Irwandi Ansori
Universitas Bengkulu

Published : 20 Documents
Articles

Found 20 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN ODONATA (Dragonflies) DI BEBERAPA PERSAWAHAN BERDASARKAN SEX RASIO ODONATA DEWASA DAN PANJANG TUBUH (INSTAR) NIMFA ODONATA Ansori, Irwandi
Prosiding Seminar Biologi Vol 11, No 1 (2014): Seminar Nasional XI Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.277 KB)

Abstract

The research on Odonata diversity was conducted in Antapani, Cigadung, Dago Pakar and Dago Pojok paddy fields located in Bandung. The objectives of the study were to identify Odonata species, to analyse the population dynamics and abundance of Odonata. Adults of Odonata were taken by sweeping net (depth 60 cm, Ø 30-38 cm), and nymphs were caught by sieve of the size of Ø 30 cm. The samples were done taken paddy growth. Adults. Two (2) families of adult Odonata were identified and consist of 4 species, i.eOrthetrum sabina (Libellulidae), Crocothemis servilia (Libellulidae), Neurothemis terminata (Libellulidae) and Anaciaeshna jaspidea (Aeshnidae). Three (3) species of nymphs Odonata were identified, i.e: Orthetrum sabina (Libellulidae), Crocothemis servilia (Libellulidae), and Anaciaeshna jaspidea (Aeshnidae). The result of this research showedthat Crocothemis servilia (Libellulidae) and Orthetrum sabina (Libellulidae) were dominant species in four research location. In the early  paddy growth (vegetatif phase to pregnant phase ~ 22 - 27 day) showed the highest number of Odonata (adult and nymph) compared with the other phase, by the time there will be a decrease in the population of Odonata. The sex ratio on adult Odonata show that male Odonata is more biggestthan Odonata female. The highest lenght of odonata nympha at vegetative and  primodial phase at the first stage of paddy growth and the lowest lenght at bunting, masak susu and masak penuh phase. Keywords : Odonata, Sex Rasio, Body Lenght (Instar)
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MELALUI LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS MASALAH Arestu, Olyvia Oshi; Karyadi, Bhakti; ansori, irwandi
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Unib press Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.726 KB) | DOI: 10.33369/diklabio.2.2.58-66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD Biologi berbasis problem based learning pada materi pencemaran lingkungan dalam upaya meningkatkan kemampuan memecahkan masalah peserta didik kelas X SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Metode penelitian yang digunakan adalah R & D dengan mengadopsi model Dick & Carey, yang terdiri dari 9 tahapan. Subjek penelitian adalah 31 orang peserta didik kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah. Variabel penelitian adalah kemampuan memecahkan masalah peserta didik. Instrument yang digunakan untuk mengukur kemampuan memecahkan masalah berupa tes tertulis. Hasil dari pengembangan LKPD Biologi berbasis problem based learning materi pencemaran lingkungan terdiri atas lima unsur kerangka umum dan sembilan unsur kerangka inti. Hasil penilaian validasi keseluruhan aspek pada bahan ajar LKPD Biologi berbasis problem based learning materi pencemaran lingkungan yang dikembangkan memiliki kelayakan sangat baik dengan persentase 90,62%. Hasil pretest dan posttest kemampuan memecahkan masalah peserta didik sebelum dilakukan uji coba LKPD dan setelah diujicobakan LKPD menunjukkan adanya peningkatan hasil dengan rerata skor 61 menjadi 78. Maka pembelajaran dengan menggunakan LKPD Biologi hasil pengembangan problem based learning dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah peserta didik pada materi pencemaran lingkungan kelas X SMA.Kata Kunci : LKPD, memecahkan masalah,  problem based learning.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA amyani, era siska; ansori, irwandi; irawati, sri
