Nita Anggraeni
Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang

Published : 3 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Pemanfaatan Lumpur Limbah Cair B-3 yang Mengandung Pb dan Cr dari Industri Percetakan sebagai Bahan Baku Tambahan Pembuatan Paving Block (Studi Kasus PT Gramedia Group, Jakarta) HN, Widiastuti; Zaman, Badrus; Anggraeni, Nita
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 13, Nomor 2, Edisi XXXII, JUNI 2005
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.559 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v13i2.3911

Abstract

Printing industrial wastewater represented hazardous waste. Processing of printing industrial wastewater still yielded by sludge which needing furthermore processing, because it contained heavy metal Pb and Cr, which also had the character of B-3, as does its wastewater. Processing of hazardous waste with solidification process represented the way of processing as efficient and effective alternative and also profit in expense of to the printing industry and to continuity of environment. Sludge could be use as aggregate, which was the raw material in making of block pavement with sand, cement, and water. Research of sludge exploited as an addition of paving block had the character of experimental made block pavement by varied 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, 40% sludge in sand. Results indicated that with substitution until 30 % of sludge weight replacing sand as aggregate in the reality could yielded block pavement powerfully depress fulfilling SNI 03-0691-1996. The highest strength depress was yielded by addition 10% of sludge powerfully depress 229.375 kg / cm2 and was absorption of water 11.334%. Leaching test with submerged simulation gave result that concentration of Pb and Cr still below standard quality of hazardous waste that was 0,1ppm and 0,5 ppm and was leaching rate of pavement block downhill progressively by increasing day it of submerged. Result of this research was expected could become alternative processing of hazardous waste and advantaging in expense. Keywords: sludge, hazardous waste, solidification, block pavementPermalink: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/mkts/article/view/3911[How to cite: Widiastuti HN, Zaman, B. dan Anggraeni, N., 2005, Studi Pemanfaatan Lumpur Limbah Cair B-3 yang Mengandung Pb dan Cr dari Industri Percetakan sebagai Bahan Baku Tambahan Pembuatan Paving Block (Studi Kasus PT Gramedia Group, Jakarta), Jurnal Media Komunikasi Teknik Sipil, Volume 13, Nomor 2, pp. 75-8]
Nita Anggraeni NEGARA BERKEMBANG, PERLINDUNGAN PRODUK DALAM NEGERI DALAM KONTEKS HUKUM PERDAGANGAN INTERNASIONAL WORLD TRADE ORGANIZATION (WTO) Anggraeni, Nita
Al-Ahkam Vol 13 No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Faculty of Sharia State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.051 KB) | DOI: 10.32678/ajh.v13i1.1749

Abstract

Keanggotaan WTO terbanyak adalah negara berkembang. Berjumlah sekitar dua per tiga dari total anggota WTO sebanyak 164 negara. Mereka memainkan peran sangat aktif dan penting di WTO karena jumlahnya yang banyak, peranan mereka menjadi lebih penting dalam ekonomi global, karena negara berkembang semakin melihat perdagangan sebagai alat vital dalam usaha pembangunan negaranya. Negara berkembang terdiri memiliki kelompok dan setiap kelompok dengan permasalahan yang berbeda. Status negara berkembang di WTO memiliki hak-hak khusus. Beberapa ketentuan dalam beberapa Perjanjian WTO memberi negara berkembang masa transisi yang lebih lama sebelum mereka diwajibkan untuk sepenuhnya melaksanakan kesepakatan juga mereka dapat menerima bantuan teknis. Anggota WTO yang mengumumkan dirinya sebagai negara berkembang tidak secara otomatis mendapat  keuntungan dari beberapa anggota negara maju seperti  dalam prinsip General System of Preference (GSP). Dalam praktiknya terdapat preferensi yang menentukan daftar negara-negara berkembang yang akan mendapatkan keuntungan dari sistem  tersebut. Permasalahan yang banyak dihadapi negara berkembang adalah bagaimana produk lokal dapat bersaing dengan produk impor. WTO memiliki berberapa alternatif perlindungan produk lokal bagi negara anggota akan tetapi banyak perlakuan khusus untuk negara berkembang. Kata Kunci Negara Berkembang, Perdagangan, WTO