Articles

Found 28 Documents
Search

pengaruh pendekatan mastery learning terhadap pemahaman konsep matematis dan self confidence peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Bandar Lampung

JURNAL LEMMA Vol 4, No 2 (2018): LEMMA : Letters of Mathematics Education
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.535 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil pra survey di SMPN 24 Bandar Lampung diketahui bahwa pemahaman konsep matematis peserta didik masih cukup memperihatikan. Hal tersebut diketahui karena terdapat beberapa indikator dari pemahaman konsep matematis yang tidak dikuasai peserta didik, terlihat dari cara peserta didik mengerjakan soal. Selain pemahaman konsep matematis self-confidence peserta didik juga masih rendah. Hal ini terlihat dari beberapa peserta didik yang melihat jawaban temannya ketika mengerjakan soal. Untuk menyikapi permasalahan tersebut penulis meneliti suatu pendekatan mastery learning terhadap pemahaman konsep matematis dan self-confidence peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Self-Confidence peserta didik lebih baik dengan pendekatan Mastery Learning daripada dengan pendekatan pembelajaran konvensional (2) pemahaman konsep matematis peserta didik lebih dengan pendekatan pembelajaran Mastery Learning daripada dengan pendekatan pembelajaran konvensional (3) pengaruh pemahaman konsep matematis antara self-confidence kelompok tinggi, kelompok sedang, dan kelompok rendah pada peserta didik dengan pendekatann Mastery Learning dan pendekatan konvensional (4) interaksi antara faktor pembelajaran dan percaya diri (tinggi, sedang, dan rendah) peserta didik terhadap pemahaman konsep matematisJenis dari penelitian ini adalah quasy experimental design. populasi penelitian adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 24 Bandar Lampung. Sampel yang digunakan sebanyak 2 kelas yang dipilih dengan teknik acak kelas.Teknik pengumpulan data berupa tes pemahaman konsep matematis,angket,wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji-t dan analisis variansi dua jalan sel tak sama.Pengujian hipotesis menggunakan uji-t dengan taraf signifikan 5% dari data diperoleh thitung = 3,589> ttabel = 2,00 maka H0 ditolak, sedangkan pengujian hipotesis menggunakan anava sel tak sama. Dengan taraf signifikan 5% dari hasil analisis data diperoleh Fahitung = 21,987>Ftabel = 4,010 maka H0 ditolak, Fbhitung=149,010>Ftabel=3,159 maka H0 ditolak, Fab hitung=0,461

Sejarah Teori Peluang dan Statistika

Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2015): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Raden Intan State Islamic University of Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.33 KB)

Abstract

Teori peluang adalah cabang matematika yang bersangkutan dengan peluang, analisis fenomena acak. Obyek utama teori peluang adalah variabel acak, proses stokastik, dan kejadian: abstraksi matematis non-deterministik peristiwa atau kuantitas terukur yang dapat berupa kejadian tunggal atau berkembang dari waktu ke waktu dalam mode tampaknya acak. Jika koin individu melemparkan atau gulungan dadu dianggap peristiwa acak, maka jika berkali-kali mengulangi urutan kejadian acak akan menunjukkan pola-pola tertentu, yang dapat dipelajari dan diprediksi. Dua hasil matematis representatif menggambarkan pola tersebut adalah hukum bilangan besar dan teorema limit pusat.Sebagai dasar matematika untuk statistik, teori peluang adalah penting untuk kegiatan manusia banyak yang melibatkan analisis kuantitatif set besar data. Metode teori peluang juga berlaku untuk deskripsi sistem yang kompleks diberikan pengetahuan hanya sebagian dari negara mereka, seperti dalam mekanika statistik. Sebuah penemuan besar fisika abad kedua puluh adalah sifat peluang fenomena fisik pada skala atom, dijelaskan dalam mekanika kuantum.

