Trisni Andayani
Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

PERANAN MASYARAKAT TIONGHOA DALAM PERDAGANGAN PEREKONOMIAN DI KOTA BINJAI PADA TAHUN 1968-2008 Ginting, Daniel Halomoan; Andayani, Trisni
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 4, No 2 (2012): Penelitian Dosen dan Mahasiswa
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.961 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah kedatangan masyarakat etnis Tionghoa ke Kota Binjai. Kemudian mengetahui bentuk dan peranan masyarakat etnis Tionghoa dalam perdagangan perekonomian di Kota Binjai pada tahun 1968-2008. Dari hasil penelitian dapatlah diketahui bahwa kedatangan masyarakat etnis Tionghoa secara besar-besaran ke Kota Binjai diawali dengan pembangunan perkebunan tembakau di Deli, Langkat dan Serdang (1864–1870). Di Binjai mereka memulai kehidupannya baik sebagai kuli, juru masak, jongos, kerani hotel maupun sebagai pedagang yang berasal dari suku Punti, Hakloe, Hokkian, Hailam dan Hakka. Bentuk dan peranan masyarakat etnis Tionghoa dalam perdagangan perekonomian di Kota Binjai pada tahun 1968-2008 adalah kontekstual dengan fungsi eksitensi. Dalam fungsi tersebut, ada unsur positif dan negatif yang muncul, antara masyarakat etnis Tionghoa dan Bumi Putera, secara timbal balik. Fungsi tersebut berkait dengan peran positif dan peran negatif yang sangat dibiaskan oleh sejarah, lingkungan, prasangka, dan masalah-masalah sektoral berdasar kepentingan sesaat atau lokal. Peran dan posisi etnis Tionghoa yang beroperasi di dunia perdagangan perekonomian tersebut pada dataran lebih luas memperlihatkan identitas yang hendak dibangun. Dimana identitas ini terkait dengan ideologi, kuasa ekonomi, kultur dagang, budaya, dan posisi steriotipe yang telah berlangsung lama.
Eksistensi Pedagang Rujak Simpang Jodoh di Pasar 7 Tembung, Percut Sei Tuan, Deli Serdang Andayani, Trisni; Verany, Irma Ries
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.293 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui latar belakang keberadaan pedagang rujak, pola interaksi di antara pedagang rujak dan solidaritas diantara pedagang  rujak  serta persepsi masyarakat terhadap pedagang rujak tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi partisipasi serta wawancara, peneliti terlibat langsung dengan aktivitas masyarakat  melalui tanya jawab. Data-data dari hasil penelitian  didu-kung oleh hasil wawancara yang peneliti lakukan yaitu terlibat langsung dengan aktifitas yang sedang diamati dalam penelitian. Berjualan rujak menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat Pasar 7 Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Rujak yang  dikenal dengan sebutan Rujak Simpang Jodoh ini memiliki cerita yang menarik dengan versi yang berbeda-beda. Dari bermacam cerita tentang simpang jodoh, semuanya merujuk pada pencarian jodoh di Pasar 7.  Selain cerita tentang nama rujak simpang jodoh, rasa rujaknya juga tidak diragukan. Dari berbagai kalangan telah datang untuk mencicipi rujak simpang jodoh. Selain terkenal dengan ciri khas bumbu, tempat pedagang berjualan juga sangat unik. Mereka masih menggunakan lampu senthir sebagai penerangan di malam hari dan menggunakan gerobak dorong sebagai tempat mereka berjualan dan meletakkan ber-bagai alat dagangan seperti buah-buahan, kacang tanah, garam, bumbu racikan terasi, dan sebuah ulekkan.
Peranan Organisasi Al Jamiatul Wasliyah Cabang Tanah Karo Tahun 1938-1967 Simamora, Abdul Halim; Andayani, Trisni
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 3, No 2 (2015): JPPUMA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.073 KB)

