Articles

PENENTUAN HARGA JUAL HUNIAN PADA APARTEMEN DI SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE REGRESI SPASIAL Halim, Siana; Anastasia, Njo; Eval, Agnes; Tobing, Aida Fitriani
Jurnal Teknik Industri Vol 10, No 2 (2008): DECEMBER 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the modern society, apartments are one of the answers to the need of residential for the citizens due to limited area for landed housing and over crowded city for businesses. Therefore, it will be very interested to investigate the price of appartements, since they are not only influenced by, e.g., physical factors, location, external factor and distance to the central business district, but also they have dependency to the price of other appartements in the neighborhoods. This dependency is called the spatial dependency; to accommodate this dependency to model the price of apartemen by ordinary least square is not enough. Therefore, in this research we used the spatial regresion to model the price of appartements, particularly in Surabaya. Abstract in Bahasa Indonesia: Dalam masyarakat modern, apartemen merupakan salah satu jawaban akan kebutuhan tempat tinggal bagi warga kota, karena adanya keterbatasan lahan untuk perumahan dan kota yang padat dengan daerah bisnis. Oleh karena itu sangatlah menarik untuk menginvestigasi harga apartemen, karena mereka tidak hanya tergantung pada, misalnya, faktor fisik, lokasi, faktor eksternal dan jarak ke pusat bisnis, tetapi juga tergantung pada harga apartemen di daerah sekitarnya. Ketergantungan ini disebut dengan ketergantungan spasial. Untuk mengakomodasi ketergatungan ini memodelkan harga jual apartemen dengan menggunakan metode regresi linear biasa tidaklah cukup. Pada penelitian ini, akan digunakan model regresi spasial untuk memodelkan harga apartemen khususnya di Surabaya. Kata kunci: Ordinary Least Square (OLS), Spatial Regresion, Spatial Auto Regresion (SAR).
PEMILIHAN STRATEGI PENJUALAN DENGAN PENAMBAHAN FASILITAS UMUM DI PERUMAHAN "GCA" BERKAITAN DENGAN KEPUTUSAN INVESTASI Anastasia, Njo; Herlimus, Veronika S.; Yuono, Liniwati
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan Vol 3, No 2 (2001): SEPTEMBER 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An alternative strategy for selling low-cost housing is to add facilities such as places of worship, schools, or clinics in the GCA housing development to make the consumer more comfortable with their house. The purpose of this research is to understand the sales strategy associated with added facilities used to generate higher returns from the investment in simple(RS) and very simple (RSS) houses in the GCA housing development. This research uses analysis of means and cashflow analysis to calculate returns for each investment alternative. The results show that adding a clinic gives the best return for PT. GPCL, with an NPV of Rp. 359,897,251 and an IRR of13,3%. Abstract in Bahasa Indonesia : Strategi alternatif dalam penjualan rumah RS dan RSS adalah menambah fasilitas umum sehingga konsumen memiliki kenyamanan dalam menempati rumah tersebut. Penambahan fasilitas umum yang ditawarkan pada konsumen adalah fasilitas tempat ibadah, sekolah, atau klinik di perumahan "GCA". Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi penjualan dengan penambahan fasilitas umum pada pembangunan RS dan RSS di perumahan "GCA" untuk penentuan tingkat pengembalian investasi yang lebih besar dari sebelumnya. Analisa yang digunakan adalah analisa mean, dan analisa arus kas untuk mengetahui tingkat pengembalian masing-masing alternatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penambahan fasilitas klinik dapat meningkatkan pengembalian investasi bagi PT. GPCL, dengan NPV Rp. 359.897.251 dan IRR 13,3%. Kata kunci: strategi penjualan, penambahan fasilitas, analisa investasi.
KEBUTUHAN MAKAM BAGI WARGA PERUMAHAN (Studi Kasus di Perumahan Wilayah Surabaya Barat) Junaedy, Junaedy; Poerbantanoe, Benny; Anastasia, Njo; Putranto, Yoni
DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment) Vol 30, No 1 (2002): JULY 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.7 KB) | DOI: 10.9744/dimensi.30.1.