PENGARUH METODE QUANTUM LEARNING TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DAN PENGUASAAN KONSEP BIOLOGI KELAS VIII SMP NEGERI 11 BANDAR LAMPUNG

Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.972 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan di SMP Negeri 11 Bandar Lampung yang bertempat di Jl. Sentot Kel. Ketapang Kec. Panjang Bandar Lampung. Permasalahan rendahnya nilai biologi siswa disebabkan kurang aktifnya siswa dalam proses belajar mengajar, selain itu disebabkan karena proses pembelajaran biologi masih berorientasi pada guru (Teacher Centered), sehingga minat belajar siswa dan penguasaan konsep biologi masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran quantum learning terhadap penguasaan konsep biologi siswa kelas VIII SMPN11 Bandar Lampung pada konsep sistem pencernaan dan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran quantum learning terhadap minat belajar siswa kelas VIII SMPN 11 Bandar Lampung pada konsep sistem pencernaaan.Desain penelitian yang digunakan adalah The Matching only posttest control group design. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah tes, angket, lembar diskusi siswa dan dokumentasi. Instrumen penelitian terdiri dari tes penguasaan konsep biologi, angket minat belajar siswa. Hasil penelitian berupa data kuantitatif, data yang digunakan dalam penelitian yaitu tes berupa nilai posttest dan nilai angket. Nilai posttest digunakan untuk mengetahui nilai penguasaan konsep pada ranah kognitif dan nilai angket untuk mengetahui minat belajar siswa pada ranah afektif. Uji hipotesis penelitian menggunakan uji t dimana, sebelum dilakukan uji t data di uji terlebih dahulu menggunakan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penguasaan konsep biologi dengan menggunakan metode quantum learning kelas eksperimen diperoleh nilai posttest rata-rata 76,14 dan pada kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata 70,73. Sedangkan jika dilihat dari setiap indikator minat belajar siswa terjadi peningkatan. Dari perhitungan nilai minat belajar siswa, diketahui bahwa persentase dari setiap indikator kelas eksperimen dan kelas kontrol terdapat perbedaan. Pada kelas eksperimen didapatkan persentase lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Untuk uji t pada posttest diperoleh thitung = 5,6170 ttabel (0,05) = 1,6602 dan pada uji t pada angket diperoleh thitung 5,8334 ttabel = 1,6602. Dengan demikian apabila thitung > ttabel maka H1 diterima dan H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran quantum learning berpengaruh positif terhadap penguasaan konsep biologi dan minat belajar siswa

METODE PEMBIASAAN BERMAIN PERAN DALAM MENGENALKAN KONSEP MEMBILANG PADA ANAK USIA DINI DI KOTA BANDAR LAMPUNG

-
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia perkembangan anak, khususnya anak usia dini sangat mempengaruhi proses kognitif. Dalam pembelajaran membilang perlu suatu upaya untuk mentransformasi konsep yang bersifat abstrak menjadi konkrit. Penelitian ini bertujua untuk melihat apakah metode bermain peran dapt digunakan dalam mengenalkan konsep angka khususnya pembelajaran membilang. Penilitian ini dilakukan dengan populasi siswa TK di Kota Bandar Lampung dengan sampel sebanyak 6 TK di Kota Bandar Lampung. Jenis penelitian ini merupakan penelitian campuran (mix method). Dalam penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa metode pembelajaran bermain peran dapat membantu secara efektif dalam mengenalkan anak usia dini dengan konsep angka khususnya pembelajaran membilang. Siswa perempuan dapat memperoleh nilai maksimal dalam proses pembelajaran. Hal ini disebabkan karena dalam proses bermain peran siswa perempuan lebih menyukai permainan peran dengan menggunakan boneka jemari, sedangkan pada siswa laki-laki lebih cenderung menyukai permainan fisik sehingga aktivitas fissik siswa laki-laki lebih banyak, namun aktivitas belajar siswa perempuan yang lebh tinggi.

