Nurbaiti Amir
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

The Response of Rice (Oryza sativa L.) to Organic Fertilizer Plus and Organic Pesticides under the System of Rice Intensification (SRI) in Tidal Lowlands Marlina, Neni; Saputro, Eko Adi; Amir, Nurbaiti
Jurnal Lahan Suboptimal Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Lahan Suboptimal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.24 KB)

Abstract

Marlina et al. 2012. The Response of Rice (Oryza sativa L.) to Organic Fertilizer Plus and Organic Pesticides under the System of Rice Intensification (SRI) in Tidal Lowlands. JLSO 1(2):138-148. This study aims at evaluating the response of rice (Oryza sativa L.) to the dosage and type of organic fertilizer plus and organic pesticides under the System of Rice Intensification (SRI) in tidal lowlands. This research was implemented at the rice field Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tanjung Lago, Kota Terpadu Mandiri  (KTM) Telang, Kabupaten Banyuasin. The research was conducted from December 2010 until March 2011. It employedFactorial Group Randomized Design (RAK) to allow each factor were repeated 3 times for 5 plant samples. Variability analysis indicates that the provision of the dosage of organic fertilizer plus provided significant  effect on plant height, the number of seedlings, the number of productive seedlings, grain per panicle, production, and the percentage of infestation. However, it did not show significant  effect on the percentage of empty grains. The provision of organic pesticides provided significant effect on grain per panicle, production, the percentage of pests, but gave no effect on plant height, the number of seedlings, the number of productive seedlings, and the percentage of empty grains. The combination of powdered organic fertilizer plus of  750 kg / ha and  organic pesticides (animal and vegetable pesticides) gave  the highest production of 2.23 kg/plot or 5.57 ton/ha.
PENGARUH LAMA PENYINARAN DAN PANJANG HARI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KRISAN (Chrysanthem sp.) Amir, Nurbaiti; Hawayanti, Erni; Pratama, Rangga Fitra
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 2 (2016): Klorofil
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh lama penyinaran dan panjang hari terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman krisan (Chrysanthemum sp.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan lama penyinaran tambahan dalam jam dan hari yang paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman krisan (Chrysanthemum sp.) Penelitian ini telah dilaksanakan di Dusun Talang Tinggi, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, yang dimulai pada bulan Mei sam Juli 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (split plot design) Sebagai petak Utama adalah penambahan penyinaran dalam jam yang terdiri dari : Penambahan penyinaran 2 jam, penambahan penyinaran 3 jam,dan penambahan penyinaran 4 jam. Anak petak adalah tambahan penyinaran dalam hari yang terdiri dari : Penambahan penyinaran 20 hari, penambahan penyinaran 30 hari, penambahan penyinaran 40 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan waktu penyinaran 4 jam dan penambahan waktu penyinaran 30 hari menghasilkan pertumbuhan tanaman krisan terbaik terhadap, diameter bunga yaitu 10,33 (cm), diameter batang yaitu 4,25 (cm), jumlah bunga 13,33 (tangkai), panjang akar yaitu 12,30 (cm) dan kesegaran bunga yaitu 12,03 (hari).
RESPON TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) TERHADAP PUPUK KOMPOS KOTORAN AYAM DAN NPK DENGAN TAKARAN BERBEDA Amir, Nurbaiti; Rosmiah, Rosmiah
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2018): Klorofil
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.311 KB)

Abstract

Respon tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) terhadap pupuk kompos kotoran ayam dan NPK dengan takaran berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan takaran pupuk kompos kotoran ayam dan NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) di lahan lebak. Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun percobaan fakultas Pertanian Kampus C Universitas Muhammadiyah Palembang di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Organ Ilir, Sumatera Selatan. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan April sampai Juli 2016. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 9 kobinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor Perlakuan kompos kotoran ayam A1:0.5 ton/ha (150 g/petak),   A2: 1,0  ton/ha (300 g/petak), A3:1,5 ton/ha (450 g/petak). NPK M1:100 kg/ha (30 g/petak), M2:150 kg/ha (45 g/petak), M3:200 kg/ha (60 g/petak). Hasil terbaik yang didapat dalam penelitian ini adalah perlakuan interaksi antara pupuk kompos kotoran ayam 1,5 ton/ha (450 g/petak) dan NPK 200 kg/ha (60 g/petak), memberikan hasil tertinggi.
PENGARUH JENIS DAN TAKARAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI POLYBAG PADA PRE NURSERY Rasyid, Muhammad; Amir, Nurbaiti; Minwal, Minwal
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2017): Klorofil
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.176 KB)

