Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DAN PEREBUSAN TERHADAP KADAR RESIDU FORMALIN DAN PROFIL PROTEIN UDANG PUTIH (Letapenaeus vannamei) BERFORMALIN SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI SUMBER PENDIDIKAN GIZI DAN KEAMANAN PANGAN PADA MASY Wikanta, Wiwi; Abdurrajak, Yusuf; Sumarno, Sumarno; Amin, Moh.
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This research was conducted with the aim to determine the effect of the addition of cucumber tree (Averrhoa bilimbi L) and boiling on levels of residual formaldehyde and protein profiles of formalin-contaminated pacific white shrimp (Letapenaeus vannamei) and its utilization as a source of nutrition and food safety education in society. Research using experimental methods with a factorial randomized block design. The independent variable in this study is the long boiling with three levels of variation (0 minutes, R0; 30 minutes, R1; and 45 minutes, R2) and the concentration of cucumber tree fruit juice with five levels of variation (0%, BW0; 20%, BW1; 40%, BW2, 60%, BW3, and 80%, BW4). The results of this research has shown that (1) addition of cucumber tree concentration of 80% and boiling time 45 minutes (R2BW4) can reduce levels of residual formaldehyde pacific white shrimp highest, amounting to 99.20% of the formaldehyde levels from 1.127 g% to 0.009 g% (2) the addition of cucumber tree concentration of 80% and without boiling (R0BW4) can increase the protein levels of total retturn of pacific white shrimp with the smallest loss rate, amounting to 0.76% of protein levels from 23.205 g% to 23.028 g%; (3 ) addition of cucumber tree and boiling water can alter the existence of molecular weight protein bands of pacific white shrimp, (6) the addition of cucumber tree and boiling can eliminate immunogenicity properties of the BM 37.38 kDa protein of fresh pacific white shrimp (US) and formalin-contaminated pacific white shrimp (UF) in male mice (Mus musculus) strain BALB/C. From the results of this study can be concluded that the addition of cucumber tree and boiling significantly affect the residue levels of formaldehyde and protein profiles of formalin-contaminated pacific white hrimp. Further results of this study have been compiled in the form of popular science books as a nutrition and food safety education in society. Key words: residual formaldehyde, protein profile, formalin-contaminated pacific white shrimp , cucumber tree, nutrition and food safety ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) dan perebusan terhadap kadar residu formalin dan profil protein udang putih (Letapenaeus vannamei) berformalin serta pemanfaatannya sebagai sumber pendidikan gizi dan keamanan pangan pada masyarakat. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok faktorial. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah lama perebusan dengan tiga tingkat variasi (0 menit, R0; 30 menit, R1; dan 45 menit, R2) dan konsentrasi perasan buah belimbing wuluh dengan lima tingkat variasi (0%, BW0; 20%, BW1; 40%, BW2; 60%, BW3; dan 80%, BW4). Hasil penelitian ini telah menunjukkan bahwa (1) penambahan belimbing wuluh konsentrasi 80% dan lama perebusan 45 menit (R2BW4) dapat menurunkan kadar residu formalin udang putih paling tinggi, yaitu sebesar 99,20% dari kadar formalin asal 1,127 g% menjadi 0,009 g%; (2) penambahan belimbing wuluh konsentrasi 80% dan tanpa perebusan (R0BW4) dapat meningkatkan kembali kadar protein total udang putih dengan tingkat kehilangan paling kecil, yaitu sebesar 0,76% dari kadar protein asal 23,205 g% menjadi 23,028 g%; (3) penambahan belimbing wuluh dan perebusan dapat merubah keberadaan pita berat molekul protein udang putih; (6) penambahan belimbing wuluh dan perebusan dapat menghilangkan sifat imunogenisitas protein BM 37,38 kDa udang segar (US) dan udang berformalin (UF) pada mencit jantan (Mus musculus) galur BALB/C. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan belimbing wuluh dan perebusan berpengaruh secara signifikan terhadap kadar residu formalin dan profil protein udang putuh berformalin. Hasil penelitian ini lebih lanjut telah disusun dalam bentuk buku ilmiah populer sebagai bahan pendidikan gizi dan keamanan pangan pada masyarakat. Kata kunci : residu formalin, profil protein, udang berformalin, belimbing wuluh, gizi dan keamanan pangan
PENGARUH PENAMBAHAN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DAN PEREBUSAN TERHADAP KADAR RESIDU FORMALIN DAN PROFIL PROTEIN UDANG PUTIH (Letapenaeus vannamei) BERFORMALIN SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI SUMBER PENDIDIKAN GIZI DAN KEAMANAN PANGAN PADA MASY Wikanta, Wiwi; Abdurrajak, Yusuf; Sumarno, Sumarno; Amin, Moh.