Abstract

This study aims to find out the history of establishment of the Organization of Al Jamiatul Washliyah in Tanah Karo In the year 1938-1967. To know the efforts and role of Al Jamiatul Washliyah in Advancing Education in Tanah Karo. To know that in the Education Process Holds Al Jamiatul Washliyah in Tanah Karo. To obtain the data conducted field research with qualitative descriptive type in Tanah Karo Karo District of Kabanjahe. Data obtained by observation and interview, the informant who qditentukan with purposive sampling. Al Jamiatul Washliyah is an organization engaged in education, propaganda, social and economic empowerment charity keumatan. Doctrine Al Jamiatul Wasliyah entered Karo with the aim to broadcast the Islamic religion sent by the Malay sultanate and the invitation of Islamic preachers to pengislamisasian Tanah Karo Karo people and provide teaching about the true meaning of Islam. Once received by the Karo people, the organization Al Jamiatul Washliyah inaugurated in 1938 in Berastagi initially and so on set in Kabanjahe with the leadership of H. Bahrum Lubis. Until now, the organization Al Jamiatul Washliyah standing and growing. Based on the results of the research findings can be concluded that with the establishment and involvement of the Al Jamiatul Wasliyah in Kabanjahe has helped broadcast the Islamic religion and education in Kabanjahe.
Mekanisme Survival Perempuan Pemecah Batu Di Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai Pandapotan, Sihar; Andayani, Trisni
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 10, No 1 (2018): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.375 KB)

Abstract

Penelitian ini berawal dari ketertarikan terhadap fenomena cara bertahan hidup Perempuan Pemecah Batu Di Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai di tengah Keterbatasan sumber daya alam/ lapangan pekerjaan. Batu yang diambil dari sungai, dikumpul dan dipecahkan tersebut dijual dengan harga Rp 5000/bak (keranjang 30×30 cm). Lahan pengumpulan batu juga terbagi-bagi sesuai dengan tangkahan yang dimiliki, senilai Rp 20.000/meter. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian deskriptif bersifat Kualitatif, dengan menggunakan metodologi ini akan dapat menyelediki dan mendeskripsikan permasalahan yang terjadi pada mekanisme survival Perempuan Pemecah Batu. Setelah melalui tahapan penelitian ini pada akhirnya menghasilkan temuan pokok yaitu faktor-faktor penyebab perempuan bekerja sebagai pemecah batu adalah Ingin memenuhi kebutuhan hidup keluarga dalam sektor ekonomi; 2) Rendahnya tingkat pendidikan; 3) Adanya keinginan membantu kepala rumah tangga sebagai bentuk ungkapan kasih sayang terhadap keluarga; 4) Keterbatasan sumber daya alam/ lapangan pekerjaan; 5) Pekerjaan pemecah batu sudah menjadi pekerjaan yang turun temurun.
PENGUATAN KOMPETENSI GURU DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KURIKULUM 2013 DI SD KECAMATAN DELI TUA KABUPATEN DELI SERDANG Faisal, Faisal; Gandamana, Apiek; Andayani, Trisni
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 24, No 1 (2018): JANUARI - MARET
Publisher : LPM Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran tematik sebagai upaya optimalisasi implementasi kurikulum 2013 di SD Kec. Deli Tua Kab. Deli Serdang. Telah diketahui bersama bahwa pembelajaran tematik merupakan salah satu amanat dari implementasi kurikulum 2013 pada jenjang SD. Oleh sebab itu, kompetensi guru dalam pembelajaran tematik mutlak diperlukan. Menyikapi hal itu, telah dilakukan pendampingan dalam rangka penguatan kompetensi guru dalam pembelajaran tematik pada jenjang SD di Kec. Deli Tua Kab. Deli Serdang. Metode pendampingan dilaksanakan melalui beberapa tahap kegiatan, antara lain: persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi, serta tindak lanjut. Luaran yang telah dihasilkan berdasarkan program pendampingan antara lain: buku panduan pembelajaran tematik berdasarkan kurikukulum 2013 di SD dan guru model pembelajaran tematik di SD. Dengan demikian, program pendampingan yang telah dilakukan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran tematik sebagai upaya optimalisasi kurikulum 2013 di SD.Kata kunci: kompetensi guru, pembelajaran tematik, kurikulum 2013, SDAbstractThis activity aims to improve the competence of teachers in thematic learning as an effort to optimize the implementation of the 2013 curriculum in SD Kec. Deli Tua Kab. Deli Serdang. It is well known that thematic learning is one of the mandates of the implementation of the 2013 curriculum at elementary level. Therefore, the competence of teachers in thematic learning is absolutely necessary. Responding to that, has done assistance in the context of strengthening the competence of teachers in thematic learning at elementary level in the district. Deli Tua Kab. Deli Serdang. Mentoring methods are implemented through several stages of activities, including: preparation, implementation, evaluation and reflection, and follow-up. Outcomes that have been generated based on mentoring programs include: thematic instruction manuals based on the curriculum of 2013 in elementary and teachers of thematic learning models in elementary schools. Thus, the mentoring program that has been done can improve the competence of teachers in thematic learning as an effort to optimize the 2013 curriculum in elementary school.Keywords: teacher competence, thematic learning, curriculum 2013, elementary school
Proses Thirumanam pada Etnis Tamil Di Medan Andayani, Trisni; Tanjung, Yosi Pratiwi
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 2, No 1 (2016): ANTROPOS JULI
Publisher : Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.425 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adat penentuan jodoh, proses pernikahan, adat menetap sesudah menikah serta makna simbolik yang terkandung dalam pelaksanaan Thirumanam pada etnis Tamil di kelurahan Madras Hulu Kecamatan Medan Polonia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, populasi dalam penelitian ini berjumlah 4270 orang dan sampel menggunakan purposive sample berjumlah 7 orang yang dianggap sangat berperan penting dalam proses Thirumanam. Teknik pengumpulan adalah observasi partisipasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan yaitu mengelompokkan hasil data, menginterpretasikan data, menganalis data, dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, adat penentuan jodoh pada Etnis Tamil di Kelurahan Madras Hulu tidak lagi mempertimbangkan kasta, status ekonomi dan status social, akan tetapi merangkumi aspek seperti umur, tahap pendidikan, dan latar belakang keluarga. Perkembangan zaman menyebabkan sistem ini sudah tidak menjadi patokan dalam menentukan pilihan hidupnya. Atas dasar suka sama suka dari kedua belah pihak maka perkawinanpun dapat terlaksana walaupun mereka beda kasta/golongan. Adat menetap sesudah Thirumanam pada etnis Tamil yaitu patrilokal/virilokal. Pola tempat tinggal pasangan suami istri yang telah menikah hidup di tempat yang termasuk daerah keluarga/kerabat ayah suami. Kata Kunci: Etnis Tamil; Medan; Thirumanam.
Upaya Menebarkan Nilai-Nilai Kebaikan melalui Pelatihan Mendongeng bagi Siswa/I Sekolah Dasar di Kecamatan Percut Sei Tuan Andayani, Trisni; Puspitawati, Puspitawati; Juliarti, Juliarti
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 3, No 2 (2018): Anthropos Januari
Publisher : Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.321 KB)