Meningkatkan Kemampuan Generalisasi Matematis Melalui Discovery Learning dan Model Pembelajaran Peer Led Guided Inquiry

Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2016): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Raden Intan State Islamic University of Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.246 KB)

Abstract

Rendahnya kemampuan generalisasi matematis peserta didik SMPN 17 Bandar Lampung disebabkan karena kebanyakan peserta didik masih mengalami kesulitan dalam menarik suatu kesimpulan dari materi yang telah mereka peroleh dan proses pembelajaran yang kurang melatih aspek generalisasi atau kurang tepatnya model pembelajaran yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruhmodel pembelajaran Peer Led Guided Inquiry dan model pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan generalisasi matematis.Variabel yang diukur dari penelitian ini adalah kemampuan generalisasi dalam pembelajaran matematika dengan pokok bahasan faktorisasi bentuk aljabar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu (quasi eksperimental research), dimana subjek penelitiannya adalah Peserta didik kelas VIII didik SMPN 17 Bandar Lampung. Teknik pegumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan generalisasi matematis. Teknik analisis data menggunakan analisis varians (ANAVA) satu jalan dengan sel tak sama dengan taraf signifikasi α = 0,05dan sebagai persyaratan analisis, yaitu populasi berdistribusi normal dengan model liliefors dan populasi homogen dengan Uji Bartlett. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan ANAVA satu jalan dengan sel tak sama dengan taraf signifikasi α = 0,05 diperoleh bahwa  yakni , maka keputusan ujinya Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Peer Led Guided Inquiry, model pembelajaran Discovery Learning, model pembelajaran Konvensional terhadap kemampuan generalisasi matematis peserta didik. Pengujian dilanjutkan dengan uji komparansi ganda menggunakan metode Scheffe’ untuk melihat manakah yang memberikan pengaruh yang berarti terhadap kemampuan generalisasi matematis. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa dari ketiga perlakuan tersebut, model pembelajaran Discovery Learning yang memberikan pengaruh yang berarti terhadap kemampuan generalisasi matematis.

Analisis Persepsi Siswa SMP terhadap Pembelajaran Matematika ditinjau dari Perbedaan Gender dan Disposisi Berpikir Kreatif Matematis

Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2016): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Raden Intan State Islamic University of Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.449 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the perception of junior high school students towards mathematics learning in terms of gender differences and dispositions of mathematical creative thinking. This research is a qualitative research with qualitative descriptive method. According to the results of the research and discussion, the conclusions of this study are based on gender and mathematical creative thinking disposition, so that the perception of mathematics learning produced, namely for high DBKM and positive perceptions, is only found in male students, for high DBKM and moderate perception, comparable between male and female students, for moderate DBKM and moderate perception, female students tend to be more than male students, for moderate DBKM and negative perceptions male students tend to be more than female students, for low DBKM and moderate perception only found in male students, and for low DBKM and negative perceptions are only found in female students. Disposition of high mathematical creative thinking and positive perception is very influential on mathematics learning, because students who have high DBKM and positive perceptions will be better at learning mathematics than students who have DBKM and perceptions in addition to high DBKM and positive perceptions of mathematics learning.

PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA DENGAN STRATEGI PROBLEM SOLVIN GUNTUK MENGUKUR TINGKAT KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA

Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2015): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Raden Intan State Islamic University of Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.028 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan tingkat berpikir kreatif matematis siswa MAN 1 Pesisir Barat dan hasil belajar yang kurang optimal, dan masih banyak guru yang menerapkan pembelajaran yang konvensional dan juga lemahnya penggunaan bahasa pada buku matematika serta ilustrasi yang tidak komunikatif dan interaktifsehingga tidak berhasil menyampaikan pesan inti buku.Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dikembangkan pembelajaran matematika yang dapat memberikan keleluasaan peserta didik untuk belajar berpikir secara aktif dan kreatif dalam memecahkan masalah yang dihadapi, salah satunya pembelajaran dengan menggunakan modul.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan modul matematika dengan strategiproblem solvinguntuk mengukur tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas XI MA pada materi statistika. Penelitian yang penulis lakukan merupakan penelitian pengembangan modul dengan beberapa tahap yaitu tahap analisis produk yang akan dikembangankan, tahap pengembangan produk awal, tahap validasi ahli dan tahap uji coba dan revisi, pada tahap revisi yaitu memperbaiki modul yang belum memenuhi standar uji kelayakan modul, sesuai dengan ide dan saran dari para ahli.Dalam uji coba produk, pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan instrument tes dengan materi statistika, insrumen berbentuk essay tes kemampuan tingkat berpikir kreatif matematis siswa.Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data didapatkan hasil nilai belajar pre-testdengan nilai rata-rata 20,0645, sedangkan nilai belajar post-test memiliki rata-rata nilai 39,6774, dilihat dari nilai tersebut diketahui bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa dengan selisih rata-rata kelas 19,6129. sehingga modul matematikadengan strategiproblemsolving dengan materi statistika dapat mengukur tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis siswa.

Pengaruh Berpikir Kreatif Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Matematika

Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika UIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.962 KB)

Abstract

The research aims to know what the creative thinking mathematically significant effect against the ability of solving math problems. Methode in this research is a quantitative approach wiht the correlation. Paradigms of research used in the form of paradigma single, 2 (two) variables, the location of Selected by Probability Random Sampling which had previously been done pengan test validity and reliability of the instrument. The main of instrumen essay from the data is collected, then analyzed with testing statistics and continued with the hypothesis testing with simple linear regression test. With the requirements of analysis in the form of normality test and linearity test, Based on a simple linear regression test of mathematical creative thinking to the ability of solving mathematical problems of research results showed that.The F value in the Deviation of Linearity column is 3.850 and the significance is 0.05 (5%), the Sig (2-tailed) value is 0, 076, Thus, the Sig. (2-tailed value is less than the significance value of the Sig. (2-tailed) value of 0, 076 so it can be concluded that the relationship of creative thinking with the ability to solve mathematical problems is linear.

Multimedia Pembelajaran Matematika Interaktif Berbasis Komputer

Desimal: Jurnal Matematika Vol 1, No 2 (2018): Desimal : Jurnal Matematika
Publisher : UIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.581 KB)

Abstract

This research has two goals that are to produce a product in the form of interactive computer-based mathematics learning media on linear equations system of two variables and to know the effectiveness of the product that has been developed. This research method is done by using 7 steps as a step to produce the product based on Borg and Gall development model that modified by Sugiyono. Based on the data analysis obtained from material experts and media experts stated that the interactive computer-based mathematics learning media is appropriate to be used based on the validators validation indicator in which the validator indicator by the material expert is the quality of the content, the accuracy of coverage, language and feasibility of presentation, while the assessment indicator from media experts include visual communications, language, implementation, and software engineering. based on data analysis obtained from learners stated that multimedia learning interactions very good. This means that multimedia interactive computer-based learning that has been developed by researchers can be used as one of the learning resources of students of SMP / MTs class VIII.

Media Pembelajaran Matematika Berbasis Edutainment dengan Pendekatan Metaphorical Thinking dengan Swish Max

Desimal: Jurnal Matematika Vol 1, No 1 (2018): Desimal: Jurnal Matematika
Publisher : UIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.481 KB)

Abstract

This study aims to produce swed max edutainment based instructional media through metaphorical thinking approach to understanding mathematical concepts of trigonometric material. This research method used stages of Borg and Gall model development modified by Sugiyono with the aim to create a specific product and test its effectiveness. The results showed that the development of learning media has very good criteria with the average assessment of material experts of 88.8% and media by 85.7%. In the attractiveness, the test has very good criteria in small groups average percentage of 88.4% and field trials 89.6%. Learning media also affect the understanding of mathematical concepts of learners evident from the test results before and after showed improvement indicators of mathematical concepts from low to high category. The conclusion of this research is developed instructional media have very good criteria and improve understanding of the mathematical concept of learners.