Articles

THE EFFECTIVENESS ASSESSEMENT OF CORAL REEF MANAGEMENT (CASE STUDY : MARINE CONSERVATION AREA (MPA) BIAWAK ISLAND AND AREA, INDRAMAYU DISTRICT) Salsabiela, Mutiara; Anggoro, Sutrisno; Purnaweni, Hartuti
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 10, No 1 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.10.1.13-18

Abstract

Utilization of coral reefs by destructive and not environmentally friendly as well as water pollution , making it be in a worrying condition .condition of coral reefs in 2012 on the Biawak Island, 45.4% were in good condition and the remaining 27.3% were in fairly good condition and 27.4% are in poor condition with the risk index of 2.96 to 3.84 (southern part of the Biawak island). Establishment of MPA is one alternative policies management and protection of coral reefs and marine life that live in it, so hope to protect coral reefs and marine environment from adverse impacts.This study aims to assess the effectiveness of the management of coral reefs in MPA Biawak island and it was conducted in November-December 2013. The effectiveness of the management of coral reefs in Biawak island using a scorecard (Coremap-II) which includes the biophysical aspects of coral reef habitat conditions, social-economic and governance.The results showed that the effectiveness of the management of coral reefs in the MPA Biawak island and obtained scores around 139 with a percentage rating of 73.52%, it means less effective management. Keywords : Effectiveness, Management, Coral Reef, MPA Biawak Island
THE EFFECTS OF ENVIRONMENTAL FACTORS ON THE DYNAMIC GROWTH PATTERN OF MANGROVE AVICENNIA MARINA Hastuti, Endah Dwi; Anggoro, Sutrisno; Pribadi, Rudhi
JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT Vol 16, No 1 (2012): Volume 16, Number 1, Year 2012
Publisher : JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Avicennia marina is a species of mangrove tree occurs in the intertidal zones of estuarine areas in Asia, including Indonesia. Mangrove within the genus member of Avicennia have long dominated many coastal areas along Semarang and Demak coasts. The aim of this research was to analyze the effect pattern of several environment parameters to Avicennia seedling growth rate. Observation was held by setting 8 stations with 3 transects, each including mangrove survey and environment parameter measurements. Mangrove survey including seedling and sapling stage occupying 1 x 1 m and 5 x 5 m transect plot respectively. While environmental factor measurements including on site measurement for temperature, salinity, pH and DO and laboratory analysis for organic matter, nutrient (N,P,K) and sediment structure. The results showed there were 2 effect pattern for environmental parameters observed including polynomial quadratic and logarithmic patterns. Parameters which had polynomial quadratic pattern including salinity, DO, P, sand and silt, while parameters which had logarithmic pattern were temperature, pH, organic matter and N.
KEBIASAAN MAKANAN DAN OSMOREGULASI SEBAGAI LANDASAN DOMESTIKASI KEONG MACAN (Babylonia spirata L.) Novian, Sansistya Dita; Anggoro, Sutrisno; Rachmawati, Diana
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.701 KB)

Abstract

Keong Macan (Babylonia spirata L.) merupakan sumberdaya hayati yang memiliki nilai ekonomis karena banyak mengandung protein, kandungan lendir yang sedikit, rasanya enak dan mudah dalam pengelolaannya. Pemanfaatan keong macan yang dilakukan secara besar-besaran dan tidak sesuai dengan kemampuan regenerasi organisme tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makanan, jenis makanan yang terdapat pada perut, mengkaji hubungan panjang cangkang dan berat bobot total hasil tangkapan, dan mengetahui tingkat serta pola osmoregulasi keong macan di alam. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2011 di Perairan Laut Kartini Jepara. Pengamatan sample dilakukan di laboratorium LPWP Jepara dan laboratorium Hidrobiologi Fakultas Perikanan Universitas Diponegoro. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak empat kali setiap dua minggu sekali di Perairan Laut Kartini Jepara. Pada setiap titik, contoh diambil sebanyak 100 ekor. Penelitian ini menggunakan beberapa metode yaitu, untuk pemeriksaan kebiasaan makanan menggunakan metode gravimetrik, pemeriksaan osmoregulasi dilakukan dengan cara menghitung tingkat kerja osmotik berdasarkan perbedaan nilai osmolaritas haemolymph keong macan dan osmolaritas air laut, pemeriksaan osmolaritas menggunakan osmometer, dan sifat pertumbuhan ditentukan berdasarkan analisis hubungan panjang berat. Pola osmoregulasi keong macan di alam berada pada kondisi regulasi isoosmotik dengan rentang salinitas 31.5 hingga 32.3 ‰ dan Osmolaritas haemolymph pada rentang 924.90 hingga 935.32 mOsm/l H2O. Beban kerja osmotik (TKO) paling mendekati isoosmotik yaitu pada salinitas 32 ‰ dengan osmolaritas media pada nilai 935.32 mOsm/l H2O. Pada penelitian kondisi isoosmotik optimal terdapat pada stasiun I dan IV. Domestikasi keong macan mulai tahap aklimasi sampai kultivasi perlu memperhatikan kebutuhan media isoosmotik, yaitu 31.5 hingga 32.3 ‰ (924.90 hingga 935.32 mOsm/l H2O) dengan pakan daging ikan karena keong macan bersifat karnivora.
HUBUNGAN BAHAN ORGANIK DENGAN PRODUKTIVITAS PERAIRAN PADA KAWASAN TUTUPAN ECENG GONDOK, PERAIRAN TERBUKA DAN KERAMBA JARING APUNG DI RAWA PENING KABUPATEN SEMARANG JAWA TENGAH Yuningsih, Hartati Dwi; Anggoro, Sutrisno; Soedarsono, Prijadi
Management of Aquatic Resources Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.433 KB)