Abstract

Pengaruh Jenis dan Takaran Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guinensis Jacg) Pada Fase Pre Nursery. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan jenis dan takaran pupuk organik yang tepat terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) pada Stadia pre nursery di polybag. Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Kampus C, Universitas Muhammadiyah Palembang. Dusun 1, Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Waktu pelaksanaan penelitian ini dimulai pada bulan Mei 2015 sampai dengan bulan Agustus 2015. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 12 kombinasi perlakuan diulang 3 kali, adapun faktor perlakuan yang digunakan adalah Jenis Pupuk Organik (O), O1 = Pupuk Kandang Kotoran Ayam, O2 = pupuk kandang Kotoran Sapi, O3 = pupuk kandang Kotoran kambing, O4 = Pupuk Jerami Padi dan Takaran Pupuk Organik (T), T1 = 10 ton/ ha, T2 = 20 ton/ ha, T3 = 30 ton/ ha. Peubah yang diamati tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), panjang akar primer (cm), jumlah akar primer (helai), berat basah tanaman (g), berat kering tanaman (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pupuk organik berpengaruh sangat nyata terhadap peubah yang diamati seperti Tinggi tanaman dan berat basa berangkasan dan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, panjang akar primer, jumlah akar primer dan berat kering berangkasan. Takaran pupuk organik berpengaruh tidak nyata setiap peubah yang di amati, sedangkan interaksi berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah yang diamati.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG HIBRIDA (Zea mays L.) TERHADAP JENIS DAN TAKARAN PUPUK ORGANIK Amir, Nurbaiti; Rosmiah, Rosmiah
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2019): Klorofil
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.914 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan serta mendapatkan jenis dan takaran pupuk organik terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi jagung hibrida (Zea mays L). Penelitian ini telah di laksanakan pada lahan milik petani yang berlokasi di Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Penelitian ini di laksanakan bulan Juni sampai Agustus 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-plot design) dengan 9 kombinasi perlakuan yang diulang 4 kali dan 5 tanaman contoh dari setiap perlakuan. Adapun faktor perlakuan Petak Utama : Jenis pupuk organik (J) : J1 (Kotoran Ayam); J2(Kotoran Sapi) dan  J3(Blotong) sedangkan Anak petak : Takaran pupuk organik (T) :  T1 = 1 ton/ha (0,6 kg/petak); T2 = 3 ton/ha (1,8 kg/petak) dan T3 = 5 ton/ha (3 kg/petak) adapun Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman,  panjang tongkol, berat tongkol per tanaman, berat 100 biji dan produksi per petak. Berdasarkan hasil penelitian menujukkan bahwa perlakuan jenis pupuk organik  berpengaruh sangat nyata pada berat tongkol per tanaman. Perlakuan takaran pupuk organik berpengaruh sangat nyata pada berat tongkol per tanaman dan  produksi per petak sedangkan interaksi keduanya berpengaruh tidak nyata pada semua peubah yang diamati. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu perlakuan kombinasi jenis pupuk organik kotoran ayam dengan takaran 3 kg/petak menghasilkan berat  tongkol per petak 4,10 kg/petak atau 10,93 ton/ha.
PENGARUH JENIS PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH TANAMAN DAN TAKARAN PUPUK KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merrill) Amir, Nurbaiti; Fauzy, Muhammad Fahrul
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 1 (2018): klorofil
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.466 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan jenis pupukorganikcair dan takaran pupuk kotoran ayam yang terbaik, terhadap pertumbuhan tanaman kedelai (Glycine max L.Merrill). Penelitian ini telah dilaksanakan di Lahan Warga  Desa Pasir Putih Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, bulan Juni sampai September 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua perlakuan dan diulang tiga kali. (1) Jenis Pupuk organik Cair (C) terdiri dari C0 = Tanpa Pupuk Organik Cair, C1 = Pupuk Organik Cair Sabut Kelapa, C2 = Pupuk Organik Cair Batang Pisang dan (2) Takaran Pupuk Kororan Ayam (A) terdiri dari A1 = 10 ton/ha, A2 = 20 ton/ha,  A3 = 30 ton/ha. Peubah yang diamati adalah Tinggi Tanaman (cm), Jumlah Cabang Primer (tangkai), Jumlah Polong Berisi (butir), Jumlah Polong Hampa (butir), Produksi/petak (g) dan Berat 100 Biji (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk organik cair batang pisang dan pemberian takaran pupuk kandang kotoran ayam 20 ton/ha menghasilkan pertumbuhan dan produksi terbaik pada tanaman kedelai (Glycine max L. Merrill)
Evaluasi Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Padi Gogo ( Oryza Sativa L. ) Varietas Jati Luhur dan Situ Bagendit pada Perbedaan Jumlah Benih yang Ditanam Evaluation the Growth and Production of Several Upland Rice (Oryza sativa L.) Varieties Jati Luhur and Wendi1, Wendi; Gusmiatun, Gusmiatun; Amir, Nurbaiti
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 9, No 2 (2014): Jurnal Ilmu-Ilmu Agroteknologi Klorofil
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Padi Gogo ( Oryza Sativa L. ) Varietas Jati Luhur dan Situ Bagendit pada Perbedaan Jumlah Benih yang Ditanam Evaluation the Growth and Production of Several Upland Rice (Oryza sativa L.) Varieties Jati Luhur and Situ Bagendit On The Planted Seed Difference Amount
PENGARUH JENIS PUPUK ORGANIK DAN SISTEM TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) Ardi Prayogo, Sovian; Minwal, Minwal; Amir, Nurbaiti
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2016): Klorofil
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.752 KB)

