Articles

Found 36 Documents
Search

Perancangan Sistem Navigasi Otonom pada Behavior Based Hexapod Robot Wicaksono, Handy; Prihastono, Prihastono; Anam, Khairul; Effendi, Rusdhianto; Sulistijono, Indra Adji; Kuswadi, Son; Jazidie, Achmad; Sampei, Mitsuji
Jurnal Teknik Elektro Vol 8, No 2 (2008): SEPTEMBER 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.795 KB) | DOI: 10.9744/jte.8.2.70-78

Abstract

Six legged robot (hexapod) has advantage over wheeled robot in its capability to walk over rough terrain. In this paper, hexapod mobility will be tested in order to measure its performance in walk through beam and stair. Behavior based architecture will be used in hexpod, so it can react quickly. Autonomous navigation application has been chosen here in order to prove that the architecture is running well. From simulation result, it can be seen that behavior based hexapod robot has good mobility (it can walk through obstacle that has 10 cm height) and it can accomplish its task to avoid the obstacles and find the light source. Abstract in Bahasa Indonesia: Robot berkaki enam (hexapod) memiliki kelebihan dibanding robot beroda dalam hal kemampuannya melewati daerah tidak rata. Pada penelitian ini, mobilitas pergerakan hexapod akan diuji untuk mengetahui performanya dalam melewati balok dan tangga. Supaya dapat bereaksi dengan cepat, maka arsitektur behavior based akan digunakan pada hexapod. Aplikasi navigasi otonom dipilih untuk menunjukkan bahwa arsitektur tersebut berjalan dengan baik. Dari hasil simulasi nampak bahwa behavior based hexapod robot memiliki mobilitas yang baik (mampu melewati halangan setinggi maksimal 10 cm) dan dapat menyelesaikan tugasnya untuk menghindari halangan dan menemukan sumber cahaya. Kata kunci: mobilitas, hexapod robot, behavior based architecture, sistem navigasi otonom
EFEK VARIASI PROSES PEMBUATAN AMAZAKE TERHADAP KUALITASNYA Anam, Khairul
PHARMACY Vol 6, No 1 (2009)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Amazake is a traditional sweet non alcoholic Japanese drink made from fermentedrice which is produced from a mix of rice koji and boiled rice. In this process production,amylases produced by the fungus Aspergillus oryzae grown in rice koji hydrolyze starchto dextrin and glucose which is called saccharification. The Objective of this research wasto understand the influences on amazake which brewed by varying temperature, pH andother factors that affecting the enzyme effects to qualities. This research design with 6treatments brewed amazake incubated at 60ºC, 75ºC, 40ºC which then sterilized, fourthtreatment was incubated at 60ºC without sterilized, fifth treatment was within lacticacid addition and the sixth treatment, koji was substituted by enzyme agent. Parameterwhich observed was enzyme activity, sugar content and also organoleptic test thatconsist of 7 panelists. The parameters which include were sweetness, umami, sournessand aroma. From this research indicate that amazake product which incubated at 60ºChave better quality than the others. Amazake which incubated at 60ºC have bettersweetness, good taste of umami, litlle sour and have good aroma.Key words: Amazake, Saccharification, Aspergillus Oryzae, Koji
Potensi Antimikosis Beberapa Tumbuhan Obat Indonesia Kusrini, Dewi; Anam, Khairul; Cahyono, Bambang
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 9, No 3 (2006): Volume 9 Issue 3 Year 2006
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.9.3.69-73

Abstract

Telah ditelaah potensi antimikosis tumbuhan Annona squamosa L (srikaya), Phylantus Acidus (L) Skeels (ceremai), and Phaleria Macrocarpa [Scheff] Boerl. (mahkota dewa) terhadap mikosis Candida Albicans. Ekstrak etanol srikaya mempunyai aktivitas tertinggi, setara dengan aktivitas 11.566,11 μg ketokenazol, dan ekstra etanol mahkota dewa setara dengan 2.344,46 g ketokenazol.
Pemanjangan Sistem Terkonjugasi Sinamaldehid dan Uji Aktivitas sebagai Bahan Aktif Tabir Surya Ngadiwiyana, Ngadiwiyana; Ismiyarto, Ismiyarto; Anam, Khairul
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 7, No 1 (2004): Volume 7 Issue 1 Year 2004
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.7.1.22-27

