Nandang Kosasih Ananda
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

A Program Evaluation of Intersession Tutoring

Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 6 (1999): Edisi Khusus
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5277.097 KB)

Abstract

This study examined one program which was in place in a multi-track year-round elementary school, a tutoring program delivered during the students intersession. Through interviews, surveys, and analysis of grades recorded on report cards, the program was evaluated to determine whether goals for the program were met. Survey data revealed that students, parents, and teachers all felt overwhelmingly that the program was effective at meeting stated program goals. Report card data did not show a statistically significant increase in grades after students attended the program, but many intervening variables were not controlled for. Additional convenience factors, such as transportation, cost, and timing contributed to the program benefits

IMPLEMENTASI SISTEM MERIT DI SMP AL KAUTSAR KOTA BANDAR LAMPUNG

9 772338317006
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.081 KB)

Abstract

This study aimed to describe 1) policy foundations in implementing the merit system in SMP Al Kautsar, 2) Implementation of performance appraisal, 3) implementation of reward and punishment in the merit system, 4) payroll and incentive systems, and 5) obstacles and barriers in the implementation of the merit system in SMP Al Kautsar. This study used a qualitative approach. The results showed that: 1) policy foundations in implementing a merit system can create a work environment that is fair, competitive, and improve teacher productivity, 2) the performance of teachers in junior Al Kautsar is good, 3) implementation of reward and punishment can improve motivation of teachers, improve teacher performance, and improve the performance of teachers, 4) payroll system and incentives contained in SMP Al Kautsar is good and adequate, 5) constraints and obstacles in the implementation of the merit system is still a teacher who has not been able to assess themselves and the work is not maximized.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) yayasan kebijakan dalam menerapkan sistem merit di SMP Al Kautsar, 2) Pelaksanaan penilaian kinerja, 3) pelaksanaan reward and punishment dalam sistem merit, 4) penggajian dan sistem insentif, dan 5) rintangan dan hambatan dalam pelaksanaan sistem merit di SMP Al Kautsar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) yayasan kebijakan dalam menerapkan sistem merit dapat menciptakan lingkungan kerja yang adil, kompetitif, dan meningkatkan produktivitas guru, 2) kinerja guru di SMP Al Kautsar baik, 3) pelaksanaan reward and punishment dapat meningkatkan motivasi guru, meningkatkan kinerja guru, dan meningkatkan kinerja guru, 4) sistem penggajian dan insentif yang terkandung di SMP Al Kautsar baik dan memadai, 5) kendala dan hambatan dalam pelaksanaan sistem merit masih seorang guru yang belum mampu menilai diri mereka sendiri dan pekerjaan tidak maksimal.Kata kunci: implementasi, kompensasi, sistem merit   

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, MOTIVASI KERJA GURU DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP KINERJA

9 772338317006
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.308 KB)

Abstract

The research goal is to understand the influence of principal leadership, work motivation and school climate toward the teacher’ performance. This research was quantitative research by using associative approach. The research result showed that there was the significant influence of the principal leadership, work motivation and school climate toward teacher’s performance of state Junior High School in Sumberejo sub district in Tanggamus Regency.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan Kepala Sekolah, motivasi kerja guru dan iklim sekolah terhadap kinerja Guru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan asosiatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang meyakinkan kepemimpinan Kepala Sekolah, motivasi kerja guru dan iklim sekolah terhadap kinerja Guru SMP Negeri di Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus secara bersama-sama.Kata kunci: iklim sekolah, kepemimpinan kepala sekolah, kinerja guru, motivasi kerja

KESIAPAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)

9 772338317006
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.228 KB)

