Articles

Found 16 Documents
Search

Dinamika Populasi Sidat Tropis (Anguilla Marmorata)

TORANI Vol 19, No 2 (2009)
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UNHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.13 KB)

Abstract

Growth and mortality of Anguilla marmorata were estimated from length-frequency data collected  from fisheries activity in Malunda river using COMPLEAT ELEFAN. Using Von Bertalanffy method, growth rate was estimated with L ∞ = 202 cm and K = 0.2 year-1. Total mortality rate was estimated using mean Keywords : Anguilla marmorata, growth,, mortality and yield per recruit, Malunda river.length analysis, Z = 1.344 year –1. Natural mortality was estimated by Pauly’s empirical formula, M = 0.366 year -1. Fishing mortality, F, was 0.978 year–1 and Exploitation rate was 0.728. A Beverton-Holt yield-perrecruit model indicated that current fishery harvest approximately 145.6 % of the potential yield.  

PENDUGAAN PERTUMBUHAN, KEMATIAN DAN HASIL PER REKRUT IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI WADUK BILIBILI

Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 13, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.021 KB)

Abstract

Parameter pertumbuhan dan mortalitas ikan nila (Oreochromis niloticus) diduga dari data frekuensi panjang yang dikumpulkan dari aktifitas perikanan di waduk Bilibili dengan menggunakan teknik pemisahan sebaran normal melalui bantuan program ELEFAN. Nilai dugaan parameter pertumbuhan von Bertalanffy, yaitu L∞ adalah 43.00 cm dengan K sebesar 0.30 per tahun. Laju mortalitas total, Z sebesar 1.1530 per tahun diduga dengan menggunakan analisis panjang rata-rata. Laju mortalitas alami, M sebesar 0.7350 per tahun diduga dengan rumus empiris Pauly sehingga laju mortalitas penangkapan, F diduga 0.4180 per tahun dengan laju eksploitasi mencapai 0.3630. Model hasil per rekrut Beverton dan Holt menunjukkan bahwa status perikanan saat ini adalah 86.63% dari hasil potensial. Kata kunci: ikan nila, pertumbuhan, kematian, hasil per rekrut, Waduk Bilibili.

Keragaan Biologi Populasi Ikan Cakalang (katsuwonus pelamis) yang Tertangkap dengan Purse Seine pada Musim Timur di Perairan Laut Flores

Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.016 KB)

Abstract

Biological performance of skipjack tuna has been done in the Flores Sea during the  southeast monsoon (June - August, 2013).  The objective of the research was to analyze biological performance of skipjack tuna captured by purse seine: including size composition,age classes, growth rate, food habit, gonad maturity and suitable length for capture.  The data for length structure and age class, the growth rate,  food habit, gonad maturity,  and volumetric fecundity estimation were analyzed using Bhattacharya, Von Bertalanffy, propendance index, histological and volumentric methods, respectively. The results showed that (1) the size structure and age class were different according to the fishing ground location and the fishing season, (2) the average size of fishes captured in the western part of Flores Sea was greater than the eastern one, (3) the average length of fishes catched by purse seine without fish aggregation device (FAD, rumpon) was longer than  that of with FAD, (4) the growth rate of skipjack tuna was slow where the growth coefficient was less than 0,5 per year, and the asymptotic length was 106,0 cm FL, (5) the skipjack tuna achieved the mature stage at 45 cm and  at 50 cm length for female and male, respectively, and ready to spawn at 55 cm and 60 cm for male and female , respectively, (6) it was more than 80 % of fishes captured by fishermen in the Flores Sea which were not yet suitable size for fishing.

Pengkajian Stok Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) di Perairan Selat Makassar

Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.555 KB)

Abstract

Dinamika populasi ikan cakalang (Katsuwonus pelamis, Linnaeus) di perairan Selat Makassar yang merupakan bagian Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia 713 (WPP RI 713) di Provinsi Sulawesi Selatan dan Barat telah dilakukan dengan mengumpulkan sampel sejumlah 20.707 ekor ikan cakalang yang tertangkap dengan alat tangkap purse sSeine dan hand line di Kabupaten Barru dan Majene.  Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Mei – Oktober 2014 di sentra pendaratan ikan.  Ukuran frekuensi panjang cagak diukur dan menduga parameter panjang cagak asimtot (L∞), koefisien pertumbuhan (K), koefisien kematian total (Z), koefisien kematian alami (M), koefisien kematian penangkapan (F), laju eksploitasi (E) dan potensi hasil tangkapan per rekrut relatif (Y’/R) dengan menggunakan alat bantu perangkat lunak FISAT-II.  Hasil dugaan parameter pertumbuhan von Bertalanffy  dengan metode Response Surface pada ELEFAN-I yaitu L∞ =  107,0 cm dan  K = 0,8 per tahun.   Laju mortalitas total diduga dengan menggunakan analisis kurva hasil tangkapan yaitu Z = 4,47 per tahun.  Kematian  alami diduga dengan rumus empiris Pauly diperoleh nilai dugaan M = 1,1 per tahun.  Kematian karena penangkapan (F) sebesar 3,37 per tahun memberikan hasil dugaan laju eksploitasi (E) sebesar 0,75.  Dugaan model hasil-per-rekruit relatif Beverton dan Holt menunjukkan bahwa tingkat eksploitasi telah memperlihatkan lebih tangkap sebesar 26,5% dari nilai E-optimumnya.   