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Unib press Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.749 KB) | DOI: 10.33369/diklabio.2.1.15-20

Abstract

dan hasil belajar siswa kelas VIII2 SMP Negeri 03 Kota Bengkulu. Penelitian deskriptif ini dilakukan dalam dua siklus dengan setiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru biologi dan seluruh siswa kelas VIII2 SMP Negeri 03 Kota Bengkulu tahun ajaran 2016/2017. Hasil belajar yang diamati dari aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Aspek kognitif dianalisis dari lembar tes, sedangkan aspek afektif dan psikomotorik dianalisis menggunakan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu rerata dan kategori skor. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru dan siswa pada siklus I berkategori cukup dengan rerata skor 22. Hasil penelitian ini meningkat di siklus II menjadi kategori baik dengan rerata skor 27. Hasil belajar kognitif siswa pada siklus I dengan persentase ketuntasan klasikal 72,5% meningkat di siklus II dengan persentase ketuntasan klasikal 87,5%. Hasil belajar afektif siswa dengan persentase ketuntasan 57,5%  di siklus I menjadi 85% di siklus II. Hasil belajar psikomotor siswa dengan persentase ketuntasan 60% di siklus I meningkat menjadi 100% di siklus II. Berdasarkan hasil tersebut dapa disimpulkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas VIII2 SMP Negeri 03 Kota Bengkulu.Kata kunci: Discovery Learning, Aktivitas Guru dan Siswa, Hasil Belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA ulansari, putri tuti; ansori, irwandi; yennita, yennita
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Unib press Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.843 KB) | DOI: 10.33369/diklabio.2.1.27-33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas mengajar guru dan aktivitas belajar siswa serta meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran biologi dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri di kelas XI IPA 6 SMA Plus Negeri 7 Kota Bengkulu pada materi sistem ekskresi manusia. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan metode deskriptif. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri atas 4 tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu peneliti sebagai guru dan siswa kelas XI IPA 6 SMA Plus Negeri 7 Kota Bengkulu tahun ajaran 2016/2017. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi dan tes. Instrument penelitian berupa lembar observasi untuk mengetahui aktivitas mengajar guru dan aktivitas belajar siswa, sedangkan lembar tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar biologi siswa. Hasil analisis data aktivitas guru siklus I diperoleh skor rata-rata 19 (cukup), siklus II menjadi 24 (baik). Hasil analisis data observasi aktivitas siswa siklus I diperoleh skor rata-rata 19 (cukup), siklus II menjadi 24 (baik). Selanjutnya data hasil belajar siswa siklus I dianalisis berdasarkan kriteria ketuntasan belajar klasikal dan diperoleh persentase ketuntasan belajar klasikal yaitu 80,56% yang termasuk kedalam kriteria belum tuntas dan pada siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan dengan ketuntasan belajar klasikal yaitu 90,67% dan termasuk dalam kriteria tuntas. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.Kata kunci: Aktivitas, Hasil Belajar, Model Pembelajaran Inkuiri, Sistem Ekskresi.