Abstract

This study aims to describe and analyze the readiness of implementing the 2013 curriculum at SMK Muhammadiyah 2 Metro. This study used qualitative approach with a single case study design. The data collecting technique is done through interviews, documentation studies, and field observations. Analysis used the interactive patterns of data. The results obtained are: 1) Readiness curriculum implementation in 2013 begins with planning goals and objectives to be achieved. 2) Implementation monitoring of curriculum 2013 by Teacher Assistants are found not in accordance with the or targets and objectives of the various aspects. 3) The attitude of teachers and students towards the implementation of the curriculum in 2013 at SMK Muhammadiyah 2 Metro has not yet appeared.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kesiapan implementasi kurikulum 2013 di SMK Muhammadiyah 2 Metro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Teknik ini mengumpulkan data melalui wawancara, studi dokumentasi, dan observasi lapangan. Analisis menggunakan pola interaktif data. Hasil yang diperoleh adalah: 1) pelaksanaan kurikulum Kesiapan tahun 2013 dimulai dengan tujuan perencanaan dan tujuan yang akan dicapai. 2) Pemantauan Implementasi kurikulum 2013 oleh Asisten Guru yang ditemukan tidak sesuai dengan sasaran dan tujuan atau dari berbagai aspek. 3) Sikap guru dan siswa terhadap pelaksanaan kurikulum tahun 2013 di SMK Muhammadiyah 2 Metro belum muncul.Kata kunci: kesiapan implementasi, kurikulum 2013, sekolah menengah kejuruan

PENGARUH KOMPETENSI MANAJERIAL DAN KOMPETENSI SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH TERHADAP PROFESIONALISME GURU

9 772338317006
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.361 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine  the  effect  of  the  principal  managerial  competence  and  academic supervision competencies principals in the professionalism of teachers Junior High School. This research is a quantitative approach that is research that  aims  to  investigate  the  events  that  have  occurred  and  then  trace backwards to determine the factors that cause such events. Collecting data in this study is using a Likert questionnaire degan scale. While the analysis of the data is using  a  simple  linear  regression  equation  and  multiple  regressions. To determine the significance of the regression equation used T test and F test. The results  showed  that  the  principal  effect  of  managerial  competence  in  the professionalism of teachers Junior High School is 63.0%, the  influence  of  the  principal  academic  supervision  competence  of  the teachers pedagogical is 63.4%, then  the  effect  of  jointly  between  the  principal  managerial competence  and academic supervision of the professional competence of teachers junior High School are 77.9%.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pokok kompetensi manajerial dan kompetensi supervisi akademik kepala sekolah dalam profesionalisme guru SMP Sekolah Tinggi. Penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki peristiwa yang telah terjadi dan kemudian melacak ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan peristiwa tersebut. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner Likert skala degan. Sedangkan analisis data menggunakan persamaan regresi linier sederhana dan regresi berganda. Untuk menentukan signifikansi persamaan regresi yang digunakan uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek utama kompetensi manajerial dalam profesionalisme guru SMP adalah 63.0%, pengaruh pengawasan kompetensi akademik utama pedagogis guru adalah 63,4%, maka efek secara bersama-sama antara kompetensi manajerial kepala sekolah dan supervisi akademik dari kompetensi profesional guru SMP SMA yang 77.9%.Kata kunci: kompetensi  manajerial,  kompetensi  supervisi  akademik, profesionalisme guru.