ROLLING OF TROLLING LINER ON SINJAI REGENCY

- Vol 1, No 2 (2017): Volume 7 Nomor 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trolling liner was a dominance used by fishermans in Sinjai Regency was made by traditional without planning before, so stability and seakeeping ability about sea condition was unknown. The research aimed to analyze the rolling motion of trolling liner in regular condition of beam seas. The research was a case study of trolling liner used by the fisherman in Sinjai.Geometry measurement vessel formwas done to get a model of trolling liner and then make a redesign as a comparedand thenmake a simulation using program Maxsurf v8.i.the result showed that the sample have a good stability. Higher rollingwas 18,168 onhigh wave -0,1971 m and lowerrollingwas -18,168 on high wave 0,1971 m,while theredesignshowed higherrollingwas 14,102 on high wave -0,1970 m and lowerrollingwas -14,102 on high wave 0.1968 m.

KAJIAN KONDISI STOK IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DI PERAIRAN TELUK BONE SULAWESI SELATAN

Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 4, No 7 (2017)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.734 KB)

Abstract

Penelitian tentang kondisi stok ikan cakalang  di perairan Teluk Bone Sulawesi Selatan  telah dilakukan Januari sampai Oktober 2016.  Tujuan penelitian yaitu  menganalisis kondisi stok ikan cakalang menurut musim penangkapan. Kondisi stok ikan cakalang dianalisis menggunakan indikator biologi dan dinamika populasi.  Struktur ukuran  memakai column diagram, jumlah kelompok umur metoda frekuensi panjang Bhattacharya, laju mortalitas penangkapan dan laju eksploitasi metoda Beverton dan Holt,   laju pertumbuhan metoda Von Bertalanffy dan Ford and Walford, ukuran layak tangkap metoda Mallawa. Hasil penelitian bahwa  struktur ukuran didominasi ikan cakalang  muda,  populasi terdiri dua sampai tiga kelompok umur, laju mortalitas penangkapan dan eksploitasi cukup tinggi (> 1,0), laju pertumbuhan populasi lambat (<0,5 pertahun) dan persentase ukuran layak tangkap rendah (> 20%)  pada semua musim penangkapan ikan.  Capaian stok terhadap nilai normal berkisar 40 – 60 %. Kesimpulan penelitian bahwa stok ikan  cakalang semua musim penangkapan di luar kondisi normal  dan termasuk ke dalam kategori populasi ikan yang mengalami tekanan.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI ALAT BANTU RUMPON UNTUK PENANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN KABUPATEN JENEPONTO

Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 3, No 6 (2016)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.56 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan desain dan konstruksi teknologi rumpon yang digunakan nelayan (2) menentukan sebaran pemanfaatan rumpon berdasarkan alat tangkap yang digunakan (3) mengidentifikasi jenis alat tangkap yang menggunakan teknologi alat bantu rumpon dan komposisi jenis ikan yang tertangkap. Penelitian ini dilaksanakan di perairan Kabupaten Jeneponto pada bulan Desember 2015 - Januari 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik pengambilan data yaitu melakukan pengukuran langsung, mengikuti operasi penangkapan, dan wawancara nelayan. Hasil menunjukkan bahwa konstruksi rumpon terdiri dari pelampung berbahan styrofoam tinggi 100 cm dan lebar 60 cm, badan rumpon  terdiri dari tali utama berbahan polyethylene dengan panjang berkisar 15-35 meter dan attraktor daun lontar, dan batu sebagai pemberat. Jumlah rumpon yang tersebar sebanyak 28 unit. Alat tangkap yang digunakan di sekitar rumpon adalah pancing ulur dengan hasil tangkapan terdiri enam jenis ikan dengan komposisi hasil tangkapan Tembang (Sardinella gibbosa) 36%, Selar Kuning (Selaroides leptolepis) 28%, Layang (Decapterus macrosoma) 16%, Kembung lelaki (Rostrellinger kanagurta) 8 %, Kuwe (Carangoides talamparoides) 11 %, dan Peperek (Leiognathus equulus) 1%. Rumpon memiliki peran dan konstribusi dalam peningkatan jumlah hasil tangkapan dan perekonomian nelayan.