Abstract

Telah dilakukan pemanjangan sistem terkonjugasi sinamaldehid dengan reaksi aldol kondensasi. Penelitian ini diawali dengan mengisolasi sinamaldehid dari minyak kayu manis menggunakan pelarut natrium bisulfit. Selanjutnya sinamaldehid direaksikan dengan asetofenon melalui reaksi kondensasi. Analisis struktur senyawa hasil menggunakan spektrometer UV-Vis dan spektrometer infra merah, selanjutnya penentuan SPF dari produk yang dihasilkan dilakukan dengan mengukur absorbansinya terhadap sinar UV.Sinamaldehid didapatkan sebagai cairan jernih kekuningan dengan kemurnian 99,87% dan rendemen 82,00%. Senyawa hasil kondensasi didapatkan sebagai padatan berwarna kuning dengan titik lebur 540C, rendemen 72,21%. Analisis dengan spektometer UV-Vis memberikan serapan pada 312 nm dan 224 nm, sedangkan dengan IR mempunyai pita pada 1676,0 cm-1 (-C=O), 1604 cm-1 (–C=C-), 3028 (=C-H), dan 1575 cm- (cincin aromatis). Sinamaldehid mampu memberikan perlindungan SPF maksimum pada konsentrasi 10 g/mL, sedangkan senyawa hasil reaksi mampu memberikan perlindungan maksimum pada konsentrasi 6 g/mL.
Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Fraksi Aktif Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) dan Uji Aktivitas Larvasida terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti Adinata, Ika Pratiwi Khosimah; Anam, Khairul; Kusrini, Dewi
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 2 (2013): Volume 16 Issue 2 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.16.2.42-45

Abstract

Identifikasi senyawa metabolit sekunder fraksi aktif daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) dan uji aktivitas larvasida terhadapl nyamuk Aedes aegypti telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) sebagai larvasida nyamuk Aedes aegypti serta mengisolasi dan mengidentifikasi jenis senyawa larvasida yang terkandung dalam ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas L.). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Ekstrak kental etanol dipartisi berturut-turut dengan n-heksana dan etil asetat. Dari hasil uji aktifitas larvasida terhadap fraksi n-heksana, etil asetat dan air diperoleh bahwa fraksi etil asetat memiliki aktifitas paling tinggi dengan nilai LC50 0,11%. Fraksi etil asetat kemudian difraksinasi menggunakan kromatografi cair vakum sebanyak dua kali hingga diperoleh isolat aktif (fraksi EG3). Isolat fraksi aktif diduga mengandung asam fenolat yang menyerap sinar UV-Vis pada λmax 227 nm dan 251 nm. Hasil analisis ini diperkuat dengan analisis spektrum inframerah yang menunjukkan adanya gugus fungsi O-H ulur, C-H aromatik ulur dan C=C aromatik yang menandakan adanya senyawa fenol. Adanya gugus fungsi C=O, C-O dari asam karboksilat dan benzen tersubstitusi menandakan adanya asam karboksilat, di mana gugus fungsi yang dimiliki isolat identik dengan gugus fungsi asam fenolat secara umum.
Isolasi, Karakterisasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Flavonoid dari Ekstrak Air Kulit Batang Ketapang Kencana (Terminalia muelleri Benth.) Yuniati, Wiwit Wulan; Anam, Khairul; Kusrini, Dewi
SAINS DAN MATEMATIKA Volume 20 Nomor 3 Tahun 2012
Publisher : SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.186 KB)

Abstract

Telah diisolasi, karakterisasi dan uji aktivitas antioksidan senyawa flavonoid dari ekstrak air kulit batang tumbuhan Ketapang Kencana (Terminalia muelleri  Benth.). Identifikasi jenis flavonoid dilakukan dalam lima tahap, tahap pertama adalah preparasi serta ekstraksi sampel menggunakan metode infudasi, tahap kedua, penapisan fitokimia serbuk ekstrak air, tahap ketiga, isolasi senyawa flavonoid meliputi pemisahan menggunakan kromatografi kolom, hidrolisis asam dan ekstraksi fraksi serta uji kemurnian isolat, tahap keempat, karakterisasi dan elusidasi isolat murni flavonoid hasil isolasi secara spektroskopi menggunakan spektrometer Infra merah (IR), spektrofotometer UV-Vis dengan penambahan pereaksi geser, spektrometer 1H-NMR serta 13C-NMR dan tahap kelima yaitu uji aktivitas antioksidan isolat menggunakan metode DPPH. Isolat berupa serbuk kuning dengan rendemen 0,2% dan memiliki titik lebur 306-307,5 oC. Karakterisasi secara spektrometri menunjukkan bahwa isolat adalah Kuersetin. Uji aktivitas antioksidan isolat kuersetin memiliki nilai (IC50) 257,23 ppm.Keywords: Terminalia muelleri Benth., flavonoid, kuersetin, DPPH
Desain Sistem Navigasi Robot Berkaki Enam pada Model Lahan Tanaman Padi Anam, Khairul
INKOM Journal Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Pusat Penelitian Informatika - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.714 KB) | DOI: 10.14203/j.inkom.113

Abstract

This article presents a robot design used in agriculture field for controlling rat  pest in paddy fields. The robot is hexapod type with single actuator in every leg. It has two kind of controller, low-level controller and high level controller. The low-level controller guarantees the leg rotation in 360 degrees. The high-level controller is behavior-based controller with a coordinator. The performance of each behavior  was tested as well as the overall system. This research yielded a robot that could operate in grassy and muddy environment and it could move with speed 3.9 cm/s.
Anthocyanin Identification of Methanol-HCl Extract Active Fraction in Rosella (Hibiscus Sabdariffa. L) and Its Potential as Xanthine Oxidase Inhibitor Lestari, Pratiwi Puji; Kusrini, Dewi; Anam, Khairul
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 22 Issue 3 Year 2014
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.639 KB)