PROYEKSI KEBUTUHAN KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

9 772338317006
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.614 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine, analyze and calculate the projected needs of principals for the next 2 years as a result of there are principals who were: (1) quited of its own; (2) Ended tenure as principal; (3) reached the retirement age;(4) Promotted of tasks / positions; (5) Got a disciplinary punishment; (6) Did not meet the performance standards; (7) Remained incapacitated; (8) asssigned to learn; and (9) Died. This research method used was descriptive research method, by using documentation studies and interviews. The research result of their principals: (1) Quited of its own; (2) Ended tenure as principal; (3) Reached the retirement age; (4) Promotted of tasks/positions; (5) Got a disciplinary punishment; (6) Did not meet performance standards; (7) Remains incapacitated; (8) Assigned to learn; and (9) Died.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, menganalisis dan menghitung proyeksi kebutuhan kepala sekolah untuk 2 tahun kedepan sebagai akibat adanya kepala sekolah yang: (1) Berhenti atas permohonan sendiri; (2) Berakhir masa tugas sebagai kepala sekolah; (3) Sampai batas usia pensiun; (4) Promosi tugas/jabatan; (5) Mendapat hukuman disiplin; (6) Tidak memenuhi standar kinerja; (7) Berhalangan tetap; (8) Tugas belajar; dan (9) Meninggal dunia. Metode penelitian ini yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif, dengan menggunakan studi Dokumentasi dan Wawancara. Hasil penelitian Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan dapat menganalisis Proyeksi Kebutuhan Kepala Sekolah Negeri 2 tahun kedepan akibat: (1) Berhenti atas permohonan sendiri; (2) Berakhir masa tugas sebagai kepala sekolah; (3) Sampai batas usia pensiun; (4) Promosi tugas/jabatan; (5) Mendapat hukuman disiplin; (6) Tidak memenuhi standar kinerja; (7) Berhalangan tetap; (8) Tugas belajar; dan (9) Meninggal.Kata kunci: kepala sekolah, proyeksi kebutuhan, sekolah dasar

Pengembangan Bahan Ajar Modul Pendidikan Agama Katolik Berbasis Moral Reasoning

Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan
Publisher : Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to describe: 1) the condition of existing teaching materials and the potential of teaching materials to be developed, 2) effectiveness, 3) efficiency, and 4) attractiveness. This research approach uses Research and Development. The research was conducted at SMA Xaverius Pahoman, SMA Xaverius Pringsewu and SMU Bhakti Baradatu. Data collection uses observation, unstructured interviews, questionnaires and tests. Data were analyzed statistically descriptive and n-Gain. The conclusions of this study are: 1) the learning condition is still teacher-centered, the characteristics of students aged 15-17 years are less motivated to learn to use book learning resources, so that the potential to be developed in the form of module teaching materials. 2) effective module product with category index gain high, everage value of n-Gain experimental class 14,91> control class 14, 71. 3) efficient use of module used in learning, with efficiency values of 1,5. 4) The appeal of modules in the category of interest (88.85%).Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan : 1) kondisi bahan ajar yang ada dan potensi bahan ajar yang akan dikembangkan, 2) efektifitas, 3) efisiensi, dan 4) kemenarikan. Pendekatan penelitian ini mengunakan Penelitian dan Pemgembangan. Penelitian dilakukan di SMA Xaverius Pahoman, SMA Xaverius Pringsewu dan SMU Bhakti Baradatu. Pengumpulan data mengunakan observasi, wawancara tidak terstruktur, angket dan tes. Data dianalisis secara statistik deskriptif dan n-Gain. Kesimpulan dari penelitian ini adalah : 1) kondisi pembelajaran masih berpusat pada guru, karakteristik siswa usia 15-17 tahun kurang termotivasi untuk belajar menggunakan sumber belajar buku paket, sehingga berpotensi untuk dikembangkan bahan ajar berupa modul . 2) produk modul efektif dengan kategori tinggi, nilai n-Gain kelas eksperimen 14.91> kelas kontrol 14,71. 3) penggunaan modul efisien digunakan dalam pembelajaran, dengan nilai efisiensi 1,5. 4) Daya tarik modul dalam kategori menarik (88,85%).Kata Kunci : bahan ajar, modul, moral reasoning

EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN ALTERNATIF DI KOTA BANDAR LAMPUNG

PEDAGOGIA Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.218 KB)