Abstract

Pengaruh Jenis Pupuk Organik dan Sistem tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Tebu(Saccharum officinarum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh jenispupuk organik dan sistem tanam terhadap pertumbuhan bibit tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) dilapangan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada kebun percobaan kampus C Universitas MuhammadiyahPalembang, Desa Pulau Semambu, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi SumateraSelatan. Penelitian ini telah berlangsung dari bulan juni sampai dengan bulan Agustus 2015. Penelitian inimenggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) fakorial. Yang disusun dengan 9 kombinasi yang diulang3 kali. Sebagai perlakuan pupuk organik (O), O1 : kotoran ayam, O2 : Blotong dan O3 : Bokasi dan perlakuansistem tanam (S), S1 : 140 cm overlape 100 %, S2 : 140 cm overlape 50 % dan S3 : 140 cm overlape 25 %.Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah anakan, jumlah daun (helai), panjang akar(cm),jumlah akar (helai) dan diameter batang (cm). Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa perlakuanpupuk organik berpengaruh sangat nyata terhadap waktu keluar tunas, tinggi tanaman, jumlah anakandanjumlah daun. nyata terhadap panjang akar,jumlah akar dan diameter batang.sedangkan perlakuan sistemtanam berpengaruh sangat nyata terhadap waktu keluar tunas dan diameter batang. nyata terhadap tinggitanaman,jumlah daun dan,jumlah akar. tidak nyata terhadap jumlah anakan dan panjang akar. Pemberianpupuk organik kotoran ayam memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan bibit tanaman tebu, Perlakuansistem tanam 140 cm overlape 100 % memberikan hasil yang terbaik terhadap pertumbuhan tanaman tebu,Interaksi pemberian pupuk organik kotoran ayam dan sistem tanam 140 cm overlape 100 % memberikanhasil terbaik pada pertumbuhan bibit tanaman tebu.
PENGARUH PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN BEBERAPA VARIETAS BIBIT TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) DI POLYBAG Amir, Nurbaiti; Hawalid, Heniyati; Nurhuda, Ismail Arifal
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2017): Klorofil
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manure on the Growth Effect of several varieties of seeds of sugarcane (Saccharum officinarum L.) in polybag. This research aims to study the Influence Manure on Growth of some varieties of seed sugarcane (Saccharum officinarum L.) in Polybag. This research has been conducted in the field experiment station C campus of University of Muhammadiyah Palembang, Hamlet 1,Semambu Island Village , North Indralaya districts Ogan Ilir regency, South Sumatra from April 2016 to July , 2016. This study uses a randomized block design (RAK) Factorial with 9 combination treatment and repeated 3 to 4 plants sample replicates . The treatment factors are as follows : (1) Manure (K) are: K1 Manure Chicken Manure , K2 Manure goat manure , K3 Manure Cow Manure, and (2) Varieties Sugarcane (V) ,namely : V1 Varieties Kidang chariot (KK),V2 Varieties PS 881 K2 , V3 PCSO 902 Varieties. The parameters observed in this study is Time bud (HST) , plant height cm , Number of tillers, Leaf Number (Overlay), Long Roots cm, Total Root. Based on the results of analysis of variance showed that the treatment of manure Cow Manure 20 tons / ha significantly affect the number of leaves and no real effect on all the observed variables. Treatment of PCSO 902 varieties manifest until very real effect on plant height, number of leaves, number of tillers and root length, but the effect was not significant to time out shoots and roots number.
PENGARUH JARAK TANAM DAN TAKARAN PUPUK KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Effect of Plant Spacing and Dose Chicken Manure Fertilizer On Yayang1, Yayang; Amir, Nurbaiti; Hawalid, Heniyati
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 9, No 2 (2014): Jurnal Ilmu-Ilmu Agroteknologi Klorofil
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.642 KB)

Abstract

This study aims to identify and study the effect of plant spacing and chicken manure fertilizers on growth and yield of peanut. This research was conducted at the Experimental Farm of the Faculty of Agriculture Land Dictionary C Universitas Muhammadiyah Palembang, Hamlet I Semambu Island Village, District of North Indralaya, Ogan Ilir South Sumatra, took place from May to August 2014. The method used is a plot design Separated (Split Plot Design) with nine combinations of treatments and three replications. The main plot (main plot) is a spacing (A), J1 20 cm x 20 cm, 30 cm x 20 J2 cm, J3 40 cm x 20 cm, as a subplot (sub-plots) is the dose of compost (P), P1 5 tons / ha, P2 10 tons / ha, P3 15 tons / ha. Parameters observed that plant height (cm), number of primary branches (branch), the overall weight of pod (g), number of pods containing (pod), the number of empty pods (legumes), berangkasan wet weight (g), dry berangkasan weight (g ), 100 seed weight (g). Based on the results of analysis of variance showed that the spacing of chicken manure fertilizer rate and not significant for all variables observed. Treatment interaction effect was not significant