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.147 KB)

Abstract

ABSTRACT This research was conducted with the aim to determine the effect of the addition of cucumber tree (Averrhoa bilimbi L) and boiling on levels of residual formaldehyde and protein profiles of formalin-contaminated pacific white shrimp (Letapenaeus vannamei) and its utilization as a source of nutrition and food safety education in society. Research using experimental methods with a factorial randomized block design. The independent variable in this study is the long boiling with three levels of variation (0 minutes, R0; 30 minutes, R1; and 45 minutes, R2) and the concentration of cucumber tree fruit juice with five levels of variation (0%, BW0; 20%, BW1; 40%, BW2, 60%, BW3, and 80%, BW4). The results of this research has shown that (1) addition of cucumber tree concentration of 80% and boiling time 45 minutes (R2BW4) can reduce levels of residual formaldehyde pacific white shrimp highest, amounting to 99.20% of the formaldehyde levels from 1.127 g% to 0.009 g% (2) the addition of cucumber tree concentration of 80% and without boiling (R0BW4) can increase the protein levels of total retturn of pacific white shrimp with the smallest loss rate, amounting to 0.76% of protein levels from 23.205 g% to 23.028 g%; (3 ) addition of cucumber tree and boiling water can alter the existence of molecular weight protein bands of pacific white shrimp, (6) the addition of cucumber tree and boiling can eliminate immunogenicity properties of the BM 37.38 kDa protein of fresh pacific white shrimp (US) and formalin-contaminated pacific white shrimp (UF) in male mice (Mus musculus) strain BALB/C. From the results of this study can be concluded that the addition of cucumber tree and boiling significantly affect the residue levels of formaldehyde and protein profiles of formalin-contaminated pacific white hrimp. Further results of this study have been compiled in the form of popular science books as a nutrition and food safety education in society. Key words: residual formaldehyde, protein profile, formalin-contaminated pacific white shrimp , cucumber tree, nutrition and food safety ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) dan perebusan terhadap kadar residu formalin dan profil protein udang putih (Letapenaeus vannamei) berformalin serta pemanfaatannya sebagai sumber pendidikan gizi dan keamanan pangan pada masyarakat. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok faktorial. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah lama perebusan dengan tiga tingkat variasi (0 menit, R0; 30 menit, R1; dan 45 menit, R2) dan konsentrasi perasan buah belimbing wuluh dengan lima tingkat variasi (0%, BW0; 20%, BW1; 40%, BW2; 60%, BW3; dan 80%, BW4). Hasil penelitian ini telah menunjukkan bahwa (1) penambahan belimbing wuluh konsentrasi 80% dan lama perebusan 45 menit (R2BW4) dapat menurunkan kadar residu formalin udang putih paling tinggi, yaitu sebesar 99,20% dari kadar formalin asal 1,127 g% menjadi 0,009 g%; (2) penambahan belimbing wuluh konsentrasi 80% dan tanpa perebusan (R0BW4) dapat meningkatkan kembali kadar protein total udang putih dengan tingkat kehilangan paling kecil, yaitu sebesar 0,76% dari kadar protein asal 23,205 g% menjadi 23,028 g%; (3) penambahan belimbing wuluh dan perebusan dapat merubah keberadaan pita berat molekul protein udang putih; (6) penambahan belimbing wuluh dan perebusan dapat menghilangkan sifat imunogenisitas protein BM 37,38 kDa udang segar (US) dan udang berformalin (UF) pada mencit jantan (Mus musculus) galur BALB/C. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan belimbing wuluh dan perebusan berpengaruh secara signifikan terhadap kadar residu formalin dan profil protein udang putuh berformalin. Hasil penelitian ini lebih lanjut telah disusun dalam bentuk buku ilmiah populer sebagai bahan pendidikan gizi dan keamanan pangan pada masyarakat. Kata kunci : residu formalin, profil protein, udang berformalin, belimbing wuluh, gizi dan keamanan pangan
PENGEMBANGAN MODUL EVOLUSI DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK MENGGUNAKAN MODEL THINK, TALK, WRITE (TTW) DI SMA Wulandari, P. Wijayati; Amin, Moh.; Suhadi, Suhadi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.2, No.1, Januari 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.26 KB) | DOI: 10.17977/jp.v2i1.8382

Abstract

