0.252
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Rekayasa Sipil Sinergi FT Sinergi
Articles
4
Documents
COASTAL VULNERABILITY INDEX ANALYSIS IN THE ANYER BEACH SERANG DISTRICT, BANTEN

SINERGI Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anyer Beach is one of the famous tourist destinations. In addition to tourist destinations, the Anyer beach also has residential and industrial areas. In managing coastal areas, a study of vulnerability is needed due to threats from sea level rise, abrasion/erosion and also high waves that can damage infrastructure and cause losses. The research method is to collect data of hydro-oceanography, coastal vulnerability index calculates (Coastal Vulnerability Index). The coastal vulnerability index is a relative ranking method based on the index scale physical parameters such as geomorphology, shoreline change, elevation, sea level rise, mean tidal, wave height. On the results of the analysis of the criteria of vulnerability based on the parameters of geomorphology in the category of vulnerable with scores of 4, shoreline change in the category of vulnerable with a score of 4, the elevation in the category of extremely vulnerable with scores of 5, sea level rise into the medium category with a score of 3, mean tidal in the category less susceptible with a score of 2, the wave height is very vulnerable in the category with a score of 5. The variable that most influences the vulnerability of Anyer Beach is elevation and wave height.

KAJIAN QUANTITY SURVEYOR PADA TAHAP PRE CONTRACT DAN POST CONTRACT STUDY KASUS PROYEK AD-PREMIER OFFICE – JAKARTA

Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1253.825 KB)

Abstract

Proses Pre Contract merupakan suatu proses dimana pihak pemberi tugas dan team Konsultanmelakukan persiapan sebelum proyek dilaksanakan dilapangan, sedangkan dalam Post Contract sendirimerupakan suatu proses dimana pemantauan pekerjaan pada saat pelaksanaan dilapangan sampai proses serahterima oleh Penerima Tugas kepada Pemberi tugas. Dengan meneliti tahap-tahap baik Pre Contract maupun PostContract dapat diketahui pihak-pihak yang bertanggung jawab, masalah-masalah yang sering timbul sepertiperbedaan Budget yang terjadi antara Estimasi Biaya dengan nilai yang keluar pada Bill of Quantity (BQ) padasaat Pre Contract dan permasalahannya, lingkup kontrak yang terjadi saat Post Contract yang merupakanpermasalahan yang sering timbul pada Consultant Quantity Surveyor sebagai pihak independen antara PemberiTugas dengan Penerima Tugas.Studi kasus ini akan melakukan penelitian permasalahn yang terjadi pada kedua tahap tersebut,melakukan perbandingan antara budget saat Estimasi Biaya dengan hasil Bill of Quantity (BQ) pada proyek ADPremier Office – Jakarta. Hasil dari penelitian ini memberikan jawaban bahwa nilai BQ dengan akurasiperhitungan yang sesuai dengan Standart of Remeusurment tidak terlalu jauh nilai perbedaanya dengan tingkatakurasi yang dihasilkan oleh Estimasi awal yang merupakan nilai budget perkiraan yang dihitung olehConsultant Quantity Surveyor.

Analisis Produktivitas Pekerjaan Instalasi Façade Curtain Wall Unitized System Pada Proyek High-Rise Building Dengan Metode Simulasi Operasi Konstruksi Berulang (Cyclone)

Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1390.373 KB)

Abstract

Pada tahun 2015 Indonesia telah berhasil menempati posisi kedua di dunia dalam hal pembangunan gedung bertingkat tinggi. Yaitu dengan merampungkan pembangunan 9 gedung dengan total tinggi mencapai 1.908 meter. Oleh karena itu perkembangan inovasi teknologi konstruksi gedung tinggi menjadi salah satu tantangan bagi para insinyur teknik sipil untuk meningkatkan kualitas kinerja dalam menghadapi persaingan global. Dari beberapa komponen pekerjaan konstruksi gedung. Façade merupakan salah satu komponen penting penentu kelayakan proyek gedung bertingkat tinggi. Aluminium-Glazing Curtain Wall Unitized System merupakan jenis pekerjaan façade yang paling populer. Sehingga pada penelitian ini penulis mencoba untuk menganalisa produktivitas pekerjaan instalasi Curtain Wall Unitized System dengan metode CYCLONE kemudian diaplikasikan pada 2 Alternatif metode instalasi untuk dibandingkan hasil kebutuhan biaya dan waktu penyelesaian pekerjaan.Berdasarkan hasil analisa produktifitas dengan program operasi WebCYCLONE diperoleh nilai produktivitas instalasi untuk typical frame adalah 0,027823 frame/minute, instalasi corner frame 0,011232 frame/minute, dan end corner frame 0.009212 frame/minute. Setelah diaplikasikan ke dalam 2 metode alternatif yang diujikan maka diperoleh sebagai berikut: Alternatif-1 total waktu penyelesaian selama 293 hari dan biaya yang dibutuhkan sebear Rp. 4.216.809.120,- sedangkan Alternatif-2 total waktu penyelesaian 304 hari dan biaya yang dibutuhkan adalah Rp. 4.375.119.360,-Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode Alternatif - mempunyai efisiensi lebih baik dengan selisih waktu 11 hari kerja dan biaya sebesar Rp. 158.310.240,-

COASTAL VULNERABILITY INDEX ANALYSIS IN THE ANYER BEACH SERANG DISTRICT, BANTEN

SINERGI Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.419 KB)

Abstract

Anyer Beach is one of the famous tourist destinations. In addition to tourist destinations, the Anyer beach also has residential and industrial areas. In managing coastal areas, a study of vulnerability is needed due to threats from sea level rise, abrasion/erosion and also high waves that can damage infrastructure and cause losses. The research method is to collect data of hydro-oceanography, coastal vulnerability index calculates (Coastal Vulnerability Index). The coastal vulnerability index is a relative ranking method based on the index scale physical parameters such as geomorphology, shoreline change, elevation, sea level rise, mean tidal, wave height. On the results of the analysis of the criteria of vulnerability based on the parameters of geomorphology in the category of vulnerable with scores of 4, shoreline change in the category of vulnerable with a score of 4, the elevation in the category of extremely vulnerable with scores of 5, sea level rise into the medium category with a score of 3, mean tidal in the category less susceptible with a score of 2, the wave height is very vulnerable in the category with a score of 5. The variable that most influences the vulnerability of Anyer Beach is elevation and wave height.