Abstract

One of the components to build city is cemetery and this facility must build by developer. But the developer is not facilitated the cemetery in housing estate area. If inhabitant housing estate died, it is very difficult to reside because the inhabitant surrounded housing estate refused. The factor such as developer obligation, physiology, location, social economic, conviction and knowledge, cultural and religion are analyzed by factor analysis. The result showed that the inhabitant housing estate in West Surabaya necessary cemetery facility for the inhabitant but the location is outside housing estate area. The characteristic cemetery needed not so far from housing estate, general cemetery, and permanent cemetery. Abstract in Bahasa Indonesia : Makam merupakan salah satu komponen pembentuk ruang kota dan salah satu fasilitas yang harus disediakan oleh pengembang. Namun pengembang tidak menyediakan makam di kawasan perumahan. Bila penghuni perumahan ada yang meninggal sulit dimakamkan di sekitar wilayah perumahan, sebab warga sekitar perumahan menolak. Faktor yang diteliti untuk menentukan kebutuhan makam adalah kewajiban pengembang, psikologi, lokasi, sosial ekonomi, keyakinan dan pengetahuan, budaya, serta agama, yang dianalisa menggunakan analisa faktor. Hasil analisa menunjukkan bahwa warga perumahan di Surabaya Barat menyatakan perlunya fasilitas makam bagi penghuni namun lokasinya di luar wilayah perumahan. Karakteristik makam yang dibutuhkan adalah makam yang dekat tempat tinggal, jenis makam umum, serta bentuk bangunannya permanen (kijing, bong pai, atau rumah makam). Kata kunci: makam, kawasan perumahan, analisa faktor, makam umum, bangunan permanen.
PENILAIAN PROPERTI DI SURABAYA PADA PERUMAHAN PAKUWON INDAH GRAHA FAMILI DAN CITRARAYA (Studi Kasus pada ERA Tjandra II) Anastasia, Njo; Muliadihardjo, Muliadihardjo; Fransisca, Fransisca
DIMENSI (Jurnal Teknik Arsitektur) Vol 32, No 1 (2004): JULY 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the same area, the land price had variation caused land characteristics. That is internal factor (lot size, frontage, wide of road, and facing) and factor external (economic, politic, and social). This research discusses the market value of property in Pakuwon Indah, Graha Famili, and CitraRaya housing estates with regression model to reduce valuer subjectivity based on internal factor. The result showed at Pakuwon Indah, wide of road influenced the market value of land. At Graha Famili and CitraRaya, market value of land influenced by the lot size and wide of road. The market value of housing at CitraRaya influenced by size of building, number of bedroom, facing to the west and to the east, marble floor quality, and story of building. The other result showed that difference market value indication and listing price at Pakuwon Indah and Graha Famili about 11%-12%, but at CitraRaya the difference is 1%.. Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam kawasan yang sama, harga tanah dapat bervariasi disebabkan karakteristik tanah tersebut yaitu faktor internal (luas tanah, frontage, lebar jalan, dan arah hadap) dan faktor eksternal (kondisi ekonomi, politik dan sosial). Penelitian ini bertujuan mencari indikasi nilai pasar properti di perumahan Pakuwon Indah, Graha Famili, dan CitraRaya dengan model regresi untuk mengurangi subyektifitas penilai berdasarkan faktor internal. Hasil penelitian menunjukkan di Pakuwon Indah, lebar jalan mempengaruhi nilai tanah. Di Graha Famili dan CitraRaya nilai tanah dipengaruhi oleh luas tanah dan lebar jalan. Sedangkan untuk nilai rumah di CitraRaya dipengaruhi oleh luas bangunan, jumlah kamar tidur, hadap rumah ke Barat dan Timur, kualitas lantai marmer, dan tingkat bangunan. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya perbedaan 11%-12% antara indikasi nilai pasar dengan harga listing untuk tanah di Pakuwon Indah dan Graha Famili, sedangkan untuk rumah di CitraRaya terjadi perbedaaan sekitar 1%. Kata kunci: faktor internal, model regresi.