PENGEMBANGAN BUKU SAKU BERDASARKAN HASIL EKSPLORASI TANAMAN OBAT SUKU windayani, windayani; kasrina, kasrina; ansori, irwandi
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Unib press Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.838 KB) | DOI: 10.33369/diklabio.2.1.51-57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain buku saku Biologi materi Plantae SMA kelas X berdasarkan hasil eksplorasi tanaman obat Suku Rejang di Desa Pulo Geto dan Desa Pulo Geto Baru  Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang. Tahapan penelitian ini adalah (1) Potensi dan masalah, (2) Pengumpulan data, (3) Desain produk, (4) Validasi produk, (5) Revisi desain, (6) Uji keterbacaan, dan (7) revisi desain. Hasil penelitian diperoleh 72 jenis, 32 suku tumbuhan obat yang dimanfaatkan. Suku yang paling banyak dimanfaatkan adalah Zingiberaceae dan Cucurbitaceae. Uji kelayakan bahan ajar berupa buku saku oleh 3 ahli termasuk dalam “Sangat Baik” dengan persentase keidealan keseluruhan yaitu 89,6%. Hasil respon dari 20 siswa terhadap  buku saku termasuk dalam “Sangat Baik” dengan persentase keidealan keseluruhan yaitu 90,7%. Desain buku saku berdasarkan uji kelayakan dan keterbacaan terdiri dari: 1) Sampul depan; 2) Kata pengantar; 3) Daftar isi; 4) KI, KD, Materi Pokok, Indikator dan Tujuan Pembelajaran; 5) Bagian pendahuluan; 6) Bagian isi ; 8) Latihan Soal; 9) Kunci Jawaban; 10) Bagian penutup terdiri dari: Glosarium, Daftar Pustaka, dan Tentang penulis.Kata Kunci : Etnobotani, Penelitian dan Pengembangan, Buku Saku
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA okta, puspira dwi; yennita, yennita; ansori, irwandi
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Unib press Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.204 KB) | DOI: 10.33369/diklabio.2.1.86-95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran, serta mendeskripsikan hasil belajar IPA Biologi siswa kelas VIIb SMPN 3 Marga Sakti Seblat dengan penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, tindakan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru IPA Biologi sebagai peneliti dan seluruh siswa di kelas VIIb SMPN 3 Marga Sakti Seblat. Instrumen penelitian berupa lembar observasi untuk memperoleh data aktivitas guru dan siswa serta lembar tes untuk memperoleh data hasil belajar siswa. Hasil analisis data observasi  aktivitas guru pada siklus 1 diperoleh rerata skor 21 dengan kriteria baik, kemudian meningkat disiklus II skor aktivitas guru meningkat menjadi 22 dengan kriteria baik. Hasil analisis data observasi aktivitas siswa pada siklus 1 diperoleh  rerata skor 21 dengan kriteria baik, kemudian meningkat disiklus II  menjadi 22 dengan kriteria baik. Presentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus I sebesar 47,22 % dengan kriteria belum tuntas, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 75 % dengan kriteria tuntas. Dari hasil analisa data tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model PBM dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa serta hasil belajar IPA Biologi siswa kelas VIIb SMPN 3 Marga Sakti Seblat.Kata kunci: Hasil Belajar, Aktivitas belajar dan mengajar, Pembelajaran Berbasis Masalah
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI SISWA SMP Fitriani, Ulvia; Karyadi, Bhakti; Ansori, Irwandi
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Unib press Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.937 KB) | DOI: 10.33369/diklabio.1.1.82-90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas mengajar guru dan meningkatkan pemahaman konsep siswa Kelas VIIF SMPN 11 Kota Bengkulu melalui penerapan model discovery learning pada materi Pencemaran Lingkungan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan metode deskriptif yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu : tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIIF SMPN 11 Kota Bengkulu. Teknik penentuan sampel yang digunakan yaitu convenience sampling. Variabel penelitian ini adalah model discovery learning, aktivitas mengajar guru dan pemahaman konsep siswa. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dan tes. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisa deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh skor rata-rata aktivitas guru pada siklus I yaitu 21 (Baik), dan pada siklus II skor aktivitas guru meningkat menjadi 23,5 (Baik). Adapun persentase ketuntasan pemahaman konsep siswa pada siklus I yang termasuk ke dalam kriteria belum tuntas yaitu 55,6% dan pada siklus II persentase ketuntasan pemahaman konsep siswa mengalami peningkatan menjadi 76,7% dan termasuk dalam kriteria tuntas. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa model discovery learning dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa Kelas VIIF SMPN 11 Kota Bengkulu.Kata Kunci: discovery learning, pemahaman konsep, pencemaran lingkungan