Abstract

Tanah tersusun oleh bahan padatan, air dan udara. Bahan padatan ini meliputi mineral berukuran pasir, debu, dan liat serta bahan organik. Bahan organik memegang peranan penting dalam menetukan kesuburan tanah, baik secara fisik, kimiawi, maupun biologis. Produktivitas perairan merupakan laju produksi karbon organik persatuan waktu yang merupakan hasil penangkapan energi matahari oleh tumbuhan hijau untuk diubah menjadi energi kimia melalui fotosintesis. Besarnya produktivitas perairan mengindikasikan besarnya ketersediaan bahan organik terlarut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara bahan organik dengan produktifitas perairan di  danau Rawa Pening.Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel sedimen dan air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Metode purposive sampling digunakan untuk pengambilan sampel dengan 3 stasiun dan 3 kali pengulangan. Data yang diukur meliputi bahan organik, produktivitas perairan, nisbah C/N, DO, kedalaman, kecerahan, suhu, pH tanah, dan pH air. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2013.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keramba Jaring Apung memiliki kandungan bahan organik dan produktivitas perairan yang paling tinggi. Kandungan bahan organik pada setiap stasiun sangat tinggi yakni ≥ 55% serta nilai produktivitas perairan pada setiap titik yaitu ≥ 343 (mgC/m2/jam). Hasil uji regresi menunjukkan kandungan bahan organik berpengaruh terhadap tingginya produktivitas perairan, serta memiliki hubungan linier positif dan sangat erat. 
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT TANGKAP IKAN HIAS RAMAH LINGKUNGAN TERHADAP TINGKAT KERUSAKAN TERUMBU KARANG DI GOSONG KARANG LEBAR KEPULAUAN SERIBU Marwadi, Alifhannizar; Anggoro, Sutrisno; Suryanti, -
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.099 KB)

Abstract

Terumbu karang merupakan ekosistem pesisir yang memiliki produktivitas tinggi. Banyak ancaman yang mempengaruhi kehidupan karang, salah satunya adalah aktivitas penangkapan ikan hias laut. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan observasi, yaitu dengan membandingkan data tutupan karang di area tangkap ikan hias perairan Gosong Karang Lebar Kepulauan Seribu yang telah diambil pada tahun 2003, 2005, 2007, 2009 dan 2011 oleh Yayasan Terumbu Karang Indonesia. Perbandingan data tutupan karang tersebut nantinya digunakan untuk mengetahui perbedaan tingkat kerusakan terumbu karang sebelum diterapkannya alat tangkap ikan hias ramah lingkungan yaitu sebelum tahun 2006 dan setelah diterapkan alat tangkap ikan hias ramah lingkungan yaitu tahun 2006 sampai sekarang. Dari hasil analisis statistik independent sample t-test didapatkan nilai Probabilitas/ Sig. (2-tailed) sebesar 0,458. Hal ini berarti probabilitasnya di bawah taraf signifikansi 0,46. Maka H0 ditolak atau dapat dinyatakan bahwa persentase tutupan karang sebelum dan setelah adanya penerapan alat tangkap ikan hias ramah lingkungan berbeda. Hasil statistik deskriptif menunjukkan adanya peningkatan rata-rata persentase tutupan karang setelah adanya penerapan alat tangkap ikan hias ramah lingkungan adalah sebesar 34.2075%. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan persentase tutupan karang sebelum adanya penggunaan alat tangkap ikan hias ramah lingkungan yaitu sebesar 27.7100%.
PENILAIAN PENCEMARAN PERAIRAN DI POLDER TAWANG SEMARANG DITINJAU DARI ASPEK SAPROBITAS Suprobo, Harisya Diah; Anggoro, Sutrisno; Soedarsono, Prijadi
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.513 KB)