ANALISIS FAKTOR FUNDAMENTAL DAN RISIKO SISTEMATIK TERHADAP HARGA SAHAM PROPERTI DI BEJ Wijiyanti, Imelda; Anastasia, Njo; Gunawan, Yanny Widiastuty
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 5, No 2 (2003): NOVEMBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Property was one of sectors that suffer very much during economic crisis. This caused the securities property price decrease on stock exchange. The objective of this research is to understand fundamental factors and systematic risk that influence securities price on property sector. The sample method uses purposive sampling method. From thirty three companies, only thirteen companies are selected, because the financial statement from each company are complete since 1996-2001. This research shows that only book value brings influence on the security price partially, but not the other variable. Abstract in Bahasa Indonesia : Properti merupakan salah satu sektor yang terpuruk sejak krisis ekonomi. Hal ini mengakibatkan harga saham properti di bursa efek juga terpuruk. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor fundamental dan risiko sistematik yang mempengaruhi harga saham di sektor properti. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling method. Dari tiga puluh tiga perusahaan, hanya diambil tiga belas perusahaan, karena memiliki laporan keuangan secara lengkap tahun 1996-2001. Hasil penelitian menunjukkan hanya faktor fundamental Book Value (BV) yang mempengaruhi harga saham secara parsial, sedangkan faktor fundamental yang lainnya tidak berpengaruh. Kata kunci: faktor fundamental, risiko sistematik, harga saham sektor properti.
ANALISA INVESTASI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI PADA PENGEMBANGAN LAPANGAN GOLF DAN PERUMAHAN CITRARAYA Anastasia, Njo; Yakobus, Sutoto; Susilawati, Connie
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan Vol 3, No 1 (2001): MARCH 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Investment in the real estate sector has a great risk, therefore a developer needs to do investment analysis before making a decision. The decision is made by considering the returns from two investment alternatives. The first alternative examined is a 9-hole golf course and housing in proximity to the golf. The second alternative is residential property. Given the above conditions, the purpose of this research is to help the developer to make the proper investment decision, based on which alternative has the higher return. Two data collection methods are used in this research, including interviews and a survey which was done by distributing questionnaires to develop a profile of golfers and purchasers as well as potential residential purchasers. Forecasting analysis using the Holt-Winters model was used for forecasting the number of golfers. The Box-Jenkins model was utilized to forecast residential sales. The forecasting results were used for cash flow analysis. The results show that the first alternative produces a higher IRR (25,16%) per year and NPV of Rp.25.056.800.000 , relative to the the second alternative with an IRR of 16,72% per year and NPV of Rp.4.794.945.000. Thus, the first alternative, a 9-hole golf course and housing in proximity to the golf, was selected. Abstract in Bahasa Indonesia : Investasi di bidang real estat mengandung risiko besar, sehingga pengembang perlu melakukan analisa investasi sebelum mengambil keputusan. Pengambilan keputusan adalah dengan mempertimbangkan tingkat pengembalian dua alternatif investasi. Alternatif pertama adalah properti 9-hole lapangan golf dan perumahan dalam bentuk kavling golf. Alternatif kedua adalah properti perumahan saja. Dengan kondisi di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah membantu pengembang untuk memutuskan menginvestasikan dananya di alternatif pertama jika tingkat pengembalian investasinya lebih tinggi dibanding alternatif kedua. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara dan menyebarkan kuesioner untuk menganalisa deskripsi pemain golf dan pembeli serta calon pembeli rumah. Kemudian melakukan analisa peramalan dengan model Holt-Winters untuk meramalkan jumlah pemain golf dan model Box-Jenkins untuk meramalkan penjualan rumah. Dengan analisa permalan tersebut maka dilakukan analisa arus kas. Setelah melakukan analisa-analisa diatas, maka hasil penelitian menunjukkan alternatif pertama memiliki IRR 25,16% per tahun dan NPV Rp.25.056.800.000 lebih besar dari alternatif kedua yang IRR-nya 16,72% per tahun dan NPV Rp.4.794.945.000. Jadi keputusan investasi adalah pada alternatif pertama yaitu properti, 9-hole lapangan golf dan perumahan dalam bentuk kavling golf. Kata kunci: investasi, risiko, 9-hole lapangan golf, kavling golf, perumahan, tingkat pengembalian.