The learning materials of evolutionary in biology for students of class XII IPA SMAN I Glenmore Banyuwangi is still in obstacles. The materials in textbooks based on School Based of Curriculum (KTSP), while teachers should teach the scientific approach which refers to curriculum of 2013. The requirement analysis of evolutionary teachers stated that 86% of teachers requires learning modules for students. The analysis of the mastery learning of students in the last three years of study showed that the level of student mastery of less than 35%. The purpose of this research is to develop modules of evolution for students with scientific approach using model Think, Talk, Write in SMAN I Glenmore Banyuwangi. The module was developed based on the model of the research and development of Dick & Carey (2001), which consists of nine stages of development. The validation results of learning experts showed very valid category with the percentage of votes <p> 90.77% to the syllabus and <p> 91.04% to RPP. The validation results of study design experts showed very valid category with the percentage of votes <p> 98.57% to the module. The validation results of material experts showed a valid category with the percentage of votes <p> 82.33% to the module for students. The validation results by implementing learning practitioners in the field showed very valid category with the percentage of votes <p> 100% to the syllabus, <p> 93.08% to RPP, and <p> 97.25% to module for students. The test results by the legibility of small groups of students showed very valid category with the percentage of votes <p> by 86.78%. to modul. Based on the validation results, we can conclude that the evolution module with the scientific approach using Think, Talk, Write models earmarked for students is valid and is expected to meet the limitations on teaching materials that are already available.Pembelajaran biologi materi evolusi bagi peserta didik kelas XII IPA SMAN I Glenmore Kabupaten Banyuwangi mengalami kendala. Bahan ajar yang ada masih mengacu pada buku paket dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), sedangkan guru harus mengajar dengan pendekatan saintifik yang mengacu pada kurikulum 2013. Analisis kebutuhan guru menyatakan bahwa 86% guru pengampu pelajaran biologi materi evolusi memerlukan modul pembelajaran bagi peserta didik. Analisis kebutuhan peserta didik dalam tiga tahun pembelajaran terakhir menunjukkan bahwa tingkat ketuntasan peserta didik kurang dari 35%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul evolusi bagi peserta didik dengan pendekatan saintifik menggunakan model Think, Talk, Write di SMAN I Glenmore Kabupaten Banyuwangi. Modul dikembangkan berdasarkan model pengembangan Dick & Carey (2001) yang terdiri dari sembilan tahap pengembangan. Analisis hasil validasi ahli perangkat pembelajaran menunjukkan kategori sangat valid dengan hasil persentase penilaian <p> sebesar 90,77% untuk silabus dan <p> sebesar 91,04% untuk RPP. Analisis hasil validasi ahli desain pembelajaran menunjukkan kategori sangat valid dengan hasil persentase penilaian <p> sebesar 98,57% untuk modul. Analisis hasil validasi ahli materi menunjukkan kategori valid dengan hasil persentase penilaian <p> sebesar 82,33% untuk modul peserta didik. Analisis hasil validasi oleh praktisi pelaksana pembelajaran di lapangan menunjukkan kategori sangat valid dengan hasil persentase penilaian <p> sebesar 100% untuk silabus, <p> sebesar 93,08% untuk RPP, dan <p> sebesar 97,25% untuk modul peserta didik. Analisis hasil uji coba keterbacaan kelompok kecil oleh peserta didik menunjukkan kategori sangat valid dengan hasil persentase penilaian <p> sebesar 86,78% untuk modul. Berdasarkan hasil validasi tersebut dapat disimpulkan bahwa modul evolusi dengan pendekatan saintifik menggunakan model Think, Talk, Write yang diperuntukkan bagi peserta didik valid dan diharapkan mampu memenuhi keterbatasan pada bahan ajar yang sudah tersedia.
ILMU MENDIDIK LATIHAN PRAKTEK Amin, Moh.
Tarbawi Vol 1 No 01 (2015): Januari-Juni 2015
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu pendidkan adalah teoritis dan praktis. Ilmu pendidikan praktek ditujukan kepada perbuatan-perbuatan yang mempengaruhi anak didik. llmu pendidikan teoritis diatur dan disistematiskan sebagai pola pemikiran pendidikan. Ilmu pendidikan praktek adalah mengaplikasikan konsep-konsep dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dunia industri, maupun pada lembaga pendidikan formal. Hal-hal yang dipraktekkan dalam pendidikan antara lain moral, gotong royong dan tolong menolong, pengenalan lingkungan kerja, penguasaan peralatan kerja, pengetahuan bahan-bahan produksi serta desain dan proses produksi. Ilmu pendidikan praktek memberikan pengalaman kepada siswa belajar melakukan kegiatan mental, fisik maupun sosial, pemberian keterampilan-keterampilan kepada siswa untuk dapat menjalankan kehidupan sebagai mahluk individu, makhluk sosial maupun sebagai makhluk Tuhan.