Abstract

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan disuatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Polder Tawang Semarang merupakan suatu sistem untuk memproteksi air limpahan dari luar kawasan dan mengendalikan muka air di dalam Kota Lama. Polder Tawang Semarang mempunyai masalah pencemaran akibat limbah yang berasal dari limbah kota, pasar ikan, industri, dan rumah tangga yang masuk ke perairan yang berpengaruh terhadap kekeruhan,bau air dan pertumbuhan mikroorganisme.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mengetahui tingkat saprobitas di Polder Tawang Semarang berdasarkan nilai SI (Saprobik Indeks) dan TSI (Tropik Saprobik Indeks), mengetahui hubungan antara saprobitas perairan dengan variabel kualitas air (BOD dan DO), serta mengetahui tingkat pencemaran air menggunakan penilaian saprobitas perairan. Penelitian ini menggunakan plankton sebagai materi utama yaitu sampel air dan sampel plankton. Komunitas fitoplankton yang terdapat di Polder Tawang Semarang terdapat 14 genera fitoplankton. Berdasarkan nilai kelimpahan individu fitoplankton dengan nilai rata-rata sebesar 8.423- 8.774 ind/L, sedangkan nilai Saprobik Indeks (SI) berkisar (-0,33) – (0,09) dan Tropik Saprobik Indeks berkisar (-0,67) – (0,14) maka tingkat pencemaran di Polder Tawang Semarang selama penelitian diketegorikan sebagai pencemaran sedang sampai berat (α-mesosaprobik). Dari hasil uji regresi antara saprobitas perairan dengan BOD dan DO menunjukkan adanya korelasi yang kuat yang berarti kontribusi pengaruh BOD dan DO terhadap saprobitas cukup besar.
DOMESTIKASI IKAN KERAPU MACAN (Epinephelus fuscoguttatus) MELALUI OPTIMALISASI MEDIA DAN PAKAN Rahmawati, Isna Yunita; Anggoro, Sutrisno; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.056 KB)

Abstract

Ikan Kerapu macan adalah salah satu ikan karang yang potensial untuk dibudidayakan, kendala yang dihadapi semakin sulitnya ditemukannya bibit yang terdapat di alam maka harus dikurangi eksploitasi bibit dari alam. Domestikasi merupakan suatu cara pengadopsian hewan dalam suatu populasi yang hampir punah (terancam kelestariannya) dari kehidupan liar  (habitat asli) ke dalam lingkungan budidaya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap pola osmoregulasi, pertumbuhan, dan efisiensi pemanfaatan pakan. Pola osmoregulasi  kerapu macan pada perlakuan S3 dengan salinitas media 30 ppt (isoosmotik) , sedangakan perlakuan S1  dengan salinitas media 22 ppt dan perlakuan S2 dengan salinitas  media 26ppt (hipoosmotik),dan perlakuan S4 dengan salinitas 34 ppt (hiperosmotik). Tingkat kerja osmotik terendah berada pada perlakuan S3 (30ppt) sebesar 10,20 mOsm/l H2O, sedangkan pada perlakuan S1 (22 ppt) memiliki Tingkat kerja osmotik tertinggi yaitu sebesar 157,11 mOsm/l H2O. Laju pertumbuhan mutlak dan efisiensi pemanfaatan pakan terbaik pada perlakuan  S3(30 ppt), yaitu 3,84 g dan 18,55%.
Pola Osmoregulasi, Pertumbuhan dan Kelulushidupan Keong Macan (Babylonia spirata L) pada Media dengan Salinitas Berbeda Maulana, Reza; Anggoro, Sutrisno; Rachmawati, Diana
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.644 KB)