AKUNTABILITAS PENGEMBANG DALAM PEMELIHARAAN KAWASAN PERUMAHAN DI SURABAYA (Studi Kasus pada Perumahan di Surabaya Barat dan Surabaya Timur) Anastasia, Njo; Handayani, Yunita; Christiane, Emmanuelle
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan Vol 4, No 1 (2002): MARCH 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One primary need is housing, so developers must build it, but consumers are now more selective in buying housing. The developer who has a good concept and accountability can attract consumers, especially middle to high income buyers. This research discusses the relationship between accountability of developers, viewed from the type of attention given to security, environmental cleanliness, street conditions, street lighting, drainage, and parks, for housing developments which are not finished being built, with variables such as experience, region, estate management, and cost. The results show that the ten developers who were analyzed have good accountability for their unfinished housing development especially Graha Family and Araya Bumi Megah. Abstract in Bahasa Indonesia : Salah satu kebutuhan primer adalah rumah tinggal, maka diperlukan peran serta pengembang untuk menyediakannya, namun konsumen saat ini lebih selektif dalam membeli rumah. Pengembang yang memiliki konsep dan akuntabilitas baik, yang dapat menarik calon konsumen terutama konsumen menengah ke atas. Penelitian ini membahas hubungan akuntabilitas pengembang ditinjau pada jenis pemeliharaannya, yaitu pada segi keamanan, kebersihan lingkungan, kondisi jalan, penerangan jalan, saluran, dan taman untuk kawasan perumahan yang belum selesai dibangun dengan pengalaman kerja, wilayah pengembangan, keberadaan estate management, dan biaya pemeliharaan. Ternyata hasil penelitian menunjukkan bahwa ke-sepuluh pengembang yang diteliti memiliki akuntabilitas pada pemeliharaan kawasan perumahannya yang belum selesai dibangun, khususnya Graha Famili dan Araya Bumi Megah. Kata kunci: pengembang, akuntabilitas, pemeliharaan kawasan.
ANALISA VARIABEL INTRINSIK, LINGKUNGAN, DAN JARAK DALAM PENILAIAN RUMAH PERISTIRAHATAN DI GRAHA PUNCAK TRAWAS Anastasia, Njo; Ivonne, Shierly; Setiawan, Melani
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan Vol 4, No 2 (2002): SEPTEMBER 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The market comparison method of valuation compares the value of property with a group of properties that have similar characteristics and which have recently sold. If there is a difference, then adjustments are made for the variables that are different. The purpose of this research is to determine if there is a difference between appraisers and buyers using intrinsic, environmental, and distance variables to set market value for villas in the Graha Puncak Trawas development. This research uses a questionnaire for both appraisers and buyers. Each is asked to determine their ranking for the three above variables. The data obtained is analysed using Kendall Concordance method. The result of this study shows that there is a difference in preference between appraisers and buyers. Appraisers first consider environmental variables then intrinsic variables, but the buyers first consider intrinsic variables then environmental variables. Distance variables are not found to be too important. Abstract in Bahasa Indonesia : Penilaian menggunakan metode data pasar adalah membandingkan properti yang dinilai dengan properti lain yang sejenis dan baru saja terjual. Jika terjadi perbedaan maka dilakukan penyesuaian pada variabel-variabel yang membedakan. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat apakah ada perbedaan preferensi antara penilai dan pembeli dalam penggunaan variabel intrinsik, lingkungan, dan jarak dalam menentukan nilai pasar rumah peristirahatan di Graha Puncak Trawas. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk disebarkan pada penilai dan pembeli. Kemudian masing-masing pihak menentukan ranking terhadap ketiga variabel di atas. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan Uji Konkordasi Kendall. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan preferensi antara penilai dan pembeli. Penilai lebih mempertimbangkan variabel lingkungan kemudian variabel intrinsik, sedangkan pembeli lebih mempertimbangkan variabel intrinsik kemudian variabel lingkungan. Sedangkan variabel jarak dianggap tidak terlalu penting. Kata kunci: penyesuaian, intrinsik, lingkungan, jarak.