IMPELEMNTASI MANAJEMEN STRATEGIS KEPALA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KABUPATEN SERANG Amin, Moh.
Tarbawi Vol 2 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen strategis kepala sekolah. Penelitian ini dilakukan pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Serang Provinsi Banten. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif kuantitatif. Responden penelitian adalah guru sebanyak 50 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan statistik deksriptif mean, median, modus, standard deviasi, tabel distribusi frekuensi, histogram dan poligon. Hasil penelitian mendapati tingkat manajemen strategik kepala sekolah terbagi dalam tiga kategori yaitu: sebagian kecil kurang efektif, mayoritas efektif, dan sebagian kecil lagi sangat efektif. Perlu peningkatan manajemen strategi kepala sekolah. Peningkatkan manajemen strategik kepala sekolah dapat dilakukan melalui peningkatkan pendidikan dan pengalaman kerja.
Pengaruh Pendekatan Inkuiri Terbimbing Berbantuan Modul Belajar terhadap Keterampilan Proses Sains, dan Hasil Belajar Psikomotorik Agustiningsih, Neneng; Amin, Moh.; Mimien, Mimien
Biota Vol 9 No 1 (2016)
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.543 KB) | DOI: 10.20414/jb.v9i1.34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh pendekatan inkuiri terbimbing berbantuan modul belajar terhadap keterampilan proses sains, dan hasil belajar psikomotor. Rancangan penelitian yang digunakan ialah kuasi eksperimen dengan Pretest-Postest Non equivalent Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di SMP Laboratorium UM Malang tahun ajaran 2013/2014. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas VIII C sebagai kelas perlakuan, dan VIII B sebagai kelas kontrol. Keterampilan proses sains di ukur menggunakan tes uraian, dan hasil belajar psikomotorik di ukur menggunakan lembar pengamatan, dan rubrik pengamatan psikomotorik. Instrumen tes terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas. Data diambil pada saat pretes, postes. Uji hipotesis menggunakan anakova dengan taraf signifikansi 0,05 (P < 0,05). Sebelum uji anakova, dilakukan uji normalitas data dengan uji kormogolov-smirnov dan uji homogenitas data dengan Levene tes. Hasil penelitian menunjukkan:1) pendekatan inkuiri terbimbing berbantuan modul belajar berpengaruh terhadap keterampilan proses sains, dan 2) pendekatan inkuiri terbimbing berpengaruh berbantuan modul belajar terhadap hasil belajar psikomotorik. Melihat potensi dari pendekatan inkuiri terbimbing berbantuan modul belajar dapat diaplikasikan dalam pembelajaran kurikulum 2013.    
STUDI PERBANDINGAN KACANG MERAH (Phaseolus Vulgaris L.) DAN RUMPUT LAUT (Euchema cottonii) TERHADAP KARAKTERISTIK PERMEN JELLY Amin, Moh.; Novitasari, Rifni; Mardesci, Hermiza
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.012 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v7i1.110

Abstract

Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) adalah salah satu jenis kacang-kacangan yang banyak ditemukan dan dimanfaatkan di Indonesia. Kacang merah kering merupakan sumber protein nabati, karbohidrat kompleks, serat, vitamin B, folasin, tiamin, kalsium, fosfor, dan zat besi. Rumput laut (Euchema cottonii) merupakan salah satu komoditi kelautan Indonesia yang cukup potensial sebagai penghasil devisa negara. Kadar karagenan dalam setiap Eucheuma berkisar antara 54-73% tergantung pada jenis dan tempat tumbuhnya. Rumput laut ini digunakan dalam pengolahan permen jelly bertujuan untuk membantu tekstur dari permen jelly kacang merah, karena rumput laut mengandung karagenan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi perbandingan antara kacang merah (Phaseolus Vulgaris L.) dan rumput laut (Euchema cottonii) yang tepat terhadap karakteristik permen jelly. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan dengan rancangan acak lengkap (RAL), menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada C (kacang merah 50% dan rumput laut 50%) dengan kadar air total 22,95 %, kadar gula reduksi 19,10 %, kadar abu 1,012 %, dan hasil uji organoleftik rasa 4,15%, warna 3,9%, aroma 4,2% dan tekstur 4,15%. Pada pembuatan permen jelly kacang merah dan rumput laut belum menghasilkan permen dengan kadar air yang sesuai standar SNI.