Abstract

Keong macan (Babylonia spirata L) merupakan sejenis gastropoda yang mempunyai toleransi yang tinggi terhadap salinitas, namun salinitas juga merupakan faktor kritis terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan keong macan. Salinitas media berperan dalam mengendalikan proses osmoregulasi keong macan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap pola osmoregulasi, pertumbuhan dan kelulushidupan keong macan pada media dengan salinitas berbeda. Materi yang digunakan adalah keong macan (Babylonia spirata L) yang diperoleh dari perairan Jepara dengan rata-rata bobot awal ±8,4 g/ekor dengan kepadata 2 ekor/L. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Sistematis (RAS) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan pada tiap perlakuannya dengan faktor utamanya adalah salinitas media. Perlakuan yang diujikan adalah dengan perlakuan S1 dengan salinitas 27 ppt (Hipo-osmotik), S2 dengan salinitas 31 ppt (Iso-osmotik), dan S3 dengan salinitas 35 ppt (Hiper-osmotik). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap Tingkat Kerja Osmotik (TKO), pertumbuhan dan kelulushidupan keong macan. Pola osmoregulasi keong macan pada perlakuan S2 (31 ppt) mengalami pola regulasi iso-osmotik, sementara pada perlakuan S1 (27 ppt) mengalami pola regulasi hiper-osmotik, sedangkan pada perlakuan S3 (35 ppt) mengalami pola regulasi hipo-osmotik. TKO terendah berada pada perlakuan S2 (31 ppt) sebesar 0,14 mOsm/l H2O, sedangkan pada perlakuan S1 (salinitas 27 ppt) memiliki tingkat kerja osmotik (TKO) tertinggi yakni sebesar 135,87 mOsm/l H2O. Laju pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik terbaik berada pada perlakuan S2 (31 ppt) dengan nilai masing-masing sebesar 3,10% dan 0,35%. Tingkat kelulushidupan (SR) keong macan terbaik berada pada perlakuan S2 (31 ppt) dengan nilai SR 100%.
DOMESTIKASI LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) MELALUI OPTIMALISASI MEDIA DAN PAKAN Rahmawati, Yunita Asrofania; Anggoro, Sutrisno; Subiyanto, -
Management of Aquatic Resources Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.763 KB)

Abstract

Lobster air tawar menghadapi banyak hambatan dalam upaya peningkatan produksi lobster air tawar seperti tingkat pertumbuhan yang kurang optimal serta tingginya tingkat kematian pada fase pasca larva, salah satunya karena faktor salinitas. Domestikasi merupakan suatu cara pengadopsian hewan dalam suatu populasi yang hampir punah (terancam kelestariannya) dari kehidupan liar (habitat asli) ke dalam lingkungan budidaya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap pola osmoregulasi, pertumbuhan, dan efisiensi pakan. Pola osmoregulasi lobster air tawar pada perlakuan S3 (14 ppt) mengalami pola osmoregulasi  isosmotik, sedangkan S4 (21 ppt) mengalami pola osmoregulasi hiperosmotik. TKO terendah terdapat pada perlakuan S3 (14 ppt) sebesar 30,54±0,01 mOsml/l H20, sedangkan pada perlakuan S4 (21 ppt) memiliki TKO tertinggi yaitu sebesar 287,82±0,04 mOsml/l H20. Laju pertumbuhan mutlak terbaik pada perlakuan S3 (14 ppt) yaitu 3,51 gr dan efisiensi pakan pada perlakuan S3 (14 ppt) sebesar 20,04%.
EVALUASI UPAYA KONSERVASI MANGROVE BERDASARKAN TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DI DESA TIMBUL SLOKO, SAYUNG, DEMAK Setyoningsih, Dwi; Anggoro, Sutrisno; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.816 KB)