Beberapa Aspek Perikanan Ikan Cakalang (Katsuwonus Pelamis) Di Perairan Barru Selat Makassar Sulawesi Selatan

Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 3, No 5 (2016)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2590.235 KB)

Abstract

Ikan cakalang merupakan salah satu komoditas perikanan penting di perairan Selat Makassar sehingga penting dilakukan penelitian biologi populasi dan aspek perikanan sumberdaya tersebut. Penelitian aspek perikanan ikan cakalang dilakukan di perairan Barru Selat Makassar, April – Oktober 2014, bertujuan (1) menganalisis struktur ukuran dan kelompok umur hasil tangkapan serta persentase ukuran layak tangkap menurut musim dan teknologi penangkapan, (2) menganalisis produksi dan produktivitas menurut musim dan upaya penangkapan. Data primer, ukuran panjang ikan dikumpulkan dari hasil tangkapan nelayan, data sekunder melalui desk studi. Perbandingan sebaran ukuran per musim dan teknologi penangkapan digunakan uji t student, kelompok umur metoda Bhattacharya, ukuran layak tangkap metoda histologi, persentase ukuran layak tangkap metoda Mallawa, produksi dan produktivitas menurut upaya dan musim penangkapan secara deskriptif. Hasil penelitian bahwa kisaran panjang, jumlah kelompok umur, dan ukuran layak tangkap masing-masing adalah 17,5 – 80,1 cm, dua – tiga kohort, dan 19,32 % pada musim  Timur, dan 17,5 – 80,1 cm, dua – tiga kohort, dan 22,68 % pada musim peralihan Timur ke Barat, dan 17,5 - 72,5 cm, dua – tiga kohort, dan 26.02 % pada peralihan Barat ke Timur. Produktivitas purse seine tertinggi pada musim Timur yaitu 1.000-2.000 ekor per trip, sedang musim lainnya 200 – 500 ekor per trip.Kesimpulan bahwa struktur ukuran berbeda menurut musim, jumlah kelompok umur sama untuk semua musim, ukuran layak tangkap bervariasi menurut musim dan sangat rendah. Produktuvitas alat tangkap berbeda menurut musim penangkapan, produktivitas tertinggi pada musim Timur dan nelayan dapat melakukan penangkapan sepanjang tahun.

Economic Valuation of Mangrove Forest Ecosystem in Sinjai

TORANI: Journal of Fisheries and Marine Science Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Marine Science and Fisheries Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.259 KB)

Abstract

This study aims to identify the type and function of ecosystems of mangrove forests, in Sinjai district and calculate the total economic value of mangrove ecosystems. The analytical method used is economic valuation and willingness to pay community. The results showed that species dominating Rhyzopora sp, Avicennia sp Sonneratia sp and Bruguera sp. The direct benefits to the community from mangrove forest in the area of research are firewood, nipa roof, fish and crabs and bats with economic value of Rp 8,598,020,500 with average value per ha 11,343,117. Indirect value consists of wave breaks of Rp 4,480,000,000 or Rp 448,000,000 / year with an estimated life of the building for 10 years and a carbon sequestration benefit of Rp 153,495,000 a year. Benefit value of Rp203, 250 per ha. The result is multiplied by the total area of the existing mangrove forest ecosystem of 758 Ha, with a total value of biodiversity benefits of Rp 154,063,500 per year. The value of the existence benefit of RP 446,260 ha / yr. With a total area of 758 mangroves, the total benefit of the existence of mangrove ecosystems in Kabupatem Sinjai amounted to Rp 338,265,080 / year. The economic benefit value of Total mangrove sinjai is Rp 13,723,844,080 while the total benefit value per ha is Rp 22,816,656 per year.Keywords: Bennefit economic, Mangrove ecosystem, economic valuaition, Sinjai

KAJIAN KONDISI STOK UDANG GALAH (Macrobrachium Rosenbergii) DI SUNGAI WAELAWI KABUPATEN LUWU UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN

Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 3, No 5 (2016)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2014.615 KB)

Abstract

Penelitian  bertujuan  tentang  udang  galah  di  Sungai  Melawi  Kabupaten  Luwu  Utara dilaksanakan bulan Oktober   2015 sampai Maret 2016 bertujuan menganalisis kondisi stokudang galah. Data  primer, ukuran panjang karapaks  dikumpulkan dari hasil tangkapan nelayan dan data sekunder melalui desk studi. Kondisi stok dianalisis  menggunakan indikator metodaMallawa.   Struktur ukuran dan kelompok umur menggunakan   metoda Bhattacharya,   , lajupertumbuhan  metoda Ford dan Walford, laju mortalitas total, mortalitas penangkapan, laju eksploitasi dan yield per recruitmen   metoda Beverton dan Holt.   Laju mortalitas alami menggunakan metoda Pauly, persentase ukuran layak tangkap metoda Mallawa. Hasil penelitian bahwa populasi didominasi oleh udang ukuran kecil, jumlah kelompok umur  tiga untuk jantan dan dua untuk betina, laju mortalitas penangkapan  udang jantan dan betina tinggi ( F >1), laju pertumbuhan populasi udang jantan dan betina cepat (K > 0,50), laju ekploitasi udang jantan dan betina tinggi ( E > 0,5) dan peresentasi ukuran   layak tangkap udang jantan dan betina rendah( <20 %), Yield per Rekruitmen (Y’/R) sekarang < Yield per Rekruitmen (Y’/R) optimum. Kondisi stok udang galah di Sungai Waelawi   termasuk kedalam kategori populasi yang mengalami tekanan/menipis.