari penelitian eksperimen ini didapatkan hasil terbaik dengan perbandingan 1:1,4 pada cat nippe 2000 dicampur dengan thinner A special di dapatkan angka GU 89,1 sebagai sampel terbaik, dan pada perbandingan 1:1,5 dengan sampel danagloss dicampur dengan thinner cemerlang didapatkan angka GU 87 sebagai hasil terbaik. Dan peneliti menemukan bahwa campuran yang terlalu encer memang memiliki kekilapan yang bagus tetapi cat akan meleleh karena cat yang di semprotkan tidak dapat menempel ke permukaan plat, dan kualitas dari sample thinner terbaik yaitu auto glow mengalami kehilangan kekilapan setelah mengering. Kata kunci : glossmeter, thinner, rasio campuran