Abstract

The active fraction of methanol-HCl extract of Roselle flower (Hibiscus sabdariffa. L) has been identified and its inhibitor xanthine oxidase potential tested. The aim of this study was to compare the inhibitory activity of xanthine oxidase from methanol-HCl extract and its fractionation results and to identify the chemical component of Roselle flower’s methanol-water active fraction which had xanthine oxidase inhibition activity. The chemical component identification of Roselle flower was preceded by extraction and fractionation. The types of chemical compound contents were identified by the spotting appearance, UV-Vis and IR spectroscopy. The quantification of chemical compound was carried out by TLC Scanner and xanthine oxidase inhibitory activity was tested in vitro. From this research, it was obtained the methanol-HCl extract yield of 4%. The Roselle methanol-HCl extract has the ability to inhibit activity of xanthine oxidase (IC50) was 0.64 ppm which was preponderant than the fractionation result. The 2nd fraction was the most active to inhibit the xanthine oxidase activity compared to the 1st and 3rd fraction. The main components of 2nd fraction were isolates A (Rf 0.9) and isolates D (Rf=0.64) which were expected as the group of anthocyanin. The relative level of isolate A and D were 4.67% and 24.24% respectively.
Identifikasi Kandungan Kimia Ekstrak Etanol Serai Bumbu (Andropogon citratus D.C) dan Uji Efektivitas Repelen terhadap Nyamuk Aedes aegypti P., Anita Verawati; Anam, Khairul; Kusrini, Dewi
SAINS DAN MATEMATIKA Volume 21 Nomor 1 Tahun 2013
Publisher : SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.186 KB)

Abstract

Telah diidentifikasi kandungan kimia ekstrak etanol serai bumbu (Andropogon citratus D.C) dan diuji efektivitas repelen terhadap nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanol akar, batang, dan daun serai bumbu (Andropogon citratus D.C) sebagai repelen nyamuk Aedes aegypti serta mengidentifikasi senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak serai bumbu yang paling aktif sebagai repelen. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Masing-masing ekstrak akar, batang, dan daun serai bumbu diuji efektivitas repelen terhadap nyamuk Aedes aegypti betina dengan tiga variasi kadar yaitu 1%, 5% dan 10% untuk tiap ekstrak. Pengujian ini mengggunakan sukarelawan manusia. Hasil uji daya proteksi tertinggi terhadap nyamuk Aedes aegypti yaitu pada ekstrak etanol batang serai bumbu (Andropogon citratus D.C) sebesar  85,0 %  pada kadar 5% di jam ke-3. Berdasarkan data GC-MS ekstrak etanol batang serai bumbu (Andropogon citratus D.C) mengandung 26 senyawa dengan komponen utama: Heksadekanol, Asam Nerat, Geraniol, Hidroksidihidromaltol, Asam Palmitat, dan Hidroksimetilfurfural.   Keywords: Identifikasi, Andropogon citratus D.C, Repelen, Geraniol
Identifikasi Kandungan Kimia Ekstrak Etanol Serai Bumbu (Andropogon citratus D.C) dan Uji Efektivitas Repelen terhadap Nyamuk Aedes aegypti P., Anita Verawati; Anam, Khairul; Kusrini, Dewi
SAINS DAN MATEMATIKA Volume 21 Nomor 1 Tahun 2013
Publisher : SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.186 KB)

Abstract

Telah diidentifikasi kandungan kimia ekstrak etanol serai bumbu (Andropogon citratus D.C) dan diuji efektivitas repelen terhadap nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanol akar, batang, dan daun serai bumbu (Andropogon citratus D.C) sebagai repelen nyamuk Aedes aegypti serta mengidentifikasi senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak serai bumbu yang paling aktif sebagai repelen. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Masing-masing ekstrak akar, batang, dan daun serai bumbu diuji efektivitas repelen terhadap nyamuk Aedes aegypti betina dengan tiga variasi kadar yaitu 1%, 5% dan 10% untuk tiap ekstrak. Pengujian ini mengggunakan sukarelawan manusia. Hasil uji daya proteksi tertinggi terhadap nyamuk Aedes aegypti yaitu pada ekstrak etanol batang serai bumbu (Andropogon citratus D.C) sebesar  85,0 %  pada kadar 5% di jam ke-3. Berdasarkan data GC-MS ekstrak etanol batang serai bumbu (Andropogon citratus D.C) mengandung 26 senyawa dengan komponen utama: Heksadekanol, Asam Nerat, Geraniol, Hidroksidihidromaltol, Asam Palmitat, dan Hidroksimetilfurfural.   Keywords: Identifikasi, Andropogon citratus D.C, Repelen, Geraniol