Abstract

Kecanduan pada alat teknologi membuat anak tidak mengoptimalkan pendidikan baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Hal nyata yang dapat terlihat ialah dengan minimnya motivasi anak dalam membaca buku. Oleh karena itu, diperlukan perluasan literasi pada anak, salah satunya melalui mendongeng. Hal ini tidak hanya bertujuan sebagai perluasan wawasan dan cakrawala berpikir anak, tetapi juga sebagai sarana menularkan nilai-nilai kebaikan untuk pembentukan karakternya. Kelas dongeng diperlukan sebagai wadah untuk siswa/i dapat mengembangkan bakat dan imajinasinya dalam bercerita. Mendongeng adalah proses mengubah perasaan & pola pikir anak. Karakter dan wawasan anak akan terbentuk melalui komunikasi yang dibangun dengan cerita. Sebuah pelatihan mendongeng pun dilakukan pada siswa/i di dua desa pada Kecamatan Percut Sei Tuan, yakni SDN 104607 Sei Rotan dan MIS Karya Shabirah Desa Kolam dalam rangka membangkitkan semangat bercerita melalui mendongeng di kalangan siswa SD sekaligus melatih guru-guru mendongeng dengan berbagai teknik-teknik dalam bercerita/ mendongeng. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa/i ternyata antusias dalam mengikuti pelatihan dan selama delapan pelatihan telah mampu mempraktekkan dongeng di hadapan umum.
PERANAN MASYARAKAT TIONGHOA DALAM PERDAGANGAN PEREKONOMIAN DI KOTA BINJAI PADA TAHUN 1968-2008 Ginting, Daniel Halomoan; Andayani, Trisni
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 4, No 2 (2012): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.961 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah kedatangan masyarakat etnis Tionghoa ke Kota Binjai. Kemudian mengetahui bentuk dan peranan masyarakat etnis Tionghoa dalam perdagangan perekonomian di Kota Binjai pada tahun 1968-2008. Dari hasil penelitian dapatlah diketahui bahwa kedatangan masyarakat etnis Tionghoa secara besar-besaran ke Kota Binjai diawali dengan pembangunan perkebunan tembakau di Deli, Langkat dan Serdang (1864–1870). Di Binjai mereka memulai kehidupannya baik sebagai kuli, juru masak, jongos, kerani hotel maupun sebagai pedagang yang berasal dari suku Punti, Hakloe, Hokkian, Hailam dan Hakka. Bentuk dan peranan masyarakat etnis Tionghoa dalam perdagangan perekonomian di Kota Binjai pada tahun 1968-2008 adalah kontekstual dengan fungsi eksitensi. Dalam fungsi tersebut, ada unsur positif dan negatif yang muncul, antara masyarakat etnis Tionghoa dan Bumi Putera, secara timbal balik. Fungsi tersebut berkait dengan peran positif dan peran negatif yang sangat dibiaskan oleh sejarah, lingkungan, prasangka, dan masalah-masalah sektoral berdasar kepentingan sesaat atau lokal. Peran dan posisi etnis Tionghoa yang beroperasi di dunia perdagangan perekonomian tersebut pada dataran lebih luas memperlihatkan identitas yang hendak dibangun. Dimana identitas ini terkait dengan ideologi, kuasa ekonomi, kultur dagang, budaya, dan posisi steriotipe yang telah berlangsung lama.
SOSIOLOGI VISUAL: SUATU PENDEKATAN ALTERNATIF DALAM PENINGKATAN HASIL PEMBELAJARAN SOSIOLOGI Iqbal, Muhammad; Andayani, Trisni
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 2, No 2 (2010): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.884 KB)