IMPLEMENTING STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TECHNIQUE TO IMPROVE SPEAKING SKILL AND TO ENHANCE MOTIVATION OF THE ELEVENTH GRADE STUDENTS AT SMAN 1 BUNGKU Amin, Moh.; Marhum, Mochtar; Pallawa, Baso Andi
BAHASANTODEA Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : BAHASANTODEA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.145 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah para siswa yang diajar dengan menerapkan Student Teams-Achievement Division (STAD) teknik mengembangkan keterampilan berbicara lebih baik dan meningkatkan motivasi. Desain penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan pre test post-tes one group design. Sebanyak 29 orang siswa kelas XI IPA 3 menjadi sample pada kelas eksperimental dan 29 siswa kelas XI IPA 2 pada kelas kontrol menjadi sampel dan dipilih menggunakan convenience sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuisioner dan tes. Nilai rata-rata dari tes awal pada kelas eksperimen adalah 31.79 dan nilai rata-rata tes awal dari kelas kontrol adalah 32.82. Sementara, nilai rata-rata tes akhir dari kelas eksperimen yaitu 73.90 dan nilai rata-rata tes akhir kelas kontrol adalah 53.16 Data yang didapatkan dari tes awal dan tes akhir dianalisis secara statistik menggunakan perhitungan independent t-test. Berdasarkan analisis hasil t-test awal didapatkan t-hitung untuk df=56 adalah 5.212 lebih besar dari t-table (2.003) pada taraf signifikansi 0.05 untuk tes dua arah (t-hitung: 5.212 > t-table: 2.003). Hasil dari kuesioner yang dibagikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol dianalisa menggunakan skala Likert dan dengan teknik persentase. Hasil analisis menunjukan bahwa 89.65% dari siswa di kelas eksperimen berada pada kategori motivasi tinggi dan ini berlawanan dengan kelas kontrol yang hanya 55.72% siswa pada kategori motivasi tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa menerapkan teknik STAD memiliki perkembangan pada keterampilan berbicara siswa dan peningkatan motivasi siswa dalam belajar.
PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SECARA SIMULTAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT. UNIT PLTD POASIA Dewi, Arum Destiana; Saranani, Fajar; Mahrani, Sri Wiyati; Hastuti, Hastuti; Amin, Moh.
-
Publisher : Jurusan Manajemen, fakultas ekonomi dan bisnis universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.977 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan: (1)Untuk mengetahui pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara silmutan terhadap Produktivitas kerja karyawan PT. Unit PLTD POASIA; (2)Untuk mengetahui pengaruh Keselamatan Kerja secara parsial terhadap Produktivitas kerja karyawan PT. Unit PLTD POASIA; (3)Untuk mengetahui pengaruh Kesehatan kerja secara parsial terhadap Produktivitas kerja karyawan PT. Unit PLTD POASIA Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Objek yang terdapat pada penelitian ini adalah keseluruhan karyawan PT. Unit PLTD POASIA sebanyak 72 karyawan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner dan wawancara. Tehnik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa: (1)Keselamatan kerja dan kesehatan kerja berpengaruh signifikan terhadap Produktivitas kerja karyawan, (2), Keselamatan kerja berpengaruh signifikan terhadap Produktivitas kerja karyawan. (3)Kesehatan Kerja berpengaruh signifikan terhadap Produktivitas kerja karyawan
Analisis Budaya Kerja Dalam Aspek Tri Hita Karana Di Kota Kendari (Studi Pada CV. Deva Utama) Triyasa, Komang Alit; Amin, Moh.; Juharsah, Juharsah
-
Publisher : Jurusan Manajemen, fakultas ekonomi dan bisnis universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.51 KB)

Abstract

Abstrak. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis Budaya Kerja Dalam Aspek Tri Hita Karena Pada CV. Deva Utama. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik wawancara yang berhubungandengan masalah penelitian dengan mengambil informan sebanyak 2 orang untuk diwawancarai sebagai informan kunci. Dan setelah data ? data dikumpulkan, peneliti menggambarkan keadaan objek penelitian yang sesungguhnya untuk menjelaskan bagaimana analisis tri hita karana yangditerapkan oleh CV. Deva Utama tersebut.Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Analisis Budaya Kerja dalam Aspek Tri Hita Karana pada CV. Deva Utama menunjukan penerapan Tri Hita Karana yang diterapkan sudah sesuai dengan apa yang ada didalam Kitab Bhagavad Gita dan Buku Tri Hita Karana.Kata Kunci : Budaya Kerja, Tri Hita Karana