MODEL PEMBAYARAN GRADUATED PAYMENT MORTGAGE (GPM) SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF PEMBAYARAN KREDIT RUMAH Anastasia, Njo
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan Vol 5, No 1 (2003): MARCH 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Graduated Payment Mortgage (GPM) has a unique stair-step payment schedule that often enhances borrower qualification for young, first-time home buyers who are anticipated to have increasing incomes. The determination of the initial payment on a GPM mortgage is often regarded as complex; therefore, textbook authors especially financial real estate normally disregard its theoretical development and substitute instead GPM interest factor tables. This study develops a general equation for finding the initial payment on a GPM and programmable computer spreadsheets (Microsoft Excel) routines for implementing the general equation. This approach enhances the technical understanding of the GPM, and its offer more flexible. Abstract in Bahasa Indonesia : Model Graduated Payment Mortgage (GPM) memiliki keunikan dalam pembayaran pinjaman yang dapat membantu peminjam usia muda, pembeli rumah pertama yang dapat diantisipasi pertambahan pendapatannya. Pembayaran cicilan pertama GPM sangat kompleks, sehingga pada umumnya buku-buku tentang keuangan real estat menetapkan pola pembayaran GPM menggunakan tabel suku bunga. Penelitian ini mengembangkan pola pembayaran cicilan pertama GPM menggunakan program komputer (Microsoft Excel) untuk lebih fleksibel dalam penerapannya. Kata kunci: graduated payment mortgage, cicilan pertama, tabel suku bunga, komputer.
PENILAIAN ATAS AGUNAN KREDIT BERSTATUS SURAT HIJAU Anastasia, Njo
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan Vol 8, No 2 (2006): SEPTEMBER 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The government of town Surabaya acquires the land which is rented to society by publishing Ijin Penggunanan Tanah as a Surat Hijau. When the economic growth, the society make Surat Hijau as guarantee at bank to enlarge its business activity. But practically, it does not all receptive bank mentioned as Surat Hijau of guarantee. Unrighteous consideration bank is not own the rights preference for land though building have been published preference by registration fiduciary. Therefore the importance of assessment for the property to credit guarantee base on the Market Value. Where property taken as the guarantee have to own the clear qualification legality, transferability the right or encumbered the rights or any kind, physical status for property identified clearly and the property own the market potency. Abstract in Bahasa Indonesia : Pemerintah Kota Surabaya memiliki aset tanah yang disewakan pada masyarakat dengan menerbitkan Ijin Penggunanan Tanah dikenal sebagai Surat Hijau. Disaat ekonomi mulai bertumbuh, masyarakat berkeinginan untuk menjadikan surat hijau sebagai jaminan pada bank untuk memperbesar kegiatan usahanya. Namun pada kenyataannya tidak semua bank mau menerima surat hijau tersebut sebagai jaminan. Pertimbangan pihak bank adalah tidak memiliki hak preferensi atas tanah meskipun bangunan diatasnya telah terbit preferensi dengan melakukan pendaftaran fiducia. Oleh karena itu perlunya penilaian untuk properti dengan tujuan jaminan kredit berbasis Nilai Pasar. Dimana properti yang dijadikan agunan tersebut harus memiliki kualifikasi legalitas yang jelas, haknya dapat dipindah tangankan atau dibebani hak tanggungan atau sejenisnya, status fisik atas properti teridentifikasi dengan jelas dan properti tersebut memiliki potensi pasar. Kata kunci:. surat hijau, jaminan, penilaian.