Abstract

Penelitian ini menawarkan suatu konsep pembelajaran pada ilmu-ilmu sosial khususnya studi sosiologi agar lebih menarik dan kreatif, kenyataan yang terjadi pembelajaran untuk bidang ilmu sosial sering kali mengalami kekakuan dalam menjelaskan konsep maupun kasuistik. Pendekatan Sosiologi Visual digunakan untuk memvisualisasikan konsep menjadi sebuah realitas yang nyata berupa media gambar maupun film, sehingga akan dapat meningkatkan hasil pembelajaran. Dengan pendekatan ini juga maka setiap pengajar tidak akan mengalami kesulitan dalam mengajarkan studi sosiologi di sekolah maupun universitas. 
Eksistensi Silek Galombang Pada Upacara Perkawinan Etnis Minangkabau Di Medan Mahmudin, Shafwan; Andayani, Trisni
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 1, No 2 (2017): GONDANG DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.835 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v1i2.8566

Abstract

Penelitian ini adalah mengenai Eksistensi Silek Galombang pada upacara perkawinan etnis Minangkabau di kelurahan Kota Matsum II Kecamatan Medan Area. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan, proses pelaksanaan pada upacara perkawinan, dan perubahan yang terjadi serta upaya pelestarian Silek Galombang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang menjelaskan mengenai data dan berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan. Subjek informan adalah Tokoh Adat Minangkabau, Pemain Silek Galombang, dan Masyarakat di sekitaran Kota Matsum II. Teknik pengumpulan data dengan melakukan studi lapangan dengan cara observasi, wawancara (Field Research), pendekatan informan, penelitian kepustakaan (Library Research), dan studi dokumentasi. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa Silek Galombang pada upacara perkawinan masih diakui keberadaannya yaitu dengan adanya Group Seni Budaya Minang Keluarga Bayur. Proses pelaksanaan Silek Galombang yaitu gerakan pertunjukan mengggunakan bungo-bungo silek rampak simultan sebagai ilustrasi untuk memperindah gerakan Silek Galombang dan barisan pemain Silek Galombang menggunakan pola berbaris satu arah yang dinamakan dengan Silek Manyongsong. Perubahan yang terjadi pada Silek Galombang saat ini yaitu adanya variasi fungsi kegunaannya yaitu pertunjukannya berperan penting dalam penyambutan kedatangan tamu kehormatan tokoh adat. Peran dari Tokoh adat Minangkabau di Kelurahan Kota Matsum II  sangat penting terhadap upaya pelestarian seni pertunjukan tradisional.