Abstract

Kondisi mangrove di desa Timbul Sloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak telah mengalami kerusakan akibat abrasi. Hutan mangrove di Kabupaten Demak merupakan salah satu ekosistem yang menerima dampak akibat perencanaan dan pengelolaan yang kurang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi upaya konservasi mangrove, mengetahui partisipasi masyarakat dalam menunjang konservasi mangrove, dan mengetahui hubungan antara partisipasi masyarakat dan upaya konservasi mangrove di desa Timbul Sloko. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 di desa Timbul Sloko, Kecamatan Sayung,  Demak. Variabel yang diukur adalah tingkat upaya konservasi dan partisipasi masyarakat yang  meliputi persepsi, aspirasi dan aksi masyarakat mengenai pengetahuan tentang hutan mangrove dan manfaatnya bagi kehidupan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner sebagai dasar wawancara. Analisis data menggunakan program SPSS untuk uji validitas dan reliabilitas berdasarkan nilai modus kuesioner dari setiap responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya konservasi mangrove di desa Timbul Sloko cukup dipahami oleh responden dengan skor 3; dimana kegiatannya meliputi pemeliharaan mangrove, menyusun rancangan kegiatan pengelolaan mangrove serta kesediaan penggunaan lahan untuk ditanami mangrove dan reboisasi. Sebagian besar responden berpartisipasi aktif dimana untuk responden nelayan 85,7%, wiraswasta 51,0% dan petani 67,9%. Hubungan antara partisipasi dan upaya konservasi kurang erat, dimana nilai r dan R2 pada nelayan sebesar -0,310 dan 9,61%; pada wiraswasta sebesar -0,247 dan 6,101%; dan pada petani sebesar 0,005 dan 0,003%. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan, rendahnya tingkat pendidikan dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan alam dan turut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh kelompok pengelola. Mangrove condition in the Timbul Sloko village, Sayung sub-district, Demak regency has been degrading because of abrasion. Mangrove forest in Demak is one of the impacted ecosystem due to incorrect planning and management. The purpose of this study were to identify mangrove conservation efforts, to know community participation in supporting mangrove conservation and to know the correlation between community participation and mangrove conservation efforts in the Timbul Sloko village. The research conducted in February 2015 at the Timbul Sloko village, Sayung sub-district, Demak regency. The measured variables were conservation effort level and community participation that composed of perception, aspiration and action on their knowledge about mangrove and it’s benefits for life. Data collected using questionnaires as a based for interview. Data analysed using SPSS to test validity and realibility of modus questionnaire score from respondents. Mangrove conservation effort at the Timbul Sloko village was moderate to be understand by respondents with score of 3, the activities include mangrove cultivation, planning for management and land use availability for planting and reforestation of mangrove. Most respondents participate actively inwhich for respondents fishermen 85.7%,  farmers 51,0% and entrepreneur 67.9%. Correlation between participation and conservation effort was less related in which the r and R2 value for fishermen are -0.310 and 9.61%; entrepreneur -0.247 and 6.101%; and farmers 0.005 and 0.003%. This are happened because lack of knowledge, low education level and less-awareness to protect nature environment and to participate in the organized activities by the management group.
Co-Authors - Djuwito - Subiyanto - Suryanti Adelia Khrisna Putri Agung Setiarto agung Suryanto Agus Hartoko Alifhannizar Marwadi Alva W, Silvia Silvia Grandies Anhar Solichin Arif Budi Wibowo, Arif Budi Azis Nur Bambang Aziz Nur Bambang Bambang Sulardiono Bambang Yulianto Boedi Hendrarto Delis, Putu Cinthia Dewi, Kartika Puspita Dian Bhagawati Diana Rachmawati Djoko Suprapto Djuwito Djuwito Dwi Mulyasih Dwi P Sasongko Dwi Setyoningsih, Dwi Endah Dwi Hastuti Estherina Magdalena, Estherina Faizin, Khabib Ahsanul Farah Nabila Noersativa Fatima, Shintia Nurul Febriyanti, Titin Liana Frida Purwanti Gina Saptiani Hadi Endrawati Hanik Fikri Maulida HARIADI SISWANTORO Harisya Diah Suprobo Hartati Dwi Yuningsih Hartuti Purnaweni Herman Yulianto Hermin Pancasakti Kusumaningrum Herry Boesono Heryastuti, Endah I. Kumalasari Imai Hideyuki Indah Susilowati Irwani Irwani Isna Yunita Rahmawati Ita Widowati Johanes Hutabarat Johannes Hutabarat Lisa F. Indriana Ma'in, M Maghfiroh, Ana Maulana, Heriawan Mohammad Zainuri, Mohammad Muhammad Fadil Muttaqin, Muhammad Fadil Muhammad Zainuri Muliawati Handayani Muryati Muryati Mutiara Salsabiela Nanik Heru Suprapti Niniek Widyorini Noviana Indrayani Nurbambang, Azis Nurcahyo Kursistiyanto Prijadi Soedarsono Pujiono Wahyu Purnomo Qadar Hasani R usmilyansari Rangga Bayu Kusuma Haris, Rangga Bayu Retno Hartati Reza Maulana Richa Rizki Budiasti Rini Budihastuti Rose Dewi Rudhi Pribadi S ubandiyono Said Abdusysyahid Sansistya Dita Novian Santi, Yulia Setia Budi Sasongko Siti Rudiyanti Slamet Budi Prayitno Sri Rejeki Subandiyono Subandiyono Suminto Suminto Supriyati, Siti Suradi W. Saputra Suryanti Suryanti Susanti, Renita Sya?rani, Lachmuddin Syarani, Lachmudin Temmy Temmy Titik Susilowati Tjahjo Winanto, Tjahjo Tjaturahono Budi Sanjoto Tukiman Taruna Ujianti, Rizky Muliani Dwi W. Nugroho Satrioajie Widianingsih Widianingsih Wirasatrio, Fauzima Dwi Yuliani, Tina Anggun Yunita Asrofania Rahmawati Yusmanto Yusmanto