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN KEMAMPUAN MENALAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR 5E Perta, Presilia Aditya; Ansori, Irwandi; Karyadi, Bhakti
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Unib press Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.844 KB) | DOI: 10.33369/diklabio.1.1.72-81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan kemampuan menalar siswa kelas XI IPA 1 SMAN 1 Kota Bengkulu melalui model pembelajaran Siklus Belajar 5E. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian tindakan kelas dengan metode deskriptif. Penelitian terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMAN 1 Kota Bengkulu tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 31 orang. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi aktivitas siswa, dan lembar tes kemampuan menalar siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung rerata skor dan menentukan kriteria aktivitas dan kemampuan menalar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor aktivitas siswa pada siklus I sebesar 2,9 (Baik), dan pada siklus II meningkat menjadi 3,0 (Baik). Rerata skor kemampuan menalar siswa pada siklus I yaitu 76,41 (Cukup), dan pada siklus II meningkat menjadi 85,48 (Baik). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah penerapan model Siklus Belajar 5E dapat meningkatkan aktivitas dan kemampuan menalar siswa kelas XI IPA 1 SMAN 1 Kota Bengkulu pada materi Sistem Ekskresi.Kata Kunci: aktivitas siswa, kemampuan menalar, model siklus belajar 5E
PENERAPAN MODEL PBM UNTUK MENINGKATKAN KINERJA DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA Lestari, Dini Dwi; Ansori, Irwandi; Karyadi, Bhakti
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Unib press Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.483 KB) | DOI: 10.33369/diklabio.1.1.45-53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas guru, kinerja, dan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Sistem Ekskresi di kelas XIIPA3 SMA Negeri 1 Kota Bengkulu dengan menerapkan model Pembelajaran  Berbasis Masalah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu : tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan seluruh siswa kelas XIIPA3 SMA Negeri 1 Kota Bengkulu yang berjumlah 33 orang.  Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data aktivitas guru dan kinerja siswa adalah teknik observasi, menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi penilaian kinerja. Adapun teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data kemampuan berpikir kritis yaitu tes tertulis menggunakan lembar tes berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru, kinerja dan kemampuan berpikir kritis siswa. Rata-rata skor aktivitas guru pada siklus I yaitu 28 (baik) meningkat di siklus II menjadi 30 (baik). Kinerja siswa mengalami peningkatan yaitu pada siklus I 57,25% dengan kriteria cukup pada siklus II meningkat menjadi 72,5% dengan kriteria baik. Hasil kemampuan berpikir kritis pada siswa di siklus I memperoleh persentase klasikal 59,39% dengan kriteria cukup kritis, di siklus II meningkat menjadi 73,33% dengan kriteria kritis. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan aktivitas guru, kinerja dan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sistem ekskresi di  kelas XIIPA3 SMA Negeri 1 Kota Bengkulu.Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Kinerja dan Kemampuan berpikir kritis, Biologi SMA
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI-IPA3 SMAN 1 REJANG LEBONG Agustina, Rahayu Suci; Ansori, Irwandi; yani, ariefa primair
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Unib press Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.902 KB) | DOI: 10.33369/diklabio.2.2.80-85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas guru dan peserta didik serta hasil belajar peserta didik pada pembelajaran konsep sistem koordinasi dengan menerapkan Model PBL di kelas XI-IPA 3 SMAN 1 Rejang Lebong. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam  dua siklus. Subjek penelitian ini adalah guru biologi yaitu peneliti dan semua peserta didik kelas XI-IPA 3 SMAN 1 Rejang Lebong. Variabel penelitian ini adalah Model Pembelajaran Berbasis Masalah, aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi dan lembar tes. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pada siklus I skor aktivitas guru yaitu 26 tergolong kriteria baik, aktivitas peserta didik skor 25,5 tergolong kriteria baik, dan hasil belajar peserta didik yaitu 63,64% tergolong kriteria belum tuntas. Pada siklus II skor aktivitas guru yaitu 27 kriteria baik, aktivitas peserta didik 27 kriteria baik, dan hasil belajar peserta didik mencapai 81,82 % kriteria tuntas. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan Model PBL dapat meningkatkan aktivitas guru dan peserta didik serta hasil belajar peserta didik  kelas XI-IPA 3 SMAN 1 Rejang Lebong pada konsep sistem koordinasi.Kata Kunci: Aktivitas Siswa, Hasil Belajar, Pembelajaran Berbasis Masalah