Abstract

Pendidikan alternatif sebagai pilihan alternatif bagi masyarakat yang memiliki akses pendidikan terbatas, dan pelaksanaan pendidikan alternatif memiliki kontribusi signifikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Sejak pendidikan alternatif ada di Kota Bandar Lampung, tidak ada proses evaluasi yang dilakukan ke sekolah-sekolah pendidikan alternatif. Jadi, merupakan suatu keharusan untuk mengevaluasi sekolah-sekolah tersebut untuk mendapatkan informasi dalam membantu pembuat kebijakan untuk memiliki keputusan yang baik terkait dengan pendidikan alternatif di kota Bandar Lampung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi dan mendeskripsikan secara empiris tentang pendidikan alternatif, dan memberikan rekomendasi kepada instansi terkait seperti dinas pendidikan kabupaten tentang: (1) masyarakat, lembaga / lembaga pelaksana, dan persepsi siswa tentang pendidikan alternatif. (2) prestasi belajar siswa, (3) sistem pembelajaran, (3) faktor pendukung, dan (5) hambatan untuk melaksanakan pendidikan alternatif di Kota Bandar Lampung. Teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian ini, dan data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Rekomendasi untuk masa yang akan datang: (1) Untuk siswa sekolah RoKiA (12 kelas) yang memiliki kompetensi dalam sains dapat mengembangkan minat dan kompetensi mereka, akan lebih baik bagi mereka untuk diizinkan oleh dinas pendidikan kabupaten untuk mengikuti ujian atau sains Paket C ujian yang setara, (2) Agar lebih efisien, akan lebih baik bagi sekolah RoKiA untuk memiliki rasio murid-guru sesuai dengan standar nasional atau setidaknya 1: 10, (3) Untuk melaksanakan artikel UU Guru No. 14/2005 8, 9, dan 11, akan lebih baik bagi guru sekolah RoKiA untuk memiliki setidaknya kualifikasi akademik S1 atau D4, dan sertifikat guru sebagai pendidik profesional, dan (4) pemerintah daerah harus lebih proaktif untuk memberikan perhatian dan dukungan terhadap alternatif lembaga pendidikan seperti sekolah RoKiA. Alternative education as an alternative choice for the community who has limited access to education, and the implementation of alternative education has significant contribution to achieve the national education goal. Since the alternative education existed in Bandar Lampung city, there was no evaluation process conducted to the alternative education schools. So it was a must to evaluate those schools to get information in helping the policy makers to having good decision related to alternative education in Bandar Lampung city. The purpose of this study was to get information and describe empirically about the alternative education, and give some recomendations to related institutions such as district education office about: (1) the community, the implementing agencies/institutions, and the students’ perception about alternative education, (2) students’ achievement, (3) instructional system, (3) supporting factors, and (5) the obstacles to implement the alternative education in Bandar Lampung city. Purposif sampling technique was used in this study, and the data was collected by using questionnaire, in-depth interview, and documentation study. The data was analysed by using qualitative-descriptive technique.This study found that: (1) RoKiA (homeschooling) school as an alternative school have given positive contribution toward education problems especially in Bandar Lampung city, (2) RoKiA school used combination of classical and individual system of instruction, (3) In general, student achievement of RoKiA school was very good, (4) All RoKiA school components either students, parents/community or teachers were aware of the important of alternative education, (5) RoKiA school infrastructure was good and appropriate for student to learn, (6) Some RoKiA school teachers have no  S1 or D4 academic qualification, (7) Most RoKiA school teachers have no teacher certificate as professional educators, and (8) there was no support and attention from the local government either to improve the infrastructure or quality of RoKiA school. Recommendations for the future: (1) In order to RoKiA school students (12 grade) who have competency in science could develop their interest and competencies, it would be better for them to be permitted by district education office to take Paket C  examination or science equivalent examination, (2) To be more efficient, it would be better for RoKiA school to have student-teacher ratio suitable with the national standard or at least 1 : 10, (3) To implement the Teacher Law No. 14/2005 article 8, 9, and 11, it would be better for RoKiA school teachers to have at least S1 or D4 academic qualification, and teacher certificate as a professional educator, and (4) local government should be more proactive to give attention and support to alternative education institutions such as RoKiA school.