Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Getaran Pada Berbagai Jenis Bahan Kayu Dengan Metode Fungsi Transfer Amiruddin, .
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 12, No 1 Okt (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkenaan dengan tingkat kestabilan dan kekuatan-kekuatan  barang produksi dilihat dari segi penggunaan barang tersebut adalah efek redaman pada konstruksinya. Terutama bila konstruksi barang tersebut menerima beban yang berubah-ubah, beban bolak balik dan beban tiba-tiba. Efek redaman dipengaruhi oleh suatu bahan atau sistem yang bergetar. Pemelihan bahan atau material yang baik untuk suatu produk sangatlah dipengaruhi oleh karakteristik dari bahan tersebut. Kekuatan spesimen untuk semua jenis bahan kayu adalah : -          Kayu ulin         : 208538 N/m x = 0,008820 -          Kayu bayam    : 176422 N/m x = 0,008685 -          Kayu jati          : 132081 N/m x = 0,008361 Dan faktor peredam untuk bahan yang berbeda diperoleh bahwa faktor peredam tersebut terjadi pada bahan kayu ulin. Kata Kunci : Bahan kayu, mehode fungsi transfer
Analisa Efek Perubahan Diameter Saringan Terhadap Kerugian Head Dan Jenis Aliran Fluida Dalam Pipa Amiruddin, .
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 12, No 2 Okt (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diameter saringan udara merupakan salah satu alat  ukur aliran yang mempunyai berbagai jenis bentuk, ukuran dimana, diameter saringan udara ini mempengaruhi kapasitas kerugian head dan karakteristik aliran fluida dalam pipa. Dari berbagai ukuran diameter saringan diperoleh : -          Untuk diameter saringan 1 mm nilai rata-rata = 0,434 -          Untuk diameter saringan 2 mm nilai rata-rata = 0,206 -          Untuk diameter saringan 3 mm nilai rata-rata = 0,135 -          Untuk diameter saringan 4 mm nilai rata-rata = 0,074 -          Untuk diameter saringan 5 mm nilai rata-rata = 0,051  Kata kunci: Diameter Saringan, Kerugian Head, Aliran
Agensia hayati dan Arachis pintoi memacu pertumbuhan tanaman lada (Piper nigrum) dan mengurangi kejadian penyakit kuning Biocontrol agents and Arachis pintoi promote the growth of black pepper (Piper nigrum) and reduce the incidence of yellow disease TAUFIK, Muhammad; KHAERUNI, Andi; WAHAB, Abdul; AMIRUDDIN, .
E-Journal Menara Perkebunan Vol 79, No 2: Desember 2011
Publisher : INDONESIAN RESEARCH INSTITUTE FOR BIOTECHNOLOGY AND BIOINDUSTRY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractYellow disease is a complex disease caused byFusarium sp., Phytophthora sp., and nematodes. Infectedplants were quickly killed and were difficult for replanting,causing significant losses for the growers. Various controlmethods were examined including the use of bioconrolagents and cover crop Arachis pintoi. The researchobjective was to determine the ability of biocontrol agentsand A. pintoi to improve pepper growth and reduce yellowdisease incidence on pepper plants in the field. Researchresults showed that the treatment of biocontrol andA. pintoi promoted vegetative growth of pepper plants, andincreased pepper height for up to more five times, andreduced yellow disease incidence to 30%AbstrakPenyakit kuning merupakan penyakit kompleks yangdisebabkan oleh Fusarium sp., Phytophthora sp. dannematoda parasit. Tanaman sakit mengalami kematianyang cepat dan kebun yang telah terinfeksi sulit untukditanami kembali, sehingga mengakibatkan kerugian yangnyata terhadap petani. Berbagai cara pengendalian telahdiuji termasuk penggunaan agens hayati Plant GrowthPromoting Rhizobacteria (PGPR), Trichoderma sp. dantanaman Arachis pintoi. Tujuan penelitian adalahmengetahui kemampuan agensia hayati dan Arachis pintoidalam meningkatkan pertumbuhan dan mengurangikejadian penyakit kuning pada tanaman lada di lapang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan agenshayati dan A. pintoi meningkatkan tinggi dan jumlah dauntanaman lada lebih dari lima kali serta mempercepatmunculnya sulur dibandingkan dengan kontrol danfungisida. Aplikasi Trichoderma sp. yang dikombinasidengan A. pintoi menekan kejadian penyakit kuning hampir30%.
Kalosara di Kalangan Masyarakat Tolaki di Sulawesi Tenggara Amiruddin, .; Suardika, I Ketut; Anwar, .
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 32, No 2 (2017): Mei
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan pada dasarnya berbasis sosial budaya berupa kegiatan pembelajaran yang didasarkan pada unsur-unsur budaya yang ada pada masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menganalisis fungsi kalosara dalam masyarakat Tolaki, (2) untuk mendeskripsikan fungsi kalosara sebagai media etnope- dagogik dalam pengembangan karakter bangsa. Metode penelitian digunakan etnografi dengan pendekatan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, pengamatan, dan wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa kalosara merupakan sumber dari segala adat-istiadat Orang Tolaki. Kalosara sebagai adat pokok dapat digolongkan ke dalam 5 cabang, yaitu: (1) sara wonua, yaitu adat pokok dalam pemerin- tahan; (2) sara mbedulu, yaitu adat pokok dalam hubungan kekeluargaan dan persatuan pada umumnya; (3) sara mbe’ombu, yaitu adat pokok dalam aktivitas agama dan kepercayaan; (4) sara mandarahia, yaitu adat pokok dalam pekerjaan yang berhubungan dengan keahlian dan keterampilan; dan (5) sara monda’u, mom- bopaho, mombakani, melambu, dumahu, meoti-oti, yaitu adat pokok dalam berladang, berkebun, beternak, berburu, dan menangkap ikan. Ada empat fungsi kalosara, yaitu: (1) ide, (2) focus dan pengintegrasian unsur-unsur kebudyaan, (3) pedoman hidup, serta (4) pemersatu. Fungsi kalosara sebagai media etnopeda- gogik merupakan praktek pendidikan berbasis kearifan lokal dalam berbagai ranah seperti pengobatan, seni bela diri, lingkungan hidup, pertanian, ekonomi, pemerintahan, dan sistem penanggalan. Melalui media kalosara, maka pengetahuan, nilai, dan keterampilan berbasis sosial budaya Tolaki dapat tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat sebagai pengembangan karakter bangsa.
ANALISIS FAKTOR DETERMINASI KREDIT SECARA LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG DI KABUPATEN BERAU Amiruddin, .
Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Ekonomi Pembangunan 2013 Vol 11, No.02
Publisher : Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.43 KB)

Abstract

The purpose of this study is to (1) analyze the effect of per capita income, inflation, interest rate, savings last year and the savings directly to credit in Berau. (2) analyze the effect of per capita income, inflation, interest rate, savings last year and the savings indirectly to credit in Berau. (3) analyze which variables are dominant influence on credit in Berau Disrict. In order to test the hypothesis analysis the authors use analytical tools path analysis using SPSS 19. The data used in this study is the data per capita income, inflation, interest rate, savings and credit in 2002-2012. The results show that there is a direct influence between per capita income, inflation, interest rate, savings last year and the savings to credit in Berau District, and The results show that there is a indirect influence between per capita income, inflation, interest rate, savings last year and the savings to credit in Berau
PCS-17 The Potency Of Sernai Leaves (Wedelia biflora) to Increase Healing of contusion in Rats (Rattus norvegicus) Rinidar, .; Marzuki, L A; Safitri, E; Isa, M; Hasan, M; Amiruddin, .; Lubis, T M; Hennivanda, .; Hamzah, A; Asmilia, N; Sutriana, A
Hemera Zoa Proceedings of the 20th FAVA & the 15th KIVNAS PDHI 2018
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.482 KB)

Abstract

INTRODUCTION Contusion is a type of injury caused by a collision of the body with a blunt object followed by damage to the soft parts of the body, bone damage, bleeding and swelling. The tissue Injuries cause an inflammatory or inflammatory reaction, in which the inflammatory reaction is followed by pain (dolor), heat (kolor), red (rubor), swelling (tumor), and impaired function in the area around the wound (fungsiolesa). The Inflammatory reactions are the result of increased capillary permeability and migration of leukocytes to areas of inflamed tissue. The bodys defense process against injury involves cells that infiltrate the wounded areas including neutrophils, macrophages, and lymphocytes. The bodys response to inflammation is characterized by the release of neutrophils from the blood vessels which function as the first defense cells that play a role in phagocytosis of microorganisms and inflammatory cells in the wound. Contusion can be cured by giving anti-inflammatory drugs that aim to relieve pain, slow and prevent the spread of the tissue destruction process.the  Anti-inflammatory drugs are classified into two, namely Non-Steroid Anti-inflammatory (NSAIDs) and Anti-inflammatory Steroids (AIS), a class of anti-inflammatory drugs that have the ability to suppress signs and symptoms of inflammation. The use of anti-inflammatory drugs in humans can cause side effects that are harmful to the body such as ulcers, cardiovascular diseases and osteoporosis, while fot the animals cause the difficulties due to the large variety of species. Therefore, herbal ingredients are developed, one of which is sernai (Wedelia biflora). Sernai has empirical benefits as a medicine for wounds and ulcers , sernai leaf water extracts as antipyretics, antitripanosoma, antimicrobials, antifungal, and anti-inflammatory agents.Sernai contains alkaloids, terpenoids, triterpenoids and flavonoids. The Flavonoid compounds can inhibit the release of arachidonic acid, secretion of lysozyme enzymes from neutrophil cells and endothelial cells and inhibit the proliferation phase and exudation phase of the inflammatory process. If the prostaglandin pathway is inhibited, the the occurrence of local blood vessel vasodilatation will reduces and so a leukocyte infiltration decreases, then it is replaced by macrophages that function to help endothelial cell formation and new blood vessels so that wound healing can take place quickly.
Fiksasi Internal secara Terbuka Fraktur Bilateral Pelvis pada Anjing Erwin, Erwin; Amiruddin, .; Rusli, .; Etriwati, .; Sabri, Mustafa; Adam, Mulyadi; Ramadhana, Cut Erika; Kusuma, Afif Yuda
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol 7, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.07 KB)

Abstract

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang umumnya disebabkan oleh trauma. Anjing ras Yorkshire berumur 2,8 tahun dengan bobot badan 2,6 kg menunjukkan gejala klinis tidak bisa berdiri, kedua ekstremitas posterior mengalami diplegic lameness dan anjing hanya bertumpu dengan ekstremitas anterior. Anamnesis dengan pemilik hewan mengatakan anjingnya mengalami trauma akibat tertimpa tangga. Hasil pemeriksaan radiografi dengan posisi hewan right lateral dan ventro dorsal menunjukkan fraktur bilateral pelvis berbentuk oblique pada tulang ilium. Penanganan yang dilakukan adalah dengan metode open reduction internal fixation menggunakan bone plate 2.0 veterinary cuttable plate (VCP) dengan screw 2.0 mm cortical non-self-tapping pada kedua sisi tulang ilium. Hari ke-3 setelah tindakan bedah, pasien mulai dibantu untuk berjalan sebagai upaya melatih pergerakan ekstremitas posterior. Satu minggu setelah bedah, pasien sudah bisa berjalan dan menunjukkan perkembangan yang baik. Penanganan bilateral fraktur pelvis berbentuk oblique pada bagian ilium dapat ditangani dengan